Market Summary
Peluang trading EUR/CAD di tengah fluktuasi harga minyak terlihat dari pergerakan pasangan ini yang terkoreksi ke area 1.6140 pada sesi Eropa, setelah sebelumnya mencatat kenaikan dalam dua sesi beruntun. Tekanan terhadap EUR/CAD muncul seiring penguatan Dolar Kanada (CAD) yang mendapat dukungan dari kenaikan harga minyak mentah.
CAD sebagai mata uang berbasis komoditas bergerak searah dengan harga energi. Ketika harga minyak naik, permintaan terhadap CAD meningkat, sehingga memberikan tekanan pada pasangan EUR/CAD.
Harga Minyak Dorong Penguatan Dolar Kanada
West Texas Intermediate (WTI) / US Oil melanjutkan penguatan dan diperdagangkan di kisaran $66,70–$66,80 per barel. Harga ini tetap dekat dengan level tertinggi enam bulan di $67,23 yang tercapai pada 23 Februari.
Kenaikan harga minyak dipicu oleh kekhawatiran gangguan pasokan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Pernyataan dari Donald Trump terkait potensi konflik dengan Iran turut memperkuat sentimen tersebut, meskipun jalur diplomasi masih diupayakan melalui perundingan di Jenewa.
Namun demikian, prospek kenaikan harga minyak berpotensi tertahan. U.S. Energy Information Administration (EIA) memperkirakan produksi global akan melampaui konsumsi, dengan peningkatan stok sekitar 3,1 juta barel per hari pada 2026.
Euro Tertopang Data Ekonomi Kawasan Eropa
Euro mendapatkan dukungan setelah rilis data ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan. Indeks IFO Jerman naik ke 88,6 pada Februari, mencerminkan peningkatan kepercayaan bisnis dan menjadi level tertinggi dalam enam bulan.
Selain itu, keputusan Parlemen Eropa untuk menunda ratifikasi kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat turut memberikan dorongan bagi Euro. Penundaan ini mengikuti keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan sejumlah kebijakan tarif.
Meski demikian, risiko perdagangan global masih membayangi pasar. Sejumlah negara besar merespons kebijakan tarif baru Amerika Serikat, yang meningkatkan ketidakpastian dan berpotensi memicu volatilitas di pasar mata uang.
Fokus Pasar pada Inflasi dan Kebijakan Moneter
Fokus pasar kini tertuju pada data inflasi HICP dari Jerman dan kawasan Euro untuk mendapatkan gambaran arah kebijakan European Central Bank (ECB).
Pergerakan inflasi akan menjadi faktor utama dalam menentukan ekspektasi kebijakan moneter. Faktor ini akan berperan penting dalam menentukan arah pergerakan EUR terhadap CAD di tengah pengaruh kuat dari fluktuasi harga minyak global.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/CAD masih cenderung bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.6157. Selama harga tetap berada di bawah level tersebut, tekanan turun berpotensi berlanjut untuk menguji support di 1.6099, kemudian 1.6083, hingga 1.6067.
Sebagai skenario alternatif, jika harga berhasil menembus ke atas 1.6157, penguatan berpotensi berlanjut dengan target resistance di 1.6185 hingga 1.6201.
Resistance 1: 1.1.6157 Resistance 2: 1.6185 Resistance 3: 1.6201
Support1: 1.6099 Support 2: 1.6083 Support 3: 1.6067
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan momentum bullish yang kuat setelah berhasil menembus area 5.146 dan 5.205 yang kini beralih fungsi menjadi support. Harga bergerak stabil di atas level tersebut dan tetap didukung oleh posisi di atas SMA 50 , mencerminkan tren naik yang terjaga.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan fase konsolidasi setelah reli kuat, dengan harga bergerak sideways di dalam area 65.43–67.05 yang kini menjadi zona kunci. Selama harga mampu bertahan di atas support 65.43, bias bullish masih terjaga dan berpotensi melanjutkan kenaikan menuju resistance 67.73 hingga 68.55. Namun, jika terjadi breakdown di bawah 65.43, harga berisiko mengalami koreksi lebih dalam menuju area 64.61, sebelum kembali menentukan arah selanjutnya.
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai EUR/USD masih bergerak dalam tren bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.1780. Selama harga bertahan di atas level tersebut, kenaikan berpotensi berlanjut untuk menguji resistance di 1.1855, kemudian 1.1880, hingga 1.1900.
Harga emas pada timeframe H4 terlihat melanjutkan momentum bullish setelah berhasil breakout dari area resistance 5.046 dan bergerak stabil di atas SMA 50, yang kini berfungsi sebagai support dinamis. Struktur higher low yang terbentuk sejak pertengahan Februari diperkuat oleh trendline naik, menunjukkan tekanan beli yang masih dominan.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan momentum bullish yang masih terjaga setelah breakout kuat dari area resistance 65,43 dan kini bergerak di atas MA sebagai support dinamis. Struktur higher high dan higher low mengindikasikan tren naik yang solid, meskipun saat ini terlihat fase konsolidasi ringan setelah kenaikan tajam.
Week Ahead 23–27 Februari 2026
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih cenderung bullish, dengan level pivot berada di 4.980. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance di 5.045, 5.080, hingga 5.115.
Pergerakan emas pada timeframe H4 terlihat masih bergerak sideways dalam range yang cukup jelas, dengan harga tertahan di area resistance 5.046–5.100 dan support di kisaran 4.906 hingga 4.842. Area yang diarsir menunjukkan fase konsolidasi setelah penurunan tajam sebelumnya, menandakan pasar masih mencari arah berikutnya.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan XAG/USD pada time frame H4 masih cenderung bullish dengan level pivot di 77,60. Selama harga bertahan di atas level tersebut, kenaikan berpotensi berlanjut untuk menguji resistance di 80,00, kemudian 80,80, hingga 81,50.
Pada grafik H4, US Oil bergerak dalam fase sideway lebar di kisaran 61,08 hingga 66,41. Sebelumnya harga sempat tertekan turun ke bawah SMA 50 di area 63,61 dan membentuk low di sekitar 61,79, menandakan tekanan jual sempat mendominasi dalam jangka pendek.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD masih cenderung bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.3540. Harga sempat menembus resistance terdekat di 1.3575. Jika level tersebut mampu dipertahankan, penguatan berpotensi berlanjut untuk menguji resistance berikutnya di 1.3590, bahkan hingga 1.3615.
