Market Summary
Peluang Trading USD/JPY menjadi perhatian pelaku pasar menjelang rilis data JOLTS Job Openings Amerika Serikat yang dijadwalkan pada Selasa malam. Laporan pasar tenaga kerja ini berpotensi memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve sekaligus menentukan arah pergerakan dolar AS dalam jangka pendek. Di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan tekanan inflasi yang masih tinggi, pasangan USD/JPY mempertahankan tren bullish dan diperdagangkan di sekitar level 162,30, tidak jauh dari level tertinggi dalam empat dekade.
Selisih Suku Bunga Masih Menguntungkan Dolar AS
Penguatan USD/JPY masih didukung oleh perbedaan suku bunga yang lebar antara Amerika Serikat dan Jepang. Bank of Japan (BoJ) memang telah menaikkan suku bunga acuannya menjadi 1,00% pada pertemuan Juni, level tertinggi sejak 1995. Namun, suku bunga tersebut masih jauh di bawah kisaran suku bunga Federal Reserve yang berada di 3,50%-3,75%.
Selisih suku bunga sekitar 250 basis poin tersebut membuat strategi carry trade masih menarik bagi investor. Kondisi ini terus meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sekaligus membatasi penguatan yen Jepang.
Dolar AS Didukung Ekspektasi Kebijakan The Fed
Dolar AS kembali menguat setelah sempat mengalami koreksi dalam beberapa hari terakhir. Meningkatnya kembali ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memicu kekhawatiran terhadap inflasi global sehingga pasar kembali memperkirakan Federal Reserve masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga.
Pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed sebelum akhir tahun masih cukup besar. Ekspektasi tersebut menjaga permintaan terhadap dolar AS tetap kuat dan menjadi faktor utama yang menopang kenaikan USD/JPY.
Ancaman Intervensi Jepang Belum Mengubah Tren
Pemerintah Jepang kembali menegaskan kesiapan untuk mengambil langkah apabila pergerakan nilai tukar dinilai berlebihan. Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara menyatakan pemerintah siap mengambil tindakan yang diperlukan di pasar valuta asing kapan saja. Pernyataan serupa juga disampaikan Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama yang menegaskan pemerintah akan merespons pergerakan mata uang secara tepat jika diperlukan.
Meski demikian, peringatan tersebut belum mampu mengubah sentimen pasar. Investor masih melihat fundamental yang mendukung penguatan dolar AS lebih dominan dibandingkan potensi intervensi pemerintah Jepang.
Sikap Hawkish BoJ Belum Mampu Mengangkat Yen
Ringkasan hasil rapat Bank of Japan menunjukkan para pembuat kebijakan mulai membahas risiko inflasi yang semakin meningkat. Beberapa anggota bahkan mendukung kenaikan suku bunga yang lebih cepat menuju tingkat yang dianggap netral bagi perekonomian.
Meskipun demikian, sikap hawkish BoJ belum cukup untuk mendorong apresiasi yen secara signifikan. Selama perbedaan suku bunga dengan Amerika Serikat masih lebar, tekanan terhadap yen diperkirakan tetap berlanjut sehingga tren naik USD/JPY masih memiliki peluang untuk berlanjut.
Data JOLTS Job Openings Menjadi Fokus Pasar
Peluang Trading USD/JPY pada perdagangan hari ini sangat bergantung pada hasil data JOLTS Job Openings periode Mei yang akan dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat. Laporan ini memberikan gambaran mengenai jumlah lowongan pekerjaan, perekrutan tenaga kerja, serta tingkat pengunduran diri di seluruh Amerika Serikat.
Data JOLTS menjadi indikator penting karena dirilis menjelang serangkaian laporan ketenagakerjaan AS, termasuk data ADP Employment Change dan Nonfarm Payrolls (NFP). Investor menggunakan data tersebut untuk menilai kekuatan pasar tenaga kerja sekaligus memperkirakan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Apabila jumlah lowongan kerja tercatat lebih tinggi dari perkiraan pasar, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dapat kembali menguat. Kondisi tersebut berpotensi mendorong dolar AS naik lebih lanjut sehingga membuka peluang kenaikan lanjutan pada USD/JPY. Sebaliknya, apabila data menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja, dolar AS berpotensi mengalami tekanan akibat meningkatnya harapan bahwa The Fed akan menunda pengetatan kebijakan moneternya.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa peluang trading USD/JPY masih bergerak dalam tren bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 162,05. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan diperkirakan masih terbuka untuk menguji resistance 162,50, kemudian 162,65, dan 162,80.
Sebagai alternatif skenario, apabila harga turun dan menembus di bawah level 162,05, tekanan jual berpotensi meningkat sehingga membuka peluang penurunan menuju support 161,90, kemudian 161,75.
Resistance 1: 162,50 Resistance 2: 162,65 Resistance 3: 162,80
Support1: 162,05 Support 2: 161,90 Support 3: 161,75
Baca juga: Peluang Trading EUR/USD di Tengah Meredanya Konflik AS – Iran
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, tercermin dari posisi harga yang terus bergerak di bawah SMA 50 yang masih mengarah turun. Setelah gagal menembus area resistance 4.096 yang berdekatan dengan SMA 50, harga kembali terkoreksi dan kini diperdagangkan di sekitar 4.020, mengindikasikan bahwa tekanan jual masih mendominasi. Sementara itu, indikator RSI bergerak di bawah level 50, yang menunjukkan momentum bearish masih cukup kuat meskipun belum memasuki area jenuh jual.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang tetap bergerak di bawah SMA 50 yang masih menurun. Setelah membentuk rebound dari area support 68,86, harga kini menguji resistance 72,80 yang juga berada tidak jauh di bawah SMA 50, sehingga kenaikan yang terjadi masih berpotensi bersifat korektif. Di sisi lain, indikator RSI mulai menguat namun masih berada di bawah level 50, menunjukkan bahwa momentum beli mulai meningkat tetapi belum cukup kuat untuk mengubah arah tren utama.
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai pergerakan EUR/USD pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan level pivot di 1.1415. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih berlanjut dengan target penurunan menuju area support di 1.1375, kemudian 1.1350, hingga 1.1330.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish karena harga masih diperdagangkan di bawah SMA 50 yang terus mengarah turun. Setelah membentuk pantulan dari area support 3.959, harga kini mencoba melakukan rebound, namun kenaikan tersebut masih berpotensi menjadi koreksi selama belum mampu menembus resistance terdekat di 4.140. Struktur lower high dan lower low juga masih menunjukkan bahwa tekanan jual belum sepenuhnya mereda.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish yang kuat. Hal ini terlihat dari posisi harga yang masih bergerak di bawah SMA 50 yang terus menurun. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar. Setelah membentuk support sementara di area 68,86, harga mencoba melakukan rebound. Namun, kenaikan tersebut diperkirakan hanya bersifat korektif selama harga masih bertahan di bawah resistance 72,80.
Outlook Pasar 29 Juni – 03 Juli 2026
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa US Oil masih berpotensi melanjutkan tren bearish pada time frame H4, dengan pivot berada di level 70,90. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih mendominasi, dengan target penurunan menuju support terdekat di 68,60. Jika level support tersebut berhasil ditembus, penurunan berpotensi berlanjut untuk menguji area support berikutnya di 67,50 hingga 66,50.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish karena harga masih bergerak di bawah garis SMA 50 dan membentuk pola lower high serta lower low. Meski terjadi rebound dari area support, kenaikan diperkirakan masih bersifat korektif selama harga belum mampu menembus resistance di kisaran 4.121 hingga 4.199.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang tetap berada di bawah garis moving average serta struktur lower high dan lower low yang masih terjaga. Meski terdapat potensi rebound jangka pendek dari area support, kenaikan diperkirakan masih bersifat korektif selama harga belum mampu menembus resistance di kisaran 72,80 hingga 75,16.
Dari sisi teknal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish dengan level pivot di 4.020. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih berlanjut dengan target support terdekat di 3.940. Jika level ini ditembus, penurunan berpotensi berlanjut menuju 3.900 hingga 3.820.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish yang kuat, terlihat dari harga yang terus bergerak di bawah SMA 50 serta membentuk rangkaian lower high dan lower low. Setelah gagal bertahan di area 4.050, tekanan jual kembali meningkat dan mendorong harga turun mendekati support penting di 3.929. Meskipun indikator RSI menunjukkan kondisi yang sudah berada di area oversold dan membentuk potensi bullish divergence, sinyal tersebut sejauh ini baru mengindikasikan peluang koreksi terbatas, bukan perubahan tren utama.
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai pergerakan AUD/USD pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish dengan level pivot di 0.6940. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, peluang penurunan masih terbuka dengan target support terdekat di 0.6880. Jika support ini berhasil ditembus, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju area support berikutnya di 0.6860 dan 0.6840.
