Market Summary
Peluang Trading EUR/USD terbuka menjelang pertemuan ECB, seiring pergerakan harga yang cenderung stabil di area 1.1800 setelah memantul dari level terendah dua pekan di 1.1777. Dukungan datang dari data pesanan pabrik Jerman yang melampaui ekspektasi, sehingga membantu euro bertahan meski pasar global menunjukkan sikap risk-off.
Sentimen kehati-hatian masih membayangi pasar keuangan. Penurunan tajam indeks saham di AS dan Asia, serta pembukaan negatif bursa Eropa, mendorong minat terhadap aset aman. Kondisi ini memberikan dukungan terbatas bagi dolar AS, sehingga menahan kenaikan EUR/USD dalam jangka pendek.
Fokus Pasar pada ECB dan Data Zona Euro
Pasar menilai ECB akan mempertahankan kebijakan moneternya tanpa perubahan. Inflasi zona euro yang melambat ke 1,7% dan inflasi inti yang turun ke 2,2% memperkuat pandangan bahwa tekanan harga semakin terkendali. Meski demikian, bank sentral tetap mencermati penguatan euro dan masuknya produk impor berharga murah yang berpotensi menekan inflasi lebih lanjut.
Selain keputusan ECB, data penjualan ritel zona euro berpotensi memicu volatilitas intraday. Data ini dapat memengaruhi ekspektasi pertumbuhan ekonomi, sekaligus memberi arah tambahan bagi Peluang Trading EUR/USD dalam jangka sangat pendek.
Dolar AS Didukung Sikap Hati-hati The Fed
Indeks dolar AS bergerak menguat di sekitar 97,80, melanjutkan kenaikan untuk sesi kedua berturut-turut. Pasar merespons sinyal kehati-hatian dari Federal Reserve yang menekankan perlunya bukti lebih kuat sebelum melanjutkan pemangkasan suku bunga. Ekspektasi perlambatan penurunan suku bunga AS membuat dolar tetap menarik di tengah ketidakpastian global.
Dari sisi data, laporan ketenagakerjaan swasta AS menunjukkan pertumbuhan yang jauh lebih lemah dari perkiraan. Namun, indeks aktivitas sektor jasa tetap solid dan berada di atas ekspektasi. Kombinasi data ini membuat pelaku pasar menahan posisi agresif menjelang rilis data tenaga kerja lanjutan.
Prospek EUR/USD dalam Waktu Dekat
Dengan ECB yang diperkirakan mempertahankan sikap wait and see, pergerakan EUR/USD cenderung dipengaruhi oleh pernyataan kebijakan dan arah dolar AS. Selama sentimen global masih berhati-hati, ruang penguatan euro terlihat terbatas. Namun, stabilnya inflasi dan ketahanan ekonomi zona euro dapat menjaga pasangan ini dari tekanan yang lebih dalam.
Secara keseluruhan, Peluang Trading EUR/USD menjelang ECB Meeting lebih condong ke pergerakan terbatas dengan potensi volatilitas sesaat. Pelaku pasar perlu mencermati nada kebijakan ECB dan respons pasar terhadap data AS untuk menentukan arah berikutnya.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish dengan level pivot di 1.1810. Selama harga bergerak dan bertahan di bawah level tersebut, tekanan turun berpeluang berlanjut untuk menguji area support 1.1775, diikuti 1.1760, hingga 1.1745.
Sebagai skenario alternatif, apabila harga mampu menembus dan bertahan di atas 1.1810, EUR/USD berpotensi berbalik menguat dengan target pengujian area resistance 1.1825 hingga 1.1840.
Resistance 1: 1.1810 Resistance 2: 1.1825 Resistance 3: 1.1840
Support1: 1.1775 Support 2: 1.1760 Support 3: 1.1745
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Harga emas pada time frame H4 terlihat mulai bergerak rebound setelah koreksi tajam dan membentuk low di area 4.850. Rebound ini bersifat teknikal karena harga masih bergerak di bawah SMA 50, yang saat ini juga berdekatan dengan zona resistance 5.059, sehingga area tersebut menjadi hambatan utama bagi kenaikan lanjutan. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas SMA 50, pergerakan naik masih berisiko hanya sebagai pullback dalam fase konsolidasi. Jika breakout terjadi di atas 5.059, maka peluang kenaikan dapat berlanjut untuk menguji resistance berikutnya di kisaran 5.100 hingga 5.147.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga berhasil bertahan di atas SMA 50 yang saat ini berada di area 62,80–63,00. Kenaikan sebelumnya membentuk struktur higher low, dan harga kini bergerak stabil di atas support 62,82 hingga 61,69, yang menjaga bias naik tetap terpelihara.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan perak masih berada dalam tren bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 85,50. Selama harga bertahan di atas area tersebut, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance di 92,50, kemudian 95,90, hingga 99,20.
Pada grafik H4, harga emas terlihat sedang bergerak dalam fase pemulihan setelah mengalami penurunan tajam, namun kenaikan masih tertahan di bawah area resistance 5.000–5.100 yang juga berdekatan dengan SMA 50, sehingga zona ini berpotensi menjadi hambatan kuat. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas area tersebut, pergerakan cenderung rawan kembali melemah dengan support terdekat berada di 4.812, diikuti 4.746 dan 4.674.
Pada grafik H4 US Oil, harga terlihat masih bergerak dalam tren naik namun saat ini berada dalam fase konsolidasi setelah gagal bertahan di area puncak sebelumnya. Selama harga mampu bertahan di atas support 62,52 yang berdekatan dengan SMA 50, peluang kenaikan lanjutan tetap terbuka dengan resistance terdekat berada di 64,16, kemudian 65,06 hingga 66,06.
Dari sisi teknikal, analis Trading Central menilai EUR/USD masih cenderung bearish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.1840. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, potensi penurunan tetap terbuka menuju area support 1.1770 hingga 1.1720.
Pergerakan XAUUSD pada timeframe H4 masih mencerminkan struktur bearish setelah koreksi tajam yang mendorong harga membentuk low baru di area 4.409. Dari level tersebut, harga berhasil rebound dan menembus area Fibonacci 23,6% di 4.690, sehingga level ini kini beralih fungsi menjadi support jangka pendek. Meski demikian, penguatan masih bersifat korektif karena harga gagal melanjutkan kenaikan dan tertahan di area resistance Fibonacci 38,2% di 4.863, dengan hambatan lanjutan di 5.004 yang merupakan Fibonacci 50% dan berdekatan dengan SMA 50 yang masih menurun.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan harga mulai kehilangan momentum bullish setelah reli kuat dan gagal bertahan di atas resistance 64,68. Tekanan jual mendorong harga turun kembali ke bawah 63,58 dan saat ini bergerak di sekitar 62,57 yang berdekatan dengan SMA 50. Kondisi ini mencerminkan fase konsolidasi dengan bias melemah.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menilai pergerakan GBP/USD masih berpotensi bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.3660. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan tetap terbuka dengan target resistance terdekat di 1.3725. Jika level ini berhasil ditembus, GBP/USD berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area resistance berikutnya di kisaran 1.3760–1.3785.
Harga emas sebelumnya bergerak dalam tren naik dan mencetak ATH di 5.597, sebelum tekanan jual yang kuat mendorong harga terkoreksi tajam hingga membentuk swing low di 4.680. Penurunan ini mengubah struktur jangka pendek menjadi korektif bearish, sehingga Fibonacci retracement ditarik dari 5.597 ke 4.680 untuk mengidentifikasi area pantulan harga. Support utama berada di 4.680, dengan support lanjutan di 4.620 dan 4.536 yang menjadi area krusial jika tekanan jual berlanjut.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren naik, meskipun saat ini sedang mengalami koreksi jangka pendek setelah gagal menembus resistance kuat di 66,39. Harga saat ini bergerak mendekati SMA 50 yang berfungsi sebagai support dinamis, sehingga area ini menjadi penentu apakah tren naik masih dapat dipertahankan. Sementara itu, RSI 14 berada di sekitar level 50, mencerminkan kondisi netral dan menandakan momentum bullish mulai melemah namun belum sepenuhnya berbalik bearish.
Week Ahead: 02–06 Februari 2026
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai pergerakan harga emas pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bearish, dengan level pivot di 5.370. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan turun berpeluang berlanjut menuju area support 5.000, kemudian 4.900, hingga 4.810.
