Market Summary
Outlook AUD/USD hari ini bergerak menguat pada awal pekan setelah sentimen pasar global membaik. Optimisme investor muncul setelah laporan terbaru menyebutkan bahwa Amerika Serikat dan Iran semakin dekat menuju kesepakatan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
Meningkatnya minat terhadap aset berisiko membuat permintaan safe haven menurun. Kondisi tersebut membantu penguatan dolar Australia terhadap dolar AS setelah AUD/USD sempat mengalami tekanan dalam dua sesi sebelumnya.
Pada perdagangan sesi Eropa, pasangan AUD/USD bergerak di sekitar level 0.7170. Sementara itu, indeks dolar AS masih bertahan di area 99.00 setelah dibuka melemah pada awal pekan.
Pasar AS Libur Memorial Day
Pergerakan pasar pada Senin juga berlangsung lebih tenang karena pasar saham dan obligasi Amerika Serikat tutup dalam rangka libur Memorial Day. Minimnya aktivitas perdagangan membuat investor lebih fokus terhadap perkembangan geopolitik di Timur Tengah.
Meski volume perdagangan cenderung lebih rendah, sentimen risiko tetap mendominasi pasar global. Investor merespons positif kabar mengenai potensi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang dapat membantu meredakan ketegangan di kawasan tersebut.
Kesepakatan AS dan Iran Picu Optimisme Pasar
Laporan Axios menyebutkan bahwa Amerika Serikat dan Iran sedang membahas proposal gencatan senjata selama 60 hari. Dalam kesepakatan tersebut, Iran dikabarkan akan membuka kembali Selat Hormuz dan membersihkan ranjau yang dipasang di jalur pelayaran penting tersebut.
Sebagai imbalannya, Amerika Serikat disebut akan melonggarkan blokade terhadap pelabuhan Iran. Langkah ini dinilai dapat memperbaiki distribusi energi global dan mengurangi kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak dunia.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga mengatakan bahwa saat ini terdapat proposal yang cukup kuat terkait pembukaan kembali jalur pelayaran tersebut. Di sisi lain, media Iran melaporkan bahwa pembahasan mengenai program nuklir dan cadangan uranium Iran akan menjadi bagian penting dalam negosiasi berikutnya.
Namun, pihak Iran tetap memberikan peringatan bahwa kesepakatan final belum tercapai. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa masih ada sejumlah detail penting yang belum disepakati.
Harga Minyak Turun Tajam Tekan Safe Haven
Membaiknya sentimen pasar langsung memengaruhi harga minyak dan pergerakan mata uang global. Harga minyak West Texas Intermediate turun sekitar 5% dan bergerak di dekat level USD91 per barel.
Penurunan harga minyak membantu mengurangi kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi global akibat konflik geopolitik. Kondisi tersebut ikut menekan permintaan terhadap aset safe haven seperti dolar AS. Akibatnya, mata uang berbasis komoditas termasuk dolar Australia mendapatkan dorongan tambahan pada awal pekan ini.
Data Pengangguran Australia Jadi Hambatan AUD
Meski sentimen global mendukung penguatan AUD, data ekonomi domestik Australia masih menjadi perhatian pasar. Tingkat pengangguran Australia naik menjadi 4,5% pada April dari sebelumnya 4,3%.
Kenaikan tersebut menjadi level pengangguran tertinggi dalam sekitar empat setengah tahun terakhir. Data ini membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Reserve Bank of Australia dalam waktu dekat.
Pasar kini hanya melihat peluang sekitar 3% untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan RBA berikutnya. Sebelumnya, probabilitas tersebut masih berada di sekitar 13%. Perubahan ekspektasi tersebut dapat membatasi penguatan AUD/USD jika data ekonomi Australia terus melemah dalam beberapa bulan mendatang.
The Fed Masih Berpotensi Dukung dolar AS
Di sisi lain, pelemahan dolar AS juga berpotensi terbatas. Tekanan inflasi di Amerika Serikat masih cukup tinggi sehingga investor mulai mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve.
Menurut CME FedWatch, pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 41% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun. Ekspektasi tersebut dapat membantu menopang dolar AS dan membatasi kenaikan AUD/USD dalam jangka pendek.
Outlook AUD/USD Hari Ini Masih Positif
Secara keseluruhan, outlook AUD/USD hari ini masih cenderung positif selama sentimen risiko global tetap membaik. Harapan kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi faktor utama yang mendukung penguatan AUD/USD pada awal pekan.
Namun, pelaku pasar tetap memperhatikan perkembangan negosiasi geopolitik, arah kebijakan The Fed, serta kondisi ekonomi Australia. Selama dolar AS belum kembali menguat signifikan, outlook AUD/USD hari ini masih membuka peluang kenaikan dalam jangka pendek.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan AUD/USD masih cenderung bullish pada time frame H4, dengan level pivot berada di 0.7140. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan target resistance terdekat di 0.7175. Jika resistance ini berhasil ditembus, maka potensi penguatan lanjutan dapat membawa harga menuju area 0.7195 hingga 0.7215.
Sebagai alternatif skenario, apabila harga bergerak turun menembus level 0.7140, maka tekanan koreksi berpotensi berlanjut untuk menguji area support berikutnya di kisaran 0.7125 hingga 0.7105.
Resistance 1: 0.7175 Resistance 2: 0.7195 Resistance 3: 0.7215
Support1: 0.7140 Support 2: 0.7125 Support 3: 0.7105
Baca juga: Peluang Trading Silver di Tengah Harapan Perdamaian AS-Iran
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.





Pergerakan harga emas pada time frame H4 mulai menunjukkan sinyal rebound setelah dibuka gap up dan langsung menembus resistance 4.534, yang kini berubah menjadi area support terdekat. Harga saat ini sedang menguji resistance 4.571 yang juga berdekatan dengan SMA 50, sehingga area tersebut menjadi level penting untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas 4.571, maka momentum bullish berpotensi berlanjut menuju resistance 4.637 hingga 4.670.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 berada dalam tekanan bearish setelah harga gagal bertahan di atas support 95,02 dan kembali bergerak di bawah area SMA 50. Penurunan tajam terbaru juga membawa harga turun menjauhi resistance 96,90, sehingga memperkuat dominasi seller dalam jangka pendek. Saat ini harga mengarah ke support 88,57, dan jika level tersebut ditembus, tekanan turun berpotensi berlanjut menuju area support kuat 85,41 hingga 83,21 yang sebelumnya menjadi zona rebound penting.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan silver pada time frame H4 berpeluang rebound dengan level pivot berada di 75,60. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance di 77,10, kemudian 77,70, hingga 78,90.

Harga emas sempat mengalami rebound, namun penguatannya masih tertahan di resistance 4.589 sehingga belum mampu mengubah arah trend secara signifikan. Setelah gagal menembus area tersebut, harga kembali melemah dan membentuk low baru di sekitar 4.488 sebelum akhirnya rebound lagi dan bergerak naik mendekati resistance 4.589. Meski rebound masih berlangsung, pergerakan harga yang tetap berada di bawah SMA 50 serta trendline bearish menunjukkan bahwa tekanan turun masih mendominasi.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih cenderung bearish setelah harga gagal bertahan di atas area resistance 100,50 dan kembali bergerak di bawah SMA 50. Tekanan jual meningkat setelah harga beberapa kali gagal melanjutkan kenaikan menuju resistance 102,74 dan membentuk pelemahan bertahap dalam jangka pendek. RSI yang bergerak di bawah level netral juga menunjukkan momentum bullish mulai melemah.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa EUR/USD masih berpeluang rebound pada time frame H4 dengan level pivot di 1.1600. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, potensi penguatan masih terbuka untuk menguji resistance di 1.1645, kemudian 1.1660, hingga 1.1675.

Pergerakan harga emas pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish meskipun mulai menunjukkan tanda rebound jangka pendek setelah bertahan di atas support 4.453. Harga masih bergerak di bawah trendline menurun dan di bawah area moving average, sehingga tren turun masih mendominasi. Namun, RSI mulai bergerak naik dari area oversold yang mengindikasikan momentum pelemahan mulai berkurang.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 kini cenderung bearish setelah harga turun menembus support 100,50 sekaligus bergerak di bawah SMA 50. Breakdown tersebut mengindikasikan momentum bullish sebelumnya mulai melemah, sementara area 100,50 kini berubah fungsi menjadi resistance terdekat.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central melihat pergerakan emas berpotensi rebound pada time frame H4 dengan level pivot berada di 4.452. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance 4.505, kemudian 4.525 hingga 4.546.
