FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bearish Range 0,70300 – 0,69500
Penguatan mata uang Aussie terhadap mata uang Dollar AS mulai mereda. Kondisi tersebut mulai nampak pada perdagangan market. Sebelumnya Aussie mendekati level tertinggi tujuh minggu, didukung oleh membaiknya selera risiko global dan data perdagangan domestik yang optimis. Neraca perdagangan barang Australia secara tak terduga bergeser menjadi surplus sebesar A$ 1,9 miliar pada bulan Juni dari defisit yang direvisi sebesar A$ 2,4 miliar pada bulan Mei, karena ekspor emas dan besi pulih tajam, sementara impor mendatar setelah mengalami kenaikan yang kuat. Perhatian kini tertuju pada rapat kebijakan moneter Reserve Bank of Australia pekan depan; pasar memperkirakan hampir tidak ada peluang kenaikan suku bunga setelah tiga kali kenaikan tahun ini, namun kemungkinan kenaikan pada bulan November masih diperhitungkan di angka sekitar 60%. Di sisi lain, kesepakatan antara Iran dan Oman untuk membuka koridor pelayaran melalui Selat Hormuz memperkuat harapan akan membaiknya pasokan energi dari Timur Tengah. Pembukaan kembali sebagian jalur pelayaran vital tersebut memberikan tekanan pada mata uang Dollar AS, karena penurunan harga minyak meredakan tekanan inflasi dan mengurangi ekspektasi akan kenaikan suku bunga yang lebih agresif oleh Federal Reserve.
Pivot : 0,70377
R1 : 0,70535 S1 : 0,70159
R2 : 0,70753 S2 : 0,70001
R3 : 0,70911 S3 : 0,69783
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 158,400 – 159,000
Nampaknya bias penguatan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback mulai mereda. Kondisi tersebut menghentikan reli terbarunya meskipun Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan kembali dukungan Washington yang berkelanjutan untuk Jepang setelah intervensi mata uang bersama yang bersejarah. Yen telah melonjak hingga 5% selama tiga sesi setelah Tokyo dan Washington melakukan pembelian yen terkoordinasi dalam skala yang belum pernah terjadi dalam beberapa dekade, dengan kedua pemerintah memberi sinyal bahwa mereka tetap siap untuk melakukan intervensi lagi jika diperlukan. Data Bank Sentral Jepang menunjukkan Tokyo menghabiskan sekitar ¥5,33 triliun selama operasi hari Jumat, setelah dilaporkan melakukan intervensi sebesar ¥8,45 triliun yang memecahkan rekor pada hari sebelumnya. Yen sempat melemah ke level terendah dalam empat dekade bulan lalu akibat tingginya biaya energi, meningkatnya kekhawatiran fiskal, serta selisih suku bunga yang tetap lebar. Sementara itu, data terbaru menunjukkan upah riil Jepang naik untuk bulan keenam berturut-turut pada bulan Juni, memperkuat argumen untuk kenaikan suku bunga BOJ lebih lanjut.
Pivot : 158,149
R1 : 158,751 S1 : 157,752
R2 : 159,148 S2 : 157,150
R3 : 159,750 S3 : 156,753
GBPUSD
Opportunity : Bearish menuju : 1.3428 – 1.3409
Diluar perkiraan, Pounds ditutup melemah pada perdagangan Kamis kemarin. Pound Sterling melemah tipis 0,11% ke 1,3450 dan masih terjebak dalam kisaran yang sama sepanjang minggu. Dolar AS Menguat terhadap seluruh mata uang utama pada hari Kamis. Indeks Dolar AS (DXY) naik 0,26% dan mendekati level 100,00. Data ketenagakerjaan AS positif menopang Dollar sepanjang sesi perdagangan. Klaim Pengangguran Awal turun ke 199 ribu, jauh dibawah prediksi pasar. Challenger Job Cuts mencapai 33.429 pada Juli, level terendah dalam dua tahun terakhir. Pelaku pasar memilih memangkas risiko menjelang rilis Non-Farm Payrolls. Pilihan itu jatuh pada pembelian Dollar AS. Pasar akan fokus pada laporan data Non-Farm Payrolls yang menjadi sorotan utama hari ini. Konsensus pasar memperkirakan penambahan 80 ribu pekerjaan, naik dari 57 ribu pada Juni. Pasar memperkirakan tingkat pengangguran stabil di 4,2%, sementara upah rata-rata per jam diproyeksikan naik 0,3% secara bulanan dan 3,5% secara tahunan. Pelaku pasar paling menantikan angka upah ini. GBP masih berpotensi untuk tertekan pada perdagangan hari ini apabila data Tenaga-kerja AS kembali menguat.
Open : 1.3452 Pivot 1.3459
R1 : 1.3471 S1 : 1.3440
R2 : 1.3490 S2 : 1.3428
R3 : 1.3502 S3 : 1.3409
EURUSD
Opportunity : Bearish menuju 1.1487 – 1.1460
EUR ditutup menguat ditopang pelemahan Dollar. Mata-uang Euro naik sekitar 0,15% dan bergerak mendekati 1,1550. Pasangan mata uang ini melanjutkan pemulihan menuju batas atas rentang belakangan ini. Survei akhir HCOB turut memberi dukungan. Indeks Komposit Zona Euro untuk Juli direvisi naik ke 52. Indeks Dolar AS (DXY) melemah sekitar 0,16% dan bergerak di kisaran 99,70. Indeks ini bergerak dalam rentang sempit selama empat hari terakhir. Laporan ADP mencatat penambahan tenaga kerja swasta hanya sebesar 44 ribu pada Juli. Angka ini jauh di bawah perkiraan 70 ribu. Bulan sebelumnya, sektor swasta AS masih mencatat penambahan 98 ribu pekerja. Perlambatan ini terlihat tajam dalam waktu singkat. Indeks ISM Services PMI juga melemah ke 54,1, sedikit di bawah ekspektasi 54,5. Sub-indeks tenaga kerja menjadi sorotan utama. Indeks ini anjlok ke 47,4 dari 51,2 sebelumnya. EUR masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini yang didukung oleh lemahnya data Tenaga-kerja AS yang menekan nilai mata-uang Dollar. Penguatan EUR juga akan didukung oleh rilisnya data Jobless Claim AS malam nanti yang diperkirakan akan mengalami kenaikan.
Open : 1.1553 Pivot : 1.1544
R1 : 1.1566 S1 : 1.1530
R2 : 1.1580 S2 : 1.1508
R3 : 1.1602 S3 : 1.1494
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.8178 – 0.8222
Swiss Franc ditutup melemah akibat tekanan U.S Dollar. Dolar AS Menguat terhadap seluruh mata uang utama pada hari Kamis. Indeks Dolar AS (DXY) naik 0,26% dan mendekati level 100,00. Data ketenagakerjaan positif menopang Dolar sepanjang sesi perdagangan. Klaim Pengangguran Awal turun ke 199 ribu, jauh dibawah prediksi pasar. Challenger Job Cuts mencapai 33.429 pada Juli, level terendah dalam dua tahun terakhir. Pelaku pasar memilih memangkas risiko menjelang rilis Non-Farm Payrolls. Pilihan itu jatuh pada pembelian Dolar AS. disisi lain harga minyak melonjak 3% setelah laporan larangan kapal di Selat Hormuz mencuat ke publik. Swiss Franc kembali tertekan seiring naiknya harga minyak yang melonjak cukup signifikan. CHF masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang disebabkan akan rilisnya laporan data Non-farm-payroll AS pada malam nanti yang diperkirakan akan mengalami kenaikan. Pasar memperkirakan tingkat pengangguran AS stabil di 4,2%, sementara upah rata-rata per jam diproyeksikan naik 0,3% secara bulanan dan 3,5% secara tahunan. Pelaku pasar paling menantikan angka upah ini.
Open : 0.8115 Pivot : 0.8103
R1 : 0.8146 S1 : 0.8071
R2 : 0.8178 S2 : 0.8027
R3 : 0.8222 S3 : 0.7995
DXY
Opportunity: Bullish Range 99,900 – 100,300
Tanda penguatan mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya, mulai muncul dimarket. Hal tersebut terlihat pada Indeks Dollar AS (DXY) yang mulai melonjak naik dan sentuh level tertinggi hariannya di 100,020. Meski keperkasaan Dollar AS ini terjadi, namun tetap berada di dekat level terendah dalam tujuh minggu, seiring investor menyeimbangkan optimisme terkait perkembangan di Timur Tengah dengan sikap hati-hati menjelang laporan ketenagakerjaan AS yang sangat dinanti pada hari Jumat. Iran menyatakan telah mencapai kesepakatan dengan Oman mengenai usulan rute pelayaran melalui Selat Hormuz, yang memunculkan harapan bahwa arus energi melalui jalur perairan vital tersebut dapat kembali berjalan. Namun, kesepakatan yang lebih luas antara AS dan Iran masih belum pasti; Presiden Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi sedang berlangsung dan ia akan “melihat perkembangannya.” Perhatian juga beralih ke laporan *nonfarm payrolls* malam nanti, yang diharapkan dapat memberikan wawasan baru mengenai kekuatan pasar tenaga kerja AS serta prospek kebijakan Federal Reserve. Data ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan kemungkinan akan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut, sementara laporan yang lebih lemah dapat mendorong pasar untuk mengurangi spekulasi pengetatan kebijakan dan meredam tekanan kenaikan pada imbal hasil obligasi Treasury.
Pivot : 99,873
R1 : 100,110 S1 : 99,727
R2 : 100,256 S2 : 99,490
R3 : 100,493 S3 : 99,344

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bullish ke 64,700
Indeks Nikkei 225 turun 0,5% menjadi sekitar 65.400 pada hari Jumat, memperpanjang kerugian dari sesi sebelumnya karena saham teknologi merosot untuk hari kedua di tengah kekhawatiran yang terus berlanjut tentang perdagangan kecerdasan buatan. Sentimen pasar yang lebih luas juga terbebani oleh kenaikan harga minyak setelah ketegangan yang kembali muncul di Selat Hormuz, yang menimbulkan ketidakpastian baru atas upaya untuk sepenuhnya membuka kembali jalur pelayaran utama tersebut. Sementara itu, data domestik menunjukkan pengeluaran rumah tangga Jepang turun 3,3% pada bulan Juni, bertentangan dengan ekspektasi kenaikan 1% dan menyoroti terus melemahnya permintaan konsumen. Dalam berita perusahaan, SoftBank Group anjlok 6% meskipun melaporkan pendapatan yang lebih kuat dari perkiraan, karena investor tetap berhati-hati terhadap investasi AI agresif perusahaan tersebut. Sementara itu, Nintendo naik 4% setelah membukukan hasil yang solid, didukung oleh pengembalian tarif AS dan penjualan yang kuat dari dua judul game pihak pertama untuk konsol andalannya, Switch 2.
Pivot : 62,930
R1 : 64,550 S1 : 62,085
R2 : 65,395 S2 : 60,465
R3 : 67,015 S3 : 59,620
HANGSENG
Opportunity: Bullish ke 26,270
Indeks Hang Seng naik tipis 0,2%, atau 63 poin, dan ditutup pada 25.916 pada hari Rabu, karena kenaikan dari sinyal positif Wall Street mengimbangi data ekonomi Tiongkok yang lebih lemah dan kekhawatiran baru atas ketegangan teknologi AS-Tiongkok. Semalam, saham-saham unggulan AS ditutup pada level tertinggi sepanjang masa setelah harapan baru akan terobosan dalam pembicaraan AS-Iran meningkatkan selera risiko, menyebabkan harga minyak turun tajam dan meredakan kekhawatiran inflasi. Namun, sentimen di Hong Kong tetap lesu setelah PMI terbaru Tiongkok menunjukkan aktivitas sektor jasa dan pertumbuhan sektor swasta secara keseluruhan melambat pada bulan Juli, menimbulkan keraguan baru tentang kekuatan pemulihan ekonomi. Saham-saham sektor optik Tiongkok melemah, dengan Zhongji Innolight termasuk di antara yang mengalami penurunan terbesar, mencerminkan kekhawatiran baru atas meningkatnya pembatasan teknologi AS-Tiongkok. Sementara itu, saham-saham yang mengalami kenaikan signifikan antara lain Tencent (0,9%), Kingboard Laminates (10,3%), Semiconductor Manufacturing International Corporation (4,1%), Z.AI Co. (3,1%), dan Meituan (0,4%).
Pivot : 25,894
R1 : 26,141 S1 : 25,762
R2 : 26,273 S2 : 25,515
R3 : 26,520 S3 : 25,383
NASDAQ
Opportunity: Buy Limit: 28,261| SL: 28,150 | TP: 28,600
Kontrak berjangka saham AS sedikit berubah pada hari Jumat karena investor menunggu laporan pekerjaan bulan Juli yang sangat dinantikan untuk mendapatkan sinyal baru tentang kondisi pasar tenaga kerja dan potensi arah kebijakan moneter Federal Reserve. Dalam berita perusahaan, Airbnb melonjak lebih dari 8% dalam perdagangan setelah jam kerja reguler setelah melaporkan pendapatan dan laba yang lebih kuat dari perkiraan, sementara Cloudflare melonjak 16% karena prospek setahun penuh dan kuartal berjalan yang optimis. Sementara itu, DraftKings turun 3% setelah gagal mencapai perkiraan pendapatan. Selama sesi reguler Kamis, Dow turun 0,85%, S&P 500 turun 0,18%, dan Nasdaq Composite turun 0,06%. Delapan dari 11 sektor S&P berakhir di wilayah negatif, dengan sektor industri, real estat, dan material mencatat kerugian terbesar. Penurunan ini terjadi karena rebound harga minyak kembali memicu kekhawatiran bahwa Fed dapat menaikkan suku bunga paling cepat bulan depan.
Pivot : 27,969.50
R1 : 28,707.00 S1 : 27,586.25
R2 : 29,090.25 S2 : 26,848.75
R3 : 29,827.75 S3 : 26,465.50

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Bullish selama bertahan di atas 4.203, testing resistance 4.276.
Harga emas bertahan di atas level $4.200 per ons pada perdagangan Jumat, sejenak menghentikan tren kenaikan yang terjadi belakangan ini. Konsolidasi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz, yang turut mendorong harga minyak naik dan memicu kekhawatiran baru terhadap tekanan inflasi. Laporan menyebutkan bahwa Iran melancarkan serangan terhadap apa yang mereka sebut sebagai “target-target bermusuhan” di selat tersebut, menyusul ledakan yang terjadi di dekat Pulau Qeshm. Selain itu, Teheran juga berupaya melarang kapal-kapal Amerika Serikat dan Israel melintasi Hormuz, serta mewajibkan negara-negara yang dianggap bermusuhan untuk membayar kompensasi sebelum diizinkan melintas.
Di sisi lain, sinyal dari pejabat Federal Reserve yang semakin condong pada kesiapan menaikkan suku bunga turut membentuk sentimen pasar emas. Pelaku pasar kini memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan September, seiring meningkatnya risiko inflasi. Kenaikan suku bunga biasanya menjadi faktor penekan bagi harga emas karena meningkatkan biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil, namun ketegangan geopolitik tampaknya turut menahan tekanan tersebut. Menariknya, data dari lembaga kliring menunjukkan bahwa investor institusi di China terus menambah posisi beli pada aset berbasis emas sebagai instrumen lindung nilai terhadap volatilitas saham teknologi, sebuah tren yang juga didukung oleh aktivitas pembelian dari bank sentral.
Pivot : 4.019
R1 4.276 R2 4.307 R3 4.362
S1 4.203 S2 4.166 S3 4.141
Oil
Opportunity : Bearish selama di bawah resistance 79,54, testing kembali support 76,63
Harga minyak mentah naik mendekati level $78 per barel pada Jumat, melanjutkan penguatan dari sesi perdagangan sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh ketegangan yang kembali memanas di Selat Hormuz, yang menimbulkan keraguan baru terhadap upaya membuka kembali jalur pelayaran vital tersebut secara penuh. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa Iran menyerang apa yang disebutnya sebagai “target-target bermusuhan” di selat tersebut, setelah terjadi ledakan di dekat Pulau Qeshm.
Ketegangan ini semakin diperumit oleh rancangan kesepakatan Iran-Oman yang mengatur jalur pelayaran tersebut, di mana Teheran berupaya melarang kapal-kapal Amerika Serikat dan Israel melintasi Hormuz, serta mewajibkan negara-negara yang dianggap bermusuhan membayar kompensasi sebelum diberikan izin lintas. Iran bahkan mengusulkan denda setara 20% dari nilai kargo kapal bagi pihak yang melanggar ketentuan tersebut, dan menegaskan bahwa selat itu baru akan dibuka sepenuhnya setelah blokade maritim Amerika Serikat dicabut. Saat ini, parlemen Iran tengah membahas rancangan proposal tersebut, yang memuat syarat-syarat pelayaran komersial melalui Selat Hormuz jauh lebih ketat dibandingkan perkiraan pasar sebelumnya, sehingga menambah premi risiko pada harga minyak global.
Pivot: 79,54
R1 79,54 S1 76,62
R2 81,34 S2 74,16
R3 82,26 S3 73,06
DAILY ECONOMIC DATA


WEBINAR HARI INI (Jumat, 7 Agustus 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Trading Emas di Tengah Volatilitas NFP AS
Catat jam dan waktunya ya!
| Jumat, 6 Agustus 2026 | |
| 14.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
