indeks Nikkei 225 mengalami pelemahan seiring merosotnya saham perusahaan otomotif.
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 33.000 |
| Profit Target Level | 32.150 |
| Stop Loss Level | 33.455 |
[/columns]
NEWS FLASH
Economic News & Analysis
US Dollar mencapai level terendah dalam dua minggu terhadap euro dan level terendah dalam lebih dari empat bulan terhadap yen.
Harga emas menunjukkan sedikit reaksi dan tetap terikat pada kisaran tertentu ketika jumlah pekerja Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran untuk pertama kalinya turun secara signifikan dibandingkan minggu lalu.
Pasar emas tidak melihat banyak reaksi terhadap data ketenagakerjaan terbaru, demikian juga terhadap data US Retail sales yang secara tidak terduga pulih kembali pada periode bulan November.
Pesan yang kuat dari hasil pertemuan FOMC berkaitan dengan beakhirnya kebijakan suku bunga tinggi dan akan memulai memangkas suku bunga di pertengahan tahun depan memberikan retorika yang sangat memberikan dukungan terhadap harga emas dan tidak mempunyai pengaruh meskipun hasil rilis data ekonomi AS pada hari Kamis sangat bagus.
Harga emas spot diperdagangkan dalam kisaran sempit antara $2.030 dan $2.040 beberapa menit setelah rilis, dan naik 0,41% pada perdagangan hari Kamis dengan mencapai harga tertinggi di 2,047.87.
Selanjutnya bank sentral, Bank Sentral Eropa (ECB) juga mempertahankan suku bunga tetap stabil namun menolak gagasan penurunan suku bunga. Bank of England juga menegaskan hal yang sama dengan ECB, dengan menegaskan bahwa suku bunga akan dinaikkan “untuk waktu yang lama.
Imbal hasil obligasi 10 tahun yang menjadi acuan turun menjadi 3,9152% dari 4,033% Imbal hasil obligasi 30 tahun turun menjadi 4,0364% dari 4,184%.
Greenback melemah terhadap sejumlah mata uang dunia, sementara euro menguat setelah ECB mempertahankan suku bunga stabil namun menolak penurunan suku bunga dalam waktu dekat.
Indeks dolar (.DXY) turun 0,9%, dan euro menguat 1,05% menjadi $1,0987. Yen Jepang menguat 0,73% terhadap greenback pada 141,86 per dolar, sementara Sterling terakhir diperdagangkan pada $1,2765, naik 1,17% hari ini.
Harga minyak melonjak berlawanan dengan pelemahan dolar setelah Badan Energi Internasional (IEA) menaikkan perkiraan permintaan minyak untuk tahun depan.
Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 158,11 poin, atau 0,43%, menjadi 37.248,35, S&P 500 (.SPX) bertambah 12,46 poin, atau 0,26%, menjadi 4.719,55, dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 27,60 poin, atau 0,19% menjadi 14.761,56.
Untuk ulasan dan analisa pasar sehari sebelumnya bisa di pelajari melalui link ini,
Prospek Harga Emas Jumat(15/12/23)
Data Perdagangan pada hari Kamis (13/12)
Open: 2,027.35 High: 2,047.87 Low: 2,024.26 Close: 2,035.97 Range: $53.33
Untuk area Resistance emas akan menguji area harga 2,048.51 dengan dorongan lebih luas menuju area 2,063.40 – 2,071.75
Untuk area support emas tetap akan menguji level harga 2,031.35 dengan tekanan lebih dalam menuju area 2,020.13 – 2,009.59
Prospek Harga Minyak Hari Jumat(15/12/23)
Data perdagangan pada hari Kamis(14/12)
Open: 69.83 High: 72.42 Low: 69.53 Close: 71.60 Range: $2.14
Minyak akan menguji area resistance di 72.63 dengan dorongan lebih luas menuju area 73.16 – 74.13
Untuk area support minyak akan menguji area 71.18 dengan tekanan lebih dalam menuju area 70.21 – 69.54
GOLD INTRADAY AREA
R1 2,041 R2 2,054 R3 2,067
S1 2,026 S2 2,018 S3 2,010
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 2,026 |
| Profit Target Level | 2,039 |
| Stop Loss Level | 2,019 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 2,041 |
| Profit Target Level | 2,033 |
| Stop Loss Level | 2,048 |
OIL INTRADAY AREA
R1 72.63 R2 73.16 R3 74.13
S1 71.18 S2 70.21 R3 69.54
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 71.18 |
| Profit Target Level | 72.25 |
| Stop Loss Level | 70. |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 72.63 |
| Profit Target Level | 71.58 |
| Stop Loss Level | 73.13 |
Price Action, atau tindakan harga, di dalam dunia trading forex telah lama menjadi bahan pembicaraan dan fokus utama bagi para trader yang ingin mengembangkan strategi mereka. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai Price Action, membantu Anda memahami esensi dari pendekatan ini dalam analisis teknikal. Mari kita telaah dengan seksama bagaimana Price Action dapat membantu Anda dalam mengidentifikasi kondisi pasar, menentukan titik resistensi dan support, serta faktor pendukung yang perlu diperhatikan.
Price Action adalah konsep yang mengacu pada pergerakan harga suatu aset atau pair mata uang di pasar. Dalam analisis teknikal, analisa memfokuskan perhatian pada pergerakan harga masa lalu, dengan tujuan menemukan pola atau formasi yang dapat membantu memprediksi arah pergerakan harga selanjutnya. Meskipun terlihat sederhana, keahlian dalam menerapkan analisa memerlukan pengalaman dan pemahaman yang mendalam terhadap dinamika pasar.
Saat mengikuti seminar atau diskusi di komunitas trading forex, istilah “Price Action” pasti akan muncul. Pada pandangan pertama, analisis teknikal dengan menggunakan pergerakan harga di chart terlihat mudah dimengerti. Namun, penting untuk diingat bahwa ketajaman analisis dengan Price Action membutuhkan waktu dan jam terbang yang tinggi agar dapat diaplikasikan secara efektif dalam situasi live trading.
Ada mitos yang mengelilingi analisa ini, seperti kemampuannya “memproyeksikan” harga dengan tingkat akurasi tinggi. Namun, perlu diingat bahwa analisa ini sebenarnya menggunakan data pergerakan harga di masa lampau. Mengandalkan pola-pola dari pergerakan harga semata tidak dapat menjamin ke mana arah harga akan bergerak selanjutnya. Oleh karena itu, perlu diungkapkan bahwa analisa ini bukanlah ramalan ajaib yang memberikan sinyal pasti, melainkan alat analisis teknikal yang dapat membantu membaca kondisi pasar.
Agar dapat memahami nya dengan baik, pertama-tama, kita perlu melihat bagaimana konsep ini diaplikasikan dalam praktik trading. Analisa ini digunakan sebagai alat bantu untuk membantu mengidentifikasi kondisi pasar, baik itu sedang dalam tren atau konsolidasi (sideways). Analisis ini memperhatikan harga tertinggi (high) dan terendah (low) pada chart untuk menentukan apakah pasar sedang mengalami uptrend, downtrend, atau kondisi terkonsolidasi.
Kondisi pasar umumnya dibagi menjadi dua jenis: trending dan terkonsolidasi. Price Action membantu mengidentifikasi kondisi-kondisi ini dengan memperhatikan pola harga high dan low. Uptrend dapat diidentifikasi dari higher highs (HH) dan higher lows (HL), sementara downtrend terlihat dari lower highs (LH) dan lower lows (LL). Jika pergerakan harga tampak zig-zag, itu menandakan kondisi pasar terkonsolidasi atau sideways.
Proses identifikasi kondisi pasar ini membantu trader dalam mengambil keputusan apakah akan membuka posisi berdasarkan gaya trading tertentu, misalnya, swing trader yang cenderung lebih memilih trading pada kondisi trending.
Price Action juga digunakan untuk mengetahui titik-titik harga resistensi dan support. Titik-titik ini memiliki peran vital karena seringkali harga akan kembali berbalik arah di dekat level-level tersebut. Harga cenderung “memantul” ketika mencapai batas support dan resistance.
Melalui analisis ini, trader dapat mengenali pola-pola candlestick seperti inside bar dan pin bar yang seringkali terbentuk pada titik-titik support dan resistance. Pemahaman terhadap dinamika ini memungkinkan trader untuk membuat keputusan yang lebih terinformasi.
Analisa ini tidak dapat berdiri sendiri tanpa memperhatikan faktor-faktor pendukung. Dua faktor penting yang perlu diperhatikan adalah time frame dan kalender forex.
Waktu yang dipilih sangat mempengaruhi analisis Price Action. Time frame H4 akan menampilkan bar candlestick setiap 4 jam sekali, sedangkan time frame daily hanya satu bar sehari. Semakin rendah jeda waktunya, semakin tinggi risiko munculnya fake signal. Oleh karena itu, pemilihan time frame harus disesuaikan dengan strategi dan gaya trading masing-masing.
Rilis berita ekonomi seperti Non-Farm Payrolls (NFP), Gross Domestic Product (GDP), Retail Sales, Consumer Price Index (CPI), dan lainnya dapat mempengaruhi pergerakan harga secara signifikan. Trader perlu memahami kalender forex dan mengantisipasi dampak berita sebelum mengambil keputusan berdasarkan analisis Price Action. Pergerakan harga umumnya akan kembali normal setelah efek berita berdampak besar mereda.
Baca Juga : Wajib Tahu! Strategi Menggunakan Price Action sebagai Filter untuk Stop Order
Meskipun Price Action tampak sederhana, aplikasinya dalam live trading memerlukan pengalaman dan kewaspadaan tinggi. Trader harus mempertimbangkan beberapa faktor sekaligus sebelum bereaksi terhadap sinyal dari pola-pola pada chart. Bagi para pemula, disarankan untuk belajar menerapkannya pada akun demo terlebih dahulu untuk menghindari risiko kerugian besar. Dengan memahami dasar-dasar aplikasi, trader dapat membangun landasan kuat untuk mengembangkan keterampilan trading mereka. Ingin belajar trading forex lebih lanjut? Download Ebook TPFX sekarang dan temukan ilmu trading yang terpercaya! Jangan lupa daftar menjadi trader di sini! TPFx merupakan perusahaan broker forex terpercaya dan diawasi serta diregulasi oleh BAPPEBTI.
Teori elliott wave atau bisa disebut indikator elliot wave adalah salah satu cara untuk mengetahui arah dan trend pergerakan harga. Mengetahui kemana harga bergerak merupakan hal mendasar yang perlu diketahui oleh trader, pasalnya dengan mengetahui ini, Anda bisa memperoleh profit atau keuntungan. Namun tentu saja arah harga saham atau forex sangat sulit untuk ditebak, bahkan oleh seorang profesional sekalipun. Untungnya saat ini telah banyak teori atau prinsip yang dikembangkan oleh ahli guna melihat dan mengetahui pergerakan forex, salah satunya adalah teori elliot wave.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang teori elliot wave dan cara kerjanya, mari simak ulasan berikut ini.
Teori elliot wave atau gelombang elliot adalah salah satu bentuk analisis teknikal yang digunakan oleh trader untuk menganalisis pasar dan memperkirakan tren yan terjadi di pasar. Analisis ini dilakukan dengan mengindentifikasi beberapa faktor seperti psikologi investor, harga tertinggi dan terendah, serta faktor lainnya.
Dalam teori ini, terdapat beberapa garis penanda gelombang harga yang dapat digunakan oleh trader untuk melihat arah pergerakan harga. Teori wave elliot menunjukkan tren pasar bergerak dalam pole gelombang 5-3. 5 gelombang pertama disebut dengan impulse waves atau gelombang impulsif, dan 3 gelombang berikutnya merupakan gelombang korektif.

Elliott wave terdiri dari lima gelombang impulsif dan tiga gelombang korektif. Menurut teori elliot wave, harga pasar selalu bergantian dari fase impulsif kemudian fase korektif pada setiap waktu. Fase impuls dibagi menjadi 5 gelombang rendah kemudian bergantian antara impulsif dan korektif. Artinya gelombang 1, 3, 5 adalah impuls dan gelombang 2 dan 4 merupakan retrace atau gelombang yang lebih kecil dari 1 dan 3.
Sedangkan gelombang korektif dibagi menjadi tiga gelombang yang lebih kecil. Tren pasar adalah dominan ke bawah dengan pola terbalik, yaitu 5-3, 5 gelombang turun dan 3 gelombang naik. Dalam hal ini gelombang impuls bergerak mengikutui arah tren, dan gelombang korektif memiliki arah yang berlawanan.
Teori elliot wave menunjukkan tren harga berdasarkan kondisi psikologis investor atau trader. Ralph Elliot selaku penemu mengungkap bahwa perubahan psikologis pelaku pasar muncul dalam pola yang sama, yaitu bergerak impulsif dan korektif. Terdapat pergerakan harga yang terus berulang yang disebut gelombang. Gelombang ini dibagi menjadi 2 jenis, yaitu gelombang impuls dan gelombang korektif.
Gelombang impuls terdiri dari 5 gelombang: 3 gelombang naik dan 2 gelombang turun yang dikenal dengan gelombang 1, 2, 3, 4, dan 5. Aturan pada gelombang impuls meliputi:

Sedangkan gelombang korektif terdiri dari 3 gelombang, yaitu gelombang impuls turun, gelombang koreksi ke atas, lalu gelombang impuls turun lagi. Masing-masing gelombang diberi nama gelombang A, B, dan C. Jika gelombang A, B, dan C korektif, maka gelombang akan berakhir di 4 gelombang rendah sebelumnya.

Ketika Anda menemukan pola pergerakan harga membentuk tren naik kemudian diikuti tren turun atau koreksi, maka tentukan bahwa gelombang atau tren naik adalah gelombang 1 dan gelombang atau tren turun adalah gelombang 2. Dalam hal ini, untuk menentukan kapan posisi tepat untuk masuk pasar, ingatlah aturan dasar teori elliot waves yaitu gelombang 2 tidak pernah turun dibawah gelombang 1 dalam gelombang impulsif dan gelombang 2 dan 4 sering memantul.
maka Anda bisa memprediksi gelombang 3 akan muncul yang ditandai dengan pergerakan tren yang kuat. Inilah waktu yang tepat untuk mengambil posisi buy. Meskipun gelombang 3 artinya harga akan menguat, namun pastikan Anda tetap memperhatikan risikonya.
Anda perlu membatasi kerugian dengan menerapkan manajemen risiko, caranya tetapkan stop loss pada titik terendah yang mengacu pada teori gelombang elliot. Ingta, gelombang 2 tidak akan pernah lebih rendah atau jatuh dari gelombang 1 yang terbentuk dalam gelombang impulse.
contoh transaksi buy

kelebihan Strategi teori elliot wave Dapat memprediksi peluang untung dan rugi dengan tepat, dalam hal ini gelombang impulsif umumnya digunakan untuk mencari peluang selama tren berlangsung dan ketika gelobang impulsif berakhir maka trader dapat mengalikhkan ke gelombang koreksi dan melakukan pembalikan harga. Sedangkan kelemahan Strategi teori elliott wave Pola ini tidak akan selalu muncul sehingga cukup membingungkan para pemula.
Baca Juga : Serba-Serbi Fibonacci Retracement yang Wajib Anda Tahu!
Teori elliott wave dapat dipraktikkan sebagai analisis teknikal dalam melihat pergerakan pasar. Teori ini dapat digunakan dalam pasar saham maupun forex. Terdapat pola gelombang 5-3 dalam teori ini, yang terdiri dari 5 gelombang impulsif dan 3 gelombang koreksi. Pergerakan gelombang ini sifatnya tetap dan memiliki pola yang sama sehingga cukup memudahkan para pemula dalam melihat arah harga dan menentukan posisi. Anda dapat mencoba menggunakan teori ini dalam trading yang Anda lakukan guna menarih untung dan mengantisipasi kerugian. Ingin belajar trading forex lebih lanjut? Download Ebook TPFX sekarang dan temukan ilmu trading yang terpercaya! Jangan lupa daftar menjadi trader di sini! TPFx merupakan perusahaan broker forex terpercaya dan diawasi serta diregulasi oleh BAPPEBTI.
| AREA | 1 | 2 | 3 |
| SUPPORT | 16140 | 15970 | 15800 |
| PIVOT | 16320 | ||
| RESISTANCE | 16460 | 16600 | 16785 |
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 16400 |
| Profit target level | 16753 |
| Stop Loss Level | 16347 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 16075 |
| Profit Target Level | 15850 |
| Stop Loss Level | 16220 |
| Prev Close |
16,247
|
| Average Vol. (3m) | 1,989,148,069 |
| Day’s Range |
16,501.5–16,576.25
|
| Open | 16,501.5 |
| 52 WK range |
15,972.31–22,700.85
Technical
|

NEWS FLASH
Economic News & Analysis
Federal Reserve mempertahankan suku bunga stabil pada hari Rabu dan memberi isyarat dalam proyeksi ekonomi baru bahwa pengetatan bersejarah kebijakan moneter AS yang direkayasa selama dua tahun terakhir telah berakhir dan biaya pinjaman yang lebih rendah akan terjadi pada tahun 2024.
Proyeksi terbaru juga menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan melihat risiko terhadap inflasi dan lapangan kerja – yang merupakan dua mandat ganda The Fed – menjadi lebih seimbang.
Ketua Federal Reserve Jerome Powell menggunakan konferensi persnya untuk mengkonfirmasi bahwa anggota Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) percaya bahwa tingkat suku bunga saat ini sebesar 5,5 persen adalah tingkat suku bunga terakhir dan mengharapkan penurunan suku bunga di masa depan.
Powell mengatakan itu adalah “pengakuan bahwa kami yakin kita kemungkinan berada pada atau mendekati tingkat suku bunga puncak dalam siklus ini.”
Tetapi peserta FOMC juga tidak ingin mengabaikan kemungkinan kenaikan lebih lanjut. Jadi itulah yang sebenarnya kami pikirkan.”
Powell menyatakan bahwa indikator-indikator ekonomi baru-baru ini cukup menggembirakan, namun FOMC perlu melihat lebih banyak lagi sebelum mereka yakin.
“Kami melihat pertumbuhan yang kuat namun tampaknya moderat,” katanya. “Kami melihat pasar tenaga kerja kembali seimbang melalui berbagai cara. Dan kita melihat inflasi mengalami kemajuan nyata. Ini adalah hal-hal yang ingin kami lihat.”
“Kami masih memiliki jalan yang harus ditempuh,” lanjutnya. “Tidak ada yang menyatakan kemenangan; hal ini terlalu dini, dan kita tidak dapat menjamin kemajuan ini.”
Ketua The Fed juga mengakui bahwa pertanyaan mengenai kapan penurunan suku bunga akan dilakukan “jelas merupakan topik diskusi di seluruh dunia dan juga menjadi diskusi kita pada pertemuan hari ini,” namun ia menolak memberikan batas waktu atau memvalidasi ekspektasi pasar.
Indeks dollar dan Imbal hasil Treasury AS merosot ke level terendah sejak Agustus setelah Federal Reserve menandai berakhirnya siklus pengetatan dan memberikan nada dovish untuk tahun depan.
Imbal hasil obligasi 10 tahun naik harga 50/32 menjadi 4,0183%, dari 4,206%
Imbal hasil obligasi 30 tahun naik 71/32 menjadi menghasilkan 4,1795%, dari 4,304%.
Indeks Dollar melemah setelah bank sentral memproyeksikan penurunan suku bunga pada tahun 2024. Indeks dolar (.DXY) turun 0,93%, dan euro menguat 0,81% menjadi $1,0879.
Yen Jepang menguat 1,72% terhadap greenback pada 142,99 per dolar, sementara Sterling terakhir diperdagangkan pada $1,2624, naik 0,50% hari ini.
Harga minyak bangkit kembali setelah jatuh ke level terendah dalam enam bulan pada hari Selasa akibat penarikan mingguan yang lebih besar dari perkiraan dari penyimpanan minyak mentah AS dan ketika serangan terhadap sebuah kapal tanker di Laut Merah mengancam pasokan minyak Timur Tengah.
Minyak mentah AS naik 1,25% menjadi $69,47 per barel, sementara Brent menetap di $74,26 per barel, naik 1,39% hari ini.
Emas melonjak tajam seiring dengan dovishnya hasil pertemuan FOMC dengan mencapai harga tertinggi di 2,026.32 pada perdagangan hari Rabu(14/12) .
Dow Jones Industrial Average naik 512,3 poin, atau 1,4%, menjadi 37.090,24, S&P 500 bertambah 63,39 poin, atau 1,37%, pada 4.707,09 dan Nasdaq Composite bertambah 200,57 poin, atau 1,38%, pada 14.733,96.
Untuk ulasan dan analisa pasar sehari sebelumnya bisa di pelajari melalui link ini,
Prospek Harga Emas Kamis(14/12/23)
Data Perdagangan pada hari Rabu (13/12)
Open: 1,979.00 High: 2,026.32 Low: 1,972.99 Close: 2,026.08 Range: $53.33
Untuk area Resistance emas tetap akan menguji area harga 2,039.89 dengan dorongan lebih luas menuju area 2,048.51 – 2,063.40
Untuk area support emas tetap akan menguji level harga 2,020. 10 dengan tekanan lebih dalam menuju area 2,009.53 – 1,997.37
Prospek Harga Minyak Hari Kamis(14/12/23)
Data perdagangan pada hari Kamis(13/12)
Open: 68.72 High: 69.84 Low: 67.70 Close:69.76 Range: $2.14
Minyak akan menguji area resistance di 70.95 dengan dorongan lebih luas menuju area 71.75 – 72.79
Untuk area support minyak tetap akan menguji area 68.20 dengan tekanan lebih dalam menuju area 67.04 – 66.79
GOLD INTRADAY AREA
R1 2,034 R2 2,047 R3 2,060
S1 2,019 S2 2,011 S3 2,003
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 2,019 |
| Profit Target Level | 2,030 |
| Stop Loss Level | 2,012 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 2,034 |
| Profit Target Level | 2,026 |
| Stop Loss Level | 2,041 |
OIL INTRADAY AREA
R1 70.95 R2 71.75 R3 72.79
S1 68.20 S2 67.04 R3 66.79
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 68.20 |
| Profit Target Level | 69.25 |
| Stop Loss Level | 67.70 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 70.95 |
| Profit Target Level | 69.85 |
| Stop Loss Level | 71.45 |
| AREA | 1 | 2 | 3 |
| SUPPORT | 16140 | 15970 | 15812 |
| PIVOT | 16270 | ||
| RESISTANCE | 16460 | 16600 | 16710 |
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 16323 |
| Profit target level | 16543 |
| Stop Loss Level | 16120 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 16148 |
| Profit Target Level | 15945 |
| Stop Loss Level | 16351 |
| Prev Close | 16,401.5 |
| Average Vol. (3m) | 1,987,295,971 |
| Day’s Range | 16,220–16,339 |
| Open | 16,331 |
| 52 WK range | 15,972.31–22,700.85 |

indeks Nikkei meningkat secara terbatas akibat kehati-hatian para investor jelang dirilisnya data inflasi Amerika Serikat dan berlangsungnya pertemuan Federal Reserve.
| OPEN POSITION | SELL LIMIT |
| Price Level | 33.040 |
| Profit Target Level | 31.500 |
| Stop Loss Level | 33.455 |
[/columns]
NEWS FLASH
Economic News & Analysis
Data ekonomi AS pada perdagangan hari Selasa(12/12) menunjukkan laporan indeks harga konsumen untuk bulan November naik 3,1%, dengan tingkat inti (dikurangi makanan dan energi) naik 4,0%.
Kedua angka tersebut merupakan angka tahunan dan merupakan angka yang sama seperti yang terlihat pada laporan bulan Oktober. Angka-angka tahun-ke-tahun di bulan November sesuai dengan ekspektasi pasar.
Reli kecil pada emas setelah data CPI menunjukkan bahwa para pedagang merasa lega karena inflasi tidak meningkat di bulan November. Data perekonomian terkini dari negara-negara besar dunia secara umum menunjukkan penurunan inflasi.
Fokus pasar untuk hari ini tertuju pada pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve selama dua hari Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang dimulai hari ini dan berakhir pada Rabu sore atau Kamis dinihari WIB, dengan pernyataan dan konferensi pers dari Ketua Fed Jerome Powell.
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) berkumpul untuk pertemuan kebijakan moneter yang diperkirakan akan mencapai puncaknya dengan keputusan untuk mempertahankan suku bunga target dana Fed pada 5,25%-5,50%. The Fed juga diperkirakan akan merilis Ringkasan Proyeksi Ekonomi dan dot plot, yang akan menjelaskan jalur bank sentral ke depan.
Imbal hasil Treasury turun tipis setelah angka CPI inti sebagian besar sesuai dengan ekspektasi, memperkuat pandangan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga kebijakan utamanya pada hari Rabu.
Imbal hasil obligasi 10 tahun terakhir naik harganya pada 32/8 menjadi menghasilkan 4,2082%, dari 4,239%.
US Dollar melemah terhadap sejumlah mata uang dunia dalam mengantisipasi pembaruan proyeksi ekonomi dan suku bunga The Fed yang diharapkan pada hari Rabu.
Indeks dollar (.DXY) turun 0,26%, atau berada di 103.755 dan euro menguat 0,33% menjadi $1,0796. Yen Jepang menguat 0,42% terhadap greenback pada 145,55 per dolar, sementara Sterling terakhir diperdagangkan pada $1,2568, naik 0,12%.
Harga minyak anjlok karena kekhawatiran terhadap kelebihan pasokan dan melambatnya permintaan menutupi risiko pasokan akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Minyak mentah AS turun 3,80% menjadi $68,61 per barel, sementara Brent menetap di $73,24 per barel, turun 3,67% hari ini. Emas membalikkan kenaikannya setelah data inflasi, dan berakhir lebih rendah pada perdagangan hari Selasa(12/12) Harga emas di pasar turun 0,1% menjadi $1,978.91 per ounce.
Dow Jones Industrial Average naik 173,01 poin, atau 0,48%, menjadi 36.577,94, S&P 500 bertambah 21,26 poin, atau 0,46%, menjadi 4.643,7 dan Nasdaq Composite bertambah 100,91 poin, atau 0,7% menjadi 14.533,40.
Untuk ulasan dan analisa pasar sehari sebelumnya bisa di pelajari melalui link ini,
Prospek Harga Emas Rabu (13/12/23)
Data Perdagangan pada hari Selasa (12/12)
Open: 1,981.54 High: 1,996.60. Low: 1,977.12 Close: 1,979.83 Range: $19.48
Untuk area Resistance emas tetap akan menguji area harga 1,997.09 dengan dorongan lebih luas menuju area 2,007.82. – 2,022.24
Untuk area support emas tetap akan menguji level harga 1,972.82 dengan tekanan lebih dalam menuju area 1,962.02 – 1,953.96
Prospek Harga Minyak Hari Rabu(13/12/23)
Data perdagangan pada hari Senin(12/12)
Open: 71.40 High: 71.93 Low: 68.21 Close:68.78 Range: $3.25
Minyak akan menguji area resistance di 69.66 dengan dorongan lebih luas menuju area 70.47 – 71.76
Untuk area support minyak tetap akan menguji area 67.04 dengan tekanan lebih dalam menuju area 66.79 – 65. 60
GOLD INTRADAY AREA
R1 1,984 R2 1,997 R3 2,010
S1 1,969 S2 1,961 S3 1,953
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 1,969 |
| Profit Target Level | 1,981 |
| Stop Loss Level | 1,962 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 1,984 |
| Profit Target Level | 1,976 |
| Stop Loss Level | 1,991 |
OIL INTRADAY AREA
R1 69.66 R2 70.47 R3 71.76
S1 67.04 S2 66.79 R3 65.60
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 67.04 |
| Profit Target Level | 68.10 |
| Stop Loss Level | 66.46 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 69.66 |
| Profit Target Level | 68.60 |
| Stop Loss Level | 70.34 |
PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220
Hubungi Kami
Download TPFx Mobile Apps
WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Perusahaan tidak menerima setoran tunai, dana nasabah yang diterima oleh perusahaan dalam rangka pembukaan rekening/deposit awal maupun top up margin hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan antar rekening.
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan call center resmi di nomor (+62) 21 252 75 77
Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.
Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.
Copyright © 2025 TPFX Support – PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privasi
PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220
Email: support@tpfx.co.id
Call Center: (+62)21 252 75 77
Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)
WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES
ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan
call center resmi di nomor (+62)21 252 75 77
Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.
Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.
Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privacy