Harga Minyak Global Melonjak Akibat Ketegangan Iran-AS
Harga minyak global melonjak tajam setelah ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat. Lonjakan ini terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump, menyampaikan bahwa negaranya siap melancarkan serangan besar terhadap Iran dalam beberapa pekan ke depan.
Pernyataan tersebut langsung memicu kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi. Fokus utama tertuju pada Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia. Risiko gangguan di wilayah ini membuat pelaku pasar bereaksi cepat dengan mendorong harga minyak lebih tinggi.
Pasar Saham Global Bergerak Campuran
Kenaikan harga minyak global memicu volatilitas di pasar saham. Indeks saham global melemah, sementara pergerakan di Wall Street terlihat tidak searah. Dow Jones terkoreksi tipis, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masih mampu mencatat kenaikan terbatas.
Di Eropa, indeks STOXX 600 sempat tertekan sebelum akhirnya memangkas pelemahan. Sementara itu, pasar Asia mengalami tekanan lebih dalam. Indeks Kospi Korea Selatan turun tajam karena investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.
Di tengah kondisi ini, pasar juga merespons kabar bahwa Iran tengah menyusun protokol dengan Oman untuk memantau lalu lintas di Selat Hormuz. Informasi ini sempat menahan tekanan lebih lanjut.
Dolar Menguat, Emas Justru Melemah
Lonjakan harga minyak global ikut mengubah arah pergerakan aset lain. Dolar AS menguat seiring meningkatnya permintaan terhadap aset likuid. Indeks dolar naik dan menunjukkan minat investor terhadap mata uang tersebut.
Sebaliknya, harga emas justru melemah. Penurunan ini terjadi karena penguatan dolar membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor global. Kondisi ini mendorong aksi ambil untung di pasar logam mulia.
Yield Obligasi Naik Karena Tekanan Inflasi
Kenaikan harga energi mendorong ekspektasi inflasi lebih tinggi. Investor mulai memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Yield obligasi pemerintah ikut bergerak naik, terutama di Amerika Serikat dan Eropa. Ekspektasi kebijakan moneter yang ketat kembali muncul dan memengaruhi keputusan investasi global.
Fokus Pasar Tertuju pada Selat Hormuz
Pelaku pasar kini terus memantau perkembangan di Selat Hormuz. Jalur ini menjadi faktor utama dalam menentukan arah harga minyak ke depan.
Selama ketegangan belum mereda, volatilitas pasar diperkirakan tetap tinggi. Pernyataan lanjutan dari Donald Trump juga memperkuat sikap hati-hati investor. Di sisi lain, peluang de-eskalasi masih terbuka jika jalur diplomasi kembali berjalan.
Prospek Harga EUR/USD Jumat| 03 April 2026
Pergerakan EUR/USD pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish, terlihat dari struktur lower high serta posisi harga yang bergerak di bawah garis tren turun dan SMA 50. Saat ini harga mencoba rebound ke area resistance di sekitar 1.1575–1.1620, namun belum mampu menembusnya secara konsisten, sehingga potensi penurunan masih terbuka.
Selama harga tetap tertahan di bawah area resistance tersebut, tekanan jual berpeluang kembali mendominasi untuk menguji support di 1.1480 hingga 1.1410. Indikator RSI yang bergerak di sekitar level netral menunjukkan momentum masih lemah dan belum ada sinyal pembalikan yang kuat dalam waktu dekat.
GOLD INTRADAY AREA
R1 1.15757 R2 1.6229 R3 1.16668
S1 1.14839 S2 1.14427 S3 1.14136
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 1.14430 |
| Profit Target Level | 1.15000 |
| Stop Loss Level | 1.14100 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 1.15470 |
| Profit Target Level | 1.14850 |
| Stop Loss Level | 1.16230 |
Prospek Harga USD/JPY Jumat| 03 April 2025
Pergerakan USD/JPY pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish, terlihat dari struktur higher low yang terbentuk serta harga yang masih bergerak di atas garis tren naik. Saat ini harga sedang berkonsolidasi di sekitar area 159,00–159,40 setelah sempat terkoreksi, namun tetap bertahan di atas support penting di 158,20. Selama level ini tidak ditembus, peluang kenaikan masih terbuka untuk kembali menguji resistance di 160,00 hingga 160,45.
Jika momentum beli kembali menguat dan harga mampu menembus area tersebut, maka potensi kenaikan dapat berlanjut menuju 161,00. Indikator RSI yang berada di atas level 50 juga menunjukkan bahwa momentum bullish masih cukup terjaga meskipun pergerakan cenderung sideways dalam jangka pendek.
US Oil INTRADAY AREA
R1 160,00 R2 160,45 R3 161,00
S1 159,00 S2 158,26 S3 157,50
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 159,30 |
| Profit Target Level | 160,00 |
| Stop Loss Level | 158,80 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 160,00 |
| Profit Target Level | 159,50 |
| Stop Loss Level | 160,50 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa USD/JPY masih memiliki potensi bergerak bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 159,50. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance di 160,00, dilanjutkan ke 160,20 hingga 160,45.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan USD/JPY pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish dengan level pivot di 157,30. Selama harga bertahan di bawah area tersebut, peluang penurunan tetap terbuka untuk menguji support 156,20, lalu 155,85, hingga 155,50.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menilai USD/JPY pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan pivot di 158,50. Selama harga berada di bawah level tersebut, tekanan penurunan diperkirakan berlanjut menuju support terdekat di 157,75. Jika support ini ditembus, USD/JPY berpotensi melanjutkan pelemahan ke area 157,40 hingga 157,00.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa USD/JPY masih berpeluang bergerak bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 155.70. Selama harga berada di bawah area tersebut, tekanan turun diperkirakan berlanjut menuju support 155.00–154.35.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat bahwa USD/JPY pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish dengan level pivot di 156.46. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, potensi penurunan dapat berlanjut menuju support 155.60, kemudian 155.40, hingga 155.20.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa USD/JPY masih memiliki peluang bearish pada time frame H4 dengan level pivot di 157.25. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan turun berpotensi berlanjut untuk menguji support terdekat di 156.25. Jika area ini ditembus, penurunan lanjutan dapat mengarah menuju 155.70–155.20.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa USD/JPY masih memiliki peluang bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 154.30. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan tetap terbuka untuk menguji resistance 155.00. Jika harga berhasil menembus resistance tersebut, momentum naik berpotensi berlanjut menuju area 155.30–155.70.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan potensi bullish pada pergerakan USD/JPY di time frame H4, dengan level pivot di 153.50. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan tetap terbuka, dengan resistance terdekat di 154.35. Jika resistance itu ditembus, kenaikan dapat berlanjut menuju area 154.60 hingga 154.90.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan USD/JPY masih berada dalam tren bullish pada time frame H4. Level pivot berada di 152.65. Selama harga bergerak di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka. Target terdekat berada di resistance 153.20, lalu 153.50, dan berpotensi berlanjut hingga 154.00.
