Market Summary
Harga emas turun lebih dari 1% pada Jumat, mencapai level terendah dalam hampir satu bulan terakhir. Penurunan ini dipicu oleh berkurangnya ketegangan geopolitik, seperti gencatan senjata antara Iran dan Israel yang dimediasi oleh Amerika Serikat. Selain itu, optimisme pasar terkait perdagangan global semakin menekan permintaan terhadap aset safe-haven seperti emas.
Harga emas spot turun 1,3% menjadi $3.283,56 per ons pada pukul 08:39 GMT, sementara emas berjangka AS turun 1,6% menjadi $3.295,70 per ons. Secara mingguan, harga emas telah melemah lebih dari 2%, melanjutkan tren penurunan lebih dari $200 sejak mencapai rekor tertinggi pada April lalu.
Optimisme Perdagangan dan Pengaruh pada Permintaan Emas
Kesepakatan baru antara AS dan China mengenai percepatan pengiriman mineral tanah jarang ke AS turut mendorong sentimen pasar. Di sisi lain, mendekati tenggat waktu beberapa perjanjian perdagangan dan potensi kenaikan tarif “resiprokal” AS pada 9 Juli mendatang, fokus pasar tetap tertuju pada perkembangan geopolitik dan perdagangan.
Para pelaku pasar juga mengantisipasi dampak lanjutan tarif terhadap inflasi AS, meskipun beberapa efek tersebut diperkirakan tertunda.
Proyeksi Ekonomi AS dan Dampaknya pada Harga Emas
Data ekonomi terbaru menunjukkan kontraksi ekonomi AS lebih besar dari perkiraan sebelumnya pada kuartal pertama 2025. PDB AS tercatat turun 0,5% secara tahunan, dibandingkan dengan estimasi awal penurunan 0,2%. Penurunan ini didorong oleh lemahnya konsumsi domestik dan gangguan akibat tarif perdagangan.
Meskipun angka pengangguran mingguan menunjukkan perbaikan, jumlah klaim pengangguran terus meningkat, mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja yang masih lemah. Jika tren ini berlanjut, kemungkinan besar Fed akan kembali memangkas suku bunga pada Juli mendatang, yang dapat mendukung harga emas di jangka menengah.
Potensi Pembalikan Tren Harga Emas
Harga emas terus menunjukkan bias jual. Namun, beberapa analis percaya bahwa penurunan saat ini masih menjadi peluang beli bagi investor. Ketidakpastian kebijakan Fed dan kritik Presiden AS terhadap independensi Fed membatasi penguatan dolar AS. Akibatnya, hal ini dapat memberikan dukungan pada harga emas.
Para investor akan memantau perkembangan data ekonomi AS dan kebijakan Fed. Langkah ini bertujuan untuk mendapatkan arah yang lebih jelas mengenai tren harga emas di masa mendatang.
Fokus Pasar Beralih ke Data Inflasi AS
Pasar kini mengalihkan perhatian ke data inflasi AS, khususnya Indeks Harga Konsumsi Pribadi (PCE), yang dijadwalkan rilis Jumat siang. Data ini diharapkan memberikan indikasi mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (Fed) ke depan. Jika angka inflasi lebih tinggi dari perkiraan, hal ini dapat memperkuat pandangan bahwa Fed akan menunda pemotongan suku bunga, yang pada akhirnya dapat memberikan dorongan pada dolar AS dan menekan harga emas.
Meski emas dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi, daya tariknya berkurang dalam lingkungan suku bunga tinggi. Komoditas tanpa hasil seperti emas kehilangan daya tarik dibandingkan aset yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis dari Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas masih cenderung bearish pada time frame H4, dengan level pivot berada di 3.313. Selama harga tetap bertahan di bawah level tersebut, potensi penurunan masih dapat berlanjut, dengan support terdekat berada di 3.278. Jika support ini ditembus, penurunan lebih lanjut menuju 3.262-3.245 menjadi kemungkinan.
Sebagai alternatif, Trading Central juga mencatat bahwa jika harga berhasil bergerak naik dan menembus level 3.313, maka arah pergerakan selanjutnya berpotensi menguji resistance di kisaran 3.325-3.336.
Resistance 1: 3.313 Resistance 2: 3.325 Resistance 3: 3.336
Support1: 3.278 Support 2: 3.262 Support 3: 3.245
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Pergerakan harga emas di timeframe H4 menunjukkan bahwa harga saat ini bergerak dalam pola descending channel, yang mengindikasikan tren penurunan. Posisi SMA 50 yang berada di atas harga semakin mengonfirmasi tekanan bearish secara jangka menengah. Indikator RSI juga mengikuti pola descending channel, selaras dengan pergerakan harga, sehingga menegaskan momentum bearish yang konsisten.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan bahwa harga bergerak di atas garis tren naik (ascending trendline) yang bertindak sebagai support dinamis. Posisi SMA 50 berada di atas harga, mengindikasikan tren jangka menengah yang masih bearish, meskipun terdapat indikasi pemantulan dari level support. Indikator RSI 14, yang berada di level oversold mendekati 40, memperlihatkan pelemahan momentum bearish dengan potensi pembalikan.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pasangan EUR/USD masih memiliki potensi untuk melanjutkan tren bullish pada time frame H4. Level pivot kunci berada di 1.1690. Selama harga tetap bertahan di atas level ini, arah pergerakan selanjutnya diperkirakan akan menguji resistance di area 1.1760 hingga 1.1820.
Harga emas saat ini sedang bergerak dalam pola channel down dengan resistance penting di sekitar level 3.347. Harga masih berada di bawah SMA 50, yang menandakan tren bearish sedang dominan. RSI juga menunjukkan momentum negatif dengan descending trendline, mencerminkan bahwa tekanan jual masih kuat dan selaras dengan pola channel turun.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pasangan EUR/GBP masih memiliki kecenderungan bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 0,8531. Selama harga tetap berada di bawah level ini, penurunan kemungkinan akan berlanjut untuk menguji area support di kisaran 0,8496-0,8477.
Pergerakan harga emas pada time frame H4 menunjukkan harga saat ini berada di sekitar level Fibonacci retracement 38,2% di 3.322,09. Indikator RSI mendekati level 30, menunjukkan momentum bearish tetapi belum memasuki area oversold sepenuhnya.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan bahwa harga berada di area support yang ditandai oleh garis tren naik (garis biru) dan area support horizontal di sekitar level 64,15. Indikator RSI berada di bawah level 30, menunjukkan kondisi oversold yang berpotensi memicu pembalikan.
Pergerakan emas pada pada timeframe H4 menunjukkan tekanan bearish, terlihat dari posisi harga yang berada di bawah SMA 50. Resistance kunci terletak di level 3.373, 3.397, dan 3.422, yang ditandai oleh garis horizontal hijau. Harga saat ini gagal menembus level resistance ini, sehingga ada potensi koreksi lebih lanjut menuju level Fibonacci 38.2% di 3.324, 50.0% di 3.285, dan 61.8% di 3.246.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan koreksi tajam setelah menembus level 72,33, yang kini menjadi resistance kuat. Harga saat ini berada di bawah SMA 50, mengindikasikan tekanan bearish jangka pendek. Support pertama yang relevan berada di level 64,15, yang juga berdekatan dengan garis tren naik berwarna biru. Penembusan di bawah support ini dapat membuka ruang untuk koreksi lebih dalam ke level 62,18, 61,05, atau bahkan 59,97.
Pergerakan emas pada grafik H4 menunjukkan harga telah menembus ke bawah garis tren naik yang terbentuk sejak pertengahan Mei. Kondisi ini mengindikasikan potensi pembalikan arah menuju tren bearish. Saat ini harga sedang mencoba pullback ke area trendline yang telah ditembus. Area ini berpotensi menjadi resistance dinamis.
Harga minyak pada grafik H4 terlihat berada dalam tren naik yang kuat. Saat ini harga sedang mengalami koreksi setelah terbentuk gap kecil. Selama harga bertahan di atas area support 74,15 dan tetap bergerak di atas SMA 50, peluang kenaikan masih terbuka. Target penguatan berada di area resistance 77,89, 79,17, hingga 80,75.
