Market Summary
Peluang Trading Perak kembali menjadi perhatian pasar menjelang rilis data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat. Harga perak (XAG/USD) bergerak stabil di kisaran USD 85,20 per troy ounce pada sesi Eropa, masih sedikit di bawah rekor tertinggi. Kondisi ini membuat Peluang Trading Perak semakin menarik karena logam mulia mendapat dukungan dari meningkatnya minat safe haven di tengah ketegangan geopolitik global serta kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve.
Ketegangan Geopolitik Dorong Permintaan Safe Haven
Minat beli perak menguat seiring meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menerapkan tarif 25% terhadap negara yang tetap melakukan perdagangan dengan Iran. Langkah ini menambah tekanan terhadap Teheran dan memicu kehati-hatian pelaku pasar. Kondisi tersebut membuat aset lindung nilai seperti perak tetap diminati.
Tekanan Politik terhadap The Fed
Harga perak mendapat dorongan dari meningkatnya kekhawatiran pasar terkait independensi The Fed. Jaksa federal AS mengancam akan mendakwa Ketua The Fed Jerome Powell atas pernyataannya di Kongres mengenai proyek renovasi gedung. Tekanan dari pemerintahan Trump agar suku bunga diturunkan turut meningkatkan ketidakpastian arah kebijakan moneter, sehingga mendukung pergerakan perak sebagai aset non-yield.
Ekspektasi Suku Bunga dan Data Inflasi AS
Pasar saat ini memproyeksikan dua kali pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini, dengan peluang dimulai pada Juni. Alat FedWatch dari CME Group menunjukkan probabilitas 95% bahwa suku bunga akan tetap pada pertemuan Januari. Namun, rilis CPI AS berpotensi mengubah ekspektasi tersebut jika inflasi menunjukkan kenaikan di atas perkiraan.
Pergerakan Dolar AS Menjelang CPI
Indeks Dolar AS (DXY) bertahan di sekitar level 99,00 setelah mencatat pelemahan pada sesi sebelumnya. Dolar menghadapi tekanan dari ekspektasi kebijakan moneter yang lebih dovish, didukung oleh perlambatan pertumbuhan tenaga kerja AS. Pelemahan dolar cenderung memberikan ruang penguatan bagi harga perak.
Proyeksi Data CPI dan Dampaknya ke Pasar
Inflasi tahunan AS diperkirakan bertahan di level 2,7% pada Desember, sementara inflasi inti diproyeksikan naik tipis dari 2,6% menjadi 2,7%. Secara bulanan, CPI utama dan inti diperkirakan meningkat 0,3%, didorong oleh kenaikan harga barang. Data ini menjadi fokus utama trader karena berpotensi memicu volatilitas pada pasar perak dan dolar AS.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan harga perak masih berpeluang bullish pada time frame H4, dengan level pivot berada di 83,45. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, potensi penguatan diperkirakan berlanjut dengan resistance terdekat di 86,20. Jika level ini berhasil ditembus, maka peluang kenaikan lanjutan terbuka menuju area resistance 86,90–87,80.
Sebagai skenario alternatif, Trading Central menilai bahwa apabila harga turun dan menembus ke bawah 83,45, tekanan jual berpotensi meningkat sehingga membuka peluang penurunan lanjutan untuk menguji area support di kisaran 82,30–81,00.
Resistance 1: 86,20 Resistance 2: 86,90 Resistance 3: 87,80
Support1: 83,45 Support 2: 82,30 Support 3: 81,00
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bearish dengan level pivot di 1.1700. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih berlanjut dengan potensi pengujian area support 1.1660 hingga 1.1620.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas masih cenderung bullish pada time frame H4. Level pivot berada di area 4.445. Selama harga mampu bertahan di atas level ini, peluang kenaikan tetap terbuka dengan target resistance terdekat di 4.483. Jika level resistance tersebut berhasil ditembus, harga berpotensi melanjutkan penguatan untuk menguji area resistance berikutnya di kisaran 4.500–4.525.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan USD/CHF pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bullish, dengan level pivot di 0,7955. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, potensi kenaikan tetap terbuka untuk menguji level 0,7990, kemudian 0,8005, hingga 0,8080.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan harga perak pada time frame H4 masih berada dalam tren menurun dengan level pivot di 81,00. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan bearish berpotensi berlanjut untuk menguji area support di kisaran 78,20-76,00.
Harga emas pada grafik H4 kembali menguat dan bertahan di atas SMA 50 yang berfungsi sebagai support dinamis di sekitar 4.426. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, bias bullish jangka pendek masih terjaga. Kenaikan lanjutan berpotensi mengarah ke resistance 4.475, kemudian 4.520 hingga 4.550.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan harga sempat menembus resistance 58,45, namun gagal bertahan dan berbalik turun cukup tajam. Tekanan jual berlanjut hingga harga menembus area 57,50 yang sebelumnya berperan sebagai support, sehingga level tersebut kini berubah fungsi menjadi resistance terdekat. Saat ini harga juga bergerak di bawah SMA 50 di kisaran 57,91, menegaskan bahwa bias bearish kembali mendominasi.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa harga emas masih berpotensi bullish pada time frame H4. Selama harga bertahan di atas level pivot 4.370, peluang kenaikan tetap terbuka dengan resistance terdekat di 4.460. Jika harga mampu menembus area tersebut, kenaikan lanjutan berpotensi menguji zona resistance berikutnya di kisaran 4.460–4.518.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas masih berada dalam tren bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 4.340. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka dengan resistance terdekat di 4.404. Jika harga berhasil menembus area ini, potensi penguatan selanjutnya mengarah ke resistance 4.438 hingga 4.480.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central melihat peluang trading XAG/USD masih berpotensi melanjutkan penurunan pada time frame H4, dengan level pivot di 74,30. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih mendominasi, dengan support terdekat di 70,50. Penembusan support ini dapat membuka peluang penurunan lanjutan menuju area support berikutnya di 68,50 hingga 65,80.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 berpeluang mengalami rebound dengan level pivot di 4.322. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan diperkirakan berlanjut dengan resistance terdekat di 4.405. Jika harga mampu menembus area ini, potensi kenaikan lanjutan terbuka menuju kisaran 4.440–4.485.
