Weekly Review dan Outlook 01 – 05 Juni 2026
Weekly Review dan Outlook 01 – 05 Juni 2026 menunjukkan pasar keuangan global menutup bulan Mei dengan sentimen yang lebih positif setelah muncul tanda-tanda kemajuan dalam negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Harapan bahwa kedua negara dapat mempertahankan gencatan senjata dan membuka kembali jalur perdagangan melalui Selat Hormuz membantu meredakan kekhawatiran investor terhadap risiko geopolitik dan gangguan pasokan energi global.
Market Review: Wall Street Cetak Rekor di Tengah Harapan Perdamaian
Bursa saham Amerika Serikat berhasil mengakhiri pekan dengan penguatan. Indeks Dow Jones naik 0,72% ke level 51.032,65, sementara S&P 500 menguat 0,22% ke 7.580,12 dan Nasdaq bertambah 0,21% ke 26.972,62. Kenaikan tersebut memperpanjang reli mingguan S&P 500 menjadi sembilan pekan berturut-turut, yang merupakan rentetan penguatan terpanjang sejak Desember 2023.
Sentimen positif muncul setelah laporan mengenai kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran untuk memperpanjang gencatan senjata serta melanjutkan negosiasi perdamaian. Pasar menilai perkembangan tersebut dapat mengurangi risiko terhadap perdagangan global, terutama jika Selat Hormuz kembali beroperasi secara normal dalam beberapa bulan ke depan.
Optimisme juga terlihat di pasar saham global. Indeks saham dunia MSCI naik 0,51%, sementara indeks STOXX 600 Eropa menguat 0,14%. Investor memanfaatkan meredanya ketegangan geopolitik untuk kembali meningkatkan eksposur terhadap aset berisiko.
Harga Minyak Turun, Emas Kembali Menguat
Harapan terhadap tercapainya kesepakatan damai mendorong harga minyak bergerak lebih rendah. Minyak mentah WTI turun 1,73% dan ditutup pada US$87,36 per barel, sedangkan Brent melemah 1,77% ke US$92,05 per barel.
Meski demikian, pasar energi masih sensitif terhadap perkembangan negosiasi antara Washington dan Teheran. Selama proses perdamaian belum menghasilkan kesepakatan final, risiko gangguan pasokan tetap menjadi faktor yang dapat memicu volatilitas harga minyak.
Di sisi lain, emas mendapatkan dukungan dari pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat. Harga emas spot naik 1,18% ke sekitar US$4.545 per troy ons. Penguatan tersebut menunjukkan bahwa sebagian investor masih mempertahankan posisi pada aset safe haven sebagai langkah antisipasi terhadap ketidakpastian geopolitik.
Dolar AS dan Yield Treasury Melemah
Pasar obligasi mencatat penguatan setelah investor kembali masuk ke instrumen pendapatan tetap. Yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun ke 4,441%, sedangkan yield tenor 2 tahun turun ke 3,996%.
Pergerakan tersebut turut menekan dolar AS. Indeks dolar melemah ke level 98,90 setelah sebelumnya sempat menguat akibat meningkatnya ketidakpastian selama konflik berlangsung. Pelemahan dolar memberikan ruang bagi mata uang utama lainnya serta mendukung kenaikan harga emas.
WEEK AHEAD
(01 – 05 Juni 2026)
Weekly Review dan Outlook 01 – 05 Juni 2026 memasuki pekan baru dengan perhatian pasar yang tetap tertuju pada perkembangan hubungan AS-Iran. Namun selain faktor geopolitik, investor juga akan menghadapi sederet data ekonomi penting yang berpotensi memengaruhi ekspektasi kebijakan bank sentral global.
Amerika: Laporan Tenaga Kerja AS Menjadi Agenda Utama
Sorotan terbesar akan datang dari laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat untuk bulan Mei. Konsensus memperkirakan ekonomi AS menciptakan sekitar 96.000 lapangan kerja baru, lebih rendah dibandingkan 115.000 pada April. Tingkat pengangguran diperkirakan bertahan di level 4,3%.
Selain Nonfarm Payrolls, investor akan memantau laporan JOLTS Job Openings yang diperkirakan turun menjadi 6,8 juta, laporan tenaga kerja sektor swasta ADP, serta data Challenger Job Cuts. Serangkaian indikator tersebut akan memberikan gambaran terbaru mengenai kondisi pasar tenaga kerja AS di tengah percepatan investasi teknologi kecerdasan buatan.
Data aktivitas bisnis melalui ISM Manufacturing PMI dan ISM Services PMI juga akan menjadi perhatian utama. Hasil survei tersebut dapat memberikan petunjuk mengenai kekuatan sektor manufaktur dan jasa di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pasar juga akan mencermati sejumlah pidato pejabat Federal Reserve untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga. Selain itu, laporan keuangan dari perusahaan teknologi Broadcom diperkirakan akan memberikan gambaran tambahan mengenai perkembangan sektor kecerdasan buatan.
Di kawasan Amerika lainnya, Kanada juga akan merilis data tenaga kerja serta PMI yang dapat memengaruhi pergerakan dolar Kanada.
Eropa: Inflasi Zona Euro dan ECB Menjadi Sorotan
Di Eropa, fokus utama investor akan tertuju pada data inflasi awal Zona Euro bulan Mei yang dirilis menjelang pertemuan kebijakan moneter Bank Sentral Eropa.
Inflasi tahunan diperkirakan meningkat menjadi 3,3%, tertinggi sejak September 2023. Sementara inflasi inti diperkirakan naik menjadi 2,4%. Angka tersebut dapat memperkuat ekspektasi bahwa ECB akan kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan Juni.
Selain inflasi, pasar juga akan memantau data pertumbuhan ekonomi kuartal pertama, tingkat pengangguran yang diperkirakan tetap di 6,2%, serta penjualan ritel Zona Euro yang diperkirakan masih menunjukkan pelemahan.
Dari negara-negara utama Eropa, Jerman akan merilis data penjualan ritel, Prancis mengumumkan data perdagangan dan produksi industri, sedangkan Italia dan Spanyol akan menerbitkan survei PMI terbaru. Di luar Zona Euro, Turki dijadwalkan merilis data pertumbuhan ekonomi kuartal pertama, sementara Swiss akan mengumumkan data inflasi, perdagangan, dan produk domestik bruto.
Asia Pasifik: PMI China dan GDP Australia Jadi Perhatian
Investor di kawasan Asia Pasifik akan memfokuskan perhatian pada data aktivitas bisnis China. Pemerintah China akan merilis PMI manufaktur dan jasa versi resmi yang diperkirakan menunjukkan perlambatan aktivitas ekonomi dibandingkan bulan sebelumnya.
Dari Jepang, pasar akan mencermati data belanja modal perusahaan, pertumbuhan upah, pengeluaran rumah tangga, serta indikator ekonomi utama yang dapat memberikan gambaran mengenai kekuatan pemulihan ekonomi domestik.
Australia akan menjadi salah satu negara dengan agenda ekonomi terpadat pada pekan depan. Data produk domestik bruto kuartal pertama diperkirakan menunjukkan pertumbuhan sebesar 0,5% secara kuartalan, lebih rendah dibandingkan 0,8% pada kuartal sebelumnya. Selain itu, pasar juga akan memantau data kredit sektor swasta, izin pembangunan, harga komoditas, aktivitas industri, dan neraca perdagangan.
Outlook Pasar: Geopolitik dan Bank Sentral Tetap Mendominasi
Weekly Review dan Outlook 01 – 05 Juni 2026 menunjukkan bahwa pasar global memasuki bulan Juni dengan kombinasi sentimen positif dan sejumlah risiko yang masih perlu diperhatikan. Kemajuan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran berhasil meredakan ketegangan geopolitik untuk sementara waktu, tetapi perkembangan terbaru dari proses perdamaian tersebut tetap berpotensi menjadi penggerak utama pasar.
Pada saat yang sama, laporan tenaga kerja AS, data inflasi Zona Euro, serta indikator aktivitas ekonomi dari China akan menjadi acuan penting bagi investor dalam menilai prospek pertumbuhan global dan arah kebijakan bank sentral. Kombinasi faktor-faktor tersebut diperkirakan akan menentukan pergerakan saham, dolar AS, obligasi, emas, dan minyak sepanjang pekan pertama Juni.
Data Mingguan Perdagangan Emas (25 – 29 Mei 2026)
Open : 4.559,65 High : 4.595,38 Low : 4.366,00 Close : 4.542,79 Range : 229,38
GOLD PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
| WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
| S1 4.407 | R1 4.637 |
| S2 4.272 | R2 4.731 |
| S3 4.178 | R3 4.866 |
Gold Outlook : Bullish
Data Mingguan Perdagangan US Oil (25 – 29 Mei 2026)
Open : 93,02 High : 94,66 Low : 86,28 Close : 87,79 Range : 8,38
OIL PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
| WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
| S1 84,49 | R1 92,87 |
| S2 81,20 | R2 97,96 |
| S3 76,11 | R3 101,25 |
Oil Outlook : Bearish
Baca juga: Weekly Review dan Outlook 25 – 29 Mei 2026
Dapatkan update seputar Pasar saham global trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Selamat trading dan semoga sukses!
