FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bullish Range Limited 0,69800 – 0,70300
Kondisi mata uang Dollar Australia terhadap mata uang Greenback bertahan pada jalur konsolidasinya. Situasi ini terjadi setelah Aussie bangkit dari level terendah dalam beberapa bulan yang dicapai pada 1 Oktober, didukung oleh permintaan mata uang tersebut akibat pelemahan dolar Selandia Baru dan euro. Mata uang ini mendapat dorongan tidak langsung dari aksi jual euro—yang menyebabkan mata uang tunggal tersebut jatuh ke level terendah sejak akhir 2024 akibat kekhawatiran terhadap posisi fiskal dan ketidakpastian politik Prancis—sementara dolar Australia menguat ke level tertinggi dalam enam hari terhadap dolar Selandia Baru. Di dalam negeri, kepercayaan konsumen melemah untuk bulan kedua berturut-turut, dengan kenaikan suku bunga dan bahan bakar yang membebani sentimen rumah tangga, sementara penurunan tajam harga rumah juga membebani sentimen. Bank Sentral Australia menaikkan suku bunga acuan ke level tertinggi dalam 15 tahun terakhir, yaitu 4,6% pada bulan September, kenaikan keempat tahun ini, sebagai upaya untuk menekan tekanan inflasi. Namun, penurunan harga minyak dan angka inflasi bulan Agustus yang lebih rendah mengurangi ekspektasi akan pengetatan kebijakan lebih lanjut; pasar kini memperkirakan suku bunga akan dipertahankan pada bulan November, namun akan kembali dinaikkan pada awal tahun depan.
Pivot : 0,69767
R1 : 0,69923 S1 : 0,69642
R2 : 0,70048 S2 : 0,69486
R3 : 0,70204 S3 : 0,69361
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 158,100 – 158,600
Terbatasnya pergerakan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback masih mewarnai perdagangan market. Mata uang Jepang ini terus dibayangi pelemahan dan tetap berada dalam kisaran terbatas karena Perdana Menteri Sanae Takaichi terus mendorong kebijakan fiskal ekspansif meskipun ada kekhawatiran tentang mata uang yang lemah dan pendanaan pemerintah. Dalam pidatonya di parlemen, Takaichi berjanji untuk mengurangi pajak konsumsi atas produk makanan sambil menekankan bahwa pemerintah akan mengamankan pendanaan tanpa menerbitkan obligasi tambahan, dengan tujuan untuk meyakinkan pasar keuangan. Sementara itu, para investor menantikan serangkaian laporan ekonomi yang akan dirilis minggu ini, termasuk data bulan Agustus mengenai upah, transaksi berjalan, dan belanja rumah tangga, serta angka bulan September untuk keyakinan konsumen dan pesanan peralatan mesin. Pekan lalu, ringkasan pendapat dari pertemuan Bank of Japan bulan September menunjukkan meningkatnya kekhawatiran bahwa inflasi akan melampaui target 2% bank sentral, hal ini memunculkan kemungkinan kenaikan suku bunga lagi tahun ini, namun belum memberikan kejelasan mengenai waktu pelaksanaannya menjelang pertemuan kebijakan pada bulan Oktober dan Desember.
Pivot : 158,024
R1 : 158,283 S1 : 157,810
R2 : 158,497 S2 : 157,551
R3 : 158,756 S3 : 157,337
GBPUSD
Opportunity : Bullish menuju : 1.3338 – 1.3391
Pounds ditutup menguat cukup signifikan pada perdagangan Selasa kemarin. Poundsterling kembali mengarah ke level 1,3300 seiring tekanan terhadap Dollar AS. Indeks Dollar AS mundur dari level tertinggi dalam 1,5 tahun dan ditutup turun pada hari Selasa, 6 Oktober 2026, tertekan peningkatan defisit perdagangan dan penurunan imbal hasil Treasury AS. Indeks Dollar AS ditutup turun 0,3% pada 101,84. Tekanan terhadap dolar AS akibat melebarnya defisit perdagangan AS bulan Agustus ke level tertinggi dalam 17 bulan. Defisit perdagangan AS bulan Agustus meningkat ke level tertinggi dalam 17 bulan sebesar 102,1 miliar, dan kemungkinan akan membebani PDB kuartal ketiga. Hari ini Inggris akan merilis data BBA Mortgage Rate dan Lloyds House Price Index. GBP masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini yang didukung oleh perkiraan data Perumahan Inggris yang meningkat di bulan September. Disisi lain Indeks Dollar sudah menembus ke bawah area 102,00. Pergerakan ini menunjukkan tekanan terhadap Greenback kembali meningkat.
Open : 1.3271 Pivot 1.3254
R1 : 1.3306 S1 : 1.3226
R2 : 1.3338 S2 : 1.3169
R3 : 1.3391 S3 : 1.3138
EURUSD
Opportunity : Bullish menuju 1.1320 – 1.1363
Mata uang Euro bangkit dari level terendah dalam 16 bulan dan ditutup naik pada hari Selasa, 6 Oktober 2026, terdukung pelemahan Dollar AS. Pasangan mata uang EUR/USD ditutup naik 0,33% pada 1.1260. Pelemahan dolar AS memicu aksi short covering pada mata uang Euro. Selain itu, meredanya kekhawatiran politik di Prancis turut mendukung euro setelah Menteri Keuangan Prancis, Lescure, menyatakan bahwa Prancis masih jauh dari kebutuhan akan bantuan ECB untuk menangani krisis utangnya. Namun kenaikan Euro pada hari Selasa tertahan setelah data penjualan ritel Zona Euro bulan Agustus naik lebih rendah dari perkiraan, dan pesanan pabrik Jerman bulan Agustus turun lebih dalam dari dugaan penurunan terbesar dalam tujuh bulan terakhir. Disisi lain Indeks Dolar AS (DXY) kembali kehilangan momentum positif pada awal pekan. DXY bahkan menembus ke bawah area 102,00. Pergerakan ini menunjukkan tekanan terhadap Greenback kembali meningkat. Dari Eropa, Jerman akan merilis data Industrial Production. Pasar juga menantikan komentar pejabat Bank Sentral Eropa (ECB), termasuk Piero Cipollone dan Boris Vujčić. EUR masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini yang juga didukung oleh Harga minyak WTI berjangka yang melanjutkan koreksi untuk hari ketiga berturut-turut. WTI bahkan turun di bawah US$87 per barel.
Open : 1.1257 Pivot : 1.1246
R1 : 1.1289 S1 : 1.1215
R2 : 1.1320 S2 : 1.1172
R3 : 1.1363 S3 : 1.1141
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.8342 – 0.8358
Swiss Franc masih dalam tekanan U.S Dollar pada perdagangan Selasa kemarin. Swiss Franc ditutup melemah di area 0.8315. Laporan data Unemployment Swiss yan rilis tidak berubah masih di angka 3.1% juga membebani pergerakan mata-uang Swiss Franc. Pelemahan mata-uang Swiss terjadi di tengah turunnya harga minyak global dalam tiga hari berturut yang tembus di bawah $87 per barrel. Disisi lain Indeks dolar AS mundur dari level tertinggi dalam 1,5 tahun dan ditutup turun pada hari Selasa, 6 Oktober 2026, tertekan peningkatan defisit perdagangan dan penurunan imbal hasil Treasury AS. Indeks Dollar AS ditutup turun 0,3% pada 101,84. CHF masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang dibebani data ekonomi Swiss yang kurang baik.
Open : 0.8306 Pivot : 0.8313
R1 : 0.8329 S1 : 0.8300
R2 : 0.8342 S2 : 0.8285
R3 : 0.8358 S3 : 0.8272
DXY
Opportunity: Bearish Range 101,800 – 101,500
Tekanan terbatas dan sementara mulai melanda pergerakan mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya. Tanda pelemahan tersebut terlihat pada Indeks Dollar AS (DXY) yang merosot dan sentuh level terendah hariannya 101,754. Penyebab pelemahan Dollar AS ini tertekan oleh meredanya kekhawatiran mengenai harga energi yang tinggi dan kebutuhan akan pengetatan moneter lebih lanjut. Harga minyak turun ke level terendah dalam satu bulan di tengah tanda-tanda pemulihan ekspor minyak mentah Timur Tengah, yang membantu meredakan kekhawatiran inflasi dan mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Fed dalam waktu dekat. Federal Reserve diperkirakan secara luas akan mempertahankan suku bunga tidak berubah bulan ini, sementara pasar telah memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Desember. Dollar AS melemah secara luas, dengan penurunan terbesar tercatat terhadap Euro. Mata uang bersama tersebut turun hingga 0,8% pada hari Senin di tengah kekhawatiran mengenai tingginya utang dan kebuntuan politik di Prancis, sementara prospek pemilihan umum dini di Spanyol menambah tekanan negatif.
Pivot : 101,961
R1 : 102,168 S1 : 101,637
R2 : 102,492 S2 : 101,430
R3 : 102,699 S3 : 101,106

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bullish ke area 67,031
Indeks Nikkei 225 turun 0,2% menjadi di bawah 70.600 pada hari Rabu, mengakhiri kenaikan dua hari karena investor mengamankan keuntungan setelah indeks acuan tersebut melonjak ke level tertinggi tiga bulan. Meskipun demikian, ekuitas global tetap didukung oleh ekspektasi bahwa perusahaan dapat bertahan menghadapi suku bunga dan biaya energi yang lebih tinggi, dengan S&P 500 dan Nasdaq Composite mencapai rekor tertinggi baru semalam. Sementara itu, harga minyak pulih karena risiko yang berkelanjutan terhadap aliran energi Timur Tengah lebih besar daripada tanda-tanda peningkatan pasokan dari kawasan tersebut. Dalam berita perusahaan, SpaceX dilaporkan berupaya mengumpulkan dana sebesar $40 miliar untuk membeli chip Nvidia, memperkuat prospek sektor teknologi. Di antara saham-saham individual, Fujikura (1,7%), SoftBank Group (1,6%), dan Furukawa Electric (4,1%) mencatatkan kenaikan yang signifikan, sementara Kioxia Holdings (-3,4%), Advantest (-1,2%), dan Disco Corp (-4,8%) mengalami penurunan.
Pivot : 65,887
R1 : 66,893 S1 : 65,303
R2 : 67,477 S2 : 64,297
R3 : 68,483 S3 : 63,713
HANGSENG
Opportunity: Bearish ke 25,217
Indeks Hang Seng naik 1,0%, atau 240 poin, dan ditutup pada 24.281 pada hari Selasa, memperpanjang kenaikan karena reli yang dipimpin teknologi di pasar global meningkatkan sentimen. Wall Street ditutup lebih tinggi semalam karena optimisme AI dan aktivitas akuisisi, meskipun imbal hasil obligasi pemerintah berada di dekat 5,31%. Harga minyak yang lebih rendah juga mendukung selera risiko, dengan minyak mentah Brent berada di sekitar US$100 per barel setelah turun 1,9% pada sesi sebelumnya karena ekspor Timur Tengah meningkat dan negara-negara G7 berjanji untuk meningkatkan pasokan. Perdagangan tetap relatif tipis karena pasar Tiongkok daratan tetap tutup untuk libur Hari Nasional. Saham-saham terkait AI tetap menjadi fokus, dengan bioteknologi juga naik. HSBC juga menarik perhatian setelah HKMA mempertanyakan keputusannya untuk mendirikan pusat AI global di Singapura daripada Hong Kong. Pergerakan saham yang signifikan termasuk Z.AI Co. (7,6%), Tencent (1,2%), Genscript Biotech (7,7%), Xiaomi (1,6%), dan Wuxi Biologics (4,5%).
Pivot : 24,408
R1 : 24,558 S1 : 24,120
R2 : 24,846 S2 : 23,970
R3 : 24,996 S3 : 23,682
NASDAQ
Opportunity: Buy Limit: 30,560| SL: 30,400 | TP: 30,720
Kontrak berjangka saham AS sedikit berubah pada hari Rabu setelah indeks utama mencapai rekor tertinggi baru pada sesi sebelumnya, didukung oleh reli kuat pada saham teknologi. Selama perdagangan reguler pada hari Selasa, S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing naik 0,58% dan 0,45%, dengan kedua indeks ditutup pada level rekor. Dow juga naik 0,49%. Produsen chip termasuk di antara yang berkinerja terbaik, dipimpin oleh AMD (2,8%), Marvell Technology (5,8%), dan Broadcom (3,7%). Sentimen semakin didukung karena kenaikan imbal hasil obligasi berhenti, mengurangi tekanan pada prospek kredit sektor teknologi. Sementara itu, harga minyak pulih karena risiko yang berkelanjutan terhadap aliran energi Timur Tengah lebih besar daripada tanda-tanda perbaikan pasokan regional. Investor sekarang menunggu risalah dari pertemuan terbaru Federal Reserve untuk petunjuk lebih lanjut tentang prospek kebijakan moneter.
Pivot : 30,917.92
R1 : 31,166.33 S1 : 30,771.33
R2 : 31,312.92 S2 : 30,522.92
R3 : 31,561.33 S3 : 30,376.33

COMMODITY ZONE BY NITRA
Gold
Opportunity: netral cenderung bearish selama harga berada di bawah area resistance 4.197.8
Pada perdagangan 6 Oktober, emas dibuka di level 4.144,03 dan sempat tertekan hingga menyentuh low 4.104,01, mendekati area support psikologis 4.100. Kemunculan aksi beli di area tersebut berhasil memicu pantulan harga hingga mencapai high 4.184,48, sebelum akhirnya ditutup pada level 4.164,23. Penutupan candle harian ini mencatatkan kenaikan sekitar 20 poin dari harga pembukaan, atau naik 23 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya di 4.140,79. Pembentukan ekor bawah yang cukup panjang mengindikasikan adanya perlawanan dari pembeli, meskipun pergerakan ini masih dikategorikan sebagai pemulihan terbatas. Hal ini mengingat emas sempat terkoreksi sekitar 3% pada pekan sebelumnya dan posisinya masih berada jauh di bawah rekor puncaknya pada akhir Agustus di kisaran 4.696.
Memasuki 7 Oktober, sentimen fundamental masih menekan pergerakan emas. Beban utama bersumber dari imbal hasil obligasi AS 10-tahun yang bertahan di kisaran 5,3% serta Indeks Dolar AS yang berada di level 102, sehingga mengurangi daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil bunga. Pelaku pasar memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan Oktober dengan probabilitas sekitar 77%, namun ekspektasi kenaikan pada Desember telah mencapai 88%, mempertegas pandangan pasar bahwa bank sentral masih cenderung hawkish. Perhatian pasar hari ini tertuju pada rilis data tenaga kerja ADP nanti malam, pidato pejabat The Fed Logan, serta rilis risalah rapat FOMC bulan September pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Apabila risalah tersebut memperlihatkan nada yang lebih hawkish dari perkiraan, imbal hasil obligasi berpotensi naik dan kembali menekan emas, sedangkan nada yang lebih melunak dapat membuka ruang rebound.
Dari sisi teknis, tren besar emas masih tergolong bearish karena harganya bergerak di bawah rata-rata pergerakan 50 hari di 4.327 dan 100 hari di 4.274. Secara intraday, emas sedang berkonsolidasi di sekitar titik pivot 4.150,91. Selama harga mampu bertahan di atas pivot tersebut, peluang rebound korektif menuju 4.197,80 hingga 4.231,38 masih terbuka, dengan level 4.200 bertindak sebagai hambatan kunci. Sebaliknya, penembusan dan penutupan di bawah level 4.117 berpotensi melanjutkan tekanan menuju 4.070 lalu 4.036, dengan batas bawah utama berada di area psikologis 4.000. Untuk strategi perdagangan yang terukur, opsi beli dapat dipertimbangkan saat terjadi pantulan di kisaran support 4.117 hingga 4.100, sementara opsi jual bisa dimanfaatkan di dekat area resistance 4.198 hingga 4.231 jika muncul penolakan harga. Mengingat tingginya potensi lonjakan volatilitas menjelang rilis risalah FOMC, pelaku pasar disarankan untuk tidak terlalu agresif dalam mengambil posisi.
Pivot : 4150.91
R1 4197.8 R2 4231.38 R3 4278.27
S1 4117.33 S2 4070.44 S3 4036.86
Oil
Opportunity : Bullish menuju area resistance 92.03
Pada perdagangan 6 Oktober, minyak mentah dibuka di level 89,19 dan sempat merosot hingga menyentuh 86,82, yang menjadi titik terendah sejak awal September. Aksi beli setelahnya berhasil mengambil alih kendali pasar, mendorong harga naik menuju high 89,99 sebelum akhirnya ditutup pada level 89,77. Hasil ini mencatatkan kenaikan sekitar 0,58 dari harga pembukaan, atau menguat 0,64 dibandingkan penutupan hari sebelumnya di 89,13. Dengan rentang pergerakan harian mencapai 3,17 dolar dan pemulihan hampir 3 dolar dari dasar level terendah, pergerakan ini memperlihatkan adanya perlawanan pembeli. Namun dalam tren besar, harga sejatinya masih bergerak turun dari puncak pertengahan September di 106,67, sehingga penguatan ini masih dikategorikan sebagai koreksi terbatas.
Memasuki 7 Oktober, dinamika fundamental menampilkan tarikan dua arah terhadap harga minyak. Tekanan penurunan dipicu oleh pulihnya ekspor negara-negara Teluk di luar Iran yang mencapai rata-rata 18,3 juta barel per hari pada akhir September, berfungsinya Pipa East-West Arab Saudi sebagai jalur alternatif Selat Hormuz dengan kapasitas sekitar 5,8 juta barel per hari, serta kesepakatan negara-negara G7 untuk melepas 100 juta barel cadangan darurat. Di sisi lain, harga mendapat penopang dari risiko geopolitik Selat Hormuz yang belum reda dengan laporan setidaknya tujuh insiden tanker dalam sepekan terakhir, kembalinya eskalasi konflik Saudi-Houthi, serta revisi proyeksi rata-rata 2026 oleh EIA menjadi 88,21 dari sebelumnya 84,65. Katalis jangka pendek malam ini tertuju pada rilis laporan stok minyak mingguan EIA sekitar pukul 21.30 WIB, di mana penurunan stok yang signifikan berpotensi mendukung kenaikan harga, sementara lonjakan stok akan memberi tekanan tambahan.
Dari sudut pandang teknis, posisi minyak mentah yang bergerak di atas titik pivot 88,86 memberikan bias pemulihan terbatas selama harga mampu bertahan di atas area 88,86 dan support 87,73. Target kenaikan terdekat berada di area 90,90 sebelum berpotensi berlanjut menuju 92,03. Sebaliknya, jika harga kembali ditutup di bawah 87,73, skenario rebound dianggap gagal dan membuka risiko penurunan lebih lanjut menuju 85,69 hingga 84,56. Strategi perdagangan yang terukur dapat mempertimbangkan opsi beli di kisaran area pivot hingga support satu dengan batas pembatasan risiko di bawah 87,70, atau memanfaatkan opsi jual di dekat area resistance 92,00 jika terkonfirmasi adanya penolakan harga. Mengingat rilis data stok EIA berpotensi memicu pergerakan kilat, sangat disarankan untuk mengurangi ukuran posisi menjelang jam rilis data tersebut.
Pivot: 88.86
R1 90.9 S1 87.73
R2 92.03 S2 85.69
R3 94.07 S3 84.56
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Rabu, 7 Oktober 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Membaca Sinyal Kebijakan The Fed dari FOMC Minutes
Catat jam dan waktunya ya!
| Rabu, 7 Oktober 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
Pergerakan emas masih berada dalam tren bearish pada timeframe H4 setelah membentuk pola lower high dan lower low serta bergerak di bawah garis tren turun dan SMA 50. Harga kini berkonsolidasi di area support 4.110–4.081 dan mulai menunjukkan rebound, tetapi masih menghadapi resistance 4.188 hingga 4.219–4.243. Jika mampu menembus area tersebut, peluang kenaikan akan semakin terbuka.
Pergerakan US Oil masih cenderung bearish pada timeframe H4 setelah harga gagal mempertahankan kenaikan dan tetap berada di bawah SMA 50. Sebelumnya, harga sempat menembus area support 88,66–87,46 yang mengindikasikan liquidity sweep, sebelum kembali rebound dengan candlestick bullish yang cukup kuat. Namun, rebound tersebut belum mampu mematahkan tren bearish karena harga masih tertahan di bawah SMA 50. Jika mampu menembus 91,94, peluang kenaikan dapat berlanjut menuju 93,59 hingga 96,72. Sebaliknya, jika kembali melemah dan menembus 88,66–87,46, harga berpotensi melanjutkan penurunan menuju 86,19. RSI 14 berada di 47,91, masih di bawah level 50, sehingga momentum tetap cenderung bearish.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat peluang koreksi pada USD/JPY dalam time frame H4. Level pivot berada di 158,269. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan koreksi berpotensi berlanjut menuju support 156,936. Jika level ini ditembus, penurunan dapat berlanjut ke 156,673 hingga 156,413.
Pergerakan emas masih berada dalam tren bearish setelah gagal merebut kembali resistance 4.188–4.219 dan tetap bergerak di bawah SMA 50. RSI 14 yang berada di 45,56 juga menunjukkan momentum masih cenderung bearish, meski belum memasuki area oversold. Harga saat ini mulai mendekati area support 4.100–4.081. Jika mampu bertahan di area tersebut, peluang rebound menuju resistance 4.188 tetap terbuka, meski kenaikan masih berpotensi menjadi rebound korektif selama harga belum menembus resistance tersebut.
Pergerakan US oil pada timeframe H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah harga bergerak di bawah SMA 50. Saat ini harga tertahan di area support 88,66–87,46, yang menjadi zona penting untuk menentukan arah pergerakan berikutnya. Jika support tersebut mampu dipertahankan, harga berpeluang mengalami rebound untuk menguji resistance 91,94.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat peluang rebound pada EUR/USD di time frame H4 dengan level pivot 1.1181. Selama harga bertahan di atas level tersebut, pasangan ini berpeluang melanjutkan kenaikan menuju resistance 1.1231. Jika berhasil ditembus, penguatan berikutnya dapat mengarah ke 1.1242 hingga 1.1254.

Pergerakan XAUUSD pada grafik H4 masih menunjukkan kecenderungan bearish, meski sempat terjadi rebound dari area support 4.110–4.139. Setelah rebound, harga kembali tertahan di area 4.219 – 4.228 dan belum mampu bertahan di atas SMA 50, sehingga tekanan jual masih terlihat dominan.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat pergerakan emas masih cenderung bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 4.202. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi berlanjut dengan target support di 4.100, kemudian 4.075, dan 4.050.

