FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bullish Range 0,72100 – 0,72700
Bias penguatan mata uang Aussie terhadap mata uang Dollar AS nampaknya akan terus berlanjut. Bahkan Dollar Australia mendekati level tertinggi empat bulan karena meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga lagi oleh Bank Sentral terus mendukung mata uang tersebut, sementara dolar AS secara umum tetap lebih lemah. Mata uang AS (greenback) kesulitan mempertahankan lonjakan singkat yang dipicu oleh meningkatnya spekulasi kenaikan suku bunga AS pasca-rilis data tenaga kerja AS yang sangat kuat pada hari Jumat. Kehati-hatian mewarnai menjelang laporan CPI AS pada hari Jumat, yang dapat memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan The Fed. Di Australia, data pertumbuhan PDB dan inflasi yang kuat telah meningkatkan ekspektasi bahwa Bank Sentral akan menaikkan suku bunga lagi pada pertemuan mereka akhir bulan ini. Saat ini, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga seperempat poin menjadi 4,60% sebesar 66%, meningkat tajam dari hanya 10% beberapa minggu lalu, sementara peluang kenaikan lebih lanjut menjadi 4,85% telah meningkat menjadi 50%. Di sisi lain, ketegangan yang terus berlanjut di Timur Tengah telah memperbesar kekhawatiran akan tekanan inflasi yang lebih luas, sehingga memunculkan kemungkinan bahwa bank-bank sentral akan terus memperketat kebijakan mereka
Pivot : 0,72113
R1 : 0,72302 S1 : 0,71984
R2 : 0,72431 S2 : 0,71795
R3 : 0,72620 S3 : 0,71666
USDJPY
Opportunity: Bearish Range 154,100 – 153,500
Keperkasaan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback terus berlangsung. Kondisi Yen ini didukung oleh meningkatnya ekspektasi bahwa Bank of Japan akan menaikkan suku bunga bulan ini. Takuji Aida, penasihat ekonomi Perdana Menteri Sanae Takaichi, mengatakan bank sentral kemungkinan akan menaikkan suku bunga pada bulan September dan memberikan kenaikan lagi pada Januari tahun depan. Komentar tersebut mengindikasikan adanya pandangan yang semakin meluas di dalam pemerintahan Takaichi—yang sebelumnya mengambil sikap dovish—bahwa kenaikan suku bunga tambahan oleh BOJ mungkin diperlukan untuk membendung pelemahan yen yang berlebihan. Mata uang ini juga mendapat keuntungan dari pembatalan posisi *carry trade*, ekspektasi repatriasi modal, dan meningkatnya tekanan politik dari AS. Sementara itu, data menunjukkan cadangan devisa Jepang turun sebesar rekor $79,6 miliar pada bulan Agustus menyusul intervensi pembelian yen terbesar yang pernah dilakukan Tokyo, dengan pihak berwenang menghabiskan sekitar $99 miliar antara 30 Juli dan 26 Agustus untuk menahan pelemahan mata uang yang terus berlanjut.
Pivot : 154,888
R1 : 155,725 S1 : 153,501
R2 : 157,112 S2 : 152,664
R3 : 157,949 S3 : 151,277
GBPUSD
Opportunity : Bullish menuju : 1.3573 – 1.3599
Di luar perkiraan, Pounds ditutup menguat di awal pekan ini. Pounds bergerak positif pada awal pekan setelah tertekan U.S Dollar akibat data Tenaga-kerja AS yang tangguh. Namun, kenaikan pasangan ini mulai menghadapi hambatan di sekitar 1,3550. Data BRC Retail Sales Monitor menjadi perhatian utama dari Inggris pada perdagangan hari ini. Pergerakan dolar AS kembali melemah pada awal pekan dan menghapus penguatan yang terjadi pada Jumat. Indeks Dolar AS (DXY) kembali bergerak turun dan menguji area terendah dalam beberapa hari di bawah level 99. Tekanan terhadap Greenback muncul setelah pasar mulai mencerna data Nonfarm Payrolls (NFP) yang lebih kuat. Fokus investor kini beralih ke data inflasi Amerika Serikat yang akan rilis pada Jumat. Data tersebut berpotensi memberi petunjuk baru mengenai arah kebijakan Federal Reserve. Selain itu, pasar juga mencermati NFIB Business Optimism Index, ADP Employment Change Weekly, serta Consumer Inflation Expectations. Perdagangan Amerika Serikat sendiri relatif sepi karena pasar tutup dalam rangka Labor Day. Kondisi tersebut dapat membuat pergerakan dolar AS dan likuiditas lebih terbatas dan pergerakan sejumlah aset menjadi lebih sensitif terhadap perubahan sentimen pasar. GBP masih berpeluang untuk menguat pada perdagangan hari ini yang memanfaatkan pelemahan permintaan mata-uang U.S Dollar.
Open : 1.3530 Pivot 1.3531
R1 : 1.3557 S1 : 1.3514
R2 : 1.3573 S2 : 1.3489
R3 : 1.3599 S3 : 1.3472
EURUSD
Opportunity : Bullish menuju 1.1650 – 1.1665
Euro berhasil menguat pada perdagangan Senin kemarin. Mata-uang Euro mempertahankan posisi di area atas kisaran perdagangan terbaru dan tetap berada di atas 1,1600. Pelemahan dolar AS memberi ruang bagi euro untuk melanjutkan penguatan. Perhatian pasar Eropa tertuju pada data neraca perdagangan Jerman serta agenda pidato dari ECB. Pergerakan dolar AS kembali melemah pada awal pekan dan menghapus penguatan yang terjadi pada Jumat. Indeks Dolar AS (DXY) kembali bergerak turun dan menguji area terendah dalam beberapa hari di bawah level 99. Tekanan terhadap Greenback muncul setelah pasar mulai mencerna data Nonfarm Payrolls (NFP) yang lebih kuat. EUR masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini yang akan memanfaatkan Perdagangan sesi Amerika Serikat yang relatif sepi karena pasar tutup dalam rangka Labor Day. Kondisi tersebut dapat membuat pergerakan dolar AS dan likuiditas lebih terbatas dan pergerakan sejumlah aset menjadi lebih sensitif terhadap perubahan sentimen pasar.
Open : 1.1620 Pivot : 1.1621
R1 : 1.1636 S1 : 1.1508
R2 : 1.1650 S2 : 1.1493
R3 : 1.1665 S3 : 1.1479
USDCHF
Opportunity : Bearish menuju : 0.8071 – 0.8058
Swiss Franc ditutup menguat pada perdagangan Senin kemarin. Pergerakan dolar AS kembali melemah pada awal pekan dan menghapus penguatan yang terjadi pada Jumat. Indeks Dolar AS (DXY) kembali bergerak turun dan menguji area terendah dalam beberapa hari di bawah level 99. Tekanan terhadap Greenback muncul setelah pasar mulai mencerna data Nonfarm Payrolls (NFP) yang lebih kuat. Pergerakan dolar AS masih menjadi perhatian utama pasar global setelah Greenback kembali berada di bawah tekanan. Investor kini menunggu data inflasi AS pada Jumat untuk menilai apakah tekanan harga masih cukup kuat untuk mengubah ekspektasi kebijakan Federal Reserve. CHF masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini yang akan memanfaatkan pelemahan Dollar AS. Perdagangan Amerika Serikat sendiri relatif sepi karena pasar tutup dalam rangka Labor Day. Kondisi tersebut dapat membuat pergerakan dolar AS dan likuiditas lebih terbatas dan pergerakan sejumlah aset menjadi lebih sensitif terhadap perubahan sentimen pasar.
Open : 0.8088 Pivot : 0.8096
R1 : 0.8108 S1 : 0.8083
R2 : 0.8122 S2 : 0.8071
R3 : 0.8134 S3 : 0.8058
DXY
Opportunity: Bearish Range 98,900 – 98,700
Nampaknya penguatan mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya mengalami hambatan. Tanda tertahannya penguatan tersebut terlihat pada Indeks Dollar AS (DXY) yang kembali menurun dan sentuh level terendah hariannya pada 98,832. Meskipun kondisi Dollar AS stabil, setelah sedikit pulih pada sesi sebelumnya, didukung oleh data pekerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan yang memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada bulan September. Data yang dirilis hari Jumat menunjukkan data NFP AS meningkat sebesar 162.000 pada bulan Agustus, menyusul kenaikan yang direvisi sebesar 23.000 pada bulan Juli dan jauh melampaui perkiraan kenaikan sebesar 56.000. Sementara itu, tingkat pengangguran tetap tidak berubah di angka 4,1%, sedangkan pertumbuhan upah tahunan melambat menjadi 3,1%, meskipun perlambatan tersebut tidak sebesar yang diperkirakan pasar. Para investor menaikkan probabilitas kenaikan suku bunga Fed pada bulan September menjadi sekitar 60%, dari sekitar 50% sebelum laporan pekerjaan dirilis. Perhatian kini beralih ke angka inflasi AS yang akan dirilis minggu ini untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan bank sentral. Dollar AS juga mendapat keuntungan dari permintaan aset safe-haven seiring dengan aksi saling serang antara AS dan Iran terhadap kapal-kapal selama akhir pekan, yang mendorong kenaikan harga minyak.
Pivot : 98,981
R1 : 99,130 S1 : 98,753
R2 : 99,358 S2 : 98,604
R3 : 99,507 S3 : 98,376

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Sell Limit di area 65.895 – 65,950
Indeks Nikkei 225 naik 0,4% menjadi di atas 66.700, sementara Indeks Topix yang lebih luas turun 0,6% menjadi sekitar 4.100 pada hari Selasa, dengan saham-saham Jepang yang kurang menunjukkan arah yang jelas karena yen memperpanjang penguatannya hingga mencapai level terkuat sejak Februari. Yen yang lebih kuat membebani prospek pendapatan untuk industri berorientasi ekspor Jepang sekaligus membuat aset Jepang lebih mahal bagi investor asing. Pasar juga bersiap untuk kenaikan suku bunga Bank of Japan yang diperkirakan akan terjadi, didukung oleh data ekonomi yang kuat yang menunjukkan upah bulan Juli naik dengan laju tercepat sejak 1997 dan pertumbuhan PDB kuartal kedua direvisi lebih tinggi. Sementara itu, harga minyak yang tinggi menyusul kembalinya konflik AS-Iran membuat risiko inflasi dan kekhawatiran suku bunga tetap menjadi fokus utama. Di antara saham-saham individual, SoftBank Group (4,1%), Advantest (1,4%), dan Fujikura (91,1%) mencatatkan kenaikan yang signifikan, sementara Taiyo Yuden (-5,4%), Ibiden Co (-2,4%), dan Murata Manufacturing (-4,8%) mencatatkan penurunan tajam.
Pivot : 66,092
R1 : 66,528 S1 : 65,328
R2 : 67,292 S2 : 64,892
R3 : 67,728 S3 : 64,128
HANGSENG
Opportunity: Bearish ke 25,138
Indeks Hang Seng turun 0,5%, atau 130 poin, menjadi 25.283 pada hari Selasa, memperpanjang kerugian dari sesi sebelumnya karena sentimen investor tetap lesu di tengah kekhawatiran atas kenaikan harga minyak dan meningkatnya ketegangan geopolitik. Penurunan ini terjadi di tengah kekhawatiran bahwa biaya energi yang lebih tinggi dapat memicu inflasi dan menunda penurunan suku bunga global. Saham-saham teknologi termasuk yang paling tertekan, dengan Tencent (-0,5%), Xiaomi (-0,9%), dan Meituan (-0,3%) diperdagangkan lebih rendah, sementara Hong Kong Exchanges and Clearing (-0,4%) juga turun. Para pedagang juga menjadi lebih berhati-hati menjelang data perdagangan China bulan Agustus yang akan dirilis hari ini. Terlepas dari pelemahan yang lebih luas, pasar IPO Hong Kong tetap aktif. Produsen semikonduktor dan chip memori Shenzhen Longsys Electronics mulai diperdagangkan di Bursa Efek Hong Kong pada hari Selasa, setelah mengumpulkan sekitar HK$7,1 miliar dalam IPO-nya. Pencatatan saham ini menyoroti minat investor yang berkelanjutan di sektor teknologi dan semikonduktor China.
Pivot : 25,488
R1 : 26,141 S1 : 25,261
R2 : 25,840 S2 : 25,136
R3 : 25,965 S3 : 24,909
NASDAQ
Opportunity: Sell Limit: 29,170| SL: 29,300 | TP: 29,950
Kontrak berjangka saham AS sedikit turun pada hari Selasa seiring Wall Street kembali dari libur panjang akhir pekan, dengan harga minyak yang tinggi membuat risiko inflasi dan kekhawatiran suku bunga tetap menjadi fokus. Harga minyak naik lebih lanjut setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan selama akhir pekan. Investor juga menghadapi meningkatnya ketegangan perdagangan karena tarif balasan Kanada terhadap barang-barang AS senilai sekitar $20 miliar mulai berlaku pada hari Selasa. Di bidang kebijakan moneter, pasar memperkirakan sekitar 60% kemungkinan bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin minggu depan. Dalam perkembangan korporasi, Uber menyewa bank untuk bertemu dengan investor minggu ini menjelang rencana penjualan obligasi euro perdana. Sementara itu, Novo Nordisk menghentikan dua uji coba tambahan obat eksperimental penyakit jantungnya, yang merupakan pukulan telak lainnya bagi prospek pengobatan tersebut.
Pivot : 29,637.92
R1 : 29,684.83 S1 : 29,606.58
R2 : 29,716.17 S2 : 29,559.67
R3 : 29,763.08 S3 : 29,528.33

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Bearish selama di bawah 4.450, testing support 4.365
Harga emas bergerak melemah ke kisaran US$4.400 per troy ounce pada awal pekan, di tengah aktivitas perdagangan yang relatif terbatas akibat libur di Amerika Serikat. Tekanan terhadap harga emas terutama berasal dari perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter Federal Reserve setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan hasil yang jauh lebih kuat dari perkiraan. Nonfarm payrolls AS pada Agustus meningkat sebesar 162.000, jauh di atas ekspektasi pasar yang hanya sekitar 56.000, sementara tingkat pengangguran bertahan di level 4,1%. Data tersebut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi AS dan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve berpotensi menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan bulan ini.
Perubahan ekspektasi pasar tersebut menjadi faktor utama yang membatasi penguatan emas karena kenaikan suku bunga dan imbal hasil obligasi cenderung meningkatkan opportunity cost dalam memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed pekan depan meningkat menjadi hampir 60%, dibandingkan sekitar 50% sebelum publikasi data pekerjaan AS. Dengan demikian, pasar emas saat ini sangat sensitif terhadap perkembangan data ekonomi AS, terutama indikator inflasi yang akan menjadi perhatian berikutnya.
Investor kini menantikan publikasi Producer Price Index (PPI) dan Consumer Price Index (CPI) AS pada pekan ini sebagai petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan moneter The Fed. Jika data inflasi kembali menunjukkan tekanan yang tinggi, ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat berpotensi semakin menguat dan memberikan tekanan lanjutan terhadap emas. Sebaliknya, pelemahan inflasi dapat mengurangi tekanan terhadap harga emas dengan membuka ruang bagi pasar untuk kembali mengantisipasi kebijakan moneter yang lebih longgar.
Di sisi lain, prospek emas masih mendapatkan dukungan dari faktor fundamental jangka panjang, khususnya permintaan bank sentral. China tercatat memperpanjang pembelian emasnya selama 22 bulan berturut-turut pada Agustus, sehingga kepemilikannya meningkat menjadi 76,73 juta fine troy ounces. Aktivitas pembelian tersebut menunjukkan bahwa permintaan institusional terhadap emas masih kuat dan dapat menjadi penyangga bagi harga ketika tekanan dari kenaikan imbal hasil obligasi dan ekspektasi suku bunga meningkat.
Pivot : 4.396
R1 4.450 R2 4.510 R3 4.565
S1 4.365 S2 4.324 S3 4.282
Oil
Opportunity : Bullish selama support 89,52 bertahan, testing resistance 93,43
Harga minyak mentah mempertahankan posisinya di atas US$92 per barel pada perdagangan Selasa dan berada di sekitar level tertinggi dalam tiga bulan. Penguatan harga terutama dipicu oleh meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah setelah eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi global. Harga minyak bahkan telah melonjak hampir 10% sepanjang pekan sebelumnya, mencerminkan meningkatnya premi risiko akibat potensi gangguan terhadap jalur distribusi minyak dari kawasan Teluk Persia.
Perhatian pasar saat ini tertuju pada perkembangan di Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi paling strategis di dunia. Pernyataan Iran bahwa kesepakatan dengan Oman untuk mengelola aktivitas pelayaran melalui selat tersebut semakin mendekati penyelesaian justru memunculkan kekhawatiran baru mengenai meningkatnya pengaruh Tehran terhadap jalur pelayaran tersebut. Situasi menjadi semakin sensitif setelah Amerika Serikat menyerang kapal tanker Iran di kawasan selat pada akhir pekan, sementara Iran dan AS kembali meningkatkan serangan terhadap kapal serta aset militer di sekitar Hormuz.
Risiko pasokan juga bertambah setelah fasilitas Saudi Aramco di Jazan, dekat kawasan Laut Merah, kembali menjadi sasaran serangan pada Senin. Meskipun kerusakan yang terjadi dilaporkan terbatas, perkembangan tersebut memperkuat persepsi bahwa infrastruktur energi dan jalur transportasi di kawasan Timur Tengah masih berada dalam risiko. Pasar saat ini terutama memperhitungkan kemungkinan bahwa eskalasi konflik dapat mengganggu distribusi minyak secara lebih luas apabila aktivitas pelayaran di Selat Hormuz mengalami pembatasan.
Namun demikian, sejauh ini aliran minyak dari kawasan Teluk Persia masih berlangsung. Sekitar 7 juta barel per hari minyak mentah dan produk olahan dilaporkan masih melewati Selat Hormuz. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasokan fisik belum mengalami gangguan besar, sehingga kenaikan harga saat ini lebih banyak mencerminkan geopolitical risk premium daripada kelangkaan pasokan aktual.
Pivot: 89,52
R1 93,43 S1 89,52
R2 95,42 S2 87,64
R3 96,94 S3 85,07
DAILY ECONOMIC DATA


WEBINAR HARI INI (Selasa, 8 September 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Menakar Arah Pasar di Tengah Ekspektasi Suku Bunga The Fed
Catat jam dan waktunya ya!
| Selasa, 8 September 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
