Imbal hasil obligasi AS kembali menjadi sorotan pasar global setelah yield Treasury tenor panjang melonjak ke level tertinggi sejak 2007. Lonjakan yield memicu tekanan di pasar saham global, sementara harga minyak dan emas bergerak melemah di tengah ketidakpastian geopolitik Timur Tengah.
Imbal Hasil Obligasi AS Naik Tajam
Kenaikan imbal hasil obligasi AS terjadi karena investor semakin khawatir terhadap risiko inflasi akibat konflik Iran dan lonjakan harga energi. Yield obligasi Treasury AS tenor 30 tahun sempat menyentuh level tertinggi dalam 19 tahun terakhir di sekitar 5,18%, sedangkan yield obligasi tenor 10 tahun naik ke 4,667%.
Kenaikan yield membuat biaya pinjaman meningkat dan valuasi saham menjadi lebih mahal. Kondisi ini mendorong investor mengurangi eksposur pada aset berisiko, terutama saham teknologi yang sebelumnya memimpin reli pasar.
Indeks Dow Jones turun 322 poin atau 0,65% ke 49.363,88. S&P 500 melemah 0,67% menjadi 7.353,61, sedangkan Nasdaq terkoreksi 0,84% ke 25.870,71. Indeks saham global MSCI juga turun 0,59% menjadi 1.091,79.
Ketegangan Iran dan AS Masih Membayangi Pasar
Sentimen pasar tetap negatif setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Washington masih membuka kemungkinan melakukan serangan terhadap Iran. Trump mengatakan dirinya sempat hampir memerintahkan serangan militer sebelum akhirnya menunda keputusan tersebut.
Trump menegaskan bahwa pembicaraan serius dengan Iran masih berlangsung. Namun, ia tetap memerintahkan militer AS untuk bersiap melakukan serangan besar jika kesepakatan gagal tercapai.
Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan bahwa negosiasi dengan Iran menunjukkan kemajuan dan kedua pihak sama-sama ingin menghindari kelanjutan konflik militer.
Meski demikian, pasar masih meragukan peluang tercapainya perdamaian dalam waktu dekat. Ketidakpastian tersebut membuat investor tetap berhati-hati terhadap aset berisiko.
Harga Minyak dan Emas Bergerak Melemah
Harga minyak dunia justru turun setelah pasar menilai peluang diplomasi masih terbuka. Minyak Brent ditutup melemah 82 sen ke level US$111,28 per barel. Sementara minyak West Texas Intermediate turun 89 sen menjadi US$107,77 per barel.
Penurunan minyak terjadi meski risiko konflik Timur Tengah masih tinggi. Investor memilih melakukan aksi ambil untung setelah reli tajam dalam beberapa sesi sebelumnya.
Di pasar logam mulia, harga emas juga terkoreksi akibat penguatan dolar AS dan kenaikan yield obligasi. Emas berjangka AS turun 1% ke level US$4.511,20 per troy ounce.
Dolar AS Menguat Seiring Ekspektasi Suku Bunga
Penguatan imbal hasil obligasi AS ikut mendorong dolar AS bergerak naik. Indeks dolar naik 0,34% ke level 99,33, sementara euro melemah ke US$1,1602.
Pelaku pasar mulai meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve berpotensi kembali menaikkan suku bunga apabila tekanan inflasi terus meningkat akibat harga energi yang bertahan tinggi.
Pasar juga mencermati arah kebijakan Ketua Federal Reserve baru, Kevin Warsh, terutama terkait langkah bank sentral dalam menghadapi potensi kebangkitan inflasi.
Terhadap yen Jepang, dolar AS menguat ke 159,05. Meski ekonomi Jepang tumbuh 2,1% secara tahunan pada kuartal pertama, investor masih khawatir terhadap kondisi fiskal Jepang yang semakin terbebani tambahan stimulus pemerintah.
Bursa Eropa Lebih Stabil
Di tengah tekanan Wall Street, bursa Eropa justru bergerak lebih stabil. Indeks STOXX 600 naik 0,19% setelah sebelumnya mengalami tekanan besar akibat gejolak pasar obligasi.
Namun, pasar saham Eropa masih tertinggal dibandingkan Wall Street sejak konflik Timur Tengah memanas. Investor menilai kawasan Eropa lebih rentan terhadap lonjakan harga energi karena ketergantungan impor minyak dan gas yang tinggi.
Fokus pasar selanjutnya tertuju pada laporan keuangan perusahaan teknologi besar AS, termasuk NVIDIA. Investor ingin melihat apakah sektor kecerdasan buatan masih mampu menopang reli saham global di tengah kenaikan yield dan tekanan inflasi.
Prospek Harga Emas Rabu | 20 Mei 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah harga kembali bergerak di bawah area moving average dan gagal bertahan di atas resistance 4.533–4.589. Momentum penurunan juga terlihat dari RSI yang turun mendekati area oversold, menunjukkan dominasi seller masih cukup kuat dalam jangka pendek.
Jika tekanan jual berlanjut, harga berpotensi menguji support 4.420, dengan support lanjutan di 4.350 hingga 4.306. Namun, apabila area 4.420 mampu menahan penurunan, emas berpeluang mengalami rebound teknikal untuk kembali menguji resistance 4.533 dan 4.589.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.533 R2 4.589 R3 4.646
S1 4.420 S2 4.350 S3 4.306
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.420 |
| Profit Target Level | 4.500 |
| Stop Loss Level | 4.400 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.530 |
| Profit Target Level | 4.450 |
| Stop Loss Level | 4.590 |
Prospek Harga US Oil Rabu | 20 Mei 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga berhasil bertahan di atas area support 102,06 dan terus bergerak di atas moving average. Momentum kenaikan juga terlihat dari RSI yang berada di atas level 60, menandakan minat beli masih cukup dominan.
Selama harga mampu bertahan di atas support 102,06–100,50, peluang kenaikan menuju resistance 105,25 masih terbuka, dengan target lanjutan di 107,34 hingga 109,35. Namun, jika harga gagal menembus resistance 105,25 dan kembali bergerak turun di bawah 102,06, US Oil berpotensi mengalami koreksi menuju area support 100,50 dan 98,98.
US Oil INTRADAY AREA
R1 105,25 R2 107,34 R3 109,35
S1 102,06 S2 100,50 S3 98,98
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 100,50 |
| Profit Target Level | 104,00 |
| Stop Loss Level | 98,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 105,00 |
| Profit Target Level | 101,00 |
| Stop Loss Level | 106,00 |
Baca analisa sebelumnya: Bursa Global Melemah, Harga Emas Rebound
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan USD/CAD pada time frame H4 masih berpotensi melanjutkan penguatan dengan level pivot berada di 1.3730. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan masih terbuka, dengan resistance terdekat di 1.3770. Jika resistance berhasil ditembus, maka potensi penguatan lanjutan dapat mengarah ke area 1.3790 hingga 1.3805.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah harga gagal bertahan di atas area resistance 4.646–4.670 dan kembali turun menembus support minor. Saat ini harga sedang mencoba rebound dari area demand 4.475–4.525, yang juga menjadi support penting dalam beberapa pekan terakhir. Selama harga masih mampu bertahan di atas area tersebut, peluang rebound jangka pendek masih terbuka untuk menguji resistance 4.605, kemudian 4.646.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga berhasil bertahan di atas SMA 50 dan kembali bergerak naik mendekati area resistance 102,40. Momentum kenaikan masih cukup terjaga dengan RSI yang bergerak di atas level netral, sehingga peluang penguatan lanjutan masih terbuka selama harga mampu bertahan di atas support 100,50. Jika resistance 102,40 berhasil ditembus, harga berpotensi melanjutkan kenaikan menuju 105,25, kemudian 107,34.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat USD/JPY masih memiliki peluang melanjutkan tren bullish pada time frame H4 dengan level pivot berada di 158,50. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, potensi kenaikan diperkirakan tetap terbuka dengan target resistance terdekat di 159,05. Jika level itu berhasil ditembus, pergerakan bullish berpotensi berlanjut menuju area resistance berikutnya di kisaran 159,40 hingga 159,90.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish setelah harga turun menembus support 4.605 dan bergerak di bawah SMA 50, yang menandakan tekanan jual masih mendominasi. Indikator RSI juga turun ke area oversold di kisaran 25 sehingga membuka peluang terjadinya rebound jangka pendek.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga berhasil bergerak di atas SMA 50 dan menembus resistance 100,50, yang kini berubah fungsi menjadi support. Penguatan ini juga didukung oleh indikator RSI yang naik ke kisaran 65, menandakan momentum beli masih cukup kuat meskipun mulai mendekati area overbought.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan pergerakan GBP/USD masih berada dalam tren bearish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.3410. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan turun diperkirakan masih berlanjut. Saat ini, GBP/USD sedang menguji area support terdekat di 1.3335. Jika level itu berhasil ditembus, harga berpotensi melanjutkan penurunan menuju support berikutnya di 1.3300 hingga 1.3265.
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat masih berada dalam tekanan bearish setelah harga gagal bertahan di atas area resistance 4684 dan kembali bergerak di bawah garis SMA 50. Pelemahan ini membuka peluang penurunan lanjutan menuju support 4618, kemudian 4586 hingga 4560 jika tekanan jual semakin kuat.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat masih berada dalam tekanan bearish setelah harga gagal mempertahankan kenaikan di atas area resistance 98,98 – 100,50 dan kembali bergerak di bawah garis SMA 50. Koreksi ini juga terjadi setelah harga menembus garis uptrend jangka pendek, sehingga membuka peluang pelemahan lanjutan menuju support 95,02, kemudian 93,67 hingga 91,84.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan level pivot berada di area 1.1735. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan penurunan masih berpotensi berlanjut dengan target support terdekat di 1.1695. Jika level support itu berhasil ditembus, maka peluang pelemahan lanjutan dapat mengarah ke area support berikutnya di 1.1675 hingga 1.1655.
Pergerakan emas di time frame H4 terlihat masih bergerak sideways di area konsolidasi setelah sebelumnya rebound dari support 4.560. Harga saat ini bergerak di sekitar SMA 50 dan mencoba bertahan di atas resistance 4.660 yang kini menjadi support terdekat. Jika mampu bertahan di atas area tersebut, emas berpeluang melanjutkan kenaikan untuk menguji resistance 4730, kemudian 4.770 hingga 4.833.
Pergerakan US Oil di time frame H4 terlihat mulai kehilangan momentum bullish setelah gagal bertahan di atas resistance 100,50 dan kembali bergerak di bawah SMA 50. Koreksi juga terjadi setelah harga menembus garis uptrend jangka pendek, yang membuka peluang pelemahan lebih lanjut menuju support 93,67. Jika tekanan bearish berlanjut, harga berpotensi turun menguji support berikutnya di 91,84 hingga 89,72.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central melihat pergerakan XAU/USD pada time frame H4 masih cenderung bullish. Level pivot berada di area 4.685. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka. Harga berpotensi menguji resistance 4.725, kemudian 4.745, hingga 4.770.
