FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bearish Range 0,71400 – 0,70700
Tertekannya mata uang Aussie terhadap mata uang Greenback terus berlangsung. Bahkan mata uang Aussie melemah dari puncaknya dalam 4 tahun terakhir dan menuju kerugian mingguan sekitar 0,6%, tertekan oleh penguatan Dollar AS secara luas. Dollar AS terus menguat karena kenaikan harga energi dan gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz memicu kekhawatiran inflasi, memperkuat spekulasi bahwa The Fed dapat menaikkan suku bunga lagi tahun ini. Di Australia, Reserve Bank of Australia (RBA) telah menaikkan suku bunga 3x tahun ini sebagai respons terhadap guncangan energi global akibat perang, dan swap menunjukkan sekitar 80% kemungkinan kenaikan keempat pada bulan Agustus. Risalah rapat RBA pekan ini akan memberikan panduan lebih lanjut tentang jalur kebijakan, bersamaan dengan Indeks Kepercayaan Konsumen Westpac, yang diharapkan menunjukkan apakah angka negatif April telah stabil. Fokus juga tertuju pada hari kedua pembicaraan penting antara Presiden Trump dan Presiden China Xi Jinping, karena Washington berupaya mendapatkan konsesi ekonomi dari Beijing di tengah konflik Iran.
Pivot : 0,71690
R1 : 0,71989 S1 : 0,71157
R2 : 0,72522 S2 : 0,70858
R3 : 0,72821 S3 : 0,70325
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 158,700 – 159,300
Terpuruknya mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Dollar AS terus belanjut. Bahkan Yen sudah sentuh 158,836 dan diperkirakan akan mencatat kerugian pekan lalu lebih dari 1%, tertekan oleh penguatan Dollar AS secara luas karena inflasi AS yang meningkat terkait dengan perang Iran memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve akhir tahun ini. Harga minyak yang terus tinggi akibat konflik Timur Tengah yang berkepanjangan juga membebani Yen, mengingat ketergantungan Jepang yang besar pada impor energi dari kawasan tersebut. Mata uang tersebut kini telah kehilangan sekitar setengah dari keuntungan yang dipicu oleh beberapa putaran intervensi pemerintah yang dimulai pada 30 April, memicu spekulasi bahwa Tokyo dapat kembali turun tangan untuk mendukung Yen. Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga menyatakan dukungan untuk langkah-langkah Jepang baru-baru ini yang bertujuan untuk menstabilkan mata uang. Sementara itu, anggota dewan Bank of Japan, Kazuyuki Masu, berpendapat bahwa suku bunga harus dinaikkan sesegera mungkin, dengan alasan risiko inflasi yang semakin meningkat akibat perang Iran.
Pivot : 158,622
R1 : 159,008 S1 : 158,408
R2 : 159,222 S2 : 158,022
R3 : 159,608 S3 : 157,808
GBPUSD
Opportunity : Bearish menuju : 1.3292 – 1.3249
Pounds masih dalam tekanan U.S Dollar ditutup melemah pada perdagangan Jumat kemarin. Dolar AS menguat untuk hari kelima berturut-turut pada akhir pekan lalu. Meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve. Kenaikan harga energi akibat konflik Iran ikut memperkuat tekanan inflasi global dan mendorong investor kembali memburu aset safe haven berbasis dolar. Indeks dolar AS menguat 0,32% ke level 99,27 setelah sempat menyentuh 99,302, tertinggi dalam lima pekan terakhir. Sementara itu, pound sterling melemah 0,57% ke USD1,3323 dan mencatat penurunan mingguan terbesar sejak November 2024. Tekanan terhadap pound dipicu ketidakpastian politik di Inggris yang membebani posisi Perdana Menteri Keir Starmer. GBP masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini akibat kondisi politik Inggris yang tidak kondusif. Di Satu-sisi penguatan Dollar AS masih mendominasi di pasar mata-uang .
Open : 1.3320 Pivot 1.3348
R1 : 1.3369 S1 : 1.3314
R2 : 1.3403 S2 : 1.3292
R3 : 1.3457 S3 : 1.3249
EURUSD
Opportunity : Bearish menuju 1.1580 – 1.1548
Euro ditutup melemah pada perdagangan Jumat kemarin. Euro turun ke USD1,1623 setelah menyentuh level terendah sejak lima pekan terakhir. Sementara ini Indeks Dollar AS menguat 0,32% ke level 99,27 setelah sempat menyentuh 99,302, tertinggi dalam lima pekan terakhir. Penguatan mata-uang U.S Dollar terjadi akibat meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve. Kenaikan harga energi akibat konflik Iran ikut memperkuat tekanan inflasi global dan mendorong investor kembali memburu aset safe haven berbasis Dollar. EUR masih berpotensi untuk melemah di tengah tingginya tingkat Inflasi akibat tingginya harga energi dampak dari konflik Timur-tengah. Disatu-sisi penguatan Dollar AS masih mendominasi di pasar mata-uang .
Open : 1.1616 Pivot : 1.1637
R1 : 1.1650 S1 : 1.1616
R2 : 1.1672 S2 : 1.1580
R3 : 1.1706 S3 : 1.1548
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.7896 – 0.7923
Swiss Franc masih dalam tekanan U.S Dollar. Indeks dolar AS menguat 0,32% ke level 99,27 setelah sempat menyentuh 99,302, tertinggi dalam lima pekan terakhir. Sementara Franc Swiss melemah dalam Lima hari berturut hingga menyentuh ke level 0.7872 di akhir pekan kemarin. U.S Dollar menguat akibat meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve. Kenaikan harga energi akibat konflik Iran ikut memperkuat tekanan inflasi global dan mendorong investor kembali memburu aset safe haven berbasis dolar. CHF masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini seiring tingginya tingkat Inflasi secara global akibatnya naiknya harga energi yang disebabkan konflik Timur-tengah yang berkepanjangan. Disatu-sisi permintaan U.S Dollar terus meningkat.
Open : 0.7855 Pivot : 0.7855
R1 : 0.7872 S1 : 0.7845
R2 : 0.7896 S2 : 0.7828
R3 : 0.7923 S3. : 0.7801
USDCAD
Opportunity : Sell limit di 1.39025 dengan target 1.38794 dan stop loss di atas 1.39488
Secara struktur, USDCAD masih berada dalam uptrend yang valid, ditandai dengan pola higher high dan higher low yang konsisten sejak pertengahan Maret. Namun, pergerakan terakhir menunjukkan fase retracement setelah harga gagal melanjutkan kenaikan di area 1.39400 dan saat ini terkoreksi menuju area keseimbangan di sekitar pivot 1.38871. Secara teknikal, posisi harga di area pivot ini menjadi titik krusial karena menentukan apakah tren bullish akan berlanjut atau justru terjadi koreksi lebih dalam.
Open price :1.38722 Pivot :1.38871
R1: 1.39025 S1: 1.38562
R2: 1.39334 S2: 1.38408
R3: 1.39488 S3: 1.38099
DXY
Opportunity: Bullish Range 99,200 – 99,500
Penguatan mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya terus berlanjut. Keperkasaan tersebut tergambar pada Indeks Dolar AS (DXY) yang terus melonjak naik dan sentuh level tertinggi hariannya di 99,320. Kondisi Dollar AS ini sentuh level terkuat sekitar 1 bulan, karena kekhawatiran atas inflasi yang dipicu perang semakin meningkat. Situasi di Timur Tengah tetap rapuh dan jauh dari kata damai, dengan Trump menggambarkan kalimat pertama dari proposal terbaru Iran sebagai “tidak dapat diterima”. Akibatnya, harga minyak terus naik, dengan Selat Hormuz masih ditutup. Sementara itu, pertemuan puncak antara Presiden Trump dan Presiden China Xi Jinping berakhir tanpa kesepakatan besar, termasuk indikasi bahwa Beijing akan membantu menyelesaikan konflik tersebut. Baik laporan CPI maupun PPI yang dirilis minggu lalu menunjukkan bahwa guncangan energi mendorong inflasi AS lebih tinggi. Para pelaku pasar sekarang sepenuhnya memperkirakan 1 x kenaikan suku bunga oleh Fed pada Maret tahun depan, dengan lebih dari 50% kemungkinan suku bunga akan naik sebelum akhir tahun 2026. Dollar AS menguat di semua lini dan kenaikan terbesar terlihat terhadap Dollar Australia dan Poundsterling. Dalam pekan lalu, Dollar AS naik hampir 1%.
Pivot : 99,170
R1 : 99,418 S1 : 99,021
R2 : 99,567 S2 : 98,773
R3 : 99,815 S3 : 98,624

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bearish ke area 60,115
Indeks Nikkei 225 turun 0,7% menjadi sekitar 61.000, sementara Indeks Topix yang lebih luas merosot 0,5% menjadi 3.845 pada hari Senin, menandai sesi ketiga berturut-turut penurunan bagi saham Jepang karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah membuat harga minyak tetap tinggi. Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa Teheran kehabisan waktu untuk mencapai kesepakatan dengan Washington, sementara laporan media Iran menunjukkan kedua pihak masih jauh dari kesepakatan dalam negosiasi. Pasar Jepang juga mengikuti penurunan Wall Street setelah aksi jual tajam pada hari Jumat, ketika imbal hasil obligasi pemerintah melonjak karena ekspektasi bahwa Federal Reserve mungkin perlu menaikkan suku bunga tahun ini untuk mengatasi tekanan inflasi yang terkait dengan konflik Iran. Saham teknologi memimpin penurunan, dengan penurunan yang signifikan dari Kioxia Holdings (-8,3%), Fujikura (-2,4%), dan SoftBank Group (-1,7%). Dalam perkembangan korporasi, Mizuho Financial anjlok hampir 7% setelah laporan bahwa mereka sedang mempertimbangkan potensi investasi di Rakuten Bank.
Pivot : 62,026
R1 : 63,068 S1 : 60,773
R2 : 64,321 S2 : 59,731
R3 : 66,616 S3 : 57,436
HANGSENG
Opportunity: Menguji support ke area: 25,434
Indeks Hang Seng turun 323 poin, atau 1,2%, menjadi 25.640 pada hari Senin, menandai level terendah sejak April 2026 karena investor menjadi lebih berhati-hati di tengah ketegangan geopolitik yang kembali meningkat di Timur Tengah. Sentimen melemah setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan peringatan baru kepada Iran, meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut di kawasan tersebut dan potensi gangguan terhadap pasokan minyak global. Harga minyak naik lebih dari 1%, didorong oleh kekhawatiran bahwa ketegangan yang berkepanjangan dapat mengganggu pengiriman minyak mentah melalui Selat Hormuz, jalur energi global utama. Kenaikan harga minyak menambah kekhawatiran inflasi dan meningkatkan ekspektasi biaya operasional yang lebih tinggi bagi bisnis, mendorong investor untuk mengurangi eksposur terhadap ekuitas. Saham-saham yang terkait dengan keuangan dan teknologi memimpin penurunan. Tencent Holdings turun 0,3%, sementara AIA Group turun 1,0%. Saham-saham lain yang mengalami penurunan signifikan termasuk Shenzhou International (-0,7%), Hong Kong Exchanges and Clearing (-0,1%), dan SMIC (-0,8%). Sebaliknya, Xiaomi Corporation naik hampir 1%.
Pivot : 25,870
R1 : 26,094 S1 : 25,448
R2 : 26,516 S2 : 25,224
R3 : 27,162 S3 : 24,578
NASDAQ
Opportunity:Sell Limit: 29,200| SL: 29,300 | TP: 28,800
Kontrak berjangka saham AS sedikit turun pada hari Senin karena investor menunggu laporan pendapatan Nvidia yang sangat dinantikan akhir pekan ini untuk mendapatkan sinyal baru tentang keberlanjutan reli pasar yang didorong oleh kecerdasan buatan. Pendapatan dari peritel besar termasuk Walmart dan Target juga diharapkan memberikan wawasan tentang bagaimana guncangan harga energi yang dipicu oleh Timur Tengah memengaruhi pengeluaran konsumen AS. Sementara itu, harga minyak terus naik setelah Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa Teheran kehabisan waktu untuk mencapai kesepakatan dengan Washington, sementara laporan media Iran menunjukkan negosiasi masih jauh dari kesepakatan. Pekan lalu, S&P 500 dan Nasdaq Composite naik ke rekor tertinggi baru karena kenaikan saham teknologi dan saham terkait AI semakin meluas, meskipun kedua indeks tersebut turun pada hari Jumat karena imbal hasil obligasi pemerintah melonjak di tengah meningkatnya kekhawatiran inflasi. Data ekonomi terbaru juga menunjukkan percepatan inflasi AS, yang menyebabkan para pedagang sepenuhnya mengesampingkan kemungkinan pemotongan suku bunga Federal Reserve tahun ini.
Pivot : 29,324.58
R1 : 29,560.67 S1 : 28,917.67
R2 : 29,967.58 S2 : 28,681.58
R3 : 30,610.58 S3 : 28,038.58

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Tekanan bearish sedang menguji area support di 4.500. Jika level ini mampu bertahan, harga berpotensi rebound menuju kisaran 4.560–4.600. Namun, apabila support gagal dipertahankan, penurunan diperkirakan berlanjut ke area 4.470–4.430.
Harga emas mengalami tekanan signifikan pada perdagangan awal pekan setelah turun hampir 4% sepanjang minggu lalu, dengan harga spot kembali bergerak di bawah level US$4.550 per troy ounce. Pelemahan ini dipicu oleh meningkatnya ekspektasi bahwa bank sentral global, khususnya Federal Reserve, akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama dari perkiraan pasar sebelumnya. Data inflasi Amerika Serikat yang dirilis lebih tinggi dari ekspektasi memperkuat pandangan bahwa peluang pemangkasan suku bunga tahun ini semakin kecil, bahkan memunculkan spekulasi adanya kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan sebelum akhir tahun.
Penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut memberikan tekanan terhadap logam mulia. Kenaikan yield Treasury meningkatkan opportunity cost kepemilikan emas yang tidak memberikan imbal hasil, sementara penguatan dolar membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Kondisi ini memicu aksi jual lanjutan di pasar emas meskipun ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih meningkat.
Pivot : 4.560
R1 4.560 R2 4.605 R3 4.648
S1 4.500 S2 4.470 S3 4.430
Silver
Opportunity : Buy stop di 76.423 dengan target 77.609 dan stop loss dibawah 73.900
Pada XAGUSD, struktur besar masih menunjukkan downtrend, namun pergerakan terbaru memperlihatkan fase pullback bullish yang cukup kuat dari area bawah sekitar 68–70 hingga saat ini mendekati resistance penting. Kenaikan ini lebih bersifat korektif daripada pembalikan tren, karena belum ada perubahan struktur menjadi higher high yang signifikan pada timeframe H4. Saat ini harga bergerak di sekitar pivot 75.041 dan mendekati resistance 76.273, yang menjadi area kunci untuk menentukan arah selanjutnya.
Open price :75.003 Pivot :75.041
R1: 76.273 S1: 73.900
R2: 77.374 S2: 72.628
R3: 78.646 S3: 71.527
Oil
Opportunity : Bullish selama bertahan di atas 100,50, testing resistance 105,25.
Harga minyak mentah dunia melanjutkan penguatannya pada awal pekan, dengan West Texas Intermediate (WTI) naik untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di kisaran US$102,30 per barel, level tertinggi dalam dua pekan terakhir. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.
Sentimen pasar memburuk setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Iran melalui Truth Social, menegaskan bahwa “waktu terus berjalan” dan situasi dapat memburuk apabila tidak segera tercapai langkah penyelesaian. Pada saat yang sama, laporan dari media Israel menyebutkan bahwa Israel dan Amerika Serikat tengah mempercepat persiapan militer untuk kemungkinan melanjutkan serangan terkoordinasi terhadap Iran. Kondisi ini meningkatkan risiko eskalasi konflik regional yang dapat mengganggu stabilitas produksi dan distribusi minyak di kawasan Timur Tengah.
Pivot: 100.50
R1 105,25 S1 100,50
R2 107,34 S2 98,98
R3 109,35 S3 97,43
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Senin, 18 Mei 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Awal Pekan Lesu, Sentimen Terbebani Faktor Geopolitik
Catat jam dan waktunya ya!
| Senin, 18 Mei 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
