Dollar AS Stabil Setelah Gejolak Awal
Peluang trading EUR/USD semakin menarik setelah dollar AS bergerak stabil pada perdagangan Selasa pasca bergejolak menyusul langkah mengejutkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang memecat Gubernur The Fed, Lisa Cook. Tindakan ini kembali memunculkan kekhawatiran mengenai independensi bank sentral AS.
Indeks dollar, yang mengukur kekuatan dollar terhadap enam mata uang utama, tercatat datar di level 98,42. Sebelumnya, indeks ini sempat melemah hingga 0,4% setelah pengumuman tersebut dipublikasikan Trump melalui media sosial.
EUR/USD Bertahan di Atas Level 1.1600
Pasangan mata uang EUR/USD masih bertahan di atas level psikologis 1.1600 pada sesi Eropa. Pergerakan ini terjadi di tengah jeda pelemahan dollar AS, setelah pasar mencerna drama politik terkait Trump dan The Fed.
Para pelaku pasar kini menunggu data ekonomi tingkat menengah dari AS yang akan dirilis dalam waktu dekat untuk melihat arah berikutnya dari pergerakan dollar.
Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Di pasar uang, probabilitas pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada pertemuan September mencapai sekitar 82%. Tekanan politik dari Trump yang terus mendorong suku bunga lebih rendah membuat investor semakin memperhitungkan skenario pelonggaran kebijakan moneter.
Kendati begitu, meski ada potensi pelemahan dollar, ketidakpastian di kawasan Eropa juga membatasi penguatan euro. Investor masih berhati-hati untuk menempatkan posisi besar pada mata uang tunggal ini.
Ketidakpastian Politik di Prancis Membayangi Euro
Dari sisi Eropa, fokus pasar tertuju pada situasi politik di Prancis. Pemerintah minoritas yang dipimpin Perdana Menteri Francois Bayrou menghadapi tantangan besar dalam mengajukan rencana pemangkasan anggaran sebesar €44 miliar. Beberapa partai oposisi, termasuk sayap kiri, sayap kanan, hingga partai hijau, telah menyatakan akan menolak mosi kepercayaan terhadap pemerintah.
Jika penolakan itu terjadi dalam pemungutan suara pada 8 September mendatang, Bayrou kemungkinan harus mengundurkan diri. Kondisi ini menambah ketidakpastian politik yang berpotensi menekan sentimen investor terhadap euro.
Dampak Terhadap Pasar Obligasi dan EUR/USD
Ketidakpastian politik di Prancis sudah tercermin di pasar obligasi, di mana imbal hasil obligasi pemerintah Prancis tenor 10 tahun naik 4 basis poin ke 3,53%, level tertinggi sejak Maret. Selisih imbal hasil antara obligasi Prancis dan Jerman juga melebar kembali ke sekitar 80 bps.
Meski demikian, para analis menilai ketidakpastian politik di Prancis kemungkinan belum cukup kuat untuk menekan EUR/USD secara signifikan. Selama dollar AS masih berada di bawah tekanan akibat isu independensi The Fed dan ekspektasi pemangkasan suku bunga, euro berpotensi tetap bertahan di kisaran saat ini.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan pivot berada di level 1.1670. Selama harga bertahan di bawah level ini, penurunan diperkirakan berlanjut menuju area support di 1.1580 hingga 1.1515.
Namun, jika harga mampu menembus ke atas 1.1670, maka skenario alternatif yang mungkin terjadi adalah pergerakan bullish dengan target resistance berikutnya di area 1.1705 hingga 1.1740.
Resistance 1: 1.1670 Resistance 2: 1.1705 Resistance 3: 1.1740
Support1: 1.1580 Support 2: 1.1540 Support 3: 1.1515
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Pergerakan emas di time frame H4 terlihat harga berhasil menembus garis trendline turun dan juga melewati SMA 50, menandakan potensi perubahan arah ke bullish. Saat ini harga bergerak sideways dalam area 3.358-3.379. Jika harga mampu bertahan di atas level support terdekat tersebut, ada peluang kenaikan lanjutan menuju resistance berikutnya di 3.379 dan 3.391, bahkan terbuka ruang ke area 3.404.
Pergerakan US OIL pada time frame H4 menunjukkan harga berhasil menembus garis trendline turun dan bergerak di atas SMA 50. Kondisi ini menandakan potensi pembalikan arah ke bullish. Saat ini harga tertahan di area resistance 65,10. Jika mampu menembus level tersebut, peluang kenaikan ke resistance berikutnya di 66,37 hingga 67,73 terbuka lebar.
Pergerakan emas di time frame H4 terlihat harga saat ini berhasil menembus trendline turun dan juga bergerak di atas SMA 50, mengindikasikan potensi perubahan arah menuju bullish. Level support terdekat berada di area 3.358 – 3.348, sementara resistance kuat ada di 3.379 dan 3.391, dengan target lanjutan di 3.404 jika momentum beli berlanjut.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat harga saat ini bergerak mendekati resistance kunci di area 64,08. Selama level ini belum berhasil ditembus, terdapat potensi tekanan jual yang bisa mendorong harga terkoreksi ke support 62,99.
Minggu depan, perhatian utama pasar akan tertuju pada arah kebijakan suku bunga global setelah Federal Reserve memberikan sinyal dovish dalam simposium Jackson Hole. Investor akan mencermati data ekonomi penting dari Amerika Serikat, Eropa, hingga Asia Pasifik yang berpotensi mempengaruhi pergerakan pasar.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 cenderung bearish, dengan level pivot di 3.341. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, potensi penurunan diperkirakan masih berlanjut menuju area support di kisaran 3.320–3.300.
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat harga emas saat ini terlihat bergerak dalam tren menurun jangka pendek dengan membentuk lower high yang ditandai oleh garis tren turun merah. Posisi harga juga masih berada di bawah SMA 50, yang semakin menegaskan tekanan bearish.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan tanda pembalikan arah setelah harga menembus garis tren turun merah dan bergerak di atas SMA 50. Kondisi ini memberi sinyal awal potensi penguatan menuju resistance 65,10 hingga 66,37, selama harga mampu bertahan di atas level 62,99. Indikator RSI berada di kisaran 60, mendukung momentum bullish.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central melihat potensi kenaikan NZD/USD pada time frame H4. Level pivot berada di 0,5803. Jika harga bertahan di atas level ini, peluang rebound terbuka untuk menguji resistance 0,5844 – 0,5866.
Pergerakan emas di time frame H4 terlihat harga telah ini berhasil menembus trendline turun dan juga mendekati area resistance di 3.358 setelah memantul kuat dari support 3.315. Jika harga mampu bertahan di atas area ini, peluang kenaikan terbuka menuju resistance berikutnya di 3.375 hingga 3.390.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat harga saat ini sedang menguji area resistance di sekitar 62,99 bertepatan dengan SMA 50 yang masih menekan ke bawah. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas level ini, potensi penguatan terbuka menuju resistance berikutnya di 64,08 hingga 65,10.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih cenderung bullish dengan level pivot di 3.311. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan berlanjut dengan target terdekat di resistance 3.335, kemudian 3.345 hingga 3.358.
Pergerakan emas di time frame H4 terlihat bahwa harga masih bergerak dalam tekanan bearish dengan membentuk lower high yang sejalan dengan downtrend line. Area 3.345 menjadi level kritikal karena selain berfungsi sebagai resistance horizontal, juga bertepatan dengan garis tren turun yang membatasi kenaikan sejak awal Agustus. Selama harga bergerak di bawah area ini, peluang pelemahan masih terbuka dengan target ke support 3.301, lalu 3.280 hingga 3.267.
Pergerakan US Oil di time frame H4 terlihat bahwa harga masih berada dalam tren turun setelah tertahan cukup lama di bawah SMA 50. Saat ini harga mencoba bangkit dari level 62.09, namun kenaikan ini masih terlihat sebagai koreksi teknikal. Area 62.99 menjadi resistance terdekat sekaligus konfirmasi dari SMA 50, sehingga selama harga belum mampu menembus ke atas level tersebut, potensi pelemahan kembali terbuka dengan target ke 61,44 lalu 60,32 hingga 59,40.
