Euro Masih Berusaha Menguat Meski Terbatas

Euro Masih Berusaha Menguat Meski Terbatas

Pergerakan mata uang tunggal zona Eropa yaitu Euro masih berusaha bergerak menguat ditengah kondisi mata uang Dollar AS yang stabil. Penguatan mata uang Euro ini mendapat dukungan dari sentimen dan proyeksi para pelaku pasar bahwa The Fed akan lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan, terutama rencana pemangkasan stimulus, terlebih setelah ditemukanya panderita pertama varian Omicron di Amerika.

Euro masih bergerak dengan range terbatas meski secara dominan masih dengan trend Bearish nya. Pergerakan Euro lebih di sebabkan karena tekanan yang di timbulkan oleh penguatan mata uang Dollar AS. Selain itu sikap yang diambil oleh Bank Sentral Eropa  turut menekan mata uang Euro.

Mata uang Euro di prediksi masih berusaha untuk menguat meski terbatas. Euro saat ini berada pada level terendahnya. Secara tekhnikal mata uang Euro Sudah berada pada jalur jenuh jual, dengan arti bahwa sudah tepat levelnya untuk para pelaku pasar melakukan aksi beli.

Greenback masih berada pada jalur penguatannya meski sempat melemah terbatas. Kondisi mata uang Dollar AS yang stabil ini akibat masih kuatnya proyeksi bahwa Bank Sentral The Fed akan segera melaksanakan rencananya untuk mempercepat penyelesaian tapering dan meningkatkan jumlah pemangkasan pembelian obligasi bulanannya.

Awal pelaksanaan tapering adalah dengan memangkas sebesar US $15 Miliar dari US $120 Miliar/bulan. Pada  pernyataan nya beberapa waktu lalu, Powell akan mempercepat penyelesaian tapering dari jadwal semula dan dengan jumlah pemangkasan yang bisa 2x lipat lebih besar dari sebelumnya.

Dukungan untuk Dollar AS yang stabil juga karena rilis data ekonomi AS semalam. Data ekonomi tersebut adalah ADP Non-Farm Employment Change meski di rilis diatas prediksi namun masih di bawah periode sebelumnya. Dimana data ADP di rilis sebesar 534.000 sedangkan prediksi 525.000 dan sebelumnya 570.000.

Selain rilis data ADP dukungan juga datang dari rilis data ISM Manufacturing PMI yang cukup bagus meski masih di bawah prediksi. Data Manufacturing ini di rilis sebesar 61,1 sedangkan prediksi 61,3 dan data periode sebelumnya adalah 60,8.

Dalam pernyataan nya ketua Bank Sentral The Fed menegaskan bahwa, meski dilaksanakannya percepatan penyelesaian tapering tidak serta merta akan di barengi dengan wacana kenaikan tingkat suku bunga.

Karena Powell melihat untuk rencana kenaikan tingkat suku bunga harus di lihat dahulu pertumbuhan tenaga kerja dan tingkat pengangguran. Belum lagi mengenai kenaikan tingkat inflasi yang masih terus terjadi.

 

 

 

Analisa Tekhnikal EURUSD

Di prediksi Trend masih akan mencoba Bullish/naik.

 

Pivoit poin = 1,13264

 

Support 1 = 1,12938

Support 2 = 1,12692

Support 3 = 1,12366

 

 

Resistance 1 = 1,13510

Resistance 2 = 1,13836

Resistance 3 = 1,14082

 

Tetap bijak dalam trading dengan memperhatian Money Management dan Risk Management agar kelangsungan modal dan account trading anda tetap berlanjut.  Happy Trading dan salam profit konsisten.