Download TPFx Mobile Available On

Market Highlights (07/10/2026)

by Annan Firsta

FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH

AUDUSD

Opportunity: Bullish  Range Limited       0,69800 – 0,70300

Kondisi mata uang Dollar Australia terhadap mata uang Greenback bertahan pada jalur konsolidasinya. Situasi ini terjadi setelah Aussie bangkit dari level terendah dalam beberapa bulan yang dicapai pada 1 Oktober, didukung oleh permintaan mata uang tersebut akibat pelemahan dolar Selandia Baru dan euro. Mata uang ini mendapat dorongan tidak langsung dari aksi jual euro—yang menyebabkan mata uang tunggal tersebut jatuh ke level terendah sejak akhir 2024 akibat kekhawatiran terhadap posisi fiskal dan ketidakpastian politik Prancis—sementara dolar Australia menguat ke level tertinggi dalam enam hari terhadap dolar Selandia Baru. Di dalam negeri, kepercayaan konsumen melemah untuk bulan kedua berturut-turut, dengan kenaikan suku bunga dan bahan bakar yang membebani sentimen rumah tangga, sementara penurunan tajam harga rumah juga membebani sentimen. Bank Sentral Australia menaikkan suku bunga acuan ke level tertinggi dalam 15 tahun terakhir, yaitu 4,6% pada bulan September, kenaikan keempat tahun ini, sebagai upaya untuk menekan tekanan inflasi. Namun, penurunan harga minyak dan angka inflasi bulan Agustus yang lebih rendah mengurangi ekspektasi akan pengetatan kebijakan lebih lanjut; pasar kini memperkirakan suku bunga akan dipertahankan pada bulan November, namun akan kembali dinaikkan pada awal tahun depan.

Pivot : 0,69767

R1 : 0,69923      S1 : 0,69642

R2 : 0,70048      S2 : 0,69486

R3 : 0,70204      S3 : 0,69361


USDJPY

Opportunity: Bullish  Range       158,100 – 158,600

Terbatasnya pergerakan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback masih mewarnai perdagangan market. Mata uang Jepang ini terus dibayangi pelemahan dan tetap berada dalam kisaran terbatas karena Perdana Menteri Sanae Takaichi terus mendorong kebijakan fiskal ekspansif meskipun ada kekhawatiran tentang mata uang yang lemah dan pendanaan pemerintah. Dalam pidatonya di parlemen, Takaichi berjanji untuk mengurangi pajak konsumsi atas produk makanan sambil menekankan bahwa pemerintah akan mengamankan pendanaan tanpa menerbitkan obligasi tambahan, dengan tujuan untuk meyakinkan pasar keuangan. Sementara itu, para investor menantikan serangkaian laporan ekonomi yang akan dirilis minggu ini, termasuk data bulan Agustus mengenai upah, transaksi berjalan, dan belanja rumah tangga, serta angka bulan September untuk keyakinan konsumen dan pesanan peralatan mesin. Pekan lalu, ringkasan pendapat dari pertemuan Bank of Japan bulan September menunjukkan meningkatnya kekhawatiran bahwa inflasi akan melampaui target 2% bank sentral, hal ini memunculkan kemungkinan kenaikan suku bunga lagi tahun ini, namun belum memberikan kejelasan mengenai waktu pelaksanaannya menjelang pertemuan kebijakan pada bulan Oktober dan Desember.

Pivot : 158,024

R1 : 158,283     S1 : 157,810   

R2 : 158,497     S2 : 157,551

R3 : 158,756      S3 : 157,337


GBPUSD

Opportunity  : Bullish menuju  :  1.3338 –  1.3391

Pounds ditutup menguat cukup signifikan pada perdagangan Selasa kemarin. Poundsterling kembali mengarah ke level 1,3300 seiring tekanan terhadap Dollar AS. Indeks Dollar AS mundur dari level tertinggi dalam 1,5 tahun dan ditutup turun pada hari Selasa, 6 Oktober 2026, tertekan peningkatan defisit perdagangan dan penurunan imbal hasil Treasury AS. Indeks Dollar AS ditutup turun 0,3% pada 101,84. Tekanan terhadap dolar AS akibat melebarnya defisit perdagangan AS bulan Agustus ke level tertinggi dalam 17 bulan. Defisit perdagangan AS bulan Agustus meningkat ke level tertinggi dalam 17 bulan sebesar 102,1 miliar, dan kemungkinan akan membebani PDB kuartal ketiga. Hari ini Inggris akan merilis data BBA Mortgage Rate dan Lloyds House Price Index. GBP masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini yang didukung oleh perkiraan data Perumahan Inggris yang meningkat di  bulan September. Disisi lain Indeks Dollar sudah menembus ke bawah area 102,00. Pergerakan ini menunjukkan tekanan terhadap Greenback kembali meningkat.

Open  : 1.3271         Pivot  1.3254

R1  : 1.3306              S1  : 1.3226

R2  : 1.3338              S2  : 1.3169

R3  : 1.3391              S3  : 1.3138


EURUSD

Opportunity  : Bullish menuju  1.1320 – 1.1363

Mata uang Euro bangkit dari level terendah dalam 16 bulan dan ditutup naik pada hari Selasa, 6 Oktober 2026, terdukung pelemahan Dollar AS. Pasangan mata uang EUR/USD ditutup naik 0,33% pada 1.1260. Pelemahan dolar AS memicu aksi short covering pada mata uang Euro. Selain itu, meredanya kekhawatiran politik di Prancis turut mendukung euro setelah Menteri Keuangan Prancis, Lescure, menyatakan bahwa Prancis masih jauh dari kebutuhan akan bantuan ECB untuk menangani krisis utangnya. Namun kenaikan Euro pada hari Selasa tertahan setelah data penjualan ritel Zona Euro bulan Agustus naik lebih rendah dari perkiraan, dan pesanan pabrik Jerman bulan Agustus turun lebih dalam dari dugaan penurunan terbesar dalam tujuh bulan terakhir. Disisi lain Indeks Dolar AS (DXY) kembali kehilangan momentum positif pada awal pekan. DXY bahkan menembus ke bawah area 102,00. Pergerakan ini menunjukkan tekanan terhadap Greenback kembali meningkat. Dari Eropa, Jerman akan merilis data Industrial Production. Pasar juga menantikan komentar pejabat Bank Sentral Eropa (ECB), termasuk Piero Cipollone dan Boris Vujčić. EUR masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini yang juga didukung oleh Harga minyak WTI berjangka yang melanjutkan koreksi untuk hari ketiga berturut-turut. WTI bahkan turun di bawah US$87 per barel.

Open  : 1.1257   Pivot  : 1.1246

R1  : 1.1289        S1  : 1.1215

R2  : 1.1320        S2  : 1.1172

R3  : 1.1363        S3  : 1.1141


USDCHF

Opportunity  : Bullish menuju  :  0.8342  –  0.8358

Swiss Franc masih dalam tekanan U.S Dollar pada perdagangan Selasa kemarin. Swiss Franc ditutup melemah di area 0.8315. Laporan data Unemployment Swiss yan rilis tidak berubah masih di angka 3.1% juga membebani pergerakan mata-uang Swiss Franc. Pelemahan mata-uang Swiss terjadi di tengah turunnya harga minyak global dalam tiga hari berturut yang tembus di bawah $87 per barrel. Disisi lain Indeks dolar AS mundur dari level tertinggi dalam 1,5 tahun dan ditutup turun pada hari Selasa, 6 Oktober 2026, tertekan peningkatan defisit perdagangan dan penurunan imbal hasil Treasury AS. Indeks Dollar AS ditutup turun 0,3% pada 101,84. CHF masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang dibebani data ekonomi Swiss yang kurang baik.

Open  : 0.8306      Pivot  : 0.8313

R1  : 0.8329          S1  : 0.8300

R2  : 0.8342          S2  : 0.8285

R3  : 0.8358          S3  : 0.8272


DXY

Opportunity: Bearish  Range    101,800 –  101,500

Tekanan terbatas dan sementara mulai melanda pergerakan mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya. Tanda pelemahan tersebut terlihat pada Indeks Dollar AS (DXY) yang merosot dan sentuh level terendah hariannya 101,754. Penyebab pelemahan Dollar AS ini tertekan oleh meredanya kekhawatiran mengenai harga energi yang tinggi dan kebutuhan akan pengetatan moneter lebih lanjut. Harga minyak turun ke level terendah dalam satu bulan di tengah tanda-tanda pemulihan ekspor minyak mentah Timur Tengah, yang membantu meredakan kekhawatiran inflasi dan mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Fed dalam waktu dekat. Federal Reserve diperkirakan secara luas akan mempertahankan suku bunga tidak berubah bulan ini, sementara pasar telah memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Desember. Dollar AS melemah secara luas, dengan penurunan terbesar tercatat terhadap Euro. Mata uang bersama tersebut turun hingga 0,8% pada hari Senin di tengah kekhawatiran mengenai tingginya utang dan kebuntuan politik di Prancis, sementara prospek pemilihan umum dini di Spanyol menambah tekanan negatif.

Pivot : 101,961

R1 :   102,168     S1 :  101,637 

R2 :   102,492     S2 :  101,430

R3 :   102,699     S3 :  101,106

 


INDICES ZONE BY FEDI

NIKKEI

Opportunity: Bullish ke area 67,031

Indeks Nikkei 225 turun 0,2% menjadi di bawah 70.600 pada hari Rabu, mengakhiri kenaikan dua hari karena investor mengamankan keuntungan setelah indeks acuan tersebut melonjak ke level tertinggi tiga bulan. Meskipun demikian, ekuitas global tetap didukung oleh ekspektasi bahwa perusahaan dapat bertahan menghadapi suku bunga dan biaya energi yang lebih tinggi, dengan S&P 500 dan Nasdaq Composite mencapai rekor tertinggi baru semalam. Sementara itu, harga minyak pulih karena risiko yang berkelanjutan terhadap aliran energi Timur Tengah lebih besar daripada tanda-tanda peningkatan pasokan dari kawasan tersebut. Dalam berita perusahaan, SpaceX dilaporkan berupaya mengumpulkan dana sebesar $40 miliar untuk membeli chip Nvidia, memperkuat prospek sektor teknologi. Di antara saham-saham individual, Fujikura (1,7%), SoftBank Group (1,6%), dan Furukawa Electric (4,1%) mencatatkan kenaikan yang signifikan, sementara Kioxia Holdings (-3,4%), Advantest (-1,2%), dan Disco Corp (-4,8%) mengalami penurunan.

Pivot : 65,887

R1 : 66,893      S1 : 65,303

R2 : 67,477      S2 : 64,297

R3 : 68,483     S3 : 63,713


HANGSENG

Opportunity: Bearish ke 25,217

Indeks Hang Seng naik 1,0%, atau 240 poin, dan ditutup pada 24.281 pada hari Selasa, memperpanjang kenaikan karena reli yang dipimpin teknologi di pasar global meningkatkan sentimen. Wall Street ditutup lebih tinggi semalam karena optimisme AI dan aktivitas akuisisi, meskipun imbal hasil obligasi pemerintah berada di dekat 5,31%. Harga minyak yang lebih rendah juga mendukung selera risiko, dengan minyak mentah Brent berada di sekitar US$100 per barel setelah turun 1,9% pada sesi sebelumnya karena ekspor Timur Tengah meningkat dan negara-negara G7 berjanji untuk meningkatkan pasokan. Perdagangan tetap relatif tipis karena pasar Tiongkok daratan tetap tutup untuk libur Hari Nasional. Saham-saham terkait AI tetap menjadi fokus, dengan bioteknologi juga naik. HSBC juga menarik perhatian setelah HKMA mempertanyakan keputusannya untuk mendirikan pusat AI global di Singapura daripada Hong Kong. Pergerakan saham yang signifikan termasuk Z.AI Co. (7,6%), Tencent (1,2%), Genscript Biotech (7,7%), Xiaomi (1,6%), dan Wuxi Biologics (4,5%).

Pivot : 24,408

R1 : 24,558    S1 : 24,120

R2 : 24,846    S2 : 23,970

R3 : 24,996    S3 : 23,682


NASDAQ

Opportunity: Buy Limit: 30,560| SL: 30,400 | TP: 30,720

Kontrak berjangka saham AS sedikit berubah pada hari Rabu setelah indeks utama mencapai rekor tertinggi baru pada sesi sebelumnya, didukung oleh reli kuat pada saham teknologi. Selama perdagangan reguler pada hari Selasa, S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing naik 0,58% dan 0,45%, dengan kedua indeks ditutup pada level rekor. Dow juga naik 0,49%. Produsen chip termasuk di antara yang berkinerja terbaik, dipimpin oleh AMD (2,8%), Marvell Technology (5,8%), dan Broadcom (3,7%). Sentimen semakin didukung karena kenaikan imbal hasil obligasi berhenti, mengurangi tekanan pada prospek kredit sektor teknologi. Sementara itu, harga minyak pulih karena risiko yang berkelanjutan terhadap aliran energi Timur Tengah lebih besar daripada tanda-tanda perbaikan pasokan regional. Investor sekarang menunggu risalah dari pertemuan terbaru Federal Reserve untuk petunjuk lebih lanjut tentang prospek kebijakan moneter.

Pivot : 30,917.92

R1 : 31,166.33      S1 : 30,771.33

R2 : 31,312.92      S2 : 30,522.92 

R3 : 31,561.33      S3 : 30,376.33



COMMODITY ZONE BY NITRA

Gold

Opportunity: netral cenderung bearish selama harga berada di bawah area resistance 4.197.8

Pada perdagangan 6 Oktober, emas dibuka di level 4.144,03 dan sempat tertekan hingga menyentuh low 4.104,01, mendekati area support psikologis 4.100. Kemunculan aksi beli di area tersebut berhasil memicu pantulan harga hingga mencapai high 4.184,48, sebelum akhirnya ditutup pada level 4.164,23. Penutupan candle harian ini mencatatkan kenaikan sekitar 20 poin dari harga pembukaan, atau naik 23 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya di 4.140,79. Pembentukan ekor bawah yang cukup panjang mengindikasikan adanya perlawanan dari pembeli, meskipun pergerakan ini masih dikategorikan sebagai pemulihan terbatas. Hal ini mengingat emas sempat terkoreksi sekitar 3% pada pekan sebelumnya dan posisinya masih berada jauh di bawah rekor puncaknya pada akhir Agustus di kisaran 4.696.

Memasuki 7 Oktober, sentimen fundamental masih menekan pergerakan emas. Beban utama bersumber dari imbal hasil obligasi AS 10-tahun yang bertahan di kisaran 5,3% serta Indeks Dolar AS yang berada di level 102, sehingga mengurangi daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil bunga. Pelaku pasar memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan Oktober dengan probabilitas sekitar 77%, namun ekspektasi kenaikan pada Desember telah mencapai 88%, mempertegas pandangan pasar bahwa bank sentral masih cenderung hawkish. Perhatian pasar hari ini tertuju pada rilis data tenaga kerja ADP nanti malam, pidato pejabat The Fed Logan, serta rilis risalah rapat FOMC bulan September pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Apabila risalah tersebut memperlihatkan nada yang lebih hawkish dari perkiraan, imbal hasil obligasi berpotensi naik dan kembali menekan emas, sedangkan nada yang lebih melunak dapat membuka ruang rebound.

Dari sisi teknis, tren besar emas masih tergolong bearish karena harganya bergerak di bawah rata-rata pergerakan 50 hari di 4.327 dan 100 hari di 4.274. Secara intraday, emas sedang berkonsolidasi di sekitar titik pivot 4.150,91. Selama harga mampu bertahan di atas pivot tersebut, peluang rebound korektif menuju 4.197,80 hingga 4.231,38 masih terbuka, dengan level 4.200 bertindak sebagai hambatan kunci. Sebaliknya, penembusan dan penutupan di bawah level 4.117 berpotensi melanjutkan tekanan menuju 4.070 lalu 4.036, dengan batas bawah utama berada di area psikologis 4.000. Untuk strategi perdagangan yang terukur, opsi beli dapat dipertimbangkan saat terjadi pantulan di kisaran support 4.117 hingga 4.100, sementara opsi jual bisa dimanfaatkan di dekat area resistance 4.198 hingga 4.231 jika muncul penolakan harga. Mengingat tingginya potensi lonjakan volatilitas menjelang rilis risalah FOMC, pelaku pasar disarankan untuk tidak terlalu agresif dalam mengambil posisi.

Pivot : 4150.91

R1 4197.8   R2 4231.38    R3 4278.27

S1  4117.33   S2 4070.44   S3  4036.86


Oil

Opportunity :  Bullish menuju area resistance 92.03

Pada perdagangan 6 Oktober, minyak mentah  dibuka di level 89,19 dan sempat merosot hingga menyentuh 86,82, yang menjadi titik terendah sejak awal September. Aksi beli setelahnya berhasil mengambil alih kendali pasar, mendorong harga naik menuju high 89,99 sebelum akhirnya ditutup pada level 89,77. Hasil ini mencatatkan kenaikan sekitar 0,58 dari harga pembukaan, atau menguat 0,64 dibandingkan penutupan hari sebelumnya di 89,13. Dengan rentang pergerakan harian mencapai 3,17 dolar dan pemulihan hampir 3 dolar dari dasar level terendah, pergerakan ini memperlihatkan adanya perlawanan pembeli. Namun dalam tren besar, harga sejatinya masih bergerak turun dari puncak pertengahan September di 106,67, sehingga penguatan ini masih dikategorikan sebagai koreksi terbatas.

Memasuki 7 Oktober, dinamika fundamental menampilkan tarikan dua arah terhadap harga minyak. Tekanan penurunan dipicu oleh pulihnya ekspor negara-negara Teluk di luar Iran yang mencapai rata-rata 18,3 juta barel per hari pada akhir September, berfungsinya Pipa East-West Arab Saudi sebagai jalur alternatif Selat Hormuz dengan kapasitas sekitar 5,8 juta barel per hari, serta kesepakatan negara-negara G7 untuk melepas 100 juta barel cadangan darurat. Di sisi lain, harga mendapat penopang dari risiko geopolitik Selat Hormuz yang belum reda dengan laporan setidaknya tujuh insiden tanker dalam sepekan terakhir, kembalinya eskalasi konflik Saudi-Houthi, serta revisi proyeksi rata-rata 2026 oleh EIA menjadi 88,21 dari sebelumnya 84,65. Katalis jangka pendek malam ini tertuju pada rilis laporan stok minyak mingguan EIA sekitar pukul 21.30 WIB, di mana penurunan stok yang signifikan berpotensi mendukung kenaikan harga, sementara lonjakan stok akan memberi tekanan tambahan.

Dari sudut pandang teknis, posisi minyak mentah yang bergerak di atas titik pivot 88,86 memberikan bias pemulihan terbatas selama harga mampu bertahan di atas area 88,86 dan support 87,73. Target kenaikan terdekat berada di area 90,90 sebelum berpotensi berlanjut menuju 92,03. Sebaliknya, jika harga kembali ditutup di bawah 87,73, skenario rebound dianggap gagal dan membuka risiko penurunan lebih lanjut menuju 85,69 hingga 84,56. Strategi perdagangan yang terukur dapat mempertimbangkan opsi beli di kisaran area pivot hingga support satu dengan batas pembatasan risiko di bawah 87,70, atau memanfaatkan opsi jual di dekat area resistance 92,00 jika terkonfirmasi adanya penolakan harga. Mengingat rilis data stok EIA berpotensi memicu pergerakan kilat, sangat disarankan untuk mengurangi ukuran posisi menjelang jam rilis data tersebut.

Pivot: 88.86

R1  90.9      S1 87.73

R2 92.03     S2  85.69

R3  94.07    S3  84.56


DAILY ECONOMIC DATA


WEBINAR HARI INI (Rabu, 7 Oktober 2026)

Halo, Sobat Trader…

Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:

Membaca Sinyal Kebijakan The Fed dari FOMC Minutes

Catat jam dan waktunya ya!

  Rabu, 7 Oktober 2026 
  13.00 WIB
  Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia

Silakan klik link di sini untuk join:

YouTube & Zoom

You may also like

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures

Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id

Call Center: 
(+62) 21 252 75 77

Pengaduan

Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA

 

Perusahaan tidak menerima setoran tunai, dana nasabah yang diterima oleh perusahaan dalam rangka pembukaan rekening/deposit awal maupun top up margin hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan antar rekening.

 

Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan call center resmi di nomor (+62) 21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2025 TPFX Support – PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privasi

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id
Call Center: (+62)21 252 75 77
Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES
ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan
call center resmi di nomor (+62)21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privacy