Perang Timur Tengah Picu Aksi Safe Haven
Perang Timur Tengah kembali mengguncang pasar keuangan global. Konflik yang meluas mendorong investor memburu aset safe haven, mengangkat dolar AS dan harga minyak secara tajam. Pada saat yang sama, bursa saham dunia kompak melemah karena pelaku pasar khawatir tekanan inflasi akan kembali meningkat.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membela langkah perang terbuka terhadap Iran. Ia mengatakan memiliki “firasat” bahwa Iran akan menyerang setelah negosiasi nuklir menemui jalan buntu. Militer Israel juga menyatakan telah menyerang fasilitas Iran yang disebut bertujuan mengembangkan kapabilitas senjata nuklir.
Di Wall Street, indeks memangkas penurunan dan ditutup melemah kurang dari 1%. Namun tekanan di Eropa jauh lebih dalam. Indeks STOXX 600 anjlok lebih dari 3%, sementara indeks Asia Pasifik turun 3,5%. Korea Selatan memimpin pelemahan dengan KOSPI merosot 7,2% seiring won yang melemah tajam.
Komentar pelaku pasar menegaskan bahwa perang ini menghantam Eropa dan negara pengimpor minyak secara tidak proporsional. Selain itu, pasar saat ini bergerak sangat sensitif terhadap berita utama. Risiko pergerakan tajam dua arah pun meningkat.
Lonjakan Harga Minyak Perburuk Inflasi
Lonjakan harga energi menjadi dampak langsung dari Perang Timur Tengah. Minyak mentah AS melonjak 4,7% ke USD 74,56 per barel setelah sempat naik lebih dari 6% sehari sebelumnya. Brent juga naik 4,71% ke USD 81,40 per barel.
Kenaikan tajam ini memperbesar kekhawatiran inflasi global. Data ISM manufaktur menunjukkan aktivitas AS tumbuh stabil pada Februari. Namun indeks harga di tingkat pabrik melonjak ke level tertinggi dalam hampir tiga setengah tahun akibat tarif. Tekanan inflasi sudah muncul bahkan sebelum serangan terhadap Iran terjadi.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan pemerintah akan mengambil langkah untuk meredam kenaikan harga energi akibat lonjakan minyak. Pernyataan ini memberi sinyal bahwa pemerintah menyadari risiko inflasi yang membesar.
Dolar Menguat Seiring dengan kenaikan Yield Obligasi AS
Di pasar obligasi, imbal hasil Treasury AS bergerak terbatas setelah sempat menyentuh level lebih tinggi. Yield tenor 10 tahun naik tipis ke 4,063%. Sementara itu, tenor 2 tahun yang sensitif terhadap ekspektasi suku bunga naik ke 3,508%.
Dolar AS menguat ke level tertinggi beberapa bulan terhadap euro, sterling, dan yen. Indeks dolar naik 0,53% ke 99,04. Penguatan ini mencerminkan arus dana ke aset aman di tengah Perang Timur Tengah yang belum menunjukkan tanda mereda.
Prospek Harga Emas Rabu | 04 Maret 2026
Pada grafik H4, tekanan jual terlihat dominan setelah harga gagal mempertahankan posisi di bawah resistance 5.375 dan breakdown dari area 5.250 yang kini berubah menjadi resistance kuat. Penurunan tersebut membawa harga mencetak low baru di 4.945 sebelum akhirnya terjadi rebound teknikal.
Saat ini harga sedang menguji area SMA 50 di kisaran 5.168 yang menjadi resistance terdekat. Jika mampu ditembus dan bertahan di atasnya, peluang penguatan lanjutan menuju 5.250 kembali terbuka. Namun selama harga masih tertahan di bawah 5.168, bias jangka pendek tetap cenderung bearish. Support terdekat berada di 5.079, dan jika level ini kembali ditembus, maka potensi penurunan lanjutan untuk menguji 4.945 masih cukup besar. RSI yang masih berada di bawah level 50 turut mengindikasikan momentum belum sepenuhnya pulih.
GOLD INTRADAY AREA
R1 5.168 R2 5.250 R3 5.375
S1 5.079 S2 4.996 S3 4.945
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | Breakout 5.170 |
| Profit Target Level | 5.250 |
| Stop Loss Level | 5.140 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 5.165 |
| Profit Target Level | 5.080 |
| Stop Loss Level | 5.200 |
Prospek Harga US Oil Rabu | 04 Maret 2025
Pada grafik H4 US Oil, harga terlihat melanjutkan tren bullish setelah breakout kuat yang membentuk gap di area 69–70. Gap tersebut sejauh ini belum tertutup dan justru diikuti dengan kenaikan tajam hingga menembus resistance 73.29, mengindikasikan momentum beli masih dominan.
Saat ini harga bergerak di atas SMA 50, menandakan tren jangka pendek tetap positif. RSI juga berada di kisaran 69–70, mendekati area overbought, sehingga meski bias masih bullish, potensi koreksi teknikal tetap perlu diwaspadai.
Selama harga bertahan di atas 73.29, peluang kenaikan menuju 77.91 hingga 79.24 masih terbuka. Namun jika terjadi koreksi dan harga turun kembali di bawah 73.29, maka area 71.63 hingga 69.27 berpotensi menjadi support terdekat sekaligus area uji pullback.
US Oil INTRADAY AREA
R1 77,91 R2 79,24 R3 80,75
S1 73,29 S2 71,63 S3 69,27
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 73,50 |
| Profit Target Level | 77,00 |
| Stop Loss Level | 71,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 77,90 |
| Profit Target Level | 75,00 |
| Stop Loss Level | 79,30 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Pada grafik H4, emas sudah breakout dari pola rectangle 5.100–5.250 dan membentuk gap ke atas. Gap di area 5.250–5.280 sempat hampir tertutup, namun harga kembali naik dan kini bertahan di atasnya, sehingga zona tersebut berfungsi sebagai support baru.
Pada grafik H4, US Oil terlihat melakukan breakout kuat dari area konsolidasi di sekitar 66.00–67.77 dan membentuk gap naik hingga area 69.27. Gap tersebut belum tertutup dan kini menjadi support terdekat, menandakan tekanan beli masih dominan dalam jangka pendek.
Pergerakan emas pada timeframe H4 terlihat berada dalam fase konsolidasi setelah kenaikan sebelumnya, dengan harga bergerak sideways di area 5.100–5.217 yang menjadi zona kunci jangka pendek. Selama harga tetap bertahan di atas support 5.100 dan masih bergerak di atas SMA 50, bias bullish masih terjaga meskipun momentum cenderung melemah, tercermin dari RSI yang bergerak datar di sekitar level 50–60.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 terlihat mulai kehilangan momentum bullish setelah gagal bertahan di atas area resistance 67,05–67,73, dengan harga saat ini kembali mendekati area SMA 50 di sekitar 64,61. Selama harga masih bergerak di bawah resistance tersebut, tekanan koreksi cenderung meningkat, terutama jika terjadi penembusan di bawah 64,61 yang dapat membuka ruang penurunan lebih lanjut menuju 63,61 hingga 62,41.
Pergerakan emas pada timeframe H4 masih menunjukkan bias bullish setelah harga mampu bertahan di atas SMA 50 serta area support 5.100–5.046. Selama harga tetap berada di atas zona tersebut, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance berikutnya di kisaran 5.250 hingga 5.312.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 masih berada dalam fase konsolidasi setelah reli sebelumnya, dengan harga bergerak di dalam range 65.43 hingga 67.05 sebagai area kunci jangka pendek. Harga sempat turun menembus 65.43, namun kembali bertahan di atas level tersebut, sehingga struktur konsolidasi masih tetap valid.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan bahwa harga sebelumnya sempat naik hingga membentuk high di area 5.250, sebelum akhirnya mengalami koreksi yang masih tergolong sehat. Tekanan turun tertahan di area 5.100 sebagai support terdekat, sementara posisi harga yang tetap berada di atas SMA 50 di sekitar 5.046 menandakan struktur bullish masih terjaga. Saat ini harga cenderung bergerak konsolidatif di bawah resistance 5.192, dan selama bertahan di atas 5.100, peluang kenaikan masih terbuka untuk kembali menguji 5.192 hingga 5.250.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan fase konsolidasi setelah kenaikan sebelumnya. Harga bergerak sideways dalam range 65.43 hingga 67.05 sebagai zona kunci jangka pendek. Harga juga masih bertahan di atas SMA 50 di sekitar 64.61, sehingga bias bullish tetap terjaga selama tidak ditembus ke bawah.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan momentum bullish yang kuat setelah berhasil menembus area 5.146 dan 5.205 yang kini beralih fungsi menjadi support. Harga bergerak stabil di atas level tersebut dan tetap didukung oleh posisi di atas SMA 50 , mencerminkan tren naik yang terjaga.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan fase konsolidasi setelah reli kuat, dengan harga bergerak sideways di dalam area 65.43–67.05 yang kini menjadi zona kunci. Selama harga mampu bertahan di atas support 65.43, bias bullish masih terjaga dan berpotensi melanjutkan kenaikan menuju resistance 67.73 hingga 68.55. Namun, jika terjadi breakdown di bawah 65.43, harga berisiko mengalami koreksi lebih dalam menuju area 64.61, sebelum kembali menentukan arah selanjutnya.
Harga emas pada timeframe H4 terlihat melanjutkan momentum bullish setelah berhasil breakout dari area resistance 5.046 dan bergerak stabil di atas SMA 50, yang kini berfungsi sebagai support dinamis. Struktur higher low yang terbentuk sejak pertengahan Februari diperkuat oleh trendline naik, menunjukkan tekanan beli yang masih dominan.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan momentum bullish yang masih terjaga setelah breakout kuat dari area resistance 65,43 dan kini bergerak di atas MA sebagai support dinamis. Struktur higher high dan higher low mengindikasikan tren naik yang solid, meskipun saat ini terlihat fase konsolidasi ringan setelah kenaikan tajam.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih cenderung bullish, dengan level pivot berada di 4.980. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance di 5.045, 5.080, hingga 5.115.
Pergerakan emas pada timeframe H4 terlihat masih bergerak sideways dalam range yang cukup jelas, dengan harga tertahan di area resistance 5.046–5.100 dan support di kisaran 4.906 hingga 4.842. Area yang diarsir menunjukkan fase konsolidasi setelah penurunan tajam sebelumnya, menandakan pasar masih mencari arah berikutnya.
Pada grafik H4, US Oil bergerak dalam fase sideway lebar di kisaran 61,08 hingga 66,41. Sebelumnya harga sempat tertekan turun ke bawah SMA 50 di area 63,61 dan membentuk low di sekitar 61,79, menandakan tekanan jual sempat mendominasi dalam jangka pendek.
