FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bullish Range 0,69500 – 0,70000
Penguatan mata uang Dollar Australia terhadap mata uang Greenback mulai nampak, meski terbatas dan sementara. Hal tersebut karena Aussie tetap berada pada level terendah dalam beberapa bulan terakhir, seiring berlanjutnya tren penguatan Dollar AS yang didorong oleh lonjakan imbal hasil obligasi Treasury AS. Mata uang Aussie diperkirakan akan mencatat pelemahan selama 4 minggu berturut-turut, meskipun Reserve Bank of Australia telah menaikkan suku bunga acuan ke level tertinggi dalam 15 tahun sebesar 4,6% pada September, hal ini terjadi karena investor menilai ruang untuk pengetatan lebih lanjut terbatas sementara para pembuat kebijakan mengevaluasi dampak dari kenaikan suku bunga sebelumnya. Penurunan tajam di pasar perumahan dan peningkatan tingkat pengangguran yang konsisten semakin mengurangi ekspektasi akan adanya kenaikan suku bunga lagi, di mana pasar memperkirakan peluang sebesar 22% untuk kenaikan pada Oktober dan 38% untuk Desember. Sementara itu, Dollar AS secara umum tetap lebih kuat karena data ekonomi yang kuat, imbal hasil obligasi pemerintah yang tinggi, dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Imbal hasil obligasi AS yang lebih tinggi telah mempersempit premi imbal hasil pada utang Australia ke level terendah dalam setahun, sehingga mengurangi dukungan terhadap mata uang tersebut. Aussie sempat mendapat sedikit dukungan tidak langsung dari pelemahan Euro di tengah kekhawatiran terkait utang Prancis.
Pivot : 0,69481
R1 : 0,69839 S1 : 0,69212
R2 : 0,70108 S2 : 0,68854
R3 : 0,70466 S3 : 0,68585
USDJPY
Opportunity: Bearish Range 157,800 – 157,000
Munculnya penguatan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback di market mulai nampak. Dimana Yen Jepang menguat sedikit dan sentuh 156,942, memangkas kerugian baru-baru ini setelah data menunjukkan inflasi inti Tokyo meningkat menjadi 2,7% pada September, melampaui target 2% Bank Sentral Jepang untuk pertama kalinya dalam 9 bulan. Namun, rangkuman opini dari pertemuan bank sentral September menawarkan sinyal yang kurang agresif daripada yang diantisipasi investor. Ringkasan tersebut menunjukkan bank sentral menggeser fokusnya ke arah mencegah inflasi melebihi targetnya, mengisyaratkan kenaikan suku bunga lagi tahun ini, tetapi memberikan sedikit kejelasan tentang waktunya. Yen juga tetap berada di jalur penurunan mingguan ketiga berturut-turut, tertekan oleh Dollar AS yang lebih kuat dan imbal hasil obligasi pemerintah yang tinggi di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve mungkin perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut untuk menahan inflasi yang didorong oleh sektor energi. Hal ini menunjukkan kemungkinan adanya perbedaan suku bunga yang lebih lebar antara AS dan Jepang, karena siklus pengetatan kebijakan moneter The Fed terus bergerak lebih cepat daripada kenaikan suku bunga Bank Sentral Jepang (BOJ).
Pivot : 157,660
R1 : 158,379 S1 : 157,108
R2 : 158,931 S2 : 156,389
R3 : 159,650 S3 : 155,837
GBPUSD
Opportunity : Bearish menuju : 1.3151 – 1.3121
Pounds ditutup menguat pada perdagangan di akhir pekan kemarin. Poundsterling naik 0,41% ke 1,3250 terhadap U.S Dollar. Pasar memperkirakan BoE menaikkan suku bunga sekitar 30 basis poin hingga akhir tahun. Sementara itu, Andy Burnham mengisyaratkan bahwa Inggris bisa bergabung kembali dengan Uni Eropa. Disisi lain Indeks Dollar tertekan setelah data tenaga kerja AS yang mengecewakan. Nonfarm Payrolls September hanya naik 29.000, jauh di bawah perkiraan 90.000. Akibatnya, Dollar AS melemah. Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) mencatat tambahan 29.000 pekerjaan pada September. Selain itu, BLS merevisi turun angka Agustus dari 162.000 menjadi 133.000. Data Juli bahkan menunjukkan penurunan 10.000 pekerjaan. Tingkat pengangguran naik dari 4,1% menjadi 4,2%. Namun, kenaikan partisipasi tenaga kerja ke 61,8% ikut mendorong angka tersebut. Sementara itu, upah per jam rata-rata naik 3% secara tahunan, di bawah ekspektasi 3,2%. Dengan begitu, kekhawatiran inflasi dari sisi upah mereda. Setelah data tenaga kerja, minggu ini, AS akan merilis ISM Services PMI, klaim pengangguran, dan sentimen konsumen University of Michigan. Selain itu, notulen rapat FOMC dan pidato Gubernur The Fed Bowman patut dicermati. Di Inggris, Mann dan Lombardelli dari BoE akan berpidato. Karena itu, data tenaga kerja AS kemungkinan masih menjadi penentu arah mata-uang utama lainnya. GBP berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini menanti rilis data S&P Global Services PMI Inggris yang diperkirakan tidak mengalami ekspansi.
Open : 1.3230 Pivot 1.3225
R1 : 1.3270 S1 : 1.3195
R2 : 1.3300 S2 : 1.3151
R3 : 1.3345 S3 : 1.3121
EURUSD
Opportunity : Bearish menuju 1.1188 – 1.1155
Pasangan mata uang EUR/USD berakhir naik pada akhir pekan hari Jumat, terdukung sentiment bullish. Pasangan mata uang EUR/USD ditutup naik 0,09% pada 1.1253. Euro mendapat dukungan pada hari Jumat dari laporan CPI (Indeks Harga Konsumen) Zona Euro bulan September yang lebih kuat dari perkiraan, yang merupakan faktor hawkish bagi kebijakan ECB. CPI Zona Euro bulan September naik +3,8% secara tahunan (*year-on-year*), lebih tinggi dari perkiraan sebesar +3,7% dan merupakan laju kenaikan tercepat dalam 3 tahun terakhir. CPI inti bulan September naik +2,5% secara tahunan, sesuai dengan perkiraan. Juga penurunan harga minyak mentah sebesar -1% pada hari Jumat berdampak positif bagi ekonomi Zona Euro dan mata uang euro, mengingat Eropa mengimpor sebagian besar kebutuhan energinya. Euro semakin menguat setelah Dollar AS turun akibat laporan data ketenagakerjaan AS bulan September yang lebih lemah dari perkiraan. Nonfarm Payrolls September hanya naik 29.000, jauh di bawah perkiraan 90.000. Akibatnya, Dollar AS melemah. Pasar memperhitungkan peluang sebesar 14% untuk kenaikan suku bunga ECB sebesar +25 bp pada pertemuan kebijakan ECB berikutnya tanggal 29 Oktober. EUR masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang akan dibayangi oleh penguatan U.S Dollar yang sempat melemah akibat data tenaga-kerja.
Open : 1.1258 Pivot : 1.1252
R1 : 1.1284 S1 : 1.1220
R2 : 1.1317 S2 : 1.1188
R3 : 1.1349 S3 : 1.1155
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.8380 – 0.8433
Mata-uang Swiss Franc mengalami penguatan dalam dua sesi terakhir. Franc Swiss ditutup di level 0.8284 pada akhir pekan kemarin. Rilisnya data tenaga-kerja AS yang mengecewakan mendorong mata-uang Swiss kembali menguat. Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) mencatat tambahan 29.000 pekerjaan pada September. Selain itu, BLS merevisi turun angka Agustus dari 162.000 menjadi 133.000. Data Juli bahkan menunjukkan penurunan 10.000 pekerjaan. Disisi lain penurunan harga minyak mentah sebesar -1% pada hari Jumat berdampak positif bagi ekonomi Swiss dan mata uang Franc Swiss, mengingat Ekonomi Swiss tergantung oleh kebutuhan sumber energi. CHF berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang diperkirakan adanya penguatan mata-uang U.S Dollar pada awal pekan ini setelah melemah akibat data tenaga-kerja AS.
Open : 0.8276 Pivot : 0.8280
R1 : 0.8333 S1 : 0.8234
R2 : 0.8380 S2 : 0.8180
R3 : 0.8433 S3 : 0.8134
DXY
Opportunity: Bearish Range 101,900 – 101,500
Tekanan mulai mewarnai pergerakan mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya pada penutupan pekan kemarin. Pelemahan tersebut terlihat pada Indeks Dollar AS (DXY) yang anjlok dan sentuh level terendah hariannya 101,668. Penyebab Dollar AS melemah mengakhiri penguatan selama empat sesi karena data ketenagakerjaan AS yang secara tak terduga anjlok mengurangi ekspektasi akan pengetatan kebijakan lebih lanjut dari Federal Reserve. Jumlah lapangan kerja non-pertanian (*nonfarm payrolls*) hanya bertambah 29.000 pada September, angka yang berada di bawah perkiraan. Data tersebut juga mencakup revisi ke bawah terhadap pertumbuhan lapangan kerja dalam dua bulan sebelumnya. Sementara itu, tingkat pengangguran sedikit meningkat menjadi 4,2%, menunjukkan lingkungan perekrutan yang lebih hati-hati karena bisnis menghadapi biaya yang lebih tinggi. Laporan yang mengecewakan ini mendorong pasar uang untuk menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed akhir Oktober ini. Penurunan harga minyak memberikan sentimen tambahan; minyak mentah Brent turun ke bawah $100 per barel, sehingga meredakan sebagian kekhawatiran mengenai inflasi yang dipicu oleh harga energi. Meskipun mengalami penurunan pada Jumat, Dollar AS tetap berada di jalur yang tepat untuk mencatatkan kenaikan mingguan sebesar 0,9%, yang akan menandai kenaikan mingguan ketiga berturut-turut.
Pivot : 101,907
R1 : 102,147 S1 : 101,683
R2 : 102,371 S2 : 101,443
R3 : 102,611 S3 : 101,219

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bullish ke area 67,031
Indeks Nikkei 225 melonjak lebih dari 2% menuju 70.000 pada hari Senin, mencapai level tertinggi tiga bulan karena data pekerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan mengurangi tekanan pada Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut. Namun, para pedagang tetap berhati-hati di tengah imbal hasil obligasi yang tinggi dan meningkatnya ketidakpastian di Timur Tengah. Di dalam negeri, investor menantikan serangkaian laporan ekonomi minggu ini, termasuk pertumbuhan upah, pengeluaran rumah tangga, dan data kepercayaan konsumen. Dalam berita perusahaan, CEO SoftBank Group Corp., Masayoshi Son, seorang pendukung kuat AI, mengatakan bahwa ia juga prihatin tentang risiko keselamatan karena mesin dengan cepat memperoleh kemampuan baru, sambil mendesak negara-negara untuk membangun kepercayaan dan bekerja sama untuk memanfaatkan teknologi tersebut. Saham-saham teknologi dan terkait AI memimpin kenaikan, termasuk Kioxia Holdings (1,3%), Advantest (4,4%), SoftBank Group (3,3%), Tokyo Electron (3,2%), dan Taiyo Yuden (3%).
Pivot : 65,887
R1 : 66,893 S1 : 65,303
R2 : 67,477 S2 : 64,297
R3 : 68,483 S3 : 63,713
HANGSENG
Opportunity: Bearish ke 25,217
Indeks Hang Seng anjlok 2,7%, atau 667 poin, menjadi 23.943 pada hari Jumat, menandai penurunan satu hari terbesar sejak Juli 2026, karena aksi jual kembali aset berisiko global membebani saham Hong Kong setelah libur Hari Nasional. Penurunan tersebut terjadi di tengah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, dengan imbal hasil 10 tahun mencapai 5,34%, tertinggi sejak 2002, karena kenaikan biaya energi dan investasi terkait AI yang kuat memicu inflasi dan kekhawatiran suku bunga. Harga minyak tetap tinggi, dengan Brent sekitar US$102,6 per barel karena kekhawatiran akan gangguan pasokan di Timur Tengah dan penangguhan ekspor bahan bakar olahan oleh China. Saham teknologi tetap berada di bawah tekanan di tengah imbal hasil yang lebih tinggi dan pembatasan AS terhadap perangkat keras AI canggih, sementara ketegangan geopolitik semakin meredam sentimen. Aksi jual juga diperkuat oleh tidak adanya aliran dana dari Southbound Stock Connect karena pasar daratan Tiongkok tetap tutup. Saham-saham yang mengalami penurunan signifikan antara lain Tencent (-1,9%), AIA (-5,0%), HKEX (-2,4%), Trip.com (-3,0%) dan Xiaomi (-4,4%).
Pivot : 24,408
R1 : 24,558 S1 : 24,120
R2 : 24,846 S2 : 23,970
R3 : 24,996 S3 : 23,682
NASDAQ
Opportunity: Buy Limit: 30,560| SL: 30,400 | TP: 30,720
Kontrak berjangka saham AS sedikit menguat pada hari Senin, memperpanjang kenaikan dari sesi sebelumnya karena data pekerjaan AS yang lebih lemah mengurangi tekanan pada Federal Reserve untuk terus menaikkan suku bunga. Kontrak berjangka Nasdaq 100 naik 0,3%, sementara kontrak berjangka Dow dan S&P 500 naik sekitar 0,1%. Pada hari Jumat, Wall Street menguat setelah data menunjukkan pemberi kerja AS menambah lebih sedikit pekerjaan pada bulan September daripada yang diperkirakan, sementara pertumbuhan upah juga melambat. Pasar sekarang memperkirakan hampir 80% kemungkinan bahwa Fed akan mempertahankan kebijakan tidak berubah bulan ini. Namun, para pedagang tetap fokus pada imbal hasil obligasi Treasury yang tinggi, dengan imbal hasil 10 tahun berada di dekat level tertinggi sejak tahun 2002. Investor sekarang menunggu serangkaian data ekonomi baru minggu ini untuk petunjuk lebih lanjut, termasuk laporan aktivitas jasa ISM, risalah dari pertemuan Fed bulan September, dan pembacaan sentimen konsumen Universitas Michigan. Laporan pendapatan juga akan dirilis dari Constellation Brands, Levi Strauss, PepsiCo, Delta Air Lines, dan perusahaan besar lainnya.
Pivot : 30,917.92
R1 : 31,166.33 S1 : 30,771.33
R2 : 31,312.92 S2 : 30,522.92
R3 : 31,561.33 S3 : 30,376.33

COMMODITY ZONE BY NITRA
Gold
Opportunity: Bearish menuju 4110
Rilis data NFP September yang mengecewakan di angka 29 ribu (vs konsensus 90 ribu) sempat melambungkan emas ke area 4.192 pada Jumat (2/10). Namun, harga berbalik ditutup melemah di 4.139,38 (-0,90%) akibat tertahan tingginya yield obligasi 10-tahun di area 5,3%.
Pagi ini, Senin (5/10), emas dibuka di 4.136,07—langsung menjebol support minor 1 Oktober (4.139,01). Emas kini hanya berjarak sekitar 25 poin dari low mingguan di 4.110,63.
Tingginya yield dan ekspektasi sikap hawkish The Fed masih menjadi beban utama. Meskipun suku bunga sudah di posisi 3,75–4,00%, pasar melihat peluang kenaikan sebesar 15–20% di Oktober dan lebih dari 80% di Desember.
Fokus Hari Ini:
Rilis ISM Services PMI pukul 21:00 WIB (ekspektasi 55,1 vs sebelumnya 55,4) menjadi penentu arah. Angka yang kuat berisiko menekan emas lebih dalam, sementara data yang lemah berpotensi memicu bounce teknikal.
Event penting berikutnya: Notulen FOMC (Kamis, 01:00 WIB) dan data CPI (14 Okt).
Pivot : 4165.63
R1 4206.11 R2 4268.79 R3 4309.27
S1 4102.95 S2 4062.47 S3 3999.79
Oil
Opportunity : Wait and See
Pada sesi sebelumnya, pasar dibuka di posisi high 93,31, sempat tertekan ke low 88,13, lalu ditutup di level 91,33 (-1,62%). Pembentukan ekor bawah yang panjang menunjukkan mulai masuknya aksi beli di area 88. Pemicu utama pelemahan ini adalah pengumuman pelepasan 100 juta barel cadangan darurat oleh G7 dan IEA yang meredam reli harga, dengan settlement WTI berakhir di 91,11 (-1,90%). Pada awal sesi 5 Oktober, harga sempat dibuka melompat (gap up) ke 91,73 dan bergerak di rentang 90,89–91,74 sebelum berada di kisaran 91,02. Namun, volume perdagangan yang masih sangat tipis menandakan arah pergerakan pasar saat ini belum terkonfirmasi.
Dari sisi fundamental, keputusan OPEC+ pada 4 Oktober untuk mempertahankan target produksi November tidak memberikan kejutan baru bagi pasar. Langkah penahanan harga dari rilis cadangan darurat G7/IEA kini berhadapan dengan sentimen penopang, seperti ketatnya pasokan diesel, penangguhan ekspor minyak China sepanjang Oktober, serta intensitas serangan Ukraina ke fasilitas energi Rusia. Di saat yang sama, isu geopolitik di Selat Hormuz masih memicu ketidakpastian dua arah akibat laporan yang saling bertolak belakang mengenai kepastian pembukaan jalur tersebut.
Pivot:90.92
R1 93.72 S1 88.54
R2 96.1 S2 85.74
R3 98.9 S3 83.36
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Senin, 5 Oktober 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Membaca Arah Pasar di Tengah Ketegangan AS-Iran dan Lonjakan Yield Obligasi
Catat jam dan waktunya ya!
| Senin, 5 Oktober 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
