Market Summary
Peluang Trading USD/CAD muncul saat pasangan ini bergerak rapuh di dekat level terendah hampir tiga bulan di area 1.3750. Tekanan datang dari pelemahan Dolar AS yang gagal bangkit, seiring investor menilai ulang prospek suku bunga Amerika Serikat hingga 2026. Kondisi ini membuat pergerakan USD/CAD cenderung defensif sejak sesi Asia.
Indeks Dolar AS (DXY) bergerak hati-hati di sekitar level terendah delapan minggu di 98,13. Pelemahan ini mencerminkan berkurangnya daya tarik USD di pasar global.
Ekspektasi The Fed Tekan Dolar AS
Pasar menilai The Federal Reserve berpotensi memangkas suku bunga lebih lanjut. CME FedWatch menunjukkan peluang 64,3% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga setidaknya dua kali hingga akhir 2026. Proyeksi dot plot juga mengarah pada penurunan Fed Funds Rate ke 3,4%.
Ekspektasi dovish ini diperkuat oleh data tenaga kerja AS yang melemah serta dorongan politik agar pelonggaran moneter berlanjut. Investor kini menanti rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) sebagai penentu arah lanjutan USD.
Dolar Kanada Stabil Didukung Sikap Bank of Canada
Sementara itu, Dolar Kanada menunjukkan kinerja solid terhadap mata uang utama lainnya. Pasar menilai Bank of Canada telah mendekati akhir siklus penurunan suku bunga. BoC menegaskan bahwa suku bunga saat ini sudah berada di level yang tepat untuk menjaga inflasi di sekitar target 2%.
Sikap ini membuat CAD relatif lebih kuat dibanding USD dalam jangka pendek.
Rilis CPI Kanada Jadi Penentu Arah USD/CAD
Peluang Trading USD/CAD semakin menarik menjelang rilis data CPI Kanada. Inflasi tahunan diperkirakan meningkat menjadi 2,4% dari 2,2% sebelumnya. Data CPI inti sebelumnya menunjukkan inflasi relatif stabil, dengan tekanan harga tidak meningkat signifikan namun juga belum turun tajam.
Ringkasnya, inflasi Kanada masih cukup terkendali untuk membuat BoC bertahan dengan kebijakan saat ini. Jika data CPI sesuai atau lebih tinggi dari perkiraan, CAD berpeluang menguat dan menekan USD/CAD lebih lanjut.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan USD/CAD masih cenderung bearish pada time frame H4, dengan level pivot berada di 1.3785. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, potensi penurunan masih terbuka untuk menguji area support di 1.3750 hingga 1.3710.
Sebagai skenario alternatif, jika harga mampu bergerak dan bertahan di atas 1.3785, maka peluang kenaikan dapat berlanjut dengan target pengujian area resistance di 1.3800 hingga 1.3815.
Resistance 1: 1.3785 Resistance 2: 1.3800 Resistance 3: 1.3815
Support1: 1.3750 Support 2: 1.3730 Support 3: 1.3710
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Pergerakan XAUUSD pada grafik H4 menunjukkan penguatan lanjutan setelah harga menembus dan bertahan di atas area resistance 4.225–4.265, yang kini berfungsi sebagai support jangka pendek. Harga bergerak di atas SMA 50 dan tetap bertahan di atas trendline naik, sehingga bias bullish masih terjaga.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 terlihat mencoba melakukan rebound dari area support 57,09, namun pergerakan kenaikan tersebut masih terbatas dan tertahan di bawah resistance 58,00. Selama harga tetap bergerak di bawah level 58,00, tekanan bearish masih mendominasi dan kenaikan yang terjadi cenderung bersifat korektif.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan potensi bullish pada GBP/USD di time frame H4, dengan level pivot di 1.3360. Selama harga bergerak di atas level ini, peluang penguatan tetap terbuka untuk menguji resistance di area 1.3435–1.3470.
Pergerakan emas pada grafik H4 menunjukkan harga berhasil melakukan breakout dari area konsolidasi di dalam rectangle 4.245–4.265 dan kini area tersebut berubah fungsi menjadi support baru yang menahan koreksi jangka pendek. Selama harga bertahan di atas 4.245–4.265, momentum bullish tetap dominan di atas SMA 50 dan trendline naik, sehingga potensi kenaikan dapat berlanjut menuju resistance 4318, lalu 4344, hingga 4381, dengan RSI yang mendekati area overbought mengonfirmasi kuatnya tekanan beli selama harga tidak kembali turun ke bawah area rectangle tersebut.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan tekanan bearish yang semakin jelas setelah harga turun menembus area support 58,13, yang kini berubah fungsi menjadi resistance terdekat. Selama harga tetap tertahan di bawah 58,13 dan tidak mampu kembali naik ke atas resistance berikutnya di 58,65 hingga 59,16, tekanan jual berpotensi berlanjut dengan target penurunan menuju 57,09, lalu 56,59, hingga 56,13.
Pergerakan USD/CHF pada time frame H4 masih menunjukkan potensi bearish menurut analisis Trading Central, dengan level pivot berada di 0.8030. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan turun berpeluang berlanjut menuju support terdekat di 0.7965. Jika harga menembus area itu, penurunan selanjutnya dapat mengarah ke support berikutnya di 0.7940–0.7915.
Pergerakan XAUUSD pada grafik H4 masih menunjukkan konsolidasi di dalam area 4.226–4.260 setelah sebelumnya menjaga struktur higher low di atas trendline naik. Selama harga bertahan di atas trendline tersebut dan di atas area 4.170, bias jangka pendek cenderung bullish dengan peluang pengujian resistance 4.245 lalu 42.65, bahkan 4.293 jika terjadi penembusan tegas dari area konsolidasi.
Harga US Oil pada grafik H4 sebelumnya sempat rebound dari area support 57,65–58,13, namun kenaikan tersebut masih tertahan di area 59,16 yang juga bertepatan dengan SMA 50, sehingga menunjukkan bahwa tekanan bearish masih dominan. Selama harga gagal menembus resistance tersebut, potensi pelemahan berlanjut dengan tekanan yang dapat membawa harga kembali menguji support 58,13 dan 57,65, bahkan melebar menuju 57,09 jika area tersebut ditembus.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish dengan level pivot di 4.191. Selama harga bergerak di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance di 4.231–4.258.
Harga emas di grafik H4 bergerak sideways di dalam kisaran 4.170–4.265 setelah sebelumnya terkoreksi dari resistance 4.265 dan tertahan di support 4.170. Selama harga tetap berada di atas trendline naik dan SMA 50, struktur teknikal masih mendukung peluang rebound untuk kembali menguji resistance 4.245 dan 4.265.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan tekanan bearish setelah harga turun dari area 59.16–59.62 dan gagal bertahan di atas SMA 50. Penurunan ini membuat harga kembali menguji support 58.13, yang kini menjadi level penentu arah jangka pendek.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan GBP/USD masih cenderung bullish di time frame H4 dengan pivot di 1.3320. Selama harga berada di atas level ini, peluang kenaikan tetap terbuka. Resistance terdekat berada di area 1.3360–1.3365. Jika area tersebut ditembus, potensi naik dapat berlanjut menuju resistance berikutnya di 1.3415.
Harga emas pada grafik H4 mulai bergerak di bawah SMA 50 setelah gagal mempertahankan posisi di atas area 4.219, yang menunjukkan tekanan jual mulai meningkat. Selama harga bergerak di bawah garis SMA tersebut, peluang penurunan tetap dominan dan dapat mendorong harga menuju support 4.162 kemudian 4.140 bahkan 4.108 jika penurunan berlanjut.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 melemah setelah gagal bertahan di atas area 59,40. Harga kini turun dan menembus SMA 50, sehingga bias berubah menjadi bearish. Selama harga bergerak di bawah 59,40, tekanan jual berpeluang berlanjut menuju support 58,27, lalu 57,65, bahkan 57,09 jika penurunan semakin kuat.
