FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bearish Range 0,71000 – 0,70300
Mata uang Aussie terhadap mata uang Greenback kini mengalami pelemahan yang cukup masif. Bahkan Aussie membalikkan kenaikan dari sesi sebelumnya dan mencapai level terendahnya dalam hampir tiga minggu karena notulen rapat Reserve Bank of Australia gagal memberikan sinyal hawkish yang jelas mengenai prospek kebijakan. Risalah rapat bank sentral bulan Mei menunjukkan bahwa dewan kebijakan yakin kini ada ruang untuk menunda kenaikan suku bunga lebih lanjut, sambil tetap fokus mencegah kenaikan ekspektasi inflasi. Para ekonom bank sentral mencatat bahwa dewan sedang menilai dampak kumulatif dari tiga kenaikan suku bunga acuan tahun ini, serta ketidakpastian eksternal, termasuk konflik Timur Tengah yang sedang berlangsung. Seorang ekonom senior di CBA mengatakan pasar semakin memperkirakan RBA akan mempertahankan suku bunga tetap stabil pada pertemuan Juni mendatang, dengan investor memperkirakan satu langkah tambahan lagi menjadi sekitar 4,60%. Di dalam negeri, Indeks Sentimen Konsumen Westpac–Melbourne Institute naik 3,5% secara bulanan pada Mei menjadi 83, pulih dari titik terendah 2,5 tahun pada April di angka 80,1.
Pivot : 0,71204
R1 : 0,71618 S1 : 0,70645
R2 : 0,72177 S2 : 0,70231
R3 : 0,72591 S3 : 0,69672
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 159,000 – 159,500
Terpuruknya mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Dollar AS terus berlanjut. Bahkan Yen melemah menandai sesi penurunan ketujuh berturut-turut meskipun data pertumbuhan ekonomi lebih kuat dari perkiraan. Ekonomi Jepang tumbuh 0,5% secara kuartalan pada kuartal pertama, meningkat dari 0,2% pada kuartal keempat, melampaui perkiraan pasar sebesar 0,4%, dan mencatat laju pertumbuhan tercepat sejak kuartal ketiga tahun 2024. Data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Bank Sentral Jepang dapat terus menaikkan suku bunga, meskipun prospeknya tetap tidak pasti karena dampak ekonomi yang lebih luas dari konflik Timur Tengah belum sepenuhnya tercermin dalam angka-angka tersebut. Sementara itu, yen bergerak mendekati level kunci 160 per dolar yang sebelumnya mendorong intervensi oleh otoritas Jepang pada akhir April untuk menstabilkan mata uang tersebut. Investor tetap waspada terhadap kemungkinan intervensi lain setelah beberapa pejabat Jepang mengindikasikan bahwa mungkin tidak ada batasan seberapa sering otoritas dapat turun tangan di pasar valuta asing.
Pivot : 158,989
R1 : 159,308 S1 : 158,733
R2 : 159,564 S2 : 158,414
R3 : 159,883 S3 : 158,158
GBPUSD
Opportunity : Bearish menuju : 1.3346 – 1.3421
Pounds ditutup melemah setelah rilis data Pengangguran Inggris. Selain tekanan politik Inggris yang terjadi di partai Buruh, rilisnya data Pengangguran Inggris meningkat 0.1% menjadi 5.0% untuk bulan Maret. Pounds tidak dapat menahan pelemahannya dari kondisi tersebut. Disisi-lain indeks Dollar menguat sebesar 0,34% ke level 99,33 akibat dorongan penguatan imbal hasil obligasi AS. Kenaikan imbal hasil obligasi AS terjadi karena investor semakin khawatir terhadap risiko inflasi akibat konflik Iran dan lonjakan harga energi. Pelaku pasar mulai meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve berpotensi kembali menaikkan suku bunga apabila tekanan inflasi terus meningkat akibat harga energi yang bertahan tinggi. Pasar juga mencermati arah kebijakan Ketua Federal Reserve baru, Kevin Warsh, terutama terkait langkah bank sentral dalam menghadapi potensi kebangkitan inflasi. GBP masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini, selain tekanan dari U.S Dollar, kondisi ekonomi Inggris juga menjadi penyebab pelemahan mata-uang Poundsterling.
Open : 1.3393 Pivot 1.3400
R1 : 1.3414 S1 : 1.3378
R2 : 1.3436 S2 : 1.3346
R3 : 1.3473 S3 : 1.3321
EURUSD
Opportunity : Bearish menuju 1.1555 – 1.1505
Euro melemah cukup signifikan pada perdagangan Selasa kemarin. Euro melemah ke US$1,1602, sedangkan Dollar menguat 0,34% ke level 99,33. Penguatan mata-uang U.S Dollar didorong oleh kenaikan Imbal hasil obligasi AS yang kembali menjadi sorotan pasar global setelah yield Treasury tenor panjang melonjak ke level tertinggi sejak 2007. Kenaikan imbal hasil obligasi AS terjadi karena investor semakin khawatir terhadap risiko inflasi akibat konflik Iran dan lonjakan harga energi. EUR masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini karena pelaku pasar mulai meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve berpotensi kembali menaikkan suku bunga apabila tekanan inflasi terus meningkat akibat harga energi yang bertahan tinggi.
Open : 1.1603 Pivot : 1.1618
R1 : 1.1636 S1 : 1.1592
R2 : 1.1662 S2 : 1.1555
R3 : 1.1705 S3 : 1.1505
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.7932 – 0.7978
Swiss Franc ditutup melemah pada perdagangan Selasa kemarin. Indeks Dollar kembali menguat setelah yerkoreksi di sesi sebelumnya. Indeks Dollar menguat 0,34% ke level 99,33, sementara CHF melemah ke US$ 0.7905. Dollar AS kembali menguat akibat dorongan kenaikan imbal hasil Obligasi AS yang naik akibat tekanan Inflasi. Disisi lain tekanan mata-uang Euro juga disebabkan karena Pelaku pasar mulai meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve berpotensi kembali menaikkan suku bunga apabila tekanan inflasi terus meningkat akibat harga energi yang bertahan tinggi. CHF berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini karena diperkirakan Dollar AS akan kembali menguat.
Open : 0.7880 Pivot : 0.7880
R1 : 0.7905 S1 : 0.7864
R2 : 0.7932 S2 : 0.7838
R3 : 0.7978 S3. : 0.7807
USDCAD
Opportunity : Sell limit di 1.39025 dengan target 1.38794 dan stop loss di atas 1.39488
Secara struktur, USDCAD masih berada dalam uptrend yang valid, ditandai dengan pola higher high dan higher low yang konsisten sejak pertengahan Maret. Namun, pergerakan terakhir menunjukkan fase retracement setelah harga gagal melanjutkan kenaikan di area 1.39400 dan saat ini terkoreksi menuju area keseimbangan di sekitar pivot 1.38871. Secara teknikal, posisi harga di area pivot ini menjadi titik krusial karena menentukan apakah tren bullish akan berlanjut atau justru terjadi koreksi lebih dalam.
Open price :1.38722 Pivot :1.38871
R1: 1.39025 S1: 1.38562
R2: 1.39334 S2: 1.38408
R3: 1.39488 S3: 1.38099
DXY
Opportunity: Bullish Range 99,300 – 99,600
Kebangkitan mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya kembali muncul di market. Penguatan tersebut tergambar pada Indeks Dolar AS (DXY) yang kembali naik dan sentuh level tertinggi hariannya di 99,434. Kondisi Greenback ini menguat dan sentuh level tertinggi dalam enam minggu, di tengah meningkatnya kekhawatiran atas percepatan inflasi. Tekanan harga energi akibat perang telah menambah risiko inflasi, dengan lonjakan harga minyak sebelumnya dipandang sebagai penguatan ekspektasi bahwa Federal Reserve mungkin perlu mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama atau bahkan memperketat kebijakan lebih lanjut. Meskipun harga minyak sedikit turun setelah laporan bahwa NATO sedang mempertimbangkan langkah-langkah untuk membantu mengamankan pelayaran melalui Selat Hormuz jika tetap ditutup hingga Juli, biaya energi tetap cukup tinggi sehingga kekhawatiran inflasi tetap menjadi fokus perhatian. Harga pasar telah bergeser tajam, dengan para pedagang sekarang memperkirakan langkah Fed selanjutnya bisa berupa kenaikan suku bunga berpotensi pada akhir tahun ini, dibandingkan dengan ekspektasi sebelumnya untuk beberapa penurunan suku bunga pada tahun 2026 sebelum perang. Investor sekarang menantikan risalah FOMC terbaru dan data PMI AS untuk wawasan lebih lanjut tentang prospek kebijakan moneter dan aktivitas ekonomi.
Pivot : 99,235
R1 : 99,506 S1 : 99,037
R2 : 99,704 S2 : 98,766
R3 : 99,975 S3 : 98,568

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bearish ke area 60,115
Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,6% menjadi sekitar 59.600 pada hari Rabu, sementara indeks TOPIX yang lebih luas turun 1,3% menjadi 3.800, dengan kedua indeks acuan tersebut mencapai level terendah dalam beberapa minggu karena mengikuti penurunan semalam di Wall Street. Aksi jual terjadi karena imbal hasil obligasi global naik tajam di tengah meningkatnya kekhawatiran inflasi yang terkait dengan perang Iran. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang jangka 10 tahun juga melonjak menjadi 2,8%, level tertinggi sejak September 1996, setelah data pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan memperkuat ekspektasi pengetatan moneter lebih lanjut. Pasar semakin memperkirakan potensi kenaikan suku bunga dari Bank Sentral Jepang paling cepat bulan depan setelah pernyataan hawkish dari para pembuat kebijakan. Investor juga menunggu data perdagangan dan inflasi terbaru Jepang untuk petunjuk tambahan tentang kekuatan ekonomi. Saham-saham teknologi dan terkait AI memimpin penurunan, dengan kerugian besar dari Kioxia, SoftBank Group, Fujikura, Tokyo Electron, dan Lasertec.
Pivot : 62,026
R1 : 63,068 S1 : 60,773
R2 : 64,321 S2 : 59,731
R3 : 66,616 S3 : 57,436
HANGSENG
Opportunity: Menguji support ke area: 25,434
Indeks Hang Seng naik tipis 123 poin, atau 0,5%, dan ditutup pada 25.798 pada hari Selasa, pulih dari sesi sebelumnya karena harga minyak yang lebih rendah dan meredanya kekhawatiran akan gangguan pasokan di Timur Tengah mendukung selera risiko. Sentimen membaik setelah Presiden Donald Trump mengatakan dia telah membatalkan rencana serangan terhadap Iran, meskipun dia memperingatkan bahwa pasukan militer tetap siaga jika tidak ada kesepakatan yang tercapai. Di Hong Kong, saham-saham teknologi secara luas mengalami kenaikan, dengan sektor jasa teknologi memimpin kenaikan, naik 10,5%, sementara saham-saham keuangan juga naik. Di antara saham-saham yang mengalami kenaikan signifikan adalah Tencent Holdings (2,1%), Meituan Class (0,7%), AIA Group (0,8%), Xiaomi Corporation (0,7%), dan PICC Property and Casualty Corporation (0,5%). Sebaliknya, Semiconductor Manufacturing International Corporation dan Li Auto masing-masing turun 2,8% dan 3,5%
Pivot : 25,870
R1 : 26,094 S1 : 25,448
R2 : 26,516 S2 : 25,224
R3 : 27,162 S3 : 24,578
NASDAQ
Opportunity:Sell Limit: 29,420| SL: 29,520 | TP: 29,000
Kontrak berjangka saham AS sedikit berubah pada hari Rabu karena investor menunggu hasil pendapatan terbaru Nvidia untuk mendapatkan petunjuk baru tentang kekuatan permintaan yang didorong oleh kecerdasan buatan. Beberapa perusahaan besar lainnya juga dijadwalkan untuk melaporkan pendapatan triwulanan, termasuk The TJX Companies, Analog Devices, Lowe’s, Target, dan Intuit. Dalam perdagangan reguler pada hari Selasa, S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing turun 0,67% dan 0,84%, memperpanjang kerugian untuk sesi ketiga berturut-turut. Dow Jones Industrial Average juga turun 0,65% untuk berakhir pada level terendah dua minggu. Enam dari 11 sektor utama S&P ditutup lebih rendah, dengan sektor material, layanan komunikasi, dan saham barang konsumsi non-esensial memimpin penurunan. Pelemahan ini terjadi karena imbal hasil obligasi pemerintah AS naik di tengah meningkatnya kekhawatiran inflasi, dengan imbal hasil obligasi pemerintah AS 30 tahun sempat naik di atas 5,19%, level tertinggi dalam hampir 19 tahun.
Pivot : 29,103.08
R1 : 29,363.17 S1 : 28,788.42
R2 : 29,707.83 S2 : 28,498.33
R3 : 30,312.58 S3 : 27,893.58

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Selama di bawah 4.533 – 4.589, tekanan bearish masih berlanjut untuk menguji area support 4.420.
Harga emas bergerak melemah pada perdagangan Rabu setelah sebelumnya mengalami penurunan hampir 2%, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memicu kekhawatiran pasar terhadap inflasi global dan arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Emas diperdagangkan di bawah level USD 4.500 per troy ounce seiring investor mulai mengurangi ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve tahun ini.
Sentimen pasar dipengaruhi oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebut bahwa Washington dapat kembali melancarkan serangan terhadap Iran dalam “dua atau tiga hari” apabila Teheran tidak menyetujui persyaratan perdamaian yang diajukan AS. Pernyataan tersebut muncul tidak lama setelah Trump mengungkapkan bahwa dirinya sempat membatalkan rencana serangan menyusul permintaan negara-negara Teluk, sementara isu program nuklir Iran masih menjadi hambatan utama dalam proses negosiasi kedua negara.
Pivot : 4.533
R1 4.533 R2 4.589 R3 4.646
S1 4.420 S2 4.350 S3 4.306
Silver
Opportunity : Buy stop di 76.423 dengan target 77.609 dan stop loss dibawah 73.900
Pada XAGUSD, struktur besar masih menunjukkan downtrend, namun pergerakan terbaru memperlihatkan fase pullback bullish yang cukup kuat dari area bawah sekitar 68–70 hingga saat ini mendekati resistance penting. Kenaikan ini lebih bersifat korektif daripada pembalikan tren, karena belum ada perubahan struktur menjadi higher high yang signifikan pada timeframe H4. Saat ini harga bergerak di sekitar pivot 75.041 dan mendekati resistance 76.273, yang menjadi area kunci untuk menentukan arah selanjutnya.
Open price :75.003 Pivot :75.041
R1: 76.273 S1: 73.900
R2: 77.374 S2: 72.628
R3: 78.646 S3: 71.527
Oil
Opportunity : Bullish selama bertahan di atas support 102,06 – 100,50, uji kembali area resistance 105,25.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bertahan di atas level USD 104 per barel pada perdagangan Rabu meskipun sempat mengalami tekanan pada sesi sebelumnya. Pasar energi masih dipengaruhi oleh meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengancam akan melanjutkan serangan militer terhadap Iran apabila negara tersebut menolak syarat perdamaian dari Washington.
Pernyataan tersebut disampaikan kurang dari sehari setelah Trump menyatakan bahwa dirinya membatalkan rencana serangan menyusul permintaan dari negara-negara sekutu di kawasan Teluk. Namun, Trump juga menegaskan bahwa Amerika Serikat tetap dapat mengambil tindakan militer dalam waktu “dua atau tiga hari.” Situasi ini memperkuat ketidakpastian pasar terhadap perkembangan konflik Timur Tengah, terutama karena program nuklir Iran masih menjadi isu utama yang menghambat proses negosiasi.
Pivot: 102,06
R1 105,25 S1 102,06
R2 107,34 S2 100,50
R3 109,35 S3 98,98
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Rabu, 20 Mei 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Strategi Supply & Demand untuk Trading Emas Jelang FOMC Minutes
Catat jam dan waktunya ya!
| Rabu, 20 Mei 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
