Market Summary
Peluang Trading Emas kembali menjadi perhatian pasar pada Jumat saat harga emas (XAU/USD) bergerak terbatas dalam sesi Asia. Pelaku pasar cenderung menahan posisi baru sebelum rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS).
Data Nonfarm Payrolls (NFP) menjadi fokus utama karena dapat memengaruhi arah dolar AS dan ekspektasi kebijakan Federal Reserve (The Fed). Pasar memperkirakan ekonomi AS hanya menambah sekitar 90.000 pekerjaan pada September, turun dari 162.000 pekerjaan pada bulan sebelumnya.
Sementara itu, tingkat pengangguran diperkirakan tetap di 4,1%. Pasar juga akan mencermati pertumbuhan upah tahunan melalui data Average Hourly Earnings. Data tersebut dapat memberikan petunjuk tambahan mengenai arah suku bunga The Fed.
Data NFP Jadi Penentu Arah Emas
Angka pekerjaan yang lebih lemah dari perkiraan dapat menekan dolar AS dan meningkatkan daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil. Sebaliknya, data tenaga kerja yang kuat berpotensi memperkuat dolar AS dan membatasi kenaikan XAU/USD.
Perhatian pasar juga tertuju pada inflasi upah. Kenaikan upah yang tetap tinggi dapat memperkuat kekhawatiran terhadap tekanan inflasi. Kondisi tersebut dapat membuat The Fed mempertahankan kebijakan suku bunga yang ketat lebih lama.
Sejumlah pejabat Federal Open Market Committee (FOMC) sebelumnya menyampaikan bahwa mereka belum melihat kebutuhan mendesak untuk menaikkan suku bunga secara langsung setelah kenaikan 25 basis poin pada September.
Aktivitas Manufaktur AS Masih Mendukung Dolar
Data ekonomi lain juga memberi dukungan terhadap dolar AS. Institute for Supply Management (ISM) melaporkan bahwa aktivitas sektor manufaktur AS kembali mencatat ekspansi pada September.
Survei tersebut juga menunjukkan kenaikan harga bahan baku selama 24 bulan berturut-turut. Kondisi ini dapat mempertahankan perhatian pasar terhadap risiko inflasi di AS.
Selain itu, volatilitas harga energi turut meningkatkan kekhawatiran inflasi. Kombinasi faktor tersebut dapat membatasi penurunan imbal hasil obligasi AS dan memberikan dukungan bagi dolar.
Risiko Geopolitik Menjadi Perhatian
Faktor geopolitik turut memengaruhi pergerakan emas dan dolar AS. Ketegangan antara AS dan Iran membuat permintaan terhadap aset safe haven tetap tinggi.
Wall Street Journal melaporkan bahwa Pentagon berpotensi mengirim kelompok kapal induk ketiga beserta sekitar 10.000 personel Angkatan Laut dan Marinir AS ke kawasan Teluk Persia.
Di sisi lain, Persian Gulf Strait Authority (PGSA) menyatakan bahwa sejumlah kapal tanker mengalami serangan di Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir.
Presiden AS Donald Trump juga mengatakan pada Rabu bahwa ia akan segera mengambil keputusan terkait Iran. Trump menyebut perang tersebut akan segera berakhir, dengan satu atau lain cara.
Perkembangan tersebut menjaga premi risiko geopolitik di pasar. Kondisi ini dapat mendukung dolar AS sebagai aset safe haven dan menjadi salah satu hambatan bagi kenaikan harga emas.
Peluang Trading Emas Tetap Terbuka
Peluang Trading Emas masih terbuka karena pasar menghadapi beberapa katalis penting secara bersamaan. Data NFP, tingkat pengangguran, pertumbuhan upah, kebijakan The Fed, serta perkembangan geopolitik dapat menentukan arah XAU/USD berikutnya.
Tekanan jual terhadap emas sejauh ini belum menunjukkan momentum yang kuat. Karena itu, trader perlu berhati-hati sebelum mengantisipasi penurunan harga yang lebih dalam.
Data NFP akan menjadi katalis utama dalam jangka pendek. Jika data tenaga kerja melemah dan menekan dolar AS, emas berpeluang mendapatkan dukungan. Sebaliknya, data yang lebih kuat dari ekspektasi dapat memperkuat dolar dan meningkatkan tekanan terhadap XAU/USD.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat pergerakan emas masih cenderung bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 4.202. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi berlanjut dengan target support di 4.100, kemudian 4.075, dan 4.050.
Sebaliknya, jika harga mampu menembus dan bertahan di atas 4.202, tren berpotensi berbalik bullish. Dalam skenario tersebut, emas berpeluang menguji area resistance berikutnya di 4.245 hingga 4.270.
Resistance 4.202 Resistance 2: 4.245 Resistance 3: 4.270
Support1: 4.100 Support 2: 4.075 Support 3: 4.050
Baca juga: Peluang Trading WTI di Tengah Konflik Timur Tengah
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
Pergerakan XAUUSD pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah harga menembus area support 4.280 dan bergerak di bawah SMA 50. Saat ini harga terlihat berkonsolidasi di area 4.142–4.219, dengan posisi terakhir sekitar 4.176.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam fase konsolidasi setelah sebelumnya mengalami tekanan jual. Harga kini bergerak di sekitar 91,86 dan mulai kembali berada di atas SMA 50, sementara RSI 14 berada di 55,29, menunjukkan momentum mulai menguat.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat peluang rebound pada WTI di time frame H4. Level pivot berada di 88,50. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, momentum bullish masih berpeluang berlanjut dengan target resistance di 94,75. Jika level tersebut berhasil ditembus, penguatan berikutnya dapat mengarah ke 96,50 hingga 98,00.
Pergerakan emas pada grafik H4 masih menunjukkan tekanan bearish. Harga sebelumnya sempat rebound dari area support 4.110–4.142, tetapi penguatan tersebut belum mampu membawa harga bertahan di atas SMA 50. Setelah kembali tertahan, harga turun lagi dan kini sedang menguji support 4.142. RSI(14) berada di 38,89, menunjukkan momentum masih cenderung bearish.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih menunjukkan tekanan bearish. Harga bergerak di bawah SMA 50 yang mulai mengarah turun, sementara RSI(14) berada di 41,40, menandakan momentum masih cenderung bearish meski belum memasuki area oversold. Saat ini harga sedang mencoba rebound dari area support 88,68.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat bahwa pergerakan Silver masih cenderung bearish pada time frame H4. Level pivot berada di 62,312. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual masih berpeluang berlanjut dengan target support di 59,780, kemudian 59,144, hingga 58,507.
Pergerakan emas pada grafik H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah harga menembus area support 4.235 dan bergerak di bawah SMA 50. Saat ini harga mencoba rebound dari area 4.110–4.142, sementara RSI 42,55 mulai naik dari wilayah oversold, menunjukkan adanya peluang pemulihan jangka pendek.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah harga gagal bertahan di atas resistance 94,67 dan kembali bergerak di bawah SMA 50. Tekanan jual membawa harga turun hingga menguji support 88,68, sementara RSI 36,63 menunjukkan momentum bearish masih dominan.
Dari sisi teknikal, Trading Central peluang trading AUD/USD masih berada dalam tren bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 0.7011. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual masih berpeluang berlanjut dengan target support di 0.6965, kemudian 0.6945 dan 0.6942.
Pergerakan emas pada timeframe H4 menunjukkan tren bearish yang semakin kuat. Harga saat ini berada di bawah SMA 50 dan juga masih tertahan oleh garis tren menurun, sehingga tekanan jual masih dominan.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih menunjukkan konsolidasi dengan tekanan bearish, setelah harga gagal bertahan di atas area resistance 96,04 dan kembali bergerak di bawah SMA 50. RSI 14 berada di level 48,71, menunjukkan momentum yang relatif netral.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat USD/CHF masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren bullish pada time frame H4. Level pivot berada di 0.8287. Selama harga bertahan di atas level tersebut, pasangan ini berpeluang melanjutkan kenaikan menuju resistance 0.8330. Jika berhasil ditembus, target berikutnya berada di 0.8340 dan 0.8350.
Pergerakan emas pada grafik H4 masih menunjukkan tekanan bearish setelah harga bergerak di bawah SMA 50 dan garis tren turun. RSI 14 berada di level 40,21, menandakan momentum jual masih dominan, meski belum memasuki area oversold.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih cenderung bearish setelah harga berada di bawah SMA 50. RSI 14 berada di level 51,70, menunjukkan momentum mulai netral dan masih membuka peluang rebound. Selama harga tertahan di bawah SMA 50, tekanan turun berpotensi kembali menguji support 91,20 dan 88,68.
