FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bullish Range 0,71500 – 0,72000
Dikatakan pada pekan kemarin Aussie terhadap mata uang Dollar AS terus berada di jalur pelemahannya. Bahkan Aussie berada di jalur untuk mencatat kerugian mingguan pertamanya dalam sebulan, karena selera risiko memburuk di tengah konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Dollar Australia, yang sering dianggap sebagai indikator risiko global, tetap berada di bawah tekanan karena pasar saham Asia terus melemah dari level tertinggi sepanjang masa akibat memudarnya harapan akan kemajuan berkelanjutan dalam pembicaraan AS-Iran, sementara kekhawatiran atas gangguan terhadap aliran energi melalui Selat Hormuz semakin menekan dan meningkatkan permintaan akan Dollar AS sebagai aset aman. Namun, kerugian dibatasi oleh ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia dapat menaikkan suku bunga bulan depan di tengah pasar tenaga kerja yang kuat dan inflasi yang didorong oleh harga minyak. Pasar kini menantikan angka inflasi penting yang akan dirilis Rabu nanti untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek kebijakan. Di tempat lain, Jepang dan Australia dijadwalkan untuk menyepakati perjanjian keamanan ekonomi pada awal Mei yang mencakup energi, logam tanah jarang, pangan, dan komoditas penting lainnya, yang menawarkan dukungan tambahan untuk mata uang yang terkait dengan komoditas.
Pivot : 0,71396
R1 : 0,71652 S1 : 0,71246
R2 : 0,71802 S2 : 0,70990
R3 : 0,72058 S3 : 0,70840
USDJPY
Opportunity: Bearish Range 159,300 – 158,700
Menutup pekan kemarin mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback berusaha menguat meski terbatas dan sementara. Hampir selama pekan lalu Yen mengalami pelemahan dan diperkirakan telah turun hampir 1%, meskipun pihak berwenang mengeluarkan peringatan baru tentang potensi intervensi dan inflasi domestik meningkat. Menteri Keuangan Katayama menyatakan bahwa para pejabat tetap memiliki “kebebasan penuh” untuk melakukan intervensi di pasar mata uang guna mendukung Yen, dan menambahkan bahwa pihak berwenang siap mengambil tindakan “tegas” terhadap pergerakan spekulatif. Dari sisi data, inflasi inti Jepang meningkat untuk pertama kalinya dalam lima bulan, didorong oleh biaya energi yang lebih tinggi, meskipun tetap di bawah target 2% Bank Sentral Jepang. Bank Sentral Jepang (BOJ) secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah Selasa esok hari karena para pembuat kebijakan menilai meningkatnya ketidakpastian yang terkait dengan Timur Tengah, di mana perundingan perdamaian AS-Iran yang terhenti dan blokade yang berkelanjutan di Selat Hormuz terus meningkatkan risiko inflasi dan pertumbuhan. Kenaikan harga energi yang terkait dengan konflik Iran telah menekan Yen, mencerminkan ketergantungan Jepang yang besar pada impor minyak.
Pivot : 159,509
R1 : 159,716 S1 : 159,185
R2 : 160,040 S2 : 158,978
R3 : 160,247 S3 : 158,654
GBPUSD
Opportunity : Bullish menuju : 1.3559 – 1.3594
Pounds menguat cukup signifikan pada perdagangan di akhir pekan kemarin. Dolar AS melemah meskipun masih berada dalam tren penguatan mingguan. Ketidakpastian geopolitik membuat pelaku pasar tetap berhati-hati. Faktor geopolitik menjadi pendorong utama dalam proyeksi mingguan kali ini. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, melakukan kunjungan ke Pakistan untuk membahas peluang dimulainya kembali negosiasi dengan Amerika Serikat. Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa Iran tengah menyiapkan proposal yang berpotensi memenuhi tuntutan Washington. Pernyataan tersebut mendorong optimisme pasar terhadap kemungkinan meredanya konflik.GBP masih berpotensi menguat pada perdagangan hari ini yang didukung optimisme negosiasi gencatan senjata akan tercapai, namun para investor tetap berhati-hati akan terjadinya perubahan situasi konflik.
Open : 1.3497 Pivot 1.3504
R1 : 1.3534 S1 : 1.3484
R2 : 1.3559 S2 : 1.3453
R3 : 1.3594 S3 : 1.3418
EURUSD
Opportunity : Bullish menuju 1.1741 – 1.1762
Euro ditutup menguat pada perdagangan Jumat kemarin. Faktor geopolitik menjadi pendorong utama dalam pergerakan nilai mata-uang. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, melakukan kunjungan ke Pakistan untuk membahas peluang dimulainya kembali negosiasi dengan Amerika Serikat. Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa Iran tengah menyiapkan proposal yang berpotensi memenuhi tuntutan Washington. Pernyataan tersebut mendorong optimisme pasar terhadap kemungkinan meredanya konflik. Dolar AS melemah tipis, meskipun masih berada dalam tren penguatan mingguan. Ketidakpastian geopolitik membuat pelaku pasar tetap berhati-hati. EUR masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini seiring meredanya konflik Timur-tengah yang dapat mengurangi kekhawatiran para Investor untuk meninggalkan aset safe haven yaitu Dollar.
Open : 1.1693 Pivot : 1.1702
R1 : 1.1720 S1 : 1.1691
R2 : 1.1741 S2 : 1.1672
R3 : 1.1762 S3 : 1.1642
USDCHF
Opportunity : Bearish menuju : 0.7844 – 0.7805
Swiss Franc diperdagangkan cukup stabil pada Jumat kemarin. Mata-uang Swiss tidak dapat memanfaatkan dengan baik saat pelemahan mata-uang Dollar AS melemah terhadap mata-uang utama lainnya. Faktor geopolitik menjadi pendorong utama dalam pergerakan nilai mata-uang. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, melakukan kunjungan ke Pakistan untuk membahas peluang dimulainya kembali negosiasi dengan Amerika Serikat. Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa Iran tengah menyiapkan proposal yang berpotensi memenuhi tuntutan Washington. Pernyataan tersebut mendorong optimisme pasar terhadap kemungkinan meredanya konflik. Dolar AS melemah tipis, meskipun masih berada dalam tren penguatan mingguan. Ketidakpastian geopolitik membuat pelaku pasar tetap berhati-hati. CHF berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini seiring meredanya konflik Timur-tengah yang akan kembali menekan mata-uang U.S Dollar.
Open : 0.7864 Pivot : 0.7856
R1 : 0.7863 S1 : 0.7844
R2 : 0.7875 S2 : 0.7831
R3 : 0.7895 S3. : 0.7805
USDCAD
Opportunity : Sell limit di 1.39025 dengan target 1.38794 dan stop loss diatas 1.39488
Secara struktur, USDCAD masih berada dalam uptrend yang valid, ditandai dengan pola higher high dan higher low yang konsisten sejak pertengahan Maret. Namun, pergerakan terakhir menunjukkan fase retracement setelah harga gagal melanjutkan kenaikan di area 1.39400 dan saat ini terkoreksi menuju area keseimbangan di sekitar pivot 1.38871. Secara teknikal, posisi harga di area pivot ini menjadi titik krusial karena menentukan apakah tren bullish akan berlanjut atau justru terjadi koreksi lebih dalam.
Open price :1.38722 Pivot :1.38871
R1: 1.39025 S1: 1.38562
R2: 1.39334 S2: 1.38408
R3: 1.39488 S3: 1.38099
DXY
Opportunity: Bearish Range 98,500 – 98,200
Tekanan mulai melanda pergerakan mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya. Kondisi ini terlihat jelas pada Indeks Dolar AS (DXY) yang mulai turun dan sentuh level terendah hariannya 98,489. Nasib mata uang Dollar AS ini memangkas kenaikan sebelumnya, karena para pedagang terus fokus pada perkembangan di Timur Tengah. Al Jazeera melaporkan bahwa sumber-sumber pemerintah mengindikasikan “kemungkinan besar akan adanya terobosan” dalam pembicaraan AS-Iran di Islamabad, dengan delegasi yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Iran diperkirakan akan tiba di ibu kota Pakistan malam ini. Selain itu, Presiden AS Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata di Lebanon selama tiga minggu, yang seharusnya berakhir pada hari Minggu. Meskipun demikian, Dollar AS masih menguat sekitar 0,7% dalam seminggu, karena kebuntuan dalam pembicaraan AS-Iran dan hampir tertutupnya Selat Hormuz terus mendukung harga minyak yang lebih tinggi dan menambah tekanan inflasi, mendorong para pedagang untuk menilai kembali prospek suku bunga. Secara luas diperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga dana federal tidak berubah pekan ini, dan tidak ada perubahan suku bunga lebih lanjut yang diperkirakan untuk sisa tahun ini.
Pivot : 98,638
R1 : 98,787 S1 : 98,361
R2 : 99,064 S2 : 98,212
R3 : 99,213 S3 : 97,935

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bullish ke area 58,300
Indeks Nikkei 225 naik 0,3% menjadi sekitar 59.900, sementara Indeks Topix yang lebih luas turun 0,3% menjadi 3.705 pada hari Senin, mencerminkan kurangnya arah yang jelas karena harga minyak naik menyusul perundingan perdamaian AS-Iran yang terhenti. Presiden Donald Trump membatalkan rencana untuk mengirim utusan senior ke Pakistan untuk putaran kedua negosiasi dengan Iran, sementara Teheran menegaskan kembali bahwa mereka tidak akan terlibat di bawah ancaman atau kondisi blokade. Investor juga menjadi lebih berhati-hati menjelang pertemuan kebijakan Bank of Japan minggu ini, di mana suku bunga secara luas diperkirakan akan tetap tidak berubah karena para pembuat kebijakan mengevaluasi dampak ekonomi dari konflik Timur Tengah. Dalam pembaruan perusahaan, Nomura Holdings turun lebih dari 5% setelah gagal memenuhi ekspektasi laba kuartal keempat karena penurunan nilai aset dan kerugian di Eropa. Sementara itu, Denso naik hampir 4% setelah mengisyaratkan bahwa mereka mungkin akan menarik proposal pengambilalihan untuk Rohm, yang turun 13%.
Pivot : 57,153
R1 : 58,186 S1 : 56,023
R2 : 58,718 S2 : 55,588
R3 : 60,283 S3 : 54,023
HANGSENG
Opportunity: Koreksi ke area: 27,000
Indeks Hang Seng diperdagangkan dengan sedikit perubahan, 0,2% pada 26.010 pada hari Senin, karena volatilitas awal mereda dan digantikan oleh sentimen hati-hati di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan gangguan di pasar energi. Harga minyak melonjak ke level tertinggi baru-baru ini setelah perundingan perdamaian AS-Iran yang terhenti membuat Selat Hormuz sebagian besar tidak dapat dilalui, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang kendala pasokan yang berkepanjangan dan inflasi global. Harga minyak mentah yang lebih tinggi membebani selera risiko, karena investor khawatir bahwa tekanan biaya energi yang terus-menerus dapat menunda pelonggaran moneter yang diharapkan. Kontrak berjangka saham AS juga sedikit turun menjelang pekan yang sibuk dengan pertemuan bank sentral dan laporan pendapatan penting. Saham Hong Kong tertinggal dari rekan-rekan regionalnya, dengan investor bersikap defensif di tengah ketidakpastian prospek suku bunga. Namun demikian, saham semikonduktor memperpanjang kenaikan dari sesi sebelumnya, dipimpin oleh SMIC, yang melonjak 6,0%. Pergerakan lainnya termasuk AIA Group (1,4%), Lenovo (1,3%), dan Shenzhen Xunce Technology (1,4%).
Pivot : 27,272
R1 : 27,428 S1 : 27,125
R2 : 27,575 S2 : 26,969
R3 : 27,878 S3 : 26,666
NASDAQ
Opportunity:Buy Limit: 25,385| SL: 25,285 | TP: 25,800
Kontrak berjangka saham AS turun pada hari Senin karena upaya untuk menghidupkan kembali negosiasi perdamaian AS-Iran gagal mendapatkan momentum, membuat investor tetap berhati-hati di tengah ketegangan geopolitik yang terus berlanjut. Presiden Donald Trump membatalkan rencana untuk mengirim utusan senior ke Pakistan untuk putaran kedua pembicaraan dengan Iran, sementara Teheran menegaskan kembali bahwa mereka tidak akan terlibat dalam negosiasi di bawah ancaman atau blokade. Harga minyak kembali naik karena konflik Timur Tengah memasuki minggu kesembilan dan Selat Hormuz tetap tertutup, memicu kekhawatiran inflasi dan meningkatkan kemungkinan bahwa bank sentral dapat mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama atau bahkan memperketatnya lebih lanjut. Sementara itu, investor mengalihkan fokus mereka ke pendapatan dari perusahaan teknologi raksasa minggu ini, termasuk Microsoft, Amazon, Alphabet, Meta, dan Apple. Federal Reserve juga secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga kebijakannya tetap stabil pada hari Rabu.
Pivot : 25,342.17
R1 : 25,771.08 S1 : 25,126.33
R2 : 25,986.92 S2 : 24,697.42
R3 : 26,631.67 S3 : 24,052.67

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Gagal bertahan di atas level 4.743 membuat tren tetap berada dalam tekanan bearish. Namun, saat ini harga mulai mendekati area support di kisaran 4.668–4.664, sehingga membuka peluang terjadinya rebound untuk kembali menguji resistance di level 4.743.
Harga emas mengalami tekanan lanjutan pada awal pekan ini dengan penurunan hingga di bawah level $4.700 per ounce, memperpanjang pelemahan yang telah terjadi sejak pekan sebelumnya. Penurunan ini terjadi di tengah memburuknya prospek geopolitik setelah upaya untuk menghidupkan kembali negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran kembali menemui jalan buntu. Pembatalan kunjungan utusan utama oleh Presiden AS Donald Trump untuk melanjutkan pembicaraan, serta sikap tegas Iran yang menolak negosiasi di bawah tekanan, semakin meningkatkan ketidakpastian global.
Di sisi lain, penutupan efektif Selat Hormuz memicu lonjakan harga energi dan meningkatkan kekhawatiran inflasi global. Kondisi ini secara tidak langsung memberikan tekanan terhadap emas sebagai aset non-yielding. Ekspektasi bahwa bank sentral, khususnya Federal Reserve, akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama—atau bahkan memperketat kebijakan moneter—membuat daya tarik emas berkurang. Dengan prospek pemangkasan suku bunga yang cenderung gradual di bawah kepemimpinan Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, pasar emas masih menghadapi tekanan dari sisi kebijakan moneter dan penguatan yield.
Pivot : 4.771
R1 4.743 R2 4.771 R3 4.833
S1 4.668 S2 4.644 S3 4.607
Silver
Opportunity : Buy stop di 76.423 dengan target 77.609 dan stop loss dibawah 73.900
Pada XAGUSD, struktur besar masih menunjukkan downtrend, namun pergerakan terbaru memperlihatkan fase pullback bullish yang cukup kuat dari area bawah sekitar 68–70 hingga saat ini mendekati resistance penting. Kenaikan ini lebih bersifat korektif daripada pembalikan tren, karena belum ada perubahan struktur menjadi higher high yang signifikan pada timeframe H4. Saat ini harga bergerak di sekitar pivot 75.041 dan mendekati resistance 76.273, yang menjadi area kunci untuk menentukan arah selanjutnya.
Open price :75.003 Pivot :75.041
R1: 76.273 S1: 73.900
R2: 77.374 S2: 72.628
R3: 78.646 S3: 71.527
Oil
Opportunity : Trend bullish selama bertahan di atas SMA 50 dan support 92,26, testing resistance 97,90 – 99,92.
Harga minyak mentah menunjukkan penguatan signifikan, dengan WTI crude futures kembali naik di atas $96 per barel setelah sempat terkoreksi pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh berlanjutnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang kini telah memasuki minggu kesembilan. Kebuntuan dalam negosiasi, serta penegasan Iran yang menolak dialog dalam kondisi tekanan atau blokade, semakin memperburuk situasi.
Penutupan Selat Hormuz menjadi faktor kunci yang membatasi pasokan minyak global, mengingat jalur tersebut merupakan salah satu rute distribusi energi paling vital di dunia. Selain itu, blokade laut oleh AS terhadap ekspor minyak Iran turut memperketat suplai. Badan Energi Internasional (IEA) bahkan menyebut kondisi ini sebagai guncangan pasokan energi terbesar yang pernah tercatat. Meskipun terdapat kemungkinan pembukaan kembali jalur tersebut, para analis memperkirakan normalisasi aliran minyak akan memakan waktu berbulan-bulan, sehingga tekanan kenaikan harga masih akan bertahan dalam jangka menengah.
Pivot: 92,26
R1 97,90 S1 92,26
R2 99,92 S2 89,57
R3 102,58 S3 87,58
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Jum’at, 27 April 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Konflik AS-Iran Picu Ketidakpastian, Bagaimana Arah Pasar di Minggu Ini?
Catat jam dan waktunya ya!
| Senin, 27 April 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
