Market Summary
Peluang trading EUR/USD menjadi perhatian pasar menjelang keputusan suku bunga European Central Bank (ECB) dan rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS). Pasangan mata uang ini bergerak melemah pada sesi Eropa, Kamis, dengan posisi di bawah 1,1150. Pergerakan tersebut mendekati level terendah sejak Mei 2025.
Tekanan terhadap euro muncul di tengah penguatan kembali dolar AS. Namun, pelaku pasar masih menantikan data ekonomi penting yang dapat mengubah ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Kondisi ini membuat pergerakan EUR/USD tetap menjadi sorotan pasar valuta asing.
Data GDP dan Inflasi PCE AS Jadi Perhatian
Pasar menantikan laporan awal pertumbuhan ekonomi AS atau Gross Domestic Product (GDP) kuartal III serta indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE). Kedua data tersebut dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed selanjutnya.
Data ekonomi yang kuat, terutama jika disertai tekanan inflasi yang persisten, berpotensi memperkuat dolar AS. Sebaliknya, angka yang lebih lemah dapat mengurangi ekspektasi pengetatan moneter dan membuka peluang pemulihan euro terhadap dolar AS.
Setelah rilis kedua data tersebut, perhatian pasar akan beralih ke keputusan ECB. Kombinasi data ekonomi AS dan sinyal kebijakan dari bank sentral Eropa berpotensi memicu volatilitas pada pasangan EUR/USD.
Keputusan ECB dan Pernyataan Christine Lagarde
ECB diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan kali ini. Meski demikian, pasar mencermati kemungkinan bank sentral tetap mengambil sikap hawkish, termasuk peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember.
Pernyataan resmi ECB dan komentar Presiden ECB Christine Lagarde akan menjadi fokus utama. Sikap yang lebih tegas terhadap inflasi dapat membantu menopang euro. Sebaliknya, sinyal kebijakan yang lebih lunak berpotensi menambah tekanan terhadap mata uang tunggal Eropa.
Pasar juga akan menilai bagaimana ECB memandang prospek inflasi dan pertumbuhan ekonomi kawasan euro. Perbedaan ekspektasi kebijakan antara ECB dan The Fed dapat memengaruhi arah pergerakan EUR/USD dalam jangka pendek.
Sikap Hawkish The Fed Menopang Dolar AS
The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober melalui pemungutan suara dengan hasil 10-2. Dua pejabat, Lisa Cook dan Beth Hammack, memilih kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Ketua The Fed Kevin Warsh juga menegaskan kewaspadaan bank sentral terhadap risiko inflasi yang persisten akibat konflik di Timur Tengah. Kekhawatiran terhadap kenaikan harga energi turut memperkuat prospek kebijakan moneter yang lebih ketat.
Berdasarkan CME Group FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang sekitar 80% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan Desember. Ekspektasi tersebut mendukung dolar AS dan menambah tekanan terhadap EUR/USD.
Utang dan Ketidakpastian Politik Prancis Membebani Euro
Selain kebijakan moneter, kondisi politik dan fiskal Prancis turut menekan euro. Kekhawatiran terhadap peningkatan utang negara serta kebuntuan politik menjelang pemilihan tahun depan menambah ketidakpastian di kawasan Eropa.
Di sisi lain, dolar AS kembali menguat setelah mengalami koreksi dari level tertinggi dalam dua pekan pada sesi sebelumnya. Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan ketidakpastian geopolitik turut mendukung permintaan terhadap dolar AS.
Kombinasi tekanan fiskal di Prancis, ekspektasi kebijakan moneter AS yang lebih ketat, serta ketidakpastian menjelang pertemuan ECB membuat EUR/USD bertahan di dekat level terendahnya sejak Mei 2025. Kondisi tersebut membuat peluang trading EUR/USD semakin menarik.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa peluang trading EUR/USD masih berada dalam tren bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.11720. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan bearish berpotensi berlanjut dengan support terdekat di 1.11130. Jika level ini ditembus, penurunan dapat berlanjut menuju support berikutnya di 1.11010 hingga 1.10890.
Sebagai skenario alternatif, apabila harga berhasil menembus dan bergerak di atas level pivot 1.11720, EUR/USD berpotensi mengalami rebound untuk menguji area resistance di 1.11920 hingga 1.12040.
Resistance 1.1720 Resistance 2: 1.11920 Resistance 3: 1.12040
Support1: 1.11130 Support 2: 1.11010 Support 3: 1.10890
Baca juga: Peluang Trading Emas Jelang FOMC Meeting
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
