| AREA | 1 | 2 | 3 | ||||||||||||||||
| SUPPORT | 20379 | 20212 | 20012 | ||||||||||||||||
| PIVOT | 20252 | ||||||||||||||||||
| RESISTANCE | 20691 | 20855 | 21048
|
||||||||||||||||
| Prev Close |
20,429.46
|
| Average Vol. (3m) | 2,462,458,256 |
| Day’s Range | 20,475.5–20,723 |
| Open | 20,699.5 |
| 52 WK range | 14,597.31–22,700.85 |

| AREA | 1 | 2 | 3 | ||||||||||||||||
| SUPPORT | 20379 | 20212 | 20012 | ||||||||||||||||
| PIVOT | 20252 | ||||||||||||||||||
| RESISTANCE | 20691 | 20855 | 21048
|
||||||||||||||||
| Prev Close |
20,429.46
|
| Average Vol. (3m) | 2,462,458,256 |
| Day’s Range | 20,475.5–20,723 |
| Open | 20,699.5 |
| 52 WK range | 14,597.31–22,700.85 |

Dalam era globalisasi saat ini, pasar komoditas telah menjadi semakin terintegrasi dengan pasar global. Sebagai hasilnya, fluktuasi harga di pasar global dapat memiliki dampak yang signifikan pada harga komoditas di berbagai negara di seluruh dunia. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa banyak komoditas diekspor dari satu negara ke negara lain, sehingga fluktuasi dalam nilai tukar, permintaan, dan penawaran dapat mempengaruhi harga di pasar komoditas domestik.
Oleh karena itu, memahami pengaruh ekonomi global terhadap harga komoditas sangatO penting untuk mengelola risiko dan membuat keputusan yang cerdas di pasar komoditas. Yuk, simak pembahasan lengkapnya dalam ulasan artikel berikut ini.
Kondisi ekonomi global memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga komoditas. Hal ini terutama karena banyak negara yang bergantung pada ekspor komoditas sebagai sumber pendapatan utama, dan perubahan dalam pertumbuhan ekonomi global, nilai tukar mata uang, dan inflasi dapat mempengaruhi permintaan dan pasokan komoditas, serta akibatnya harga.
Salah satu faktor utama yang mempengaruhi harga komoditas adalah pertumbuhan ekonomi global. Ketika pertumbuhan ekonomi global meningkat, permintaan komoditas cenderung meningkat juga. Ini karena dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat, perusahaan-perusahaan akan meningkatkan produksi dan mengonsumsi lebih banyak sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan produksi mereka. Sebaliknya, jika pertumbuhan ekonomi global melambat, permintaan terhadap komoditas juga cenderung menurun.
Selain itu, nilai tukar mata uang juga dapat mempengaruhi harga komoditas. Jika mata uang suatu negara mengalami penguatan terhadap mata uang negara lain, maka harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut akan cenderung meningkat. Sebaliknya, jika nilai tukar mata uang melemah, maka harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut cenderung turun.
Inflasi juga memiliki dampak yang signifikan pada harga komoditas. Jika tingkat inflasi meningkat, maka biaya produksi komoditas juga akan meningkat, yang pada gilirannya dapat menyebabkan kenaikan harga. Ini karena biaya produksi yang lebih tinggi dapat mendorong produsen untuk menaikkan harga jual untuk mempertahankan margin keuntungan mereka.
Selain itu, faktor-faktor ekonomi lainnya seperti suku bunga, ketersediaan modal, dan kebijakan perdagangan juga dapat mempengaruhi harga komoditas. Misalnya, suku bunga yang lebih rendah dapat mendorong investor untuk mencari investasi alternatif yang lebih menguntungkan, termasuk investasi dalam komoditas.
Baca juga: Wajib Tahu! 5 Tips Jitu Raih Cuan dengan Futures Trading
Dalam keseluruhan, kondisi ekonomi global memiliki dampak yang signifikan pada harga komoditas. Karena itu, trader harus memperhatikan dengan cermat setiap faktor yang mempengaruhi harga sebelum membuat keputusan trading. Ini meliputi pemantauan berita dan perkembangan ekonomi global, analisis fundamental dan teknikal, serta penggunaan strategi manajemen risiko yang tepat.
Analisa fundamental adalah suatu teknik analisis yang digunakan untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi harga aset seperti saham, komoditi, atau mata uang. Dalam melihat perkembangan ekonomi global, analisis fundamental sangat penting karena terdapat banyak faktor yang mempengaruhi pergerakan harga aset, termasuk harga komoditi.
Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam analisis fundamental untuk melihat perkembangan ekonomi global antara lain:
Baca juga: Wah! Ternyata Ini Hubungan Volatilitas dengan Kebijakan Moneter
Selain itu, trader juga harus menerapkan strategi manajemen risiko dengan tepat. Strategi ini digunakan untuk melihat perkembangan ekonomi global meliputi diversifikasi portofolio, stop loss order, limit order, penggunaan leverage yang bijak, dan pemantauan kondisi pasar. Dengan menerapkan strategi manajemen risiko yang tepat, trader dapat meminimalkan risiko dan mengoptimalkan keuntungan dalam trading komoditi.
Ingin belajar trading Komoditi ataupun forex? Yuk, buka Jurnal TPFX sekarang dan temukan ilmu trading yang terpercaya! Jangan lupa daftar menjadi trader di sini! TPFx merupakan perusahaan broker terpercaya dan diawasi serta diregulasi oleh BAPPEBTI
| AREA | 1 | 2 | 3 |
| SUPPORT | 20118 | 19944 | 19670 |
| PIVOT | 20284 | ||
| RESISTANCE | 20435 | 20652 | 20885 |
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 20465 |
| Profit target level | 20825 |
| Stop Loss Level | 20247 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 20082 |
| Profit Target Level | 19745 |
| Stop Loss Level | 20300 |
| Prev Close | 20,619.71 |
| Average Vol. (3m) | 2,483,242,924 |
| Day’s Range | 20,313–20,550 |
| Open | 20,407 |
| 52 WK range | 14,597.31–22,700.85 |

Wall Street ditutup dengan hasil yang bervariasi pada Rabu (02/03/2022) akibat komentar hawkish dari pejabat Federal Reserve dan data manufaktur yang sedikit lebih buruk dari yang diperkirakan. Pada penutupan pasar, Dow Jones naik 5 poin, atau kurang dari 1%, S&P 500 turun 0,5%, dan Nasdaq Composite turun 0,7%.
Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari menyatakan bahwa secara terbuka terkait nantinya suku bunga akan dinaikkan sebesar 25 atau 50 basis poin pada pertemuan Fed berikutnya. Pasar berjangka Fed menempatkan kemungkinan kenaikan 25 basis poin pada pertemuan Fed Maret di 69,4%, sementara kemungkinan kenaikan 50 basis poin mendarat di 30,6%.
Investor juga bereaksi terhadap data manufaktur yang dirilis oleh Institute for Supply Management pada hari Rabu. PMI mencapai pembacaan 47,7 pada bulan Februari, menandai sedikit lompatan dari 47,4 pada bulan Januari, dan tepat di bawah ekspektasi ekonom sebesar 47,8.
Hal menarik yang patut diperhatikan adalah potensi kenaikan saham tesla saat “Investor Day”. Beberapa perencanaan yang dikemukakan oleh Musk, adalah pembangun ‘Giga Factory” di Mexico dan terkait produksi EV terbaru Tesla di tahun ini.
| Best Performance | Worst Performance |
| Alibaba (NYSE: BABA)
89.5 +2.16(+2.46%%) |
Netflix (NASDAQ: NFLX)
313.48 -8.65 (-2.69%) |
| Boeing (NYSE: BA)
204.55 +3.00(+1.49%) |
Tesla (NASDAQ: TSLA)
202.77 -2.94 (-1.43%) |
| Alphabet (NASDAQ: GOOG)
90.51 +0.21 (0.23%) |
Amazon (NASDAQ: AMZN)
92.17 -2.06 (-2.19%) |
| AREA | 1 | 2 | 3 |
| SUPPORT | 27.371,02 | 27.225,50 | 27.145,63 |
| PIVOT | 27.450,89 | ||
| RESISTANCE | 27.596,41 | 27.676,28 | 27.821,80 |
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 27.500 |
| Profit target level | 27.700 |
| Stop Loss Level | 27.350 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 27.450 |
| Profit Target Level | 27.300 |
| Stop Loss Level | 27.600 |
| Prev Close | 27.516,53 |
| Average Vol. (3m) | 700.146,436 |
| Day’s Range | 27.526,5 – 27.571,5 |
| Open | 27.539 |
| 52 WK range | 24.681,74 – 29.222,77 |
NEWS FLASH
Economic News & Analysis
Harga emas lebih tinggi di awal sesi perdagangan AS pada Rabu(01/03). Penurunan tajam dalam indeks dolar AS pada pembukaan pasar Amerika melihat indeks dolar AS melemah secara solid dari level 105.66 ke 104.4. mendukung minat beli di pasar emas, selain itu pasar emas bertahan di wilayah positif karena data manufaktur AS menunjukkan bahwa inflasi terus memanas.
Menurut laporan terbaru dari Institute for Supply Management (ISM) pada hari Rabu (01/03), menyatakan bahwa Indeks Manajer Pembelian manufaktur tetap berada di wilayah kontraksi pada bulan Februari, naik menjadi 47,7%, naik sedikit dari pembacaan bulan Januari sebesar 44,7%. Data itu sejalan dengan perkiraan konsensus.
Laporan tersebut mencatat bahwa aktivitas di sektor manufaktur masih berada pada titik terendah sejak Mei 2020. Pembacaan di atas 50 dalam indeks difusi tersebut menandakan pertumbuhan ekonomi (Ekspansi) dan sebaliknya jika indikator berada di bawah 50 menandakan berkurangnya aktivitas ekonomi (Kontraksi)
Emas menguat sebesar 0,45% dengan mencapai harga tertinggi di 1,844.49. Pasar emas, meski turun dari level tertinggi setelah data di rilis, masih mempertahankan kenaikan positif bahkan saat imbal hasil obligasi 10 tahun naik di atas 4% untuk pertama kalinya sejak Oktober 2022.
Minyak mencapai harga tertinggi pada hari Rabu di $77.8/ barrel pada hari Rabu karena investor menimbang prospek pemulihan permintaan China terhadap prospek AS yang lemah. Data aktivitas manufaktur dan jasa yang kuat dari China mendukung prospek pemulihan konsumsi yang kuat. Sektor manufaktur AS mengalami kontraksi selama empat bulan berturut-turut di bulan Februari, menambah kekhawatiran tentang permintaan yang lesu pada saat persediaan terus meningkat.
Prospek Harga Emas Hari Kamis (02/03/23) :
Data Perdagangan pada hari Rabu (01/03)
Open: 1,825.95. High: 1,844.49 Low:1,822.97 Close: 1,837.18 Range: +21.52 pts
Emas akan menguji Area penguatan lebih luas di 1,845.99 -1,852.16 setelah level resistance di 1,838.berhasil di tembus pada hari Rabu (01/03). Pola kelanjutan (continueing pattern) penguatan berikutnya berada di area 1,859.99 – 1,865.60 Down side area, emas akan menguji kembali level support di area 1,827.59 – 1,818.71 dengan koreksi lebih luas menuju 1,804.67 – 1,796.27
Prospek Harga Minyak Hari Kamis (02/03/23) :
Data perdagangan pada hari Rabu (01/03)
Open: 76.82 High: 77.74 Low: 76.12 Close: 77.66 Range: 1,62 pts
Orientasi harga minyak akan menguji level resistance selanjutnya di area 78.14 – 78.57 dengan area penguatan lebih luas berada di 79.05 -79.70
Down side area minyak akan menguji area support di 76.77 -76..16 dengan koreksi lebih luas berada di area 75.89 – 74.94
Untuk ulasan dan analisa pasar sehari sebelumnya bisa di pelajari melalui link ini,
GOLD INTRADAY AREA
R1 1,844 R2 1,857 R3 1,870
S1 1,829 S2 1,821 S3 1,813
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 1,829 |
| Profit Target Level | 1,840 |
| Stop Loss Level | 1,821 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 1,844 |
| Profit Target Level | 1,836 |
| Stop Loss Level | 1,852 |
OIL INTRADAY AREA
R1 78.57 R2 79.70 R3 80.31
S1 76.77 S2 75.89 R3 74.94
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 76.77 |
| Profit Target Level | 77.80 |
| Stop Loss Level | 76.27 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 78.56 |
| Profit Target Level | 77.55 |
| Stop Loss Level | 79.04 |
Daya tarik dari investasi baik emas, saham, ataupun komoditas berjangka adalah keuntungan yang bisa berlipat ganda. CFD trading mulai menjadi salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan. CFD trading sangat populer di seluruh dunia, terutama di kalangan trader ritel dan investor kecil yang ingin memperoleh akses ke pasar keuangan global dengan modal yang lebih kecil dan risiko yang lebih terkontrol. Namun, banyak yang kurang memahami apa itu CFD trading dan bagaimana strategi terbaik agar bisa meraup untung dari CFD trading. Simak penjelasannya yuk!
CFD trading (Contract for Difference) adalah jenis perdagangan derivatif di mana trader dapat memanfaatkan peluang pada pergerakan harga suatu aset keuangan, seperti saham, indeks, komoditas, atau mata uang, tanpa perlu memiliki aset tersebut secara fisik. CFD trading dan futures trading memiliki beberapa perbedaan yang dapat memengaruhi cara seorang trader berpartisipasi dalam pasar.
Salah satu perbedaan utama antara CFD trading dan futures trading adalah jenis kontrak yang diperdagangkan. Dalam CFD trading, trader membuka kontrak dengan broker yang mencakup perbedaan antara harga masuk dan keluar pasar. Sementara itu, futures trading melibatkan pembelian atau penjualan kontrak futures standar yang mengikat kedua belah pihak untuk membeli atau menjual aset pada harga tertentu di masa depan.
Leverage adalah alat yang dapat meningkatkan keuntungan, tetapi juga meningkatkan risiko kerugian. CFD trading umumnya menggunakan leverage yang lebih tinggi daripada futures trading. Ini karena CFD trading biasanya memerlukan margin yang lebih rendah untuk memulai trading, sementara futures trading memerlukan margin yang lebih besar.
Biaya trading dapat berbeda antara CFD trading dan futures trading. CFD trading sering kali memiliki biaya trading yang lebih rendah daripada futures trading, karena tidak ada biaya atau spread yang dikenakan pada pembelian atau penjualan kontrak. Di sisi lain, futures trading mungkin memiliki biaya trading yang lebih tinggi karena biaya transaksi yang harus dibayar oleh pedagang.
Baca juga: Serba-serbi Two Way Opportunity dalam Futures Trading
Waktu trading CFD trading dan futures trading juga berbeda. CFD trading umumnya dapat dilakukan selama jam perdagangan pasar, yang sering kali terbuka selama 24 jam. Sementara itu, futures trading biasanya memiliki waktu trading yang lebih terbatas dan hanya tersedia selama jam perdagangan pasar tertentu.
CFD trading dan futures trading juga diatur oleh badan pengawas yang berbeda. CFD trading diatur oleh otoritas keuangan di negara masing-masing, sementara futures trading diatur oleh otoritas bursa atau otoritas yang mengawasi perdagangan berjangka di negara tersebut.
Ada banyak strategi trading yang dapat digunakan dalam CFD trading, dan pilihan terbaik tergantung pada gaya trading, tujuan, toleransi risiko, dan preferensi pribadi. Berikut adalah beberapa strategi trading yang dapat digunakan dalam CFD trading:
Baca juga: Mengenal 4 Fase dalam Trading Forex
Strategi trading yang tepat untuk CFD trading tergantung pada tujuan trading, gaya trading, dan preferensi pribadi. Namun, sebaiknya selalu melakukan manajemen risiko yang baik dan menguji strategi trading secara cermat sebelum digunakan dalam trading yang sebenarnya.
Ingin belajar trading Komoditi ataupun forex? Yuk, buka Jurnal TPFX sekarang dan temukan ilmu trading yang terpercaya! Jangan lupa daftar menjadi trader di sini! TPFx merupakan perusahaan broker terpercaya dan diawasi serta diregulasi oleh BAPPEBTI
| AREA | 1 | 2 | 3 |
| SUPPORT | 19716 | 19456 | 19170 |
| PIVOT | 19905 | ||
| RESISTANCE | 20121 | 20363 | 20650 |
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 20121 |
| Profit target level | 20371 |
| Stop Loss Level | 19921 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 19845 |
| Profit Target Level | 19463 |
| Stop Loss Level | 20045 |
| Prev Close | 19,785.94 |
| Average Vol. (3m) | 2,594,368,980 |
| Day’s Range | 19,897.25–20,273 |
| Open | 19,899 |
| 52 WK range | 14,597.31–22,712.44 |

Dow jatuh pada hari Selasa dan mengakhiri Februari dengan koreksi bulanan akibat lonjakan suku bunga yang memukul sektor saham pada bulan ini. Serangkaian data yang menunjukkan penguatan ekonomi memaksa investor untuk mempertimbangkan lebih tinggi terkait durasi perang invlasi vis a vis suku bunga dari Federal Reserve yang lebih lama.
Dow Jones turun 0,65%, atau 214 poin, menjadikan kerugian untuk Februari menjadi sekitar 4%. S&P500 turun 0,29%, dan Nasdaq turun di angka 0,10%.
Saham-saham teknologi yang turun sekitar 5% dari puncaknya awal bulan ini, memangkas kenaikan di hari sebelumnya meskipun Meta mengalami pelonjakkan. META menguat lebih dari 3%, meneruskan keuntungan dari hari sebelumnya paska Zuckerberg mengatakan telah menciptakan produk baru dan tim yang bekerja mengembangkan AI yang dinamai LLaMa untuk diintegrasikan ke dalam produk-produknya.
Di sisi ekonomi, consumer confidence di bulan Februari turun ke level terendah sejak November, menunjukkan tanda-tanda belanja konsumen yang mungkin mulai melambat. Penurunan pasar yang lebih luas pada bulan Februari ditekan oleh lonjakan suku bunga karena data ekonomi yang kuat memaksa investor untuk mengejar ketinggalan dan memperkirakan kenaikan suku bunga Fed lebih lanjut yang telah mendorong imbal hasil Treasury 10-tahun mendekati 4%.
| Best Performance | Worst Performance |
| Meta (NASDAQ: META)
179.94 +5.40 (+3.19%) |
Alibaba (NYSE: BABA)
87.79 -1.46 (-1.64%) |
| Boeing (NYSE: BA)
201.55 +1.09 (+0.54%) |
Tesla (NASDAQ: TSLA)
205.72 -1.91 (-0.92%) |
| General Electric (NYSE: GE)
84.71 +0.87 (1.04%) |
Walt Disney (NYSE: DIS)
99.61 -0.84 (-0.84%) |
| AREA | 1 | 2 | 3 |
| SUPPORT | 27.368,89 | 27.292,22 | 27.184,18 |
| PIVOT | 27.477,03 | ||
| RESISTANCE | 27.553,70 | 27.661,84 | 27.738,51 |
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 27.470 |
| Profit target level | 27.650 |
| Stop Loss Level | 37.350 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 27.350 |
| Profit Target Level | 27.200 |
| Stop Loss Level | 27.500 |
| Prev Close | 27.445,56 |
| Average Vol. (3m) | 705.528.265 |
| Day’s Range | 27.376,5 – 27.421,5 |
| Open | 27.376,5 |
| 52 WK range | 24.681,74 – 29.222,77 |
PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220
Hubungi Kami
Download TPFx Mobile Apps
WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Perusahaan tidak menerima setoran tunai, dana nasabah yang diterima oleh perusahaan dalam rangka pembukaan rekening/deposit awal maupun top up margin hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan antar rekening.
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan call center resmi di nomor (+62) 21 252 75 77
Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.
Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.
Copyright © 2025 TPFX Support – PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privasi
PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220
Email: support@tpfx.co.id
Call Center: (+62)21 252 75 77
Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)
WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES
ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan
call center resmi di nomor (+62)21 252 75 77
Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.
Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.
Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privacy