Dollar Turun Akibat Perang Dagang Guncang Pasar Global
Dollar turun akibat perang dagang membuat pasar finansial global bergerak liar. Sentimen berubah cepat setelah Presiden AS Donald Trump mengancam kenaikan tarif atas produk China dan menyatakan kemungkinan membatalkan pertemuan dengan Presiden Xi Jinping. Pernyataan itu memicu ketidakpastian dan membuat pelaku pasar mencari aset aman.
Pergerakan Forex Dipenuhi Tekanan Sentimen
Ketegangan dagang langsung terlihat di pasar forex. Euro dan yen menguat karena investor mengalihkan dana dari dolar. Indeks dollar turun 0,4% ke level 98,99 setelah sebelumnya mencatat penguatan mingguan tertinggi sejak September 2024. Mata uang komoditas seperti dollar Australia tertekan karena pelemahan permintaan global. Pasar menilai kebijakan suku bunga The Fed akan lebih longgar, mempercepat pelemahan dolar terhadap mata uang utama lainnya.
Wall Street Berguncang oleh Aksi Jual
Tekanan tidak hanya terjadi di forex, tetapi juga di bursa saham AS. Wall Street jatuh tajam setelah komentar Trump mengguncang psikologi pasar. Indeks S&P 500 turun 2,7%, Dow Jones merosot 879 poin, dan Nasdaq jatuh 3,6%. Saham teknologi seperti AMD, Nvidia, dan Qualcomm terkena aksi jual intensif. Investor mulai mengurangi eksposur pada sektor berisiko tinggi dan beralih ke aset yang dianggap lebih aman.
Emas Melonjak Saat Investor Cari Perlindungan
Ketidakpastian geopolitik dan ekonomi mendorong lonjakan harga emas. Logam mulia ini kembali mendekati rekor setelah menembus level $4.000 per troy ounce. Investor global memilih emas sebagai lindung nilai saat tensi antara Washington dan Beijing meningkat. Ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed semakin memperkuat minat terhadap emas sebagai aset pelindung nilai.
Harga Minyak Tertekan Kekhawatiran Permintaan
Pasar minyak bergerak berlawanan dengan emas. Harga WTI jatuh 4,2% ke $58,2 per barel. Pelaku pasar khawatir bahwa eskalasi perang dagang akan menekan permintaan energi global. Selain itu, pasokan minyak dari OPEC+ dan produsen non-OPEC masih tinggi, menambah tekanan. Tanpa katalis positif yang kuat, harga minyak berisiko mengalami volatilitas lanjutan dalam jangka pendek.
Prospek harga Emas Senin | 13 Oktober 2025
Pergerakan harga pada grafik menunjukkan tren naik yang masih terjaga dengan SMA 50 yang berada di bawah harga sebagai konfirmasi tren bullish. Setelah terjadi koreksi ringan yang menyentuh area support di sekitar 3.994, harga membentuk rejection dan kembali bergerak mengikuti garis tren naik.
Selama harga tetap bertahan di atas support tersebut dan SMA 50, peluang kenaikan menuju level FE 61.8 di sekitar 4.090, FE 78.6 di 4.129, hingga target utama FE 100 di kisaran 4.180 masih terbuka. Jika terjadi penembusan ke bawah 3.944, maka skenario bullish ini akan melemah. RSI berada di kisaran 62, menandakan kekuatan beli masih mendominasi tanpa memasuki area overbought, sehingga ruang kenaikan masih terbuka.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.090 R2 4.129 R3 4.180
S1 4.023 S2 3.994 S3 3.944
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.025 |
| Profit Target Level | 4.070 |
| Stop Loss Level | 3.994 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.090 |
| Profit Target Level | 4.060 |
| Stop Loss Level | 4.130 |
Prospek harga US Oil Senin | 13 Oktober 2025
Harga saat ini berada di bawah SMA 50 yang menurun, menunjukkan tekanan bearish masih dominan. RSI berada di area 33,20 dan sempat membentuk pantulan kecil dari zona oversold, menandakan potensi pullback jangka pendek sebelum melanjutkan penurunan.
Selama harga tertahan di bawah area resistance 60,24–60,69 dan tidak mampu menembus 61,30, skenario pullback teknikal berpeluang terjadi untuk menguji resistance tersebut sebelum seller kembali mengambil alih dan mendorong harga turun menuju 59,07, 58,69 hingga target lebih dalam di sekitar 58,15.
US Oil INTRADAY AREA
R1 60,24 R2 60,69 R3 61,30
S1 59,07 S2 58,69 S3 58,15
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 59,10 |
| Profit Target Level | 60,10 |
| Stop Loss Level | 58,60 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 60,24 |
| Profit Target Level | 59,20 |
| Stop Loss Level | 60,80 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disiniGRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Fokus Utama Pasar Global Minggu Depan
Dari sisi teknikal, peluang trading USD/CAD menjelang data ketenagakerjaan Kanada terlihat semakin menarik. Analisis Trading Central menunjukkan potensi bullish yang masih dominan di time frame H4. Level pivot berada di 1.3990. Selama harga bertahan di atas level tersebut, tekanan beli diperkirakan tetap kuat. Resistance terdekat berada di 1.4035. Jika area ini berhasil ditembus, peluang penguatan lanjutan terbuka menuju zona 1.4060 hingga 1.4080.

Pergerakan emas di time frame H4 masih berada dalam tren naik, terlihat dari garis uptrend line yang tetap terjaga dan posisi harga yang bergerak di atas SMA 50. Setelah menyentuh resistance 4.059, tekanan jual muncul dan mendorong harga turun hingga area support 3.950. Koreksi ini membentuk candlestick hammer karena buyer kembali mengambil alih kendali saat harga mendekati MA dan zona demand.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 berada dalam tekanan bearish, terlihat dari harga yang bergerak di bawah SMA 50 dan kegagalan menembus resistance 62,26–62,90. Setelah menyentuh area tersebut, seller kembali mendominasi dan mendorong harga turun meninggalkan rejection bearish yang kuat.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan Gold pada time frame H4 berpotensi mengalami koreksi dengan level pivot di area 4.049. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan turun masih dominan dan membuka peluang pengujian ke zona support di kisaran 4.000 hingga 3.965.
Pergerkan emas di timeframe H4 menunjukkan tren naik yang masih kuat, ditandai dengan posisi harga di atas garis SMA 50 yang berfungsi sebagai support dinamis. Saat ini harga sedang mengalami koreksi setelah menyentuh area resistance sekitar 4.026–4.059. Jika koreksi berlanjut, area support 3.984–3.950 berpotensi menjadi zona pantulan sebelum melanjutkan kenaikan menuju target berikutnya di sekitar 4.100.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan tren turun yang masih dominan, dengan harga bergerak di bawah garis SMA 50 yang bertindak sebagai resistance dinamis. Setelah mengalami kenaikan korektif ke area 62,26–62,90, harga terlihat gagal menembus resistance tersebut dan mulai menunjukkan tekanan jual kembali.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan pergerakan US Oil masih cenderung bullish pada time frame H4. Level pivot berada di 61,70. Selama harga bertahan di atas level ini, peluang kenaikan masih terbuka. Resistance terdekat berada di 62,80. Jika harga berhasil menembus area tersebut, potensi kenaikan lanjutan bisa mengarah ke 63,20 hingga 63,50.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan tren naik yang solid, dengan pergerakan harga berada di atas level pivot 3.971 dan SMA 50, menandakan dominasi buyer masih kuat. Resistance terdekat berada di 4.002 (R1), dan jika level ini berhasil ditembus, peluang kenaikan menuju 4.021 (R2) hingga 4.052 (R3) akan terbuka.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan tren menurun yang masih bertahan, di mana harga bergerak di bawah garis SMA 50, menandakan tekanan jual yang masih dominan. Saat ini harga mencoba untuk menguji area resistance di sekitar 62,26, dan jika mampu menembusnya, potensi kenaikan dapat berlanjut menuju 62,88 hingga 63,48 sebagai target berikutnya.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan XAG/USD masih berpotensi bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 47,90. Selama harga bergerak di atas level tersebut, peluang kenaikan diperkirakan masih terbuka untuk menguji area resistance 48,75, kemudian 49,00, hingga 49,15.
