Market Summary
Harga minyak dunia, termasuk US Oil, terpantau stabil pada hari Rabu setelah mengalami penurunan selama tiga sesi perdagangan berturut-turut. Sentimen pasar membaik setelah diumumkannya kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan Jepang, yang turut meningkatkan optimisme terhadap kondisi perdagangan global.
Harga minyak mentah Brent tercatat turun tipis sebesar 12 sen atau 0,2% menjadi USD 68,47 per barel pada pukul 09:07 GMT. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga turun sebesar 14 sen atau 0,2% menjadi USD 65,17 per barel.
Sentimen Negatif Masih Membayangi Meski Ada Kesepakatan AS-Jepang
Meskipun harga minyak sempat stabil, prospek pasar masih dibayangi ketidakpastian. Ketegangan dagang antara AS dan Uni Eropa, serta hubungan yang belum pasti dengan Tiongkok, terus menekan sentimen. Harapan tercapainya kesepakatan dagang AS-UE sebelum batas waktu 1 Agustus mulai memudar. Hal ini terjadi seiring ancaman balasan tarif dari pihak Eropa.
Penurunan harga dalam tiga sesi terakhir memang mulai mereda. Namun, kesepakatan dagang antara AS dan Jepang belum mampu memberikan dorongan besar bagi harga minyak. Negosiasi yang masih alot dengan UE dan Tiongkok tetap menjadi hambatan utama bagi pasar.
Data Inventaris AS Menunjukkan Penurunan Stok Minyak Mentah
Laporan dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan bahwa stok minyak mentah dan bensin AS menurun pada minggu lalu. Penurunan stok ini memberikan sedikit dukungan terhadap harga minyak, karena hal ini mengindikasikan peningkatan konsumsi di tengah ketatnya pasokan distilat menengah seperti solar dan bahan bakar industri.
Namun, stok distilat dilaporkan meningkat sebesar 3,48 juta barel, yang memberikan kelegaan sementara terhadap pasar distilat yang mulai menunjukkan tanda-tanda pengetatan pasokan.
Minyak Dapat Dukungan dari Potensi Sanksi Tambahan terhadap Rusia
Sebagai sinyal positif lainnya bagi pasar minyak, Menteri Energi AS menyatakan bahwa pihaknya mempertimbangkan untuk memberikan sanksi terhadap ekspor minyak Rusia sebagai upaya untuk mengakhiri perang di Ukraina. Sebelumnya, Uni Eropa juga telah menyetujui paket sanksi ke-18 terhadap Rusia, termasuk penurunan batas harga untuk minyak mentah Rusia.
Tensi Dagang AS-UE Terus Menahan Kenaikan Harga Minyak
Kesepakatan dagang bilateral antara AS dan Jepang—yang mencakup tarif timbal balik sebesar 15% serta akses pasar Jepang untuk mobil, truk, beras, dan produk pertanian AS—belum cukup mampu mendongkrak harga minyak secara signifikan.
Ketegangan dagang antara AS dan UE masih berlanjut dan menjadi faktor penghambat. Jika kedua ekonomi besar ini gagal mencapai kesepakatan sebelum 1 Agustus, maka kemungkinan besar prospek permintaan minyak akan melemah, mengingat besarnya volume perdagangan antara kedua wilayah tersebut.
Fokus ke Rilis Data EIA
WTI diperdagangkan dalam kisaran yang sempit di sekitar USD 65,30 selama sesi perdagangan Eropa pada hari Rabu. Para investor tengah menanti laporan resmi dari Energy Information Administration (EIA) AS terkait persediaan mingguan minyak mentah.
Berdasarkan perkiraan, stok minyak mentah AS diprediksi turun sebesar 1,4 juta barel. Penurunan persediaan minyak biasanya mencerminkan peningkatan permintaan dan dapat mendorong harga naik.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan US Oil masih berada dalam tren bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 65,80. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan penurunan diperkirakan akan berlanjut, dengan support terdekat di 64,80. Jika support ini berhasil ditembus, maka penurunan lanjutan dapat mengarah ke kisaran 64,40–63,90.
Sebagai skenario alternatif, jika harga mampu menembus ke atas level 65,80, maka arah pergerakan selanjutnya diperkirakan akan naik untuk menguji area resistance di 66,15–66,45.
Resistance 1: 65,80 Resistance 2: 66,15 Resistance 3: 66,45
Support1: 64,80 Support 2: 64,40 Support 3: 63,90
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Pergerakan emas pada pada time frame H4 menunjukkan tren naik yang kuat setelah berhasil menembus beberapa level resistance penting, didukung oleh posisi harga yang kini berada di atas SMA 50 sebagai support dinamis. Namun, RSI saat ini berada pada level 73.80, yang mengindikasikan kondisi overbought dan meningkatkan kemungkinan koreksi jangka pendek.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan tekanan bearish. Ini terlihat dari posisi harga yang berada di bawah SMA 50 dan pola penurunan yang konsisten sejak pertengahan Juli.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih cenderung bullish. Level pivot berada di area 3.380. Selama harga bertahan di atas level ini, potensi kenaikan diperkirakan berlanjut untuk menguji resistance di kisaran 3.402 hingga 3.425.
Pergerakan emas pada grafik H4 menunjukkan penguatan setelah berhasil menembus area resistance 3.375 dan bergerak stabil di atas SMA 50, mengindikasikan tekanan beli yang solid. RSI saat ini berada di atas level 70, menandakan kondisi overbought yang meningkatkan potensi koreksi sementara sebelum tren naik berlanjut.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih berada dalam tekanan setelah gagal menembus resistance dan terus bergerak di bawah SMA 50, mengindikasikan tren lemah dalam jangka pendek. RSI yang berada di kisaran 44 menunjukkan dominasi seller dengan momentum beli yang masih terbatas.
Berdasarkan analisis Trading Central, pergerakan EUR/USD pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish, dengan level pivot berada di 1.1605. Selama harga tetap bergerak di atas level ini, potensi penguatan diperkirakan masih berlanjut. Resistance terdekat berada di area 1.1657. Jika level ini berhasil ditembus, maka peluang kenaikan lanjutan terbuka menuju resistance berikutnya di kisaran 1.1685 hingga 1.1720.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan pergerakan dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan naik, didukung oleh garis tren naik (biru) yang masih terjaga serta posisi harga yang berada di atas SMA 50, mengindikasikan potensi lanjutan tren bullish. Namun, harga saat ini sedang menguji area resistance di sekitar 3.357.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat harga berada dalam tekanan setelah gagal bertahan di atas SMA 50, yang kini kembali berperan sebagai resistance dinamis. Koreksi ini menempatkan harga mendekati zona support 65,01; jika level ini ditembus, maka penurunan berpotensi berlanjut menuju 64,18 hingga 63,13.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pasangan USD/JPY masih berpotensi melanjutkan tren bearish pada time frame H4. Level pivot berada di 149.00. Selama harga tetap di bawah level ini, tekanan jual diperkirakan berlanjut. Target penurunan berada di area support 148.25 hingga 147.75.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan harga bergerak dalam tren naik jangka pendek, didukung oleh garis uptrend line yang masih terjaga. Harga saat ini juga berada di atas SMA 50, yang berfungsi sebagai support dinamis tambahan. Area 3.310–3.324 menjadi zona support penting, dan harga telah memantul dari sana, mengindikasikan adanya minat beli.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan harga berada dalam tren turun setelah penurunan tajam dari area 70 an, dan saat ini sedang melakukan pullback ke area resistance di sekitar 67,12 yang berdekatan dengan SMA 50. Terlihat ada gap kecil yang mungkin sedang coba diisi oleh harga, namun tekanan jual masih mendominasi selama harga berada di bawah resistance 67.12.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish. Level pivot berada di 1.3430. Selama harga bergerak di bawah level ini, tekanan jual diperkirakan berlanjut. Target penurunan berada di area support 1.3360 hingga 1.3300.
