Emas Semakin Anjlok ke level US $1781,86 Ditengah Penguatan Dollar AS

Emas Semakin Anjlok ke level US $1781,86 Ditengah Penguatan Dollar AS

Kembali harga Emas mengalami penurunan dan telah menyentuh level terendah hariannya di US $1781,86/troy ounce. Anjloknya harga Emas ini di sebabkan oleh adanya penguatan di mata uang Dollar AS.

Penurunan harga Emas ini telah terjadi sejak beberapa hari yang lalu, hal ini dikarenakan oleh naiknya nilai yield obligasi pemerintah AS dengan tenor 10tahun. Selain itu panik selling dilakukan oleh para pelaku pasar di tengah proyeksi akan adanya rencana kenaikan tingkat suku bunga yen lebih cepat dari prediksi sebelumnya.

Sinar Emas seakan sirna di tengah kondisi mata uang Dollar AS yang semakin perkasa. Para pelaku pasar beralih ke asset safe haven lainya dibandingkan dengan Emas. Penurunan harga Emas di perkirakan masih akan terus berlanjut pada perdagangan market sesi Asia hari  ini.

Kondisi mata uang Dollar AS semakin solid dan perkasa karena di dukung oleh naiknya nilai yield obligasi pemerintah AS dengan tenor 10tahun. Penguatan mata uang Dollar AS juga mendapat dorongan dari adanya ekspektasi bahwa dengan kembali terpilihnya Powell sebagai ketua Bank Sentral The Fed semakin menunjukkan signal hawkish bagi Dollar AS.

Penunjukkan Powell sebagai ketua The Fed untuk kedua kalinya ini menandakan bahwa wacana mengenai pemangkasan stimulus dan wacana kenaikan tingkat suku bunga semakin hangat dan sering terdengar.

Para analis memprediksi besar peluang kenaikan tingkat suku bunga akan dapat dilaksanakan paling cepat setelah pelaksanaan tapering selesai. Pelaksanaan tapering akan selesai pada pertengahan tahun 2022 nanti.

Imbas proyeksi ini lah yang membuat nilai yield obligasi pemerintah AS dengan tenor 10tahun turut terangkat naik. Untuk saat ini instrument asset safe haven yang dipilih para pelaku pasar adalah Dollar AS diabandingkan dengan asset safe haven lainnya.

Pergerakan harga Emas masih berpeluang untuk naik ditengah kembali melonjaknya jumlah penderita Covid-19 di Eropa dan beberapa negara lainnya di dunia. Bahkan beberapa negara di Eropa berencana akan kembali melakukan lockdown.

Para pelaku pasar focus kepada pertemuan FOMC yang akan di rilis pada Kamis dinihari nanti mulai pukul 02:00 WIB. Diagendakan dalam pertemuan ini Powell dapat saja menyinggung mengenai tingkat inflasi dan juga akan mebahas mengenai rencana pelaksanaan kenaikan tingkat suku bunga acuan.

 

 

 

Analisa Tekhnikal GOLD (XUL)

Di prediksi Trend akan Bearish/turun.

 

Pivoit poin = 1794,76

 

Support 1 = 1777,24

Support 2 = 1764,28

Support 3 = 1746,76

 

 

Resistance 1 = 1807,72

Resistance 2 = 1825,24

Resistance 3 = 1838,20

 

Tetap bijak dalam trading dengan memperhatian Money Management dan Risk Management agar kelangsungan modal dan account trading anda tetap berlanjut.  Happy Trading dan salam profit konsisten.