Download TPFx Mobile Available On

Market Highlight (02/09/2026)

by Annan Firsta
Feature

FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH

AUDUSD

Opportunity: Bearish  Range        0,71400 – 0,70800

Mata uang Aussie terhadap mata uang Dollar AS mengalami tekanan terbatas dan nampaknya hanya sementara. Hal tersebut karena Dollar Australia bertahan di dekat level tertingginya sejak awal Juni karena aksi jual obligasi global membuat investor tetap berhati-hati. Meningkatnya kekhawatiran mengenai defisit anggaran dan tingkat utang AS mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (*Treasury*), sementara pasar Australia menghadapi tekanan akibat ekspektasi bahwa suku bunga mungkin perlu dipertahankan pada tingkat tinggi lebih lama guna meredam inflasi. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga RBA sebesar 25 basis poin menjadi 4,60% pada 29 September sebesar 54%, naik dari hanya 10% seminggu sebelumnya, sementara probabilitas kenaikan lebih lanjut menjadi 4,85% berada di angka 40%. Ekspektasi kenaikan suku bunga ini menguat meskipun data terkini mengindikasikan melemahnya momentum ekonomi; data ekspor neto dan belanja pemerintah menunjukkan adanya perlambatan ekonomi pada kuartal kedua. Investor kini menantikan laporan PDB kuartal kedua yang akan dirilis pada hari Rabu, dengan para ekonom memperkirakan pertumbuhan hanya 0,3% secara kuartalan dan pertumbuhan tahunan melambat menjadi 1,8% dari 2,5%. Meskipun demikian, inflasi inti tetap tinggi di angka 3,6%, sehingga terus menekan RBA untuk menaikkan suku bunga lagi.

Pivot : 0,71540

R1 : 0,71697          S1 : 0,71279

R2 : 0,71958          S2 : 0,71122

R3 : 0,72115          S3 : 0,70861


USDJPY

Opportunity: Bullish  Range       160,100 – 160,600

Pelemahan mata uang Yen terhadap mata uang Greenback terus berlangsung, bahkan sudah sentuh level 160-an. Terpuruknya mata uang Yen ini bertahan di level psikologis penting yang memicu kekhawatiran akan kemungkinan intervensi lanjutan oleh pihak berwenang. Yen telah kehilangan lebih dari separuh keuntungan yang diperolehnya pasca-intervensi pasar mata uang gabungan Jepang-AS pada akhir Juli, dengan kelemahan struktural yang terus menekan mata uang tersebut. Yen tetap berada di bawah tekanan akibat selisih suku bunga yang lebar, kekhawatiran fiskal yang meningkat di Jepang, serta tingginya harga minyak yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah. Para investor juga terus mencermati prospek kebijakan moneter Bank of Japan menyusul laporan bahwa Menteri Keuangan AS Scott Bessent mendesak Perdana Menteri Satsuki Katayama dan Gubernur BOJ Kazuo Ueda untuk menaikkan suku bunga. Ekspektasi meningkat terhadap kenaikan suku bunga dari bank sentral Jepang pada bulan September di tengah kekhawatiran atas pelemahan yen yang berkelanjutan dan inflasi yang didorong oleh impor.

Pivot : 160,018

R1 : 160,407          S1 : 159,771

R2 : 160,654          S2 : 159,382

R3 : 161,043          S3 : 159,135


GBPUSD

Opportunity  : Bearish menuju  :  1.3473 –  1.3441

Di luar perkiraan, Pounds ditutup melemah pada perdagangan Selasa kemarin. GBP/USD kembali turun menuju area rendah 1,3500. Poundsterling gagal mempertahankan momentum positif yang muncul pada Senin. Tidak banyak data ekonomi Inggris yang menjadi perhatian pada perdagangan berikutnya. Karena itu, pasar akan mengalihkan fokus ke final S&P Global Services PMI yang dijadwalkan rilis pada Rabu, 3 September. Disisi lain Dolar AS dan pasar global kembali bergerak volatil pada perdagangan Selasa. Indeks Dollar AS (DXY) berhasil memulihkan sebagian besar kerugian pada Senin dan sempat menembus level 99,60. Penguatan Dollar terjadi saat pasar menghadapi tekanan baru dari meningkatnya ketegangan Amerika Serikat dan Iran. Kondisi tersebut juga mendorong kenaikan imbal hasil Treasury AS dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global. Kenaikan dolar AS juga terdukung lonjakan harga minyak mentah WTI sebesar +5% pada hari Selasa ke level tertinggi dalam 6 minggu meningkatkan ekspektasi inflasi, yang berpotensi mendorong The Fed untuk menaikkan suku bunga—sebuah faktor yang mendukung Dollar. GBP masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang akan dibayangi oleh penguatan U.S Dollar.

Open  : 1.3515         Pivot  1.3527

R1  : 1.3548              S1  : 1.3494

R2  : 1.3580               S2  : 1.3473

R3  : 1.3618               S3  : 1.3441


EURUSD

Opportunity  : Bearish menuju  1.1560 – 1.1536

Euro ditutup melemah pada perdagangan Selasa kemarin. Mata uang Euro kembali melemah dan turun di bawah 1,1600. Pergerakan tersebut menghapus sebagian besar penguatan pasangan mata uang ini pada awal pekan. Data inflasi awal zona Euro kembali meningkatkan spekulasi mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga ECB pada September. Namun, penguatan dolar AS tetap menjadi tekanan bagi Euro. Pasar selanjutnya akan mencermati final S&P Global Services PMI Jerman dan zona euro. Data Producer Prices zona euro juga akan menjadi perhatian pada 3 September. Disisi lain Indeks Dollar AS berakhir naik pada hari Selasa, terdukung lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan komentar hawkish pejabat Fed. Indeks Dollar AS ditutup naik 0,24% pada 99,65. Demikian juga, pernyataan hawkish dari Gubernur The Fed Michael Barr memberikan dukungan bagi dolar; ia menyatakan, “Jika inflasi tampaknya tidak melandai secara memadai, maka menurut saya kita harus bertindak tegas untuk menaikkan suku bunga.” Kenaikan Dollar AS juga terdukung lonjakan harga minyak mentah WTI sebesar +5% pada hari Selasa ke level tertinggi dalam 6 minggu meningkatkan ekspektasi inflasi, yang berpotensi mendorong The Fed untuk menaikkan suku bunga sebuah faktor yang mendukung Dollar. EUR masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang dibayangi oleh penguatan U.S Dollar.

Open  : 1.1592   Pivot  : 1.1600

R1  : 1.1616        S1  : 1.1576

R2  : 1.1640        S2  : 1.1560

R3  : 1.1656        S3  : 1.1536


USDCHF

Opportunity  : Bullish menuju  :  0.8155  –  0.8185

Sesuai perkiraan, Franc Swiss ditutup melemah pada perdagangan Selasa kemarin. Menguatnya data Retail Sales Swiss yang rilis Selasa kemarin tidak mampu menopang nilai mata-uang Swiss Franc. Disisi lain indeks Dollar AS ditutup naik 0,24% pada 99,65. Indeks Dollar AS berakhir naik pada hari Selasa, terdukung lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan komentar hawkish pejabat Fed. Kenaikan Dollar AS juga terdukung lonjakan harga minyak mentah WTI sebesar +5% pada hari Selasa ke level tertinggi dalam 6 minggu meningkatkan ekspektasi inflasi, yang berpotensi mendorong The Fed untuk menaikkan suku bunga sebuah faktor yang mendukung Dollar. CHF masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini mengingat ketegangan AS-Iran kian meningkat.

Open  : 0.8115    Pivot  : 0.8105

R1  : 0.8135         S1  : 0.8085

R2  : 0.8155         S2  : 0.8055

R3  : 0.8185         S3 : 0.8036


DXY

Opportunity: Bullish  Range        99,600 –  99,900

Kebangkitan mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya kembali nampak di market. Tanda tersebut terlihat pada Indeks Dollar AS (DXY) yang bergerak naik dan sentuh level tertinggi pada level 99,722. Kondisi Dollar AS ini melanjutkan pemulihan dari titik terendah tiga bulan di angka 98,8 yang tercatat pada 21 Agustus, serta bergerak seiring dengan lonjakan imbal hasil di seluruh kurva akibat risiko inflasi yang selaras dengan prospek sikap Federal Reserve yang lebih hawkish. AS dan Iran kembali saling melancarkan serangan, yang semakin meredupkan harapan tipis akan membaiknya arus energi melalui Selat Hormuz dalam waktu dekat. Kenaikan harga energi menambah tekanan inflasi tak lama setelah sejumlah anggota FOMC, termasuk Ketua Warsh, memperingatkan bahwa inflasi dapat memicu kenaikan suku bunga. Ketua juga mencatat bahwa pasar tenaga kerja baru-baru ini berada dalam kondisi full employment (pemanfaatan tenaga kerja penuh), sejalan dengan revisi tahunan data nonfarm payrolls yang jauh di bawah angka penurunan yang dilaporkan sebelumnya. Sementara itu, bukti inflasi yang lebih tinggi di Zona Euro menambah konsensus tentang kenaikan suku bunga ECB, sehingga membatasi pemulihan DXY.

Pivot : 99,576

R1 :    99,799         S1 :    99,430 

R2 :    99,945         S2 :    99,207

R3 :  100,168         S3 :    99,061

 


INDICES ZONE BY FEDI

NIKKEI

Opportunity: Sell Limit di area 65.895 – 65,950

Indeks Nikkei 225 turun 2,5% menjadi di bawah 64.600 sementara Indeks Topix yang lebih luas turun 1,6% menjadi 4.115 pada hari Rabu, dengan Nikkei mencapai titik terendah empat minggu karena lonjakan imbal hasil obligasi global dan harga minyak sangat membebani pasar saham. Harga minyak naik untuk sesi ketiga berturut-turut di tengah meningkatnya permusuhan antara AS dan Iran, meningkatkan risiko inflasi dan mendorong imbal hasil obligasi global lebih tinggi. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang 10 tahun mencapai 3% untuk pertama kalinya sejak 1996, juga didukung oleh meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan bulan ini. Saham-saham teknologi dan terkait AI memimpin penurunan, dengan kerugian yang signifikan dari Kioxia Holdings (-1,1%), Advantest (-2,3%), Fujikura (-1,4%), Tokyo Electron (-4,6%) dan SoftBank Group (-4,6%). Saham-saham keuangan, konsumen, dan industri juga mencatat penurunan tajam.

Pivot : 66,092

R1 : 66,528      S1 : 65,328

R2 : 67,292       S2 : 64,892

R3 : 67,728       S3 : 64,128


HANGSENG

Opportunity: Bearish ke 25,138

Indeks Hang Seng turun 0,9%, atau 237 poin, dan ditutup pada 25.330 pada hari Selasa, karena ketegangan AS-Iran yang kembali meningkat mendorong harga minyak lebih tinggi dan meningkatkan kekhawatiran atas inflasi dan pengetatan moneter lebih lanjut. Minyak mentah Brent melanjutkan kenaikannya setelah eskalasi terbaru meningkatkan risiko gangguan berkepanjangan terhadap aliran energi melalui Selat Hormuz. Penurunan ini terjadi meskipun ada tanda-tanda perbaikan aktivitas manufaktur Tiongkok. PMI Manufaktur RatingDog Tiongkok naik menjadi 51,5 pada Agustus dari 50,9 pada Juli, menunjukkan ekspansi yang lebih kuat dalam aktivitas pabrik sektor swasta. Sementara itu, Shein melakukan debutnya yang telah lama ditunggu-tunggu di Hong Kong, tetapi sahamnya jatuh tajam setelah pembukaan, turun lebih dari 9% tak lama setelah perdagangan dimulai. Perusahaan tersebut mengumpulkan HK$13,6 miliar dalam IPO-nya dengan harga HK$48,56 per saham, yang memberi nilai sekitar US$26,5 miliar. Pelemahan yang kembali terjadi di sektor properti Tiongkok juga membebani sentimen pasar. Saham-saham yang mengalami penurunan signifikan antara lain Tencent (-2,6%), Z.AI Co. (-1,3%), MiniMax (-3,5%), dan Meituan (-2,9%).

Pivot : 25,488

R1 : 26,141    S1 : 25,261

R2 : 25,840    S2 : 25,136

R3 : 25,965    S3 : 24,909


NASDAQ

Opportunity: Sell Limit: 29,170| SL: 29,300 | TP: 29,950

Kontrak berjangka saham AS stabil pada hari Rabu setelah indeks utama mencatat sesi penurunan lagi, tertekan oleh kenaikan imbal hasil obligasi dan harga minyak yang meningkatkan kekhawatiran atas inflasi dan kenaikan suku bunga. Dalam perdagangan reguler pada hari Selasa, Dow Jones turun 0,79%, S&P 500 turun 0,71%, dan Nasdaq Composite turun 1,03%, dengan ketiga indeks acuan tersebut memperpanjang tren penurunan mereka untuk sesi ketiga berturut-turut. Tujuh dari 11 sektor S&P berakhir lebih rendah, dipimpin oleh penurunan di sektor barang konsumsi non-esensial, industri, dan material. Pergerakan ini terjadi seiring intensifikasi aksi jual obligasi global, mendorong imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun ke level tertinggi sejak awal 2025. Harga minyak juga melonjak di tengah meningkatnya permusuhan antara AS dan Iran, meningkatkan risiko gangguan lebih lanjut terhadap aliran energi dari Timur Tengah. Investor kini menunggu data penggajian swasta ADP dan Beige Book dari The Fed, bersama dengan laporan pendapatan dari Broadcom, Hewlett Packard, dan Snowflake, di antara lainnya.

Pivot : 29,637.92

R1 : 29,684.83      S1 : 29,606.58

R2 : 29,716.17      S2 : 29,559.67 

R3 : 29,763.08      S3 : 29,528.33



COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF

Gold

Opportunity: Bearish, namun indikator RSI mulai memasuki area oversold sehingga membuka peluang terjadinya rebound. Meski demikian, selama harga masih berada di bawah area 4.396–4.464, tren bearish masih tetap terjaga.

Harga emas bergerak di bawah level US$4.350 per troy ounce pada perdagangan Rabu setelah mengalami tekanan signifikan dan terkoreksi hampir 3% pada sesi sebelumnya. Pelemahan harga emas terutama dipicu oleh perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve, menyusul kenaikan tajam imbal hasil obligasi global serta meningkatnya harga minyak yang kembali memperbesar kekhawatiran terhadap tekanan inflasi. Kenaikan yield obligasi membuat aset berbunga menjadi relatif lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Sentimen hawkish terhadap Federal Reserve semakin kuat setelah Kevin Warsh menegaskan komitmennya untuk memerangi inflasi. Perubahan ekspektasi tersebut membuat pelaku pasar memperkirakan peluang sekitar 70% terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada bulan ini. Kenaikan yield Treasury AS yang sebelumnya sempat turun setelah pengumuman program buyback yang diperluas oleh Menteri Keuangan AS Scott Bessent, kembali memberikan tekanan terhadap emas. Dengan meningkatnya yield riil dan ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi, ruang bagi emas untuk mempertahankan momentum kenaikannya menjadi semakin terbatas.

Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada data ketenagakerjaan AS, terutama laporan ADP employment yang dirilis Rabu dan laporan nonfarm payrolls pada Jumat. Kedua data tersebut akan menjadi indikator penting bagi investor dalam menilai seberapa kuat perekonomian AS serta apakah tekanan inflasi dan kondisi pasar tenaga kerja cukup kuat untuk mendorong The Fed mempertahankan atau meningkatkan kebijakan moneter yang lebih ketat.

Pivot : 4.396

R1  4.396   R2  4.464  R3 4.508

S1  4.311   S2  4.262  S3  4.223


Oil

Opportunity : Bullish, namun indikator RSI mulai memasuki area overbought sehingga membuka potensi koreksi. Meski demikian, selama harga masih bertahan di atas 87,64, tren bullish tetap terjaga.

Harga minyak mentah melanjutkan penguatannya pada perdagangan Rabu, dengan WTI bergerak menuju US$91 per barel dan mencatat kenaikan untuk sesi ketiga berturut-turut. Harga tersebut merupakan level tertinggi dalam hampir enam minggu. Penguatan minyak terutama didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, yang memunculkan kekhawatiran baru terhadap keamanan jalur perdagangan energi di kawasan Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz, salah satu jalur strategis bagi distribusi minyak global.

Ketegangan meningkat setelah militer AS melancarkan serangan baru terhadap target Iran di sekitar Selat Hormuz. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan respons terhadap upaya Iran memasang ranjau di jalur perairan tersebut serta serangan sebelumnya terhadap pangkalan militer AS. Trump juga memperingatkan bahwa respons AS dapat diperbesar secara signifikan apabila Iran melakukan serangan balasan. Di sisi lain, Iran menyatakan telah merespons dengan menargetkan pangkalan AS di kawasan tersebut dan meluncurkan rudal ke arah Yordania. Eskalasi ini meningkatkan risiko gangguan terhadap arus perdagangan minyak dan mendorong investor memasukkan geopolitical risk premium yang lebih besar ke dalam harga crude oil.

Risiko terhadap pasokan global menjadi semakin penting mengingat besarnya volume minyak yang melewati Selat Hormuz. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut sekitar 17 juta barel minyak mentah melewati Selat Hormuz pada Senin, sekaligus menyatakan bahwa Iran tidak memiliki kendali penuh atas jalur strategis tersebut. Pernyataan tersebut sedikit mengurangi kekhawatiran mengenai kemungkinan terhentinya seluruh aliran minyak, tetapi selama konflik terus meningkat, pasar tetap akan sensitif terhadap potensi gangguan transportasi dan pasokan. Kenaikan harga minyak juga berpotensi memperburuk tekanan inflasi global, sehingga menciptakan keterkaitan erat dengan pergerakan emas melalui jalur ekspektasi suku bunga.

Pivot: 89,30

R1 91,78        S1  89,30

R2  93,43        S2 87,64

R3  95,42        S3  85,07


DAILY ECONOMIC DATA


WEBINAR HARI INI (Rabu, 2 September 2026)

Halo, Sobat Trader…

Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:

Waspadai Volatilitas Emas Jelang Rilis Data ADP Non-Farm Employment

Catat jam dan waktunya ya!

  Rabu, 2 September 2026 
  13.00 WIB
  Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia

Silakan klik link di sini untuk join:

YouTube & Zoom

You may also like

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures

Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id

Call Center: 
(+62) 21 252 75 77

Pengaduan

Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA

 

Perusahaan tidak menerima setoran tunai, dana nasabah yang diterima oleh perusahaan dalam rangka pembukaan rekening/deposit awal maupun top up margin hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan antar rekening.

 

Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan call center resmi di nomor (+62) 21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2025 TPFX Support – PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privasi

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id
Call Center: (+62)21 252 75 77
Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES
ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan
call center resmi di nomor (+62)21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privacy