Market Review
Weekly Review dan Outlook pekan ini menyoroti pasar keuangan global yang bersiap menghadapi salah satu pekan tersibuk tahun ini. Tiga bank sentral besar, yaitu Federal Reserve, Bank of England, dan Bank of Japan, akan mengumumkan keputusan suku bunga secara berurutan. Investor juga menanti data pertumbuhan ekonomi AS, inflasi PCE, inflasi Australia, serta angka pertumbuhan dan inflasi awal Zona Euro. Kombinasi agenda ini membuat volatilitas pasar berpotensi meningkat tajam.
Dolar AS Menguat Jelang Keputusan The Fed
Indeks dolar AS bertahan di kisaran 101,3, tertahan setelah sempat menyentuh level tertinggi satu bulan di 101,5 pada 23 Juli. Penurunan tipis harga energi meredam sementara ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed bulan ini. Meski begitu, indeks dolar hanya berjarak 0,3% dari level tertinggi 15 bulan yang tercatat akhir Juni lalu.
Kekhawatiran inflasi energi kembali menguat setelah eskalasi konflik antara AS dan Iran memicu blokade tanker di Teluk Persia dan Laut Merah, sehingga mendorong harga minyak dan bahan bakar naik. Data PMI dari S&P menunjukkan aktivitas sektor swasta tumbuh paling kuat tahun ini, sementara klaim tunjangan pengangguran turun paling tajam dalam hampir enam dekade. Kedua data ini memperkuat argumen bagi The Fed untuk mempertahankan sikap kebijakan yang ketat.
Euro Tertekan meski Data Ekonomi Solid
EUR/USD melemah ke kisaran 1,1370 meskipun data aktivitas bisnis Juli dari Jerman dan Zona Euro cukup menggembirakan. Kalender domestik Eropa akan padat pekan ini, dimulai dari survei IFO Jerman pada Senin. Indeks Iklim Bisnis diperkirakan membaik ke 86,1 dari 85,6 sebelumnya, sementara pertemuan EcoFin dan Laporan Bulanan Bundesbank juga akan menjadi sorotan.
Data inflasi Jerman akan rilis Kamis, disusul data inflasi Zona Euro yang lebih luas pada Jumat. Inflasi HICP headline Zona Euro diperkirakan naik ke 2,9% YoY dari 2,8%, sedangkan inflasi inti diperkirakan tetap di 2,4%. Eurostat menjadwalkan estimasi flash inflasi Zona Euro berikutnya pada 31 Juli. Pertumbuhan dan inflasi yang lebih kuat dapat menopang euro karena mengurangi ekspektasi pelonggaran lanjutan dari Bank Sentral Eropa. Namun, EUR/USD tetap sensitif terhadap keputusan The Fed dan arah dolar AS secara umum.
Poundsterling Nantikan Keputusan BoE
GBP/USD naik tipis ke kisaran 1,3325 saat investor bersiap menghadapi pengumuman kebijakan moneter BoE pada Kamis. Bank sentral ini diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di 3,75%, setelah voting 7-2 untuk menahan suku bunga pada pertemuan sebelumnya.
Keputusan ini akan disertai risalah rapat, Ringkasan Kebijakan Moneter, dan Laporan Kebijakan Moneter triwulanan. Gubernur BoE Andrew Bailey akan menyampaikan pandangannya setelah pengumuman, dan pasar akan mencermati setiap sinyal dari komentarnya soal arah suku bunga ke depan. BoE juga mengonfirmasi bahwa pertemuan 30 Juli mencakup keputusan kebijakan sekaligus proyeksi ekonomi terbaru.
Yen Jepang Menanti Sinyal dari BoJ
USD/JPY bertahan di kisaran 163,80 menjelang kalender ekonomi Jepang yang padat dan keputusan BoJ pada Jumat. Data inflasi Tokyo akan rilis Kamis malam, dengan CPI di luar makanan segar diperkirakan naik 1,8% YoY dari 1,6%. Tingkat pengangguran diperkirakan stabil di 2,5%, sementara pertumbuhan penjualan ritel diperkirakan melambat ke 2,8% dari 5,3%.
BoJ diperkirakan mempertahankan suku bunga kebijakan di 1,00%. Pernyataan kebijakan moneter akan disertai Laporan Outlook triwulanan dan konferensi pers Bank Jepang. Kalender BoJ mengonfirmasi pertemuan berlangsung pada 30 dan 31 Juli, dengan keputusan dan Laporan Outlook dijadwalkan hari Jumat.
Dolar Australia Diuji Data Inflasi dan PMI China
AUD/USD menguat ke kisaran 0,6980 menjelang sejumlah rilis penting Australia. Gubernur RBA Michele Bullock akan berbicara pada Selasa, sebelum data inflasi Juni terbit Rabu. Pasar akan menyimak komentarnya untuk mencari petunjuk arah kebijakan RBA selanjutnya. CPI bulanan headline diperkirakan naik 0,3% setelah turun 0,7% pada Mei. Inflasi tahunan sebelumnya tercatat 4,0%, sedangkan Trimmed Mean CPI berada di 3,6% YoY. Ukuran inti bulanan diperkirakan naik 0,4% lagi. Biro Statistik Australia menjadwalkan laporan CPI Juni pada 29 Juli.
PMI resmi China juga akan memengaruhi dolar Australia yang sensitif terhadap kondisi ekonomi China. PMI manufaktur diperkirakan turun ke 49,9 dari 50,3, menandai kembalinya kontraksi, sementara PMI non-manufaktur diperkirakan melemah ke 50,0 dari 50,2.
Harga Minyak dan Emas Bergerak Volatil
Minyak WTI melemah ke kisaran $89,20 per barel setelah anjlok tajam akibat laporan bahwa Pakistan dan Iran menjajaki jalan menuju negosiasi baru AS-Iran, di bawah dorongan diplomatik China. Sejumlah sumber tetap mengingatkan bahwa hambatan besar masih menghadang sebelum negosiasi dapat dimulai kembali, sehingga harga minyak mentah tetap rentan terhadap gejolak geopolitik lanjutan.
Emas menguat ke kisaran $4.065 saat investor bersiap menghadapi pekan yang padat dengan agenda bank sentral. Logam mulia ini akan sangat sensitif terhadap bahasa kebijakan The Fed, data inflasi AS, dan imbal hasil Treasury. Pernyataan yang hawkish dari Kevin Warsh berpotensi menekan harga emas, sementara data inflasi PCE yang lebih lunak atau ketidakpastian geopolitik yang meningkat dapat menopang permintaan aset non-yield ini.
Wall Street Bervariasi di Tengah Musim Laporan Keuangan
Indeks saham AS ditutup bervariasi pada Jumat saat investor mencermati laporan keuangan perusahaan dan arah suku bunga. S&P 500 naik tipis, Nasdaq 100 turun 1,1%, dan Dow menambah 236 poin. Harga minyak melandai namun tetap jauh lebih tinggi dibanding pekan sebelumnya akibat eskalasi serangan AS-Iran yang mengganggu lalu lintas tanker di Teluk Persia dan Laut Merah.
Imbal hasil Treasury mengikuti kenaikan harga energi, karena investor menambah taruhan bahwa inflasi yang didorong energi dapat mendorong The Fed menaikkan suku bunga pekan depan. Saham Intel anjlok 7,9% meski mencatat pertumbuhan pendapatan terkuat dalam 17 tahun, mencerminkan volatilitas sektor semikonduktor yang masih tinggi setelah reli tajam sejak kuartal kedua. Kekhawatiran soal belanja modal AI turut menekan saham hyperscaler, dengan Tesla turun 2,1% dan Meta turun 1,8%. Di sisi lain, Amex turun 4,3% usai laporan keuangan, sementara Verizon melesat 5,8% berkat pertumbuhan pelanggan yang melampaui ekspektasi.
WEEK AHEAD
(27 – 31 Juli 2026)
Outlook Pekan Ini: Fokus pada The Fed, BoE, dan BoJ
Weekly Review dan Outlook pekan mendatang akan didominasi oleh keputusan kebijakan moneter dari The Fed, BoE, dan BoJ. Data GDP dan inflasi PCE AS, inflasi Australia, serta angka pertumbuhan dan inflasi awal Zona Euro juga akan menyita perhatian pasar.
Indeks dolar AS (DXY) berada di kisaran 101,50 menjelang kalender ekonomi AS yang padat. Data Pesanan Barang Tahan Lama Senin diperkirakan pulih 1,6% pada Juni setelah turun 4,5% sebelumnya, sementara pesanan di luar sektor transportasi diperkirakan naik 0,9%.
Kalender Selasa mencakup data Keyakinan Konsumen dan rata-rata empat minggu perubahan lapangan kerja ADP, yang sebelumnya melandai ke 16,5 ribu. Namun, keputusan The Fed pada Rabu akan menjadi agenda utama bagi pergerakan dolar AS.
The Fed diperkirakan menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75%. Pertemuan kali ini tidak menyertakan Ringkasan Proyeksi Ekonomi terbaru, sehingga pernyataan kebijakan moneter dan konferensi pers Ketua The Fed Kevin Warsh menjadi sumber panduan utama bagi pelaku pasar. Kalender resmi The Fed mengonfirmasi bahwa pertemuan 28–29 Juli bukan termasuk pertemuan dengan proyeksi ekonomi terbaru.
Keputusan The Fed akan diikuti sejumlah rilis data penting AS pada Kamis. GDP kuartal kedua awal diperkirakan tumbuh 2,3% secara tahunan, naik dari 2,1%, sementara inflasi Core PCE bulanan diperkirakan melambat ke 0,1% dari 0,3%. Klaim Pengangguran Awal diperkirakan naik ke 206 ribu dari 187 ribu.
Inflasi PCE headline sebelumnya tercatat 4,1% YoY, sedangkan Indeks Harga Core PCE berada di 3,4%. Pertumbuhan yang lebih kuat atau tekanan inflasi yang bertahan dapat memperkuat sikap ketat The Fed, sementara tekanan harga yang melunak dapat mengurangi ekspektasi pengetatan lanjutan.
Agenda Pejabat Bank Sentral Pekan Ini
Selasa, 28 Juli: Gubernur RBA Michele Bullock berbicara sebelum data inflasi Australia terbit, dan pasar akan mencermati komentarnya untuk mengukur arah kebijakan RBA ke depan.
Kamis, 30 Juli: Gubernur BoE Andrew Bailey berbicara usai pengumuman suku bunga, dengan investor menanti penjelasannya soal prospek inflasi dan pertumbuhan Inggris.
Kalender Bank Sentral dan Rilis Data Penting
Rabu, 29 Juli: The Fed diperkirakan menahan suku bunga acuan di 3,50%–3,75%. Pertemuan ini tidak menyertakan proyeksi ekonomi baru, sehingga fokus tertuju pada pernyataan resmi dan konferensi pers Ketua Kevin Warsh.
Kamis, 30 Juli: BoE diperkirakan menahan Bank Rate di 3,75%. Keputusan ini akan disertai risalah rapat dan Laporan Kebijakan Moneter.
Jumat, 31 Juli: BoJ diperkirakan mempertahankan suku bunga kebijakan di 1,00%. Bank sentral ini juga akan merilis pernyataan kebijakan moneter dan Laporan Outlook triwulanan.
Weekly Review dan Outlook pekan ini menegaskan bahwa arah pasar keuangan global akan sangat bergantung pada nada komunikasi The Fed, BoE, dan BoJ. Investor perlu mencermati setiap detail data inflasi, pertumbuhan, dan komentar pejabat bank sentral agar dapat mengantisipasi pergerakan dolar AS, euro, poundsterling, yen, dan aset komoditas seperti minyak dan emas sepanjang pekan.
Data Mingguan Perdagangan Emas (20 – 24 Juli 2026)
Open : 4.002,84 High : 4.166,01 Low : 3.982,62 Close : 4.053,53 Range : 183,39
GOLD PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
| WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
| S1 3.969 | R1 4.152 |
| S2 3.884 | R2 4.251 |
| S3 3.785 | R3 4.335 |
Gold Outlook : Bearish
Data Mingguan Perdagangan US Oil (13 – 17 Juli 2026)
Open : 82,90 High : 93,43 Low : 79,54 Close : 90,32 Range : 13,89
OIL PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
| WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
| S1 82,10 | R1 95,99 |
| S2 73,87 | R2 101,65 |
| S3 68,21 | R3 109,88 |
Oil Outlook : Bullish
Baca juga: Weekly Review dan Outlook 20–24 Juli 2026
Dapatkan update seputar Pasar saham global trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
