Emas Anjlok ke Level US $1769,76 Imbas Signal Hawksih The Fed

Emas Anjlok ke Level US $1769,76 Imbas Signal Hawksih The Fed

Sinar pergerakan harga Emas kembali meredup pada perdagangan market Selasa kemarin. Anjlok nya harga Emas ini akibat kondisi mata uang Dollar AS yang menguat setelah pernyataan ketua Bank Sentral The Fed yang memberikan signal hawkish.

Penurunan harga Emas ini juga akibat adanya peralihan investasi asset safe haven dari Emas beralih ke asset safe haven lainnya yaitu Dollar AS. Meski kondisi saat ini terutama mengenai timbulnya kekhawatiran akan Covid-19 dengan varian baru Omicron belum mampu mengangkat harga Emas untuk naik.

Meski disisi lain dengan naiknya tingkat inflasi yang melanda negara AS dan beberapa negara industru lainnya, belum mampu mendongkrak harga Emas untuk naik dan berada di jalur diatas 1800-an.

Mata uang Dollar AS mengalami lonjakan penguatannya terhadap beberapa mata uang utama lainnya. Penguatan Greenback ini mendapat dorongan dari pernyataan ketua Bank Sentral AS The Fed Jerome Powell yang memberikan signal hawkish terhadap ekonomi AS.

Pernyataan beliau dipandang hawkish karena setuju untuk mempercepat proses berakhirnya pemangkasan pembelian obligasi bulanan. Awalnya diprediksi tapering akan selesai pada pertengahan tahun 2022 nanti dengan memangkas sebesar US $15Miliar/bulan. Namun pada tadi malam Powell menegaskan akan mempercepat berakhirnya tepering dan akan meningkatkan jumlah pemangkasan pembelian obligasi bulanannya.

Para analis memprediksi besaran pemangkasan pembelian obligasi bulanan ini akan menjadi 2x lipat dari jumlah sebelumnya. Banyak yang memprediksi menjadi US $30Miliar/bulan serta akan berakhir lebih cepat dari rencana semula. Di perkirakan akan berakhir pada bulan Maret atau April tahun 2022 nanti.

Dalam agendanya semalam ketua The Fed Jerome Powell tidak lagi menggunakan kata sementara untuk tingkat inflasi yang terjadi, namun beliau menegaskan bahwa dengan percepatan penyelesaian tapering tidak harus dibarengi dengan pelaksanaan kenaikan tingkat suku bunga.

Malam nanti kembali ketua Bank Sentral AS akan memberikan pandangannya mengenai kondisi ekonomi AS serta pandangan kebijakan apa yang akan diambil kedepannya. Selain itu akan ada rilis data ADP Non-Farm Employment Change.

Selain itu akan ada rilis data ekonomi AS lainnya, yaitu ISM Manufacturing PMI yang akan dirilis pada pukul 22:00 WIB. Di prediksi data ini akan bagus dan menguatkan mata uang Dollar AS.

 

 

 

Analisa Tekhnikal GOLD (XUL)

Di prediksi Trend akan Bearish/turun.

 

Pivoit poin = 1783,67

 

Support 1 = 1758,75

Support 2 = 1744,83

Support 3 = 1719,91

 

 

Resistance 1 = 1797,59

Resistance 2 = 1822,51

Resistance 3 = 1836,43

 

Tetap bijak dalam trading dengan memperhatian Money Management dan Risk Management agar kelangsungan modal dan account trading anda tetap berlanjut.  Happy Trading dan salam profit konsisten.