FLASH NEWS
Economic News & Analysis
Pasar keuangan pada Rabu mengalami gejolak setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif timbal balik global yang diperkirakan akan memperburuk perang dagang dengan mitra-mitra internasional. Trump menetapkan tarif dasar 10% untuk semua impor ke AS, dengan beberapa negara terkena tarif lebih tinggi, bahkan mencapai 49%.
Dolar melemah terhadap yen setelah pengumuman ini, turun 0,2% ke level 149,255 yen setelah sebelumnya sempat menguat sepanjang sesi perdagangan. Sementara itu, euro sempat melonjak lebih dari 1% terhadap dolar sebelum terkoreksi dan bertahan naik 0,3% di $1,0828. Di sisi lain, yen tetap tertekan terhadap euro, dengan mata uang Eropa tersebut menguat 0,4% ke 161,82 yen.
Investor menilai pengumuman tarif ini akan memicu serangkaian negosiasi antarnegara untuk mencari celah guna mengurangi dampak kebijakan ini. Meskipun beberapa negara mungkin mencapai kesepakatan dengan AS, ketegangan perdagangan dengan China diperkirakan akan tetap tinggi, dan respons Beijing terhadap kebijakan ini masih dinantikan.
Ketidakpastian ekonomi yang disebabkan oleh perang dagang semakin memperburuk kekhawatiran akan resesi di AS. Hal ini juga tercermin dari reaksi pasar yang cenderung mengabaikan data ekonomi terbaru. Laporan menunjukkan bahwa sektor tenaga kerja AS mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi dari perkiraan, dengan tambahan 155.000 pekerjaan pada Maret. Sementara itu, pesanan pabrik naik 0,6% pada Februari, sedikit lebih tinggi dari ekspektasi, tetapi reaksi pasar terhadap data ini tetap minim karena perhatian tertuju pada dampak tarif baru.
Dari perspektif global, beberapa negara telah menyuarakan kekhawatiran terhadap kebijakan tarif AS. Perdana Menteri Kanada membahas langkah-langkah untuk melawan kebijakan perdagangan AS dengan Presiden Meksiko, sementara Gubernur Bank of Japan memperingatkan bahwa tarif ini dapat berdampak besar pada perdagangan dunia dan pertumbuhan ekonomi global.
Pasar saham AS bergerak positif sebelum pengumuman tarif, tetapi kehilangan momentum setelah Trump merinci rencananya. Dow Jones ditutup naik 0,56% ke 42.225,32, S&P 500 naik 0,67% ke 5.670,97, dan Nasdaq menguat 0,87% ke 17.601,05. Namun, kontrak berjangka saham AS turun setelah pengumuman tarif, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap dampak kebijakan ini.
Di pasar komoditas, harga emas melonjak mendekati rekor tertinggi karena meningkatnya permintaan aset safe haven. Harga emas spot naik 0,64% ke $3.130,38 per ons, sementara kontrak berjangka emas AS naik 1,3% ke $3.159,30 per ons.
Sementara itu, harga minyak yang sempat menguat di sesi perdagangan reguler mulai terkoreksi setelah pengumuman tarif, karena kekhawatiran bahwa perang dagang akan menghambat permintaan global terhadap minyak mentah. Harga minyak WTI turun 0,27% ke $71,00 per barel setelah sebelumnya naik 0,72%, sedangkan Brent turun 0,59% ke $74,07 per barel setelah sempat menyentuh $74,95.
Prospek Harga Emas Hari Kamis (03/04)

Dengan ketidakpastian yang masih tinggi, investor kini menunggu reaksi dari mitra dagang utama AS serta langkah-langkah kebijakan yang akan diambil oleh berbagai negara dalam menghadapi kebijakan proteksionis ini.
Pergerakan emas pada timeframe H4 menunjukkan tren naik yang masih berlanjut, dengan harga yang bergerak di atas garis tren naik serta di atas SMA 50, yang mengindikasikan dominasi sentimen bullish. Level pivot point berada di 3110.97, dengan harga saat ini diperdagangkan di atasnya, menandakan potensi kelanjutan kenaikan. Resistance terdekat berada di 3148.95 (R1), diikuti oleh 3165.08 (R2) dan 3186.93 (R3), yang menjadi target jika momentum bullish terus berlanjut.
Di sisi lain, support terdekat berada di 3089.12 (S1) dan 3072.99 (S2), yang bisa menjadi area koreksi jika harga mengalami tekanan jual. RSI 14 berada di level 66.41, yang menunjukkan momentum bullish masih kuat tetapi mendekati wilayah overbought, sehingga potensi koreksi kecil sebelum kenaikan lebih lanjut tetap terbuka.
Data Perdagangan pada hari Rabu (02/04)
Open: 3.114,13 High: 3.143,24 Low: 3.105,26 Close: 3.132,81 Range: 37,98
GOLD INTRADAY AREA
R1 3.148,95 R2 3.165,08 R3 3.186,93
S1 3.110,97 S2 3.089,12 S3 3.072,99
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 3.130 |
| Profit Target Level | 3.160 |
| Stop Loss Level | 3.110 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 3.186 |
| Profit Target Level | 3.160 |
| Stop Loss Level | 3.200 |
Prospek Harga Minyak Hari Kamis (03/04)
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan bahwa tren sebelumnya bullish, namun kenaikan tertahan di resistance 72.07 sebelum mengalami tekanan jual signifikan. Harga kemudian turun tajam dengan langsung membentuk gap dan menembus support 70.61, yang kini berfungsi sebagai resistance terdekat. Pergerakan harga di bawah level ini mengindikasikan potensi pembalikan tren ke bearish, terutama dengan SMA 50 yang mulai bergerak di atas harga, memperkuat kemungkinan perubahan arah.
Jika harga gagal menembus kembali 70.61, tekanan jual dapat semakin meningkat dengan target penurunan menuju 69.36 dan 68.81 sebagai support berikutnya. Jika momentum bearish terus berlanjut, level 68.19 dapat menjadi target lebih dalam. RSI 14 berada di 43.45, menunjukkan bahwa momentum masih dalam fase lemah, dengan potensi pelemahan lebih lanjut jika harga terus tertahan di bawah resistance.
Data perdagangan pada hari Rabu (02/04)
Open: 71,15 High: 72,24 Low: 70,59 Close: 70,85 Range: 1,65
OIL INTRADAY AREA
R1 70,61 R2 71,32 R3 72,07
S1 69,36 S2 68,81 S3 68,19
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 68,90 |
| Profit Target Level | 70,00 |
| Stop Loss Level | 68,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 70,61 |
| Profit Target Level | 69,60 |
| Stop Loss Level | 71,50 |
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central melihat bahwa pasangan GBP/USD masih cenderung bearish pada time frame H4 ini, dengan level pivot di 1.2940. Selama harga tetap bertahan di bawah level tersebut, pair tersebut masih berpeluang turun menguji level support 1.2890-1.2860.
Grafik XAU/USD pada timeframe H4 menunjukkan tren bullish yang masih berlanjut, dengan harga bergerak di atas garis tren naik dan SMA 50. Saat ini, harga sedang menguji level pivot di 3.123,08 setelah mengalami koreksi dari level tertinggi terbaru. Jika harga mampu bertahan di atas pivot dan kembali menguat, maka potensi kenaikan menuju resistance pertama (R1) di 3.145,51 masih terbuka, dengan target berikutnya di resistance kedua (R2) di 3.171,50.
Grafik US Oil pada timeframe H4 menunjukkan tren bullish yang masih bertahan, dengan harga bergerak di atas SMA 50 dan level support utama. Saat ini, harga sedang menguji area resistance di 72,07 setelah mengalami kenaikan tajam. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas level ini, maka target berikutnya berada di 72,74 dan 73,65.
Secara teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pasangan AUD/USD masih cenderung bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 0.6270. Selama harga tetap berada di bawah level ini, tekanan jual berpotensi berlanjut untuk menguji area support di 0.6230–0.6200.
Pada time frame H4, harga emas menunjukkan tren naik yang kuat dengan posisi harga saat ini berada di atas garis pivot (PP) di 3.109,45 dan di atas SMA 50, yang mengindikasikan momentum bullish yang solid. Harga saat ini mendekati resistance pertama (R1) di 3.142,31, dengan RSI berada di 78.39, yang menandakan kondisi overbought dan potensi koreksi dalam jangka pendek.
Dari perspektif teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa USD/JPY masih berpotensi bergerak bearish dengan level pivot di 149.60. Selama harga bertahan di bawah level ini, potensi pelemahan lebih lanjut dapat menguji area support di kisaran 148.15–147.40.
Pada time frame H4, pergerakan US Oil menunjukkan upaya untuk mempertahankan momentum bullish, dengan harga yang kini berada di atas level support utama di 69.18. Tren positif jangka menengah didukung oleh SMA 50 yang mengarah ke atas, sementara RSI berada di level 55.36, menandakan masih adanya ruang untuk kenaikan lebih lanjut sebelum memasuki kondisi overbought.
Pekan depan, pasar global akan dipenuhi dengan rilis data ekonomi penting dan keputusan kebijakan yang dapat memengaruhi sentimen investor di berbagai wilayah. Dari laporan pekerjaan di Amerika Serikat hingga notulen pertemuan ECB di Eropa, serta data PMI dari Asia dan Australia, pelaku pasar akan mencari petunjuk tentang kondisi ekonomi saat ini dan arah kebijakan moneter yang mungkin diambil oleh bank sentral. Di tengah ketidakpastian perdagangan global, perlambatan pertumbuhan ekonomi, dan inflasi yang masih menjadi perhatian, data dan peristiwa mendatang akan menjadi kunci untuk memahami dinamika pasar dan prospek ekonomi lebih lanjut. Berikut data-data dan peristiwa ekonomi di berbagai belahan dunia:
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat bahwa harga emas saat ini berada di atas pivot point 3044,43, menunjukkan momentum bullish yang dominan. Resistance pertama (R1) di 3071,49 menjadi target kenaikan terdekat, diikuti oleh R2 di 3086,71 jika dorongan beli terus berlanjut. Di sisi lain, support pertama (S1) di 3029,21 menjadi area penahan jika terjadi koreksi harga.
Pergerakan US oil pada timeframe H4 terlihat bahwa harga saat ini berada di sekitar level 70,18 yang berfungsi sebagai resistance minor. Jika harga berhasil menembus level tersebut, target kenaikan berikutnya berada di area resistance 70,61 dan kemudian 71,22. Namun, jika terjadi penolakan pada level resistance ini, potensi koreksi ke bawah dapat membawa harga menuju support di 69,18 atau lebih dalam ke 68,62.
