Market Summary
Peluang Trading XAU/USD Jelang Data CPI AS menjadi perhatian pasar setelah harga emas kembali menguat pada perdagangan Jumat. Pelemahan dolar AS memberi ruang bagi emas untuk pulih setelah turun hampir 2% pada sesi sebelumnya.
Harga spot emas naik 0,8% ke US$4.351,28 per troy ounce. Namun, emas masih menghadapi tekanan dari kenaikan imbal hasil Treasury dan ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve yang lebih ketat.
Investor kini menunggu data Consumer Price Index (CPI) AS. Data inflasi tersebut dapat memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan The Fed dalam pertemuan berikutnya.
CPI AS Jadi Pemicu Pergerakan Emas
Ekonom memperkirakan CPI utama AS naik 0,4% secara bulanan pada Agustus. Secara tahunan, inflasi utama diperkirakan mencapai 3,4%.
Sementara itu, CPI inti diperkirakan naik 0,2% dari bulan sebelumnya. Angka tersebut akan menjadi perhatian karena dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap suku bunga The Fed.
Jika inflasi berada di atas perkiraan, pasar dapat kembali memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga. Kondisi itu berpotensi menekan emas karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil.
Sebaliknya, data CPI yang lebih rendah dari perkiraan dapat mengurangi tekanan terhadap emas. Dolar AS juga berpeluang melemah jika pasar melihat ruang yang lebih besar bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan.
Harga Minyak Perkuat Risiko Inflasi
Tekanan terhadap emas juga datang dari kenaikan harga minyak. Harga Brent mendekati US$108 per barel di tengah konflik berkepanjangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Gangguan pasokan energi dapat meningkatkan tekanan inflasi di Amerika Serikat. Kondisi tersebut membuat pasar semakin waspada terhadap kemungkinan The Fed mempertahankan kebijakan suku bunga yang ketat.
Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada bulan ini berada di sekitar 70%. Ekspektasi tersebut menjadi salah satu faktor yang membatasi kenaikan emas.
Kenaikan imbal hasil Treasury juga dapat mengurangi daya tarik emas. Investor dapat memilih aset berbunga ketika imbal hasil obligasi meningkat.
Permintaan ETF Masih Menopang Emas
Meski menghadapi tekanan jangka pendek, permintaan investasi terhadap emas masih kuat. World Gold Council mencatat ETF emas berbasis fisik global menerima arus dana sekitar US$18 miliar pada Agustus.
Angka tersebut menjadi arus dana bulanan terbesar kedua dalam catatan. Kepemilikan emas ETF juga bertambah 121 ton hingga mencapai rekor 4.189 ton.
Nilai aset kelolaan ETF emas meningkat 16% menjadi sekitar US$615 miliar. Permintaan tersebut membantu harga emas mencatat kenaikan 13% pada Agustus.
Arus dana yang kuat menunjukkan investor masih mempertahankan minat terhadap emas di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik. Permintaan ETF dapat menjadi penahan ketika tekanan dari dolar dan suku bunga kembali meningkat.
Peluang Trading XAU/USD Setelah Rilis CPI
Peluang Trading XAU/USD Jelang Data CPI AS sangat bergantung pada hasil inflasi dan respons pasar terhadap kebijakan The Fed.
Trader perlu memperhatikan pergerakan dolar AS dan imbal hasil Treasury setelah data CPI keluar. Kenaikan dolar dan yield secara bersamaan dapat meningkatkan tekanan terhadap emas.
Jika CPI lebih rendah dari perkiraan, pelaku pasar akan mengamati peluang rebound XAU/USD. Namun, penembusan resistance tetap penting sebelum mengonfirmasi perubahan tren.
Jika CPI lebih tinggi dari perkiraan, tekanan jual dapat kembali muncul. Area US$4.200 menjadi salah satu level yang perlu diperhatikan jika koreksi semakin dalam.
Volatilitas juga berpotensi meningkat setelah rilis data. Pergerakan XAU/USD dapat berubah cepat dalam beberapa menit setelah pasar menerima angka CPI.
Pelaku pasar juga akan mencermati arah dolar AS, imbal hasil Treasury, serta respons harga emas terhadap level teknikal utama. Ketiga faktor tersebut dapat membantu menentukan arah XAU/USD setelah data inflasi AS dirilis.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat pergerakan XAU/USD masih cenderung bearish pada time frame H4. Level pivot berada di 4.398. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual masih berpotensi berlanjut dengan target support di 4.280, kemudian 4.250 dan 4.220.
Namun, skenario berbeda dapat terjadi jika XAU/USD berhasil menembus level 4.398. Pergerakan tersebut berpotensi mengubah tren menjadi bullish dan membuka peluang kenaikan menuju area resistance 4.449 hingga 4.480.
Resistance 4.398 Resistance 2: 4.449 Resistance 3: 4.480
Support1: 4.280 Support 2: 4.250 Support 3: 4.220
Baca juga: Peluang Trading EUR/USD Jelang ECB Meeting dan PPI AS
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.






Pergerakan emas pada H4 masih menunjukkan tekanan bearish, dengan harga berada di bawah SMA 50 dan trendline menurun. RSI 36,38 menunjukkan momentum jual masih dominan, sementara candlestick terakhir terlihat bearish setelah menembus support 4.340. Jika tekanan jual berlanjut, harga berpotensi turun menuju 4.282, kemudian 4.261 dan 4.223.
Pergerakan US Oil pada H4 masih menunjukkan tren bullish dengan harga berjalan di 103,77 setelah menembus resistance 101,23 yang kini beralih menjadi support. SMA 50 terus menanjak, sementara RSI 14 berada di 82,70, menandakan momentum bullish masih kuat meski harga sudah memasuki area overbought.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa EUR/USD masih memiliki potensi untuk bergerak bullish pada time frame H4. Level pivot berada di 1.1620. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan target pengujian resistance di 1.1674, kemudian 1.1687, hingga 1.1701.
Pergerakan emas pada grafik H4 masih menunjukkan tekanan bearish setelah tertahan di bawah garis trendline menurun dan SMA 50. Pembentukan candlestick terakhir menunjukkan konsolidasi di area bawah, sementara RSI 48.26 bergerak datar di area netral cenderung melemah, mengonfirmasi momentum beli yang masih lemah. Selama harga bertahan di bawah 4.450, emas berpeluang melanjutkan penurunan menuju support 4.340, dan jika level tersebut ditembus, penurunan berikutnya dapat mengarah ke 4.282 hingga 4.223.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 masih berada dalam tren bullish, terlihat dari posisi harga sekitar 97,08 yang bertahan di atas SMA 50 di sekitar 90,93 serta bergerak dalam struktur kenaikan yang kuat. Harga juga telah menembus resistance 93,43, sehingga level tersebut kini menjadi area support penting. RSI 14 berada di 71,24, menandakan momentum bullish masih kuat tetapi sudah memasuki area overbought, sehingga risiko koreksi tetap perlu diperhatikan.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat peluang trading AUD/USD masih berada dalam tren bullish pada time frame H4. Level pivot berada di 0,7199. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan target resistance di 0,7239, 0,7249, dan 0,7259.

Pergerakan emas pada grafik H4 masih menunjukkan tekanan bearish setelah gagal bertahan di atas area 4.450 dan kembali bergerak di bawah SMA 50, sementara RSI 38 mengindikasikan momentum jual masih cukup kuat. Selama harga tertahan di bawah 4.413–4.450, emas berpeluang melanjutkan koreksi menuju support 4.324, dan jika level tersebut ditembus, penurunan berikutnya dapat mengarah ke 4.282 hingga 4.223.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih menunjukkan tren bullish dengan harga bertahan di atas SMA 50 dan terus membentuk higher high. Saat ini harga bergerak di sekitar 94 dan mulai mendekati resistance 95.42, sehingga penembusan level tersebut akan membuka peluang kenaikan menuju 96.94 dan selanjutnya 99.32. RSI 64 juga masih menunjukkan momentum bullish yang cukup kuat, meski harga perlu mewaspadai potensi koreksi jika gagal menembus 95.42.
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai US Oil masih berada dalam tren bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 91,45. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka menuju area resistance 96,00. Jika momentum bullish berlanjut, harga berpotensi melanjutkan penguatan ke level 98,00 hingga 100,00.
