CPI AS menjadi perhatian utama pasar pada Rabu karena data inflasi Juli akan memberi petunjuk baru mengenai arah kebijakan Federal Reserve (Fed). Pasar memperkirakan inflasi tahunan turun menjadi 3,4% dari 3,5% pada Juni. Sementara itu, inflasi inti diperkirakan melandai menjadi 2,5% dari 2,6%. Data tersebut akan menentukan kembali ekspektasi investor terhadap peluang kenaikan suku bunga Fed pada September.
Dolar AS Bergerak di Bawah Level 100
Indeks Dolar AS (DXY) bergerak relatif stabil di sekitar 99,81, masih berada di bawah level psikologis 100,00. Pergerakan dolar mendapat tekanan setelah data ketenagakerjaan AS terbaru mendorong investor mengurangi ekspektasi terhadap kebijakan Fed yang lebih hawkish. Rata-rata perubahan lapangan kerja ADP empat minggu juga turun menjadi 8,25 ribu, sementara angka pekan sebelumnya direvisi turun sebesar 4 ribu menjadi 11 ribu.
Pasar kini melihat peluang Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan September sebesar 65%, sedangkan peluang kenaikan sekitar 26 basis poin berada di 35%. Karena itu, data inflasi Juli akan menjadi faktor penting untuk menentukan apakah ekspektasi kenaikan suku bunga kembali menguat atau justru semakin berkurang.
Pasar Saham AS Berakhir Lebih Rendah
Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa. S&P 500 turun 0,3%, Nasdaq 100 kehilangan 0,3%, sedangkan Dow Jones turun 184 poin. Penurunan tersebut turut membatasi penguatan dolar karena investor memilih bersikap hati-hati menjelang rilis data inflasi.
Sejumlah saham teknologi besar juga mengalami tekanan. Alphabet turun 3,8%, Oracle melemah 3,7%, Amazon turun 2,1%, dan SpaceX kehilangan 3,9%. Di sisi lain, Intel naik 0,2% setelah meningkatkan rencana penawaran sahamnya sebesar $5 miliar menjadi $20 miliar.
Harga Minyak Terangkat oleh Krisis Hormuz
Harga minyak mentah bergerak sedikit lebih tinggi karena ketidakpastian terkait Selat Hormuz masih membayangi pasar energi. WTI berada di sekitar $83,30 per barel setelah Iran menegaskan bahwa jalur tersebut akan tetap ditutup sampai Amerika Serikat memenuhi tuntutan Tehran.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengatakan Amerika Serikat perlu mengakhiri perang, membebaskan aset Iran yang dibekukan, serta memenuhi sejumlah persyaratan lain sebelum Selat Hormuz dapat dibuka kembali. Pernyataan tersebut menjaga kekhawatiran terhadap pasokan minyak global dan membatasi penurunan harga minyak.
Pergerakan Mata Uang Utama
EUR/USD bergerak relatif stabil di sekitar 1,1540 menjelang data Harmonized Index of Consumer Prices (HICP) Jerman untuk Juli. Sementara itu, USD/JPY bertahan di dekat level 159,00 setelah tekanan jual akibat intervensi sebelumnya mulai mereda.
AUD/USD bergerak terbatas di sekitar 0,7060 setelah Reserve Bank of Australia (RBA) mempertahankan suku bunga di 4,35%. Di Kanada, USD/CAD turun menuju level terendah dua bulan karena penguatan dolar Kanada mendapat dukungan dari kenaikan harga minyak.
Emas Bertahan di Dekat Level Tertinggi Dua Bulan
Harga emas bergerak turun tipis di sekitar $4.400 per troy ounce, tetapi masih bertahan dekat level tertinggi dalam dua bulan. Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang menjaga permintaan terhadap aset safe haven.
Di sisi lain, arah emas tetap sangat bergantung pada hasil CPI AS. Inflasi yang lebih rendah dari perkiraan dapat mengurangi tekanan bagi Fed untuk menaikkan suku bunga dan berpotensi mendukung emas. Sebaliknya, data inflasi yang lebih tinggi dapat kembali memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga dan menekan harga emas.
Fokus Pasar pada CPI Juli
Data CPI Juli menjadi agenda ekonomi utama hari ini. Konsensus memperkirakan inflasi tahunan turun dari 3,5% menjadi 3,4%, sedangkan inflasi inti diperkirakan turun dari 2,6% menjadi 2,5%.
Jika inflasi berada di bawah ekspektasi, tekanan terhadap dolar berpotensi meningkat karena pasar dapat kembali mengurangi peluang kenaikan suku bunga Fed pada September. Kondisi tersebut juga berpotensi mendukung emas dan aset berisiko.
Sebaliknya, angka inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat mengubah kembali ekspektasi pasar. Dolar berpeluang mendapatkan dukungan, sementara emas dan saham dapat menghadapi tekanan karena investor kembali memperhitungkan kebijakan moneter yang lebih ketat.
Dengan demikian, pasar akan mencermati bukan hanya angka inflasi utama, tetapi juga inflasi inti dan dampaknya terhadap ekspektasi kebijakan Fed dalam beberapa bulan ke depan.
Prospek Harga Emas Rabu | 12 Agustus 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish setelah berhasil menembus resistance 4.313 dan 4.351, kemudian naik hingga sempat di atas resistance 4.423 sebelum mengalami koreksi. Saat ini harga terlihat tertahan di sekitar 4.351, sementara SMA 50 yang menanjak mengindikasikan tren naik masih terjaga, didukung RSI 14 yang berada di 62,12.
Selama mampu bertahan di atas 4.351, harga berpeluang kembali menguji resistance 4.423, dengan target lanjutan 4.474 hingga 4.515, sedangkan jika turun kembali di bawah 4.351, koreksi berpotensi berlanjut menuju 4.313 hingga 4.276.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.423 R2 4.474 R3 4.515
S1 4.351 S2 4.313 S3 4.276
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.355 |
| Profit Target Level | 4.410 |
| Stop Loss Level | 4.310 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.420 |
| Profit Target Level | 4.370 |
| Stop Loss Level | 4.450 |
Prospek Harga US Oil Rabu | 12 Agustus 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish setelah berhasil menembus resistance 79,54 yang kini menjadi support dan berdekatan dengan SMA 50, kemudian melanjutkan kenaikan hingga menyentuh resistance 84,40. Setelah tertahan di level tersebut, harga mengalami koreksi dan membentuk support baru di 81,24, sehingga selama harga mampu bertahan di atas level ini, peluang kenaikan masih terbuka untuk kembali menguji 84,40 dan selanjutnya area gap 86,14–87,63.
Sebaliknya, jika harga menembus ke bawah 81,24, koreksi berpotensi berlanjut menuju 79,54 yang menjadi support penting.
US Oil INTRADAY AREA
R1 84,40 R2 86,14 R3 87,63
S1 81,24 S2 79,54 S3 77,74
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 81,50 |
| Profit Target Level | 84,30 |
| Stop Loss Level | 79,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 84,40 |
| Profit Target Level | 82,00 |
| Stop Loss Level | 86,15 |
Baca analisa sebelumnya: Ketegangan Selat Hormuz Angkat Emas dan Dolar
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat pergerakan AUD/USD pada time frame H4 masih cenderung bullish dengan level pivot di 0.7041. Selama harga mampu bertahan di atas pivot tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance 0.7088, kemudian 0.7099 hingga 0.7110.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih menunjukkan tren bullish kuat setelah harga berhasil menembus resistance 4.276, 4.313, dan 4.351 yang kini berpotensi menjadi area support. Harga juga bergerak jauh di atas SMA 50 yang mulai menanjak, menegaskan dominasi tekanan beli, sementara RSI 14 berada di level 73,96 sehingga kondisi sudah memasuki area overbought dan membuka peluang terjadinya koreksi jangka pendek.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 mulai menunjukkan pemulihan setelah sebelumnya terkoreksi tajam hingga membentuk low di 74,16. Harga kini berhasil breakout resistance 79,54 sekaligus menembus SMA 50, sehingga level tersebut berpotensi berubah menjadi support dan menjadi konfirmasi awal pemulihan.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD pada time frame H4 masih berpotensi bullish, dengan level pivot di 1.1533. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan target resistance di 1.1591, kemudian 1.1605, hingga 1.1619.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih menunjukkan momentum bullish setelah berhasil menembus resistance 4.276 dan 4.307, yang kini berpotensi menjadi area support terdekat. Harga kemudian bergerak naik menuju resistance 4.382 dan saat ini terlihat berkonsolidasi di bawah level tersebut, sementara RSI 14 berada di 71,51 yang mengindikasikan kondisi mulai overbought.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam fase rebound setelah sebelumnya mengalami penurunan tajam hingga menyentuh 74,16. Saat ini harga bergerak naik dan berusaha menguji resistance 79,54 yang berdekatan dengan SMA 50, sehingga area tersebut menjadi penentu arah pergerakan berikutnya.
Outlook Pekan Depan: Fokus ke Inflasi AS
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan XAU/USD pada time frame H4 masih cenderung bullish, dengan level pivot berada di 4.236. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan masih terbuka dengan resistance terdekat di 4.326.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan perubahan sentimen menjadi bullish setelah berhasil menembus area konsolidasi yang cukup lebar sekaligus menembus resistance 4.203, sehingga level tersebut kini beralih menjadi support terdekat. Meski harga sempat terkoreksi setelah tertahan di resistance 4.307, selama mampu bertahan di atas support 4.203 peluang kenaikan masih terbuka untuk kembali menguji resistance 4.276, kemudian 4.307, hingga 4.362.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah berhasil rebound dari support 74,16 dan menembus resistance 76,63, sehingga level tersebut kini beralih fungsi menjadi support terdekat. Meski demikian, kenaikan selanjutnya akan menghadapi ujian di resistance 79,54 yang berdekatan dengan SMA 50. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas area tersebut, peluang penguatan akan terbuka menuju resistance 81,34 hingga 82,26 sekaligus berupaya menutup gap yang masih terbuka.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan silver pada time frame H4 masih cenderung bullish, dengan level pivot berada di 61,73. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji area resistance di 63,92, kemudian 64,58, hingga 65,25.
Pergerakan emas pada time frame H4 berhasil mengonfirmasi breakout dari fase konsolidasi lebar setelah menembus resistance 4.141, 4.166, hingga 4.203 yang menjadi batas atas area sideways. Breakout tersebut sekaligus menegaskan perubahan struktur pasar menjadi bullish, didukung oleh posisi harga yang bergerak jauh di atas SMA 50.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish setelah penurunan tajam membawa harga membentuk low baru di 74,16. Setelah menyentuh level tersebut, harga sempat mencoba rebound, namun kenaikannya tertahan di area resistance 76,63–77,75 yang sebelumnya merupakan support dan kini telah beralih menjadi resistance.
