Harga Emas Naik di Atas $4.470
Harga emas di atas $4.470 tetap bertahan seiring meningkatnya permintaan aset lindung nilai di tengah eskalasi risiko geopolitik dan ketidakpastian global. Ketegangan terkait Venezuela dan langkah strategis AS mendorong investor kembali melirik emas sebagai aset defensif.
Selain itu, pasar masih memperhitungkan peluang pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini, yang menjaga imbal hasil riil tetap rendah dan mendukung daya tarik logam mulia. Harga emas di atas $4.470 juga mendapat dukungan dari pembelian resmi bank sentral, termasuk China yang memperpanjang tren akumulasi emas selama 14 bulan berturut-turut.
Permintaan struktural yang kuat dan terbatasnya pasokan menjaga prospek emas tetap positif. Dengan kondisi tersebut, harga emas di atas $4.470 masih memiliki fondasi yang solid di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global yang terus berkembang.
Pasar Saham Global Bergerak Variatif Jelang Data Tenaga Kerja AS
Indeks saham utama Wall Street bergerak bervariasi pada perdagangan Kamis seiring meningkatnya imbal hasil obligasi AS dan sikap hati-hati pelaku pasar menjelang rilis laporan ketenagakerjaan AS. Dow Jones mencatat kenaikan signifikan, sementara Nasdaq tertekan oleh aksi jual saham teknologi.
Di sisi global, indeks saham dunia dan bursa Eropa cenderung melemah. Pelaku pasar masih menimbang prospek pertumbuhan ekonomi global di tengah ketidakpastian kebijakan moneter dan meningkatnya risiko geopolitik.
Saham Pertahanan Menguat Seiring Agenda Anggaran Militer AS
Saham sektor pertahanan mencetak rekor baru setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan rencana anggaran militer senilai US$1,5 triliun. Kebijakan ini mendorong optimisme terhadap kinerja jangka panjang industri pertahanan, baik di AS maupun Eropa.
Langkah geopolitik AS juga menjadi sorotan setelah militer AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Pemerintah AS menyebutkan bahwa Presiden Trump juga tengah membahas opsi strategis terkait Greenland, yang semakin meningkatkan ketegangan geopolitik global.
Data Ekonomi AS dan Ekspektasi Kebijakan The Fed
Data terbaru menunjukkan klaim tunjangan pengangguran AS meningkat moderat, menandakan pemutusan hubungan kerja tetap terkendali meski permintaan tenaga kerja belum pulih sepenuhnya. Pasar tetap memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini.
Federal Reserve diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan ini, meski proyeksi internal bank sentral sebelumnya hanya mengindikasikan satu kali pemangkasan pada 2026. Fokus pasar kini tertuju pada laporan ketenagakerjaan AS yang akan dirilis Jumat.
Dolar AS dan Imbal Hasil Obligasi Menguat
Indeks dolar AS menguat tipis, didukung kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun. Penguatan dolar menekan pergerakan euro yang mencatat penurunan beruntun terhadap greenback. Kondisi ini mencerminkan sikap hati-hati investor terhadap prospek ekonomi global.
Harga Minyak Naik ke Level Tertinggi Dua Pekan
Harga minyak melonjak setelah dua hari melemah, didorong oleh perkembangan geopolitik di Venezuela. Minyak mentah AS dan Brent ditutup di level tertinggi dalam dua pekan, mencerminkan kekhawatiran pasokan dan meningkatnya premi risiko di pasar energi.
Prospek harga Emas Jumat| 09 Januari 2026
Pada grafik H4, harga emas telah menembus descending channel dan berhasil melewati area 4.465. Level tersebut sebelumnya berperan sebagai resistance dan kini berubah fungsi menjadi support. Harga juga mampu bertahan di atas SMA 50 yang berada tidak jauh di bawahnya. Kondisi ini menegaskan bahwa struktur bullish kembali menguat setelah fase koreksi.
Selama area support 4.465 mampu dipertahankan, peluang kenaikan lanjutan tetap terbuka. Target terdekat berada di area 4.500, kemudian 4.520, hingga puncak sebelumnya di sekitar 4.550.
Sementara itu, RSI di kisaran 59 menunjukkan momentum bullish yang masih terjaga dengan ruang kenaikan yang cukup luas.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.500 R2 4.520 R3 4.550
S1 4.465 S2 4.445 S3 4.422
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.447 |
| Profit Target Level | 4.490 |
| Stop Loss Level | 4.420 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.500 |
| Profit Target Level | 4.470 |
| Stop Loss Level | 4.525 |
Prospek harga US Oil Jumat | 09 Januari 2025
Pada grafik H4 US Oil, harga terlihat rebound tajam dari area low di sekitar 56,00, lalu berhasil menembus dan bertahan di atas SMA 50 yang kini berfungsi sebagai support dinamis di kisaran 57,90–58,00. Pergerakan ini menandakan perbaikan momentum jangka pendek setelah fase tekanan sebelumnya. Meski demikian, kenaikan harga masih tertahan oleh garis downtrend yang menjadi resistance utama di area 58,84.
Selama harga belum mampu menembus resistance downtrend tersebut, potensi koreksi teknikal tetap terbuka dengan support terdekat berada di area 57,91, kemudian 57,50 hingga 57,14. Sementara itu, RSI di kisaran 60 menunjukkan momentum bullish jangka pendek masih terjaga, namun konfirmasi pembalikan tren yang lebih kuat baru akan terbentuk jika harga mampu menembus dan bertahan di atas area 58,84.
US Oil INTRADAY AREA
R1 58,84 R2 59,40 R3 60,01
S1 57,91 S2 57,50 S3 57,14
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 57,95 |
| Profit Target Level | 58,80 |
| Stop Loss Level | 57,10 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 58,80 |
| Profit Target Level | 58,00 |
| Stop Loss Level | 59,50 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan USD/CHF pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bullish, dengan level pivot di 0,7955. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, potensi kenaikan tetap terbuka untuk menguji level 0,7990, kemudian 0,8005, hingga 0,8080.
Harga emas pada grafik H4 bergerak menguat dan saat ini bertahan di atas area SMA 50 yang berfungsi sebagai support dinamis di kisaran 4.426. Selama harga mampu mempertahankan pergerakan di atas area ini, peluang kelanjutan kenaikan masih terbuka dengan target terdekat mengarah ke resistance 4.500, kemudian 4.520 hingga 4.550.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 kembali berada dalam tekanan setelah menembus area support 57,14, yang kini beralih fungsi menjadi resistance terdekat. Kenaikan harga sebelumnya hanya bersifat korektif dan masih tertahan di bawah garis downtrend, sehingga struktur bearish secara keseluruhan tetap terjaga.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan harga perak pada time frame H4 masih berada dalam tren menurun dengan level pivot di 81,00. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan bearish berpotensi berlanjut untuk menguji area support di kisaran 78,20-76,00.
Harga emas pada grafik H4 kembali menguat dan bertahan di atas SMA 50 yang berfungsi sebagai support dinamis di sekitar 4.426. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, bias bullish jangka pendek masih terjaga. Kenaikan lanjutan berpotensi mengarah ke resistance 4.475, kemudian 4.520 hingga 4.550.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan harga sempat menembus resistance 58,45, namun gagal bertahan dan berbalik turun cukup tajam. Tekanan jual berlanjut hingga harga menembus area 57,50 yang sebelumnya berperan sebagai support, sehingga level tersebut kini berubah fungsi menjadi resistance terdekat. Saat ini harga juga bergerak di bawah SMA 50 di kisaran 57,91, menegaskan bahwa bias bearish kembali mendominasi.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan US Oil pada time frame H4 masih cenderung bullish dengan level pivot berada di 57,50. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance di kisaran 58,50 hingga 59,30.
Pergerakan emas pada grafik H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga berhasil kembali bertahan di atas area SMA 50, yang kini berfungsi sebagai support dinamis di sekitar 4.431–4.404. Rebound dari koreksi sebelumnya membentuk struktur higher low, sementara RSI bergerak naik dan bertahan di atas level netral 50, mengindikasikan momentum beli yang mulai menguat.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan sinyal pemulihan yang lebih konstruktif setelah harga berhasil bertahan di atas area support 57,19–57,50 dan kembali bergerak di atas SMA 50. Momentum penguatan mendapat konfirmasi dari RSI yang telah menembus garis downtrend-nya, menandakan berakhirnya tekanan jual jangka pendek dan meningkatnya minat beli. Selama harga mampu bertahan di atas area 57,91–57,50, peluang kenaikan lanjutan masih terbuka dengan potensi pengujian resistance 58,86 hingga 59,42.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa harga emas masih berpotensi bullish pada time frame H4. Selama harga bertahan di atas level pivot 4.370, peluang kenaikan tetap terbuka dengan resistance terdekat di 4.460. Jika harga mampu menembus area tersebut, kenaikan lanjutan berpotensi menguji zona resistance berikutnya di kisaran 4.460–4.518.
Harga emas pada grafik H4 masih bergerak dalam struktur uptrend jangka menengah, terlihat dari posisi harga yang tetap bertahan di atas trendline naik. Namun, dalam jangka pendek pergerakan cenderung konsolidatif setelah koreksi tajam dari area puncak, dengan harga saat ini masih berada di bawah area resistance 4.343–4.377 sekaligus belum mampu menembus area SMA 50.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih berada dalam tekanan bearish. Kondisi ini terlihat dari struktur lower high yang terbentuk di bawah trendline turun jangka menengah. Harga kembali bergerak di bawah area SMA 50 dan gagal bertahan di atas resistance 57,60–58,03. Hal tersebut mencerminkan lemahnya momentum rebound.
