Indeks Dolar AS Bertahan Usai Notulen FOMC
Indeks Dolar AS bergerak di kisaran level 101,00 pada hari Rabu. Para investor mencermati notulen rapat Federal Open Market Committee (FOMC) dari pertemuan 16-17 Juni. Rapat ini menjadi yang pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed, Kevin Warsh. Pasar menunggu sinyal arah kebijakan moneter ke depan.
Sikap Hati-Hati The Fed dalam Notulen FOMC
Notulen tersebut memperkuat sikap kehati-hatian The Fed. Seluruh anggota sepakat mempertahankan suku bunga tanpa perubahan. Mereka juga menilai risiko inflasi ke atas masih tinggi. Beberapa anggota memperingatkan bahwa investasi besar-besaran di sektor AI, kenaikan tarif dagang, dan ketegangan baru di Timur Tengah dapat membuat tekanan harga bertahan lebih lama.
Dokumen tersebut condong ke arah narasi suku bunga tinggi dalam waktu lama. Sejumlah pembuat kebijakan bahkan menilai kenaikan suku bunga masih mungkin terjadi jika inflasi bergerak ke arah yang kurang menguntungkan. Meski begitu, Dolar AS gagal menguat signifikan. Investor juga mempertimbangkan pelemahan ekspektasi pertumbuhan ekonomi dan data tenaga kerja AS yang belakangan melemah.
Respons Mata Uang Utama Terhadap Dolar AS
EUR/USD pulih menuju area 1,1430 meski situasi geopolitik memburuk. Pasangan ini mendapat dukungan dari pelemahan dolar, walau penguatannya terbatas karena notulen FOMC menunjukkan bahwa pejabat The Fed lebih mengkhawatirkan persistensi inflasi ketimbang perlambatan pertumbuhan.
GBP/USD melesat di atas 1,3400 dan mencetak level tertinggi dalam beberapa minggu terakhir. Poundsterling diuntungkan oleh pelemahan dolar secara luas. Sementara itu, USD/JPY tetap bertahan dekat level tertinggi dalam beberapa dekade di kisaran 162,50 karena Yen Jepang terus melemah terhadap Dolar AS.
AUD/USD diperdagangkan lebih tinggi di sekitar 0,6940, namun kesulitan membangun momentum. Mata uang berisiko tinggi ini tetap rentan terhadap ketidakpastian geopolitik dan narasi suku bunga tinggi dari The Fed. Prospek Dolar Australia juga bergantung pada data inflasi dan aktivitas ekonomi China yang akan dirilis, mengingat permintaan komoditas dari China sangat memengaruhi arah Aussie.
Kenaikan Harga Minyak Akibat Ketegangan Timur Tengah
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik ke level $74,20 per barel dan sempat menyentuh level tertinggi dalam dua minggu di $75,73. Kekhawatiran gangguan pasokan energi mendorong kenaikan ini. Ketegangan baru antara AS dan Iran, ditambah peringatan terkait Selat Hormuz, membawa kembali premi risiko geopolitik ke pasar energi.
Presiden Donald Trump menyatakan gencatan senjata dengan Iran sudah “over” setelah serangan baru terjadi. Pernyataan ini memicu kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi yang didorong oleh harga energi. Imbal hasil obligasi AS pun naik setelah pernyataan tersebut beredar.
Emas Tertekan, Bursa Saham Bergerak Variatif
Harga emas tertekan dan mendekati level $4.080. Kenaikan imbal hasil obligasi AS dan risiko pengetatan kebijakan The Fed menekan logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil ini.
Bursa saham AS ditutup bervariasi pada hari Rabu. Kenaikan harga minyak memperburuk latar belakang makroekonomi, sementara saham produsen chip justru menguat. Indeks S&P 500 turun 0,3%, Dow Jones anjlok 577 poin, sedangkan Nasdaq 100 naik 0,3%.
Sektor yang sensitif terhadap kredit melemah. Saham JPMorgan turun 2,5% dan Visa turun 1,3%. Sebagian besar saham raksasa teknologi AI juga tertekan akibat kekhawatiran belanja besar untuk infrastruktur pusat data. Alphabet turun 1,4%, Amazon turun 1%, dan Microsoft turun 1,4%.
Di sisi lain, saham produsen chip mengangkat indeks Nasdaq. Broadcom melonjak 4,8% setelah memperluas kerja sama dengan Apple terkait komponen buatan AS, sementara saham Apple sendiri naik 0,9%. Nvidia menguat 3,6% setelah laporan menyebutkan perusahaan-perusahaan China berencana meningkatkan pembelian chip H200.
Prospek Harga Emas Kamis | 09 Juli 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang bergerak di bawah garis downtrend. Setelah sempat menguat dan menguji area resistance 4.180, harga kembali berbalik melemah hingga menembus SMA 50 serta support 4.092 yang kini berubah menjadi resistance.
Selama harga masih bergerak di bawah area 4.092, tekanan jual diperkirakan tetap mendominasi dengan potensi penurunan menuju support 4.021, kemudian berlanjut ke 3.972 hingga 3.942. Sementara itu, RSI berada di kisaran 43 dan masih bergerak di bawah level netral 50, yang menunjukkan momentum bearish masih cukup kuat meski belum memasuki area oversold.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.092 R2 4.134 R3 4.180
S1 4.021 S2 3.972 S3 3.942
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 3.980 |
| Profit Target Level | 4.020 |
| Stop Loss Level | 3.940 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.090 |
| Profit Target Level | 4.135 |
| Stop Loss Level | 4.025 |
Prospek Harga US Oil Kamis | 09 Juli 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 mulai menunjukkan perubahan ke arah bullish setelah berhasil rebound dari area support 67,00. Harga kini telah menembus SMA 50 sekaligus resistance 69,18 dan 71,52 yang kini berubah menjadi area support, mengindikasikan momentum beli semakin menguat. Penguatan tersebut membawa harga bergerak mendekati resistance 74,50, sehingga selama harga mampu bertahan di atas 71,52, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance berikutnya di 78,07, bahkan berpotensi berlanjut ke 81,63.
Meski demikian, RSI yang telah berada di kisaran 74 mengindikasikan kondisi overbought, sehingga tidak menutup kemungkinan terjadi koreksi jangka pendek sebelum tren kenaikan berlanjut.
US Oil INTRADAY AREA
R1 78,07 R2 81,63 R3 85,93
S1 71,52 S2 69,18 S3 67,00
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 71,60 |
| Profit Target Level | 75,00 |
| Stop Loss Level | 69,10 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 77,00 |
| Profit Target Level | 73,20 |
| Stop Loss Level | 78,50 |
Baca analisa sebelumnya: Dolar AS Menguat Usai Komentar The Fed
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
