indeks Nikkei merosot dipicu melemahnya saham perusahaan semikonduktor.
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 36000 |
| Profit Target Level | 33500 |
| Stop Loss Level | 37000 |
NEWS FLASH
Economic News & analysis
Weekend edition
Market Summary
Data yang dirilis pada hari Jumat (26/1), Harga inti PCE (Personal Consumption Expenditure), tidak termasuk makanan dan energi, naik sebesar 0,2% dari bulan sebelumnya pada bulan Desember 2023, selaras dengan perkiraan pasar, dan sedikit meningkat dari kenaikan sebesar 0,1% pada bulan November.
Dari tahun sebelumnya, harga PCE inti naik tipis 2,9%, di bawah perkiraan pasar sebesar 3% dan menandai pembacaan terendah sejak Februari 2021. Data tersebut memperluas tren disinflasi harga yang diukur dengan ukuran pilihan Federal Reserve, konsisten dengan sinyal tingkat suku bunga sebelumnya.
PCE nasional secara keseluruhan yang mencakup energi dan pangan, harga naik sebesar 0,2% dari bulan sebelumnya dan 2,6% dari tahun sebelumnya, sesuai dengan ekspektasi.
Selanjutnya Belanja pribadi di Amerika Serikat tumbuh sebesar 0,7% dari bulan sebelumnya pada bulan Desember 2023, menyusul kenaikan 0,4% yang direvisi naik pada bulan November dan mengalahkan perkiraan pasar yang memperkirakan kenaikan sebesar 0,4%.
Peningkatan PCE dalam dollar saat ini sebesar $133,9 miliar pada bulan Desember mencerminkan peningkatan belanja jasa sebesar $75,6 miliar dan peningkatan belanja barang sebesar $58,4 miliar. Di sektor jasa, kontributor terbesar terhadap peningkatan ini adalah jasa keuangan dan asuransi (layanan manajemen portofolio dan nasihat investasi),
Pendapatan pribadi AS meningkat sebesar 0,3% bulan ke bulan pada bulan Desember 2023, sejalan dengan ekspektasi pasar dan mengikuti kenaikan 0,4% pada bulan November, didorong oleh peningkatan kompensasi dan pendapatan bunga pribadi.
Kompensasi karyawan naik sebesar 0,4%, sedikit lebih rendah dari kenaikan 0,5% pada bulan sebelumnya, didorong oleh kenaikan upah dan gaji (0,4% vs 0,5% di bulan November)
Para pengambil kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) juga mempertahankan suku bunga tetap stabil pada hari Kamis (25/1) seperti yang diperkirakan, dan menegaskan kembali komitmen mereka untuk memerangi inflasi.
Namun, ECB terbuka terhadap perubahan retorikanya pada pertemuan berikutnya, yang membuka jalan bagi kemungkinan penurunan suku bunga pada bulan Juni, jika data mendatang mengonfirmasi bahwa inflasi telah berhasil dikalahkan.
Awal pekan ini, BOJ tetap mempertahankan pengaturan moneternya yang sangat longgar, namun mengisyaratkan keyakinannya yang semakin besar bahwa kondisi untuk menghapuskan stimulus besarnya secara bertahap sudah sesuai.
Pesan keseluruhannya adalah BOJ semakin dekat untuk menyerukan kenaikan suku bunga pertama.
Sementara itu China telah memberikan gelombang dukungan kebijakan dalam upaya memulihkan kepercayaan investor dan menopang pemulihan ekonominya yang rapuh.
Bank sentral Tiongkok mengumumkan pemotongan besar cadangan bank pada hari Rabu, dalam sebuah langkah yang akan menyuntikkan sekitar $140 miliar uang tunai ke dalam sistem perbankan.
Hal ini terjadi sehari setelah pihak berwenang China berupaya memobilisasi sekitar 2 triliun yuan ($278,98 miliar) sebagai bagian dari dana stabilisasi ekonomi.
Dalam perdagangan mata uang, indeks dollar, yang melacak greenback terhadap sekeranjang mata uang mitra dagang utama lainnya, turun 0,04%. Dollar naik 0,3% terhadap yen menjadi 148,09 tetapi euro naik 0,1% di $1,0855, setelah kehilangan 1,64% dalam sebulan.
Di sektor Treasury, imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun yang menjadi acuan naik menjadi 4,1412% dibandingkan dengan penutupan di AS sebesar 4,132%. Imbal hasil (yield) obligasi dua tahun, yang naik seiring dengan ekspektasi para pedagang terhadap suku bunga dana Fed yang lebih tinggi, menyentuh 4,3571% dibandingkan dengan penutupan AS sebesar 4,314%.
Dari sisi komoditas, harga minyak naik karena positifnya pertumbuhan ekonomi AS dan tanda-tanda stimulus Tiongkok yang meningkatkan sentimen permintaan, sementara kekhawatiran pasokan di Timur Tengah menambah dukungan menguatnya harga minyak.
Minyak mentah AS ditutup naik 0,84% pada $78,01 per barel, level penutupan tertinggi sejak 29 November 2024.
Pada logam mulia, harga emas turun 0,06% menjadi $2,018.58 per ounce karena perhatian investor beralih ke pertemuan kebijakan The Fed(FOMC Meeting) minggu depan tanggal 30 – 31 Januari sambil menunggu wawasan mengenai prospek suku bunga.
WEEK AHEAD
29 Januari – 2 Februari 2024
1.US Market
Pekan depan Perekonomian AS akan diisi dengan peristiwa-peristiwa penting, termasuk pertemuan kebijakan pertama Federal Reserve tahun ini, serta data-data penting seperti laporan ketenagakerjaan AS, PMI Manufaktur ISM, dan lowongan pekerjaan JOLT.
Para pengambil kebijakan The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada level tertinggi dalam 23 tahun, sementara investor akan mencari indikasi kapan bank tersebut akan menurunkan suku bunganya pada tahun ini.
Dari segi data ekonomi, upah non-pertanian (non-farm payrolls) diperkirakan akan meningkat sebesar 162 ribu pada bulan Januari, turun dari kenaikan sebesar 216 ribu pada bulan sebelumnya, sementara tingkat pengangguran kemungkinan akan tetap stabil pada 3,7% untuk periode kedua berturut-turut dan pertumbuhan upah bulanan. diperkirakan akan turun menjadi 0,3% dari 0,4%.
Selain itu, ISM manufacture PMI kemungkinan akan menunjukkan berlanjutnya kontraksi di sektor manufaktur pada awal tahun. Terakhir, investor juga akan memantau perubahan lapangan kerja ADP, produktivitas tenaga kerja dan biaya ketenagakerjaan pada kuartal keempat, pesanan pabrik, dan indeks industri regional seperti PMI Chicago dan Indeks Manufaktur Fed Dallas.
Musim laporan pendapatan juga akan terus mendominasi berita utama, menampilkan jajaran perusahaan terkemuka termasuk perusahaan kelas berat seperti Apple, Amazo., Alphabet, Microsoft, Meta, Advanced Micro Devices, Automatic Data Processing, Boeing, Chevron, Exxonmobil, Mastercard, Merck & Co, Pfizer, General Motors, Novo Nordisk, dan Starbucks Corp.
2. European Market
Di seberang laut Atlantik, pertumbuhan PDB awal Q4, inflasi, survei bisnis, dan tingkat pengangguran akan dipublikasikan untuk negara-negara utama Zona Euro, termasuk Spanyol, Jerman, Perancis, dan Italia.
Konsensus pasar menunjukkan perekonomian Kawasan Euro terhenti di Q4, dengan Spanyol mengalami ekspansi sebesar 0,2%, diimbangi oleh penurunan sebesar 0,2% di Jerman, sementara PDB di Perancis dan Italia tetap datar.
Selain itu, Inflasi di Zona Euro kemungkinan turun menjadi 2,8% pada bulan Januari, dengan tingkat inti melambat ke level terendah baru sejak Maret 2022. Penjualan ritel Jerman diperkirakan akan pulih dari penurunan terbesarnya dalam 19 bulan, sementara tingkat pengangguran tetap pada tingkat yang sama tertinggi sejak Mei 2021.
Produksi industri Prancis diperkirakan meningkat untuk bulan kedua berturut-turut. Angka PMI yang diperbarui di Italia dan Spanyol ditetapkan untuk menunjukkan aktivitas manufaktur masing-masing mencapai level tertinggi dalam 10 bulan dan 7 bulan.
Di tempat lain, barometer ekonomi KOF yang terkemuka di Swiss juga diproyeksikan meningkat ke level tertinggi dalam 10 bulan, dan aktivitas manufaktur mengalami kontraksi yang berkurang.
3. UK Market
Di Inggris, Bank of England diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada level tertinggi dalam 15 tahun sebesar 5,25% pada pertemuan bulan Februari. Investor sangat ingin melihat apakah BoE akan melonggarkan sikap kerasnya terhadap biaya pinjaman. Selain itu, indikator moneter Bank of England, harga perumahan nasional, produktivitas tenaga kerja, dan data PMI manufaktur final juga akan dirilis.
4. Asia – Pasifik Market
Di Asia, perhatian akan tertuju pada PMI Tiongkok untuk bulan Januari yang diperkirakan menunjukkan aktivitas manufaktur tetap lemah meskipun ada beberapa pengumuman stimulus.
Di Jepang, pasar akan menilai Ringkasan Pendapat BoJ untuk mengetahui prospek kebijakan bank sentral. Rilisan Jepang lainnya termasuk kepercayaan konsumen bulan Januari dan produksi industri, penjualan ritel, tingkat pengangguran, dan perumahan baru di bulan Desember.
Di Australia, inflasi umum diperkirakan akan melambat baik secara triwulanan maupun bulanan. Rilis lainnya termasuk penjualan ritel dan izin mendirikan bangunan pada bulan Desember.
Data Perdagangan Emas dalam Sepekan (22 – 26/1/2024)
OPEN : 2,029.74 HIGH : 2,037.75 LOW : 2,009.69 CLOSE : 2,018.62 RANGE : $56.78
GOLD PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
| WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
| S1 2,010 | R1 2,028 |
| S2 1,991 | R2 2,047 |
| S3 1,972 | R3 2,065 |
Gold Outlook : Bearish
Data Perdagangan Crude Oil dalam Sepekan (22 -26/1/2024)
OPEN : 73.52 HIGH : 78.24 LOW : 72.55 CLOSE : 77.99 RANGE : $4.00
OIL PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
| WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
| S1 75.50 | R1 80.50 |
| S2 73.00 | R2 83.00 |
| S3 70.50 | R3 85.5 |
Oil Outlook : Bullish
| AREA | 1 | 2 | 3 |
| SUPPORT | 15778 | 15603 | 15406 |
| PIVOT | 15952 | ||
| RESISTANCE | 16133 | 16302 | 16493 |
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 16164 |
| Profit target level | 16316 |
| Stop Loss Level | 16067 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 15901 |
| Profit Target Level | 15749 |
| Stop Loss Level | 16021 |
| Prev Close | 16,211.96 |
| Average Vol. (3m) | 2,134,758,967 |
| Day’s Range | 16,100.5–16,223 |
| Open | 16,142 |
| 52 WK range | 14,794.16–22,700.85 |

Departemen Perdagangan AS menyatakan perekonomian tumbuh dengan kontribusi utama dari belanja konsumen yang kuat melampaui prediksi resesi pada tahun 2023, dengan produk domestik bruto (PDB) kuartal keempat meningkat sebesar 3,3% YoY dan pertumbuhan setahun penuh sebesar 2,5%.
Dollar AS menguat setelah data tersebut dirilis dan berpotensi memicu spekulasi bahwa Federal Reserve tidak akan terburu-buru menurunkan suku bunga di tengah perekonomian yang secara umum stabil.
Sebaliknya, Euro berada di bawah tekanan setelah Bank Sentral Eropa mempertahankan suku bunga tidak berubah pada rekor tertinggi 4% dan Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan “terlalu dini untuk membahas penurunan suku bunga” bagi perekonomian zona euro,
Lagarde menyatakan bahwa risiko terhadap pertumbuhan ekonomi adalah besar, dan “condong ke sisi bawah.”
Dow Jones Industrial Average naik 96,62 poin, atau 0,26%, lebih tinggi pada 37,903.01. S&P 500 naik 9,93 poin, atau 0,20%, menjadi 4.878,48 sedangkan Nasdaq Composite kehilangan 10,37 poin, atau 0,07%, menjadi 15,471.55.
Imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun yang menjadi acuan turun menjadi 4,1299% dibandingkan dengan penutupan AS sebesar 4,178%. Imbal hasil (yield) obligasi dua tahun naik seiring dengan ekspektasi para pedagang terhadap suku bunga dana Fed yang lebih tinggi, menyentuh 4,3118% dibandingkan dengan penutupan AS di 4,378%.
Dalam mata uang, euro turun 0,4% hari ini di $1,0834, setelah kehilangan 1,82% dalam sebulan. Indeks dollar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang mitra dagang utama lainnya, naik 0,3%.
Dollar naik 0,21% terhadap yen menjadi 147,81. Hal ini terjadi setelah yen pada hari Rabu menunjukkan reli satu hari terbesarnya terhadap dolar dalam sebulan setelah adanya petunjuk kenaikan suku bunga di Jepang.
Di pasar komoditas, harga minyak naik pada hari Kamis ke level tertinggi sejak akhir November menyusul data AS, dan ketegangan di Laut Merah terus mengganggu perdagangan global.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate ditutup naik 3%, atau $2,27 pada $77,36 per barel. Minyak mentah Brent berakhir naik 2,99%, atau $2,39, pada $82,43.
Emas naik tipis pada hari Kamis karena imbal hasil Treasury turun setelah data PDB AS menyoroti bahwa laju inflasi melambat, sementara fokus beralih ke data inflasi untuk petunjuk lebih lanjut mengenai strategi penurunan suku bunga Federal Reserve.
Harga emas ditutup di area 2,019.80, pada perdagangan hari Kamis(25/1) atau naik sebesar 0,2% setelah sebelumnya sempat mencapai harga terendah di area 2,009.69.
Emas juga mendapat dukungan dari laporan terpisah yang menunjukkan klaim awal tunjangan pengangguran negara di Amerika Serikat meningkat 25,000 menjadi 214,000 yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 20 Januari. Para ekonom memperkirakan 200,000 klaim pada minggu terakhir.
Prospek Harga Emas Jumat(26/1/24)
Data Perdagangan pada hari Kamis(25/1)
Open: 2,013.71 High: 2,025.12 Low: 2,009.69 Close: 2,019.80 Range: $26.43
Untuk area Resistance emas akan menguji area harga 2,028.65 dengan dorongan lebih luas menuju area 2,039.23 – 2,051.60
Untuk area support emas akan menguji level harga 2,001.72 dengan tekanan lebih dalam menuju area 1,988.94 – 1,978.72
GOLD INTRADAY AREA
R1 2,026 R2 2,039 R3 2,052
S1 2,010 S2 2,003 S3 1,995
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 2,010 |
| Profit Target Level | 2,023 |
| Stop Loss Level | 2,003 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 2,026 |
| Profit Target Level | 2,018 |
| Stop Loss Level | 2,033 |
Prospek Harga Minyak Hari Jumat(26/01/24)
Data perdagangan pada hari Kamis(25/01)
Open: 75.28 High: 77.48 Low: 75.15 Close: 77.15 Range: $2.33
Minyak akan menguji area resistance di 78.24 dengan dorongan lebih luas menuju area 79.52 – 80.31
Untuk area support minyak tetap akan menguji area 76.52 dengan tekanan lebih dalam menuju area 75.57 – 74.66
OIL INTRADAY AREA
R1 78.24 R2 79.52 R3 80.31
S1 76.52 S2 75.57 S3 74.66
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 76.52 |
| Profit Target Level | 75.45 |
| Stop Loss Level | 76.02 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 78.24 |
| Profit Target Level | 77.10 |
| Stop Loss Level | 78.74 |
| AREA | 1 | 2 | 3 |
| SUPPORT | 15676 | 15513 | 15260 |
| PIVOT | 15874 | ||
| RESISTANCE | 16059 | 16240 | 16493 |
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 15910 |
| Profit target level | 16062 |
| Stop Loss Level | 15809 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 15800 |
| Profit Target Level | 15592 |
| Stop Loss Level | 15913 |
| Prev Close | 15,899.87 |
| Average Vol. (3m) | 2,109,418,153 |
| Day’s Range | 15,840–15,947.5 |
| Open | 15,602.45 |
| 52 WK range | 14,794.16–22,700.85 |

NEWS FLASH
Economic News & Analysis
Emas turun tajam dengan mencapai harga terendah di 2,011.10 per ounce karena investor bereaksi terhadap data PMI AS yang lebih kuat dari perkiraan. Emas mengalami penurunan sebesar 0,86% pada perdagangan hari Rabu(24/1)
Indeks Output PMI Komposit AS, yang melacak sektor manufaktur dan jasa, naik ke level tertinggi sejak Juni, didorong oleh kenaikan di sektor jasa dan manufaktur membantu peningkatan aktivitas bisnis AS di bulan Januari.
PMI Komposit AS Global S&P melonjak menjadi 52,3 pada bulan Januari 2024, menandai peningkatan signifikan dari bulan sebelumnya sebesar 50,9 dan menunjukkan peningkatan paling pesat dalam aktivitas bisnis sejak Juni 2023.
Aktivitas sektor jasa mengalami ekspansi terbesar dalam tujuh bulan, sementara perusahaan manufaktur terus meningkat mengalami penurunan output yang moderat.
Imbal hasil Treasury AS naik pada perdagangan sore menyusul lelang obligasi pemerintah setelah sebelumnya.
Imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun yang menjadi acuan naik menjadi 4,1781% dibandingkan dengan penutupan AS sebesar 4,142%. Imbal hasil (yield) obligasi dua tahun, yang naik seiring dengan ekspektasi para pelaku pasar terhadap suku bunga dana Fed yang lebih tinggi, menyentuh 4,3819% dibandingkan dengan penutupan AS di 4,348%. .
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam rivalnya, turun 0,26% di jalur persentase penurunan harian terbesar sejak 27 Desember. Namun demikian, indeks ini naik sekitar 1,8% untuk bulan Januari, mencatat kenaikan bulanan terkuat sejak September.
Yen Jepang, menguat setelah Bank of Japan memberi isyarat pada hari Selasa bahwa mereka dapat keluar dari stimulus dalam beberapa bulan mendatang. Dollar melemah 0,54% terhadap yen menjadi 147,56.
Harga minyak naik tipis seiring dengan penarikan penyimpanan minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan, stimulus Tiongkok, dan ketegangan geopolitik yang melawan kekhawatiran terhadap lemahnya permintaan.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate naik 0,97%, atau $0,72, pada $75,09 per barel. Minyak mentah Brent berakhir naik 0,62%, atau $0,49, pada $80,04.
Bank Sentral Eropa (ECB) mengadakan pertemuan pada hari Kamis dan diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah. Federal Reserve AS juga diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil pada pertemuan minggu depan, namun investor akan memantau petunjuk mengenai waktu penurunan suku bunga.
Hari ini para pelaku pasar akan mengawasi dengan ketat rilis data US GDP, Jobless Claims dan Durable Goods Order, konsensus untuk ketiga data tersebut berpotensi kurang baik untuk US Dollar apabila sesuai dengan perkiraan pasar.
Di Wall Street, Dow Jones Industrial Average (.DJI), turun 12,96 poin, atau 0,03%, menjadi 37.892,49,naik 15,67 poin, atau 0,32%, menjadi 4.880,27 sedangkan Nasdaq memperoleh 97,40 poin, atau 0,63%, menjadi 15.523,34.
Prospek Harga Emas Kamis(25/1/24)
Data Perdagangan pada hari Rabu(24/1)
Open: 2,021.35 High: 2,037.75 Low: 2,019.53 Close: 2,011.10 Range: $26.43
Untuk area Resistance emas akan menguji area harga 2,028.65 dengan dorongan lebih luas menuju area 2,039.23 – 2,051.60
Untuk area support emas akan menguji level harga 2,001.72 dengan tekanan lebih dalam menuju area 1,988.94 – 1,978.72
GOLD INTRADAY AREA
R1 2,018 R2 2,031 R3 2,044
S1 2,005 S2 1,995 S3 1,986
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 2,005 |
| Profit Target Level | 2,016 |
| Stop Loss Level | 1,998 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 2,018 |
| Profit Target Level | 2,010 |
| Stop Loss Level | 2,025 |
Prospek Harga Minyak Hari Kamis(25/01/24)
Data perdagangan pada hari Rabu(24/01)
Open: 74.65 High: 75.23 Low: 73.40 Close: 74.49 Range: $2.18
Minyak akan menguji area resistance di 76.16 dengan dorongan lebih luas menuju area 77.39 – 78.57
Untuk area support minyak tetap akan menguji area 74.48 dengan tekanan lebih dalam menuju area 73.80 – 72.55
OIL INTRADAY AREA
R1 76.16 R2 75.39 R3 78.57
S1 74.48 S2 73.80 S3 72.55
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 74.48 |
| Profit Target Level | 75.55 |
| Stop Loss Level | 73.98 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 76.16 |
| Profit Target Level | 75.10 |
| Stop Loss Level | 76.66 |
| AREA | 1 | 2 | 3 |
| SUPPORT | 15411 | 15190 | 14941 |
| PIVOT | 15593 | ||
| RESISTANCE | 15776 | 16006 | 16255 |
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 15460 |
| Profit target level | 15961 |
| Stop Loss Level | 15356 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 15243 |
| Profit Target Level | 14938 |
| Stop Loss Level | 15348 |
| Prev Close | 15,353.98 |
| Average Vol. (3m) | 2,085,902,062 |
| Day’s Range | 15,457–15,722 |
| Open | 15,654 |
| 52 WK range | 14,794.16–22,700.85 |

NEWS FLASH
Economic News & Analysis
Indeks dollar naik ke level tertingginya dalam enam minggu, imbal hasil Treasury AS naik karena investor menunggu data pertumbuhan ekonomi dan inflasi sebagai petunjuk kapan Federal Reserve akan memutuskan untuk menurunkan suku bunga.
Harga minyak pada hari Selasa mengembalikan sebagian kenaikan pada hari sebelumnya, karena para pedagang mempertimbangkan penghentian produksi di AS dan ketegangan di Timur Tengah dan Eropa terhadap meningkatnya pasokan minyak mentah di Libya dan Norwegia.
Perdagangan mata uang berfluktuasi setelah Bank of Japan mempertahankan suku bunga di wilayah negatif, namun mengisyaratkan keyakinan bahwa kondisi untuk menghentikan kebijakan moneter ultra-longgarnya secara bertahap sudah tepat.
Pada perdagangan sore dollar menguat 0,18% terhadap yen Jepang di 148,35. Sebelumnya pada hari ini greenback telah jatuh ke level terendah 146,97 yen.
Indeks dollar (.DXY), membuka tab baru, yang melacak mata uang AS terhadap sekeranjang enam mata uang, setelah mencapai level tertinggi sejak 13 Desember, terakhir naik 0,17% pada 103,54.
Di sektor Treasury, imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun yang menjadi acuan naik menjadi 4,1378% dibandingkan dengan penutupan AS sebesar 4,094%. Imbal hasil (yield) obligasi dua tahun, yang naik seiring dengan ekspektasi para pedagang terhadap suku bunga dana Fed yang lebih tinggi, menyentuh 4,3784% dibandingkan dengan penutupan AS di 4,376%.
Bank Sentral Eropa (ECB) bertemu pada hari Kamis dan diperkirakan akan mempertahankan kebijakan moneter tetap stabil. The Fed juga diperkirakan akan mempertahankan suku bunga stabil pada pertemuan minggu depan, namun investor akan memperhatikan petunjuk mengenai waktu penurunan suku bunga.
Investor juga akan memantau pengumuman Departemen Keuangan AS mengenai kebutuhan pendanaan untuk kuartal mendatang pada minggu depan.
Minyak mentah AS turun 0,5% menjadi $74,37 per barel. Minyak mentah Brent berakhir turun 0,64% pada $79,55 per barel. Harga emas di pasar spot naik 0,33% menjadi $2,027.99 per ons, investor menunggu data ekonomi dan kejelasan kebijakan Fed.
Dow Jones Industrial Average (.DJI), turun 96,36 poin, atau 0,25%, menjadi 37.905,45. S&P 500 memperoleh 14,17 poin, atau 0,29%, menjadi 4.864,60 dan Nasdaq membuka tab baru memperoleh 65,66 poin, atau 0,43%, menjadi 15.425,94.
Sebelumnya, saham Hong Kong (.HIS), melakukan rebound hingga ditutup naik 2,6% setelah merosot di sesi sebelumnya, ketika arus keluar asing meningkat pesat dan short sell melonjak.
Prospek Harga Emas Rabu (24/1/24)
Data Perdagangan pada hari Selasa(23/1)
Open: 2,021.35 High: 2,037.75 Low: 2,019.53 Close: 2,028.30 Range: $19.55
Untuk area Resistance emas tetap akan menguji area harga 2,039.83 dengan dorongan lebih luas menuju area 2,051.94 – 2,065.70
Untuk area support emas akan menguji level harga 2,016.90 dengan tekanan lebih dalam menuju area 2,001.72 – 1,991.33
GOLD INTRADAY AREA
R1 2,037 R2 2,050 R3 2,053
S1 2,020 S2 2,010 S3 2,001
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 2,020 |
| Profit Target Level | 2,022 |
| Stop Loss Level | 2,013 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 2,037 |
| Profit Target Level | 2,029 |
| Stop Loss Level | 2,044 |
Prospek Harga Minyak Hari Rabu(24/01/24)
Data perdagangan pada hari Selasa(23/01)
Open: 74.65 High: 75.23 Low: 73.40 Close: 74.49 Range: $2.18
Minyak akan menguji area resistance di 75.34 dengan dorongan lebih luas menuju area 76.16 – 77.39
Untuk area support minyak tetap akan menguji area 73.24 dengan tekanan lebih dalam menuju area 72.55 – 71.22
OIL INTRADAY AREA
R1 75.34 R2 76.16 R3 77.39
S1 73.24 S2 72.55 S3 71.22
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 73.24 |
| Profit Target Level | 74.50 |
| Stop Loss Level | 72.74 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 75.34 |
| Profit Target Level | 74.30 |
| Stop Loss Level | 75.84 |
PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220
Hubungi Kami
Download TPFx Mobile Apps
WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Perusahaan tidak menerima setoran tunai, dana nasabah yang diterima oleh perusahaan dalam rangka pembukaan rekening/deposit awal maupun top up margin hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan antar rekening.
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan call center resmi di nomor (+62) 21 252 75 77
Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.
Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.
Copyright © 2025 TPFX Support – PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privasi
PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220
Email: support@tpfx.co.id
Call Center: (+62)21 252 75 77
Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)
WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES
ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan
call center resmi di nomor (+62)21 252 75 77
Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.
Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.
Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privacy