FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bearish Range 0,69500 – 0,69000
Kondisi mata uang Dollar Australia terhadap mata uang Greenback bertahan di jalur pelemahan, meski dengan range yang terbatas. Saat ini Aussie mendekati level terendah dalam beberapa minggu terakhir karena Dollar AS menguat setelah risalah pertemuan Federal Reserve yang bernada hawkish. Risalah tersebut menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan memandang inflasi sebagai risiko terbesar bagi prospek ekonomi, beberapa peserta menilai kenaikan suku bunga lebih lanjut sebagai langkah yang tepat, sementara yang lain menganggap kebijakan saat ini hanya bersifat membatasi secara moderat. Meskipun demikian, pasar tetap skeptis terhadap kenaikan suku bunga Fed pada bulan Oktober, hanya memperkirakan probabilitas kenaikan seperempat poin sebesar 19%. Di Australia, pasar juga hanya memperkirakan peluang sebesar 25% bagi RBA untuk kembali menaikkan suku bunga pada bulan November, menyusul kenaikan menjadi 4,60% pekan lalu. Risalah rapat bank sentral tanggal 13 Oktober akan menjadi fokus utama, diikuti oleh data ketenagakerjaan bulan September minggu depan, dengan tingkat pengangguran yang dipantau secara ketat setelah naik ke level tertinggi lima tahun sebesar 4,6% pada bulan Agustus. Angka inflasi yang stabil atau lebih tinggi dapat mengurangi ekspektasi pengetatan lebih lanjut, sementara laporan CPI kuartal September akhir bulan ini akan sangat penting, dengan inflasi inti diperkirakan tetap tinggi.
Pivot : 0,69536
R1 : 0,69752 S1 : 0,69349
R2 : 0,69939 S2 : 0,69133
R3 : 0,70155 S3 : 0,68946
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 157,800 – 158,300
Pergerakan mata uang Yen terhadap mata uang Greenback tetap berada pada range yang sempit dan terbatas. Dimana mata uang Jepang tersebut bertahan stabil di kisaran 158, tetap berada dalam rentang pergerakan yang sempit setelah data menunjukkan surplus transaksi berjalan negara tersebut meningkat menjadi 4,062 triliun yen pada bulan Agustus, melampaui perkiraan sebesar 3,194 triliun yen. Namun, mata uang tersebut tetap berada di bawah tekanan akibat perbedaan imbal hasil yang lebar antara AS dan Jepang, di samping suku bunga domestik yang relatif rendah dan beban utang Jepang yang besar. Perdana Menteri Sanae Takaichi juga terus menjalankan kebijakan fiskal ekspansif, dengan berjanji untuk menurunkan pajak konsumsi atas produk makanan sembari menegaskan bahwa pemerintah akan mengamankan pendanaan tanpa menerbitkan obligasi tambahan demi menenangkan pasar keuangan. Sementara itu, anggota Bank of Japan, Ayano Sato, yang sebelumnya menentang kenaikan suku bunga bank sentral pada bulan September, mengatakan pekan ini bahwa ia mendukung pendekatan bertahap untuk menaikkan suku bunga dalam beberapa tahap, memperkuat ekspektasi bahwa para pembuat kebijakan dapat menaikkan suku bunga lagi.
Pivot : 157,913
R1 : 158,322 S1 : 157,468
R2 : 158,767 S2 : 157,059
R3 : 159,176 S3 : 156,614
GBPUSD
Opportunity : Bullish menuju : 1.3284 – 1.3320
Pounds kembali menguat pada perdagangan Kamis kemarin. Penguatan mata-uang Poundsterling juga didukung oleh pernyataan Gubernur Bank Sentral Inggris Andrew Bailey yang bernada Hawkish untuk menekan tingkat Inflasi. Pounds menguat dan berhasil menembus level 1,3200 setelah Dollar kehilangan momentum. Dollar AS melemah pada perdagangan Kamis setelah tekanan jual meningkat akibat komentar Presiden Donald Trump dan penurunan harga minyak mentah. Pergerakan ini mendorong indeks Dollar AS (DXY) menjauh dari level tertinggi terbaru. DXY terkoreksi dari penguatan pada Rabu dan menguji area 102,00. Meski demikian, indeks Dollar masih bertahan di bagian atas rentang perdagangan terkini. Investor kini menantikan data awal sentimen konsumen dari University of Michigan. Disisi lain Klaim awal tunjangan pengangguran mingguan AS secara tak terduga turun sebesar 2.000 menjadi 197.000 level terendah dalam 2,5 bulan yang menunjukkan pasar tenaga kerja lebih kuat dibandingkan ekspektasi kenaikan menjadi 200.000. Pasar juga mencermati arah kebijakan moneter AS dan perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Kedua faktor tersebut berpotensi mempengaruhi permintaan terhadap Dollar dalam jangka pendek. GBP masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini.
Open : 1.3225 Pivot 1.3220
R1 : 1.3255 S1 : 1.3191
R2 : 1.3284 S2 : 1.3155
R3 : 1.3320 S3 : 1.3127
EURUSD
Opportunity : Bullish menuju 1.1258 – 1.1289
Euro ditutup menguat pada perdagangan Kamis kemarin, setelah Kementerian Ekonomi Jerman menaikkan perkiraan PDB Jerman untuk tahun 2026. Pasangan mata uang EUR/USD ditutup naik 0,13% pada 1.1211. Kementerian Ekonomi Jerman menaikkan perkiraan PDB Jerman untuk tahun 2026 menjadi 1,3%, naik dari estimasi sebelumnya sebesar 0,5%. Euro juga mendapat dukungan dari ringkasan rapat kebijakan ECB bulan lalu, yang menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan memperingatkan perlunya kenaikan suku bunga lebih lanjut untuk meredam inflasi. Ringkasan rapat ECB tanggal 9-10 September menunjukkan para pejabat memperingatkan perlunya tindakan lebih lanjut terkait inflasi, sembari menilai bahwa kenaikan suku bunga tidak akan menghambat pertumbuhan ekonomi. Disisi lain U.S Dollar melemah pada perdagangan Kamis setelah tekanan jual meningkat akibat komentar Presiden Donald Trump dan penurunan harga minyak mentah. Pergerakan ini mendorong indeks Dollar AS (DXY) menjauh dari level tertinggi terbaru. Pasar memperhitungkan adanya peluang sebesar 12% bagi ECB untuk menaikkan suku bunga sebesar +25 basis poin pada rapat kebijakan berikutnya tanggal 29 Oktober. Sore dan malam nanti akan ada pernyataan dari pejabat ECB Cipollone dan Schnabel.
Open : 1.1206 Pivot : 1.1203
R1 : 1.1234 S1 : 1.1179
R2 : 1.1258 S2 : 1.1148
R3 : 1.1289 S3 : 1.1124
USDCHF
Opportunity : Bearish menuju : 0.8283 – 0.8260
Diluar perkiraan, Swiss Franc dapat menguat setelah tertekan dalam empat sesi terakhir. Mata-uang Swiss menguat di tengah naiknya harga minyak global pada perdagangan Kamis kemarin. Disisi lain U.S Dollar melemah pada perdagangan Kamis setelah tekanan jual meningkat akibat komentar Presiden Donald Trump dan penurunan harga minyak mentah. Pergerakan ini mendorong indeks dolar AS (DXY) menjauh dari level tertinggi terbaru. Indeks Dollar AS ditutup turun 0,12% pada 102,13. Klaim awal tunjangan pengangguran mingguan AS secara tak terduga turun sebesar 2.000 menjadi 197.000 level terendah dalam 2,5 bulan yang menunjukkan pasar tenaga kerja lebih kuat dibandingkan ekspektasi kenaikan menjadi 200.000. Malam nanti akan dirilis data Michigan Consumer Sentiment Oktober AS yang diindikasikan menurun. CHF masih berpeluang untuk menguat pada perdagangan hari ini.
Open : 0.8310 Pivot : 0.8323
R1 : 0.8340 S1 : 0.8300
R2 : 0.8363 S2 : 0.8283
R3 : 0.8380 S3 : 0.8260
DXY
Opportunity: Bullish Range 102,100 – 102,400
Dalam pergerakan di range terbatas dan konsolidasi dimana mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya masih mewarnai perdagangan market. Konsolidasi tersebut terlihat pada Indeks Dollar AS (DXY) yang stabil dan bertahan di level 102. Kondisi Dollar AS ini berfluktuasi di dekat level tertinggi April 2025, karena dolar AS tetap didukung oleh ekspektasi bahwa The Fed perlu mempertahankan suku bunga tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama. Harga minyak kembali naik, menambah tekanan inflasi dan, pada gilirannya, memperkuat ekspektasi pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut dari The Fed. Risalah pertemuan The Fed bulan September menunjukkan bahwa sebagian besar pembuat kebijakan memperkirakan adanya kenaikan suku bunga acuan (*federal funds rate*) lagi tahun ini, meskipun waktunya masih belum pasti. Gubernur The Fed, Waller, mengatakan pada hari Kamis bahwa kenaikan suku bunga tambahan kemungkinan diperlukan untuk mengembalikan inflasi ke target, sambil menekankan adanya “fleksibilitas” terkait kecepatan kenaikan tersebut. Pasar saat ini memperhitungkan probabilitas sekitar 78% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada bulan Oktober, sementara peluang kenaikan sebesar 25 basis poin pada bulan Desember berada di kisaran 69%. Sementara itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah di Eropa terus menekan Euro.
Pivot : 102,204
R1 : 102,376 S1 : 101,942
R2 : 102,638 S2 : 101,770
R3 : 102,810 S3 : 101,508

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bullish ke area 67,031
Indeks Nikkei 225 turun 1% menjadi sekitar 68.300 pada hari Jumat, memperpanjang kerugian untuk sesi ketiga berturut-turut dan menyusul aksi jual semalam di saham teknologi AS karena kekhawatiran atas prospek pendapatan OpenAI membebani sektor kecerdasan buatan secara lebih luas. Laporan menunjukkan bahwa pendapatan tahunan OpenAI mencapai $50 miliar pada akhir September, di bawah angka $68 miliar yang dilaporkan secara luas bulan lalu. Investor semakin fokus pada apakah pendapatan terkait AI dapat membenarkan pengeluaran investasi yang besar di sektor ini, terutama karena perusahaan Jepang memainkan peran penting dalam mengembangkan infrastruktur AI global. Di antara saham yang mengalami penurunan terbesar adalah Advantest (-2,3%), Kioxia Holdings (-4,3%), SoftBank Group (-7,1%), Fujikura (-3,5%), dan Murata Manufacturing (-3,6%). Sementara itu, data menunjukkan bahwa pengeluaran pribadi Jepang menurun untuk bulan kesembilan berturut-turut pada bulan Agustus, karena inflasi yang terus-menerus membebani permintaan konsumen.
Pivot : 65,887
R1 : 66,893 S1 : 65,303
R2 : 67,477 S2 : 64,297
R3 : 68,483 S3 : 63,713
HANGSENG
Opportunity: Bearish ke 25,217
Indeks Hang Seng turun 1,4%, atau 345 poin, dan ditutup pada 23.786 pada hari Kamis, memperpanjang kerugian pagi harinya karena sentimen penghindaran risiko secara luas meningkat. Penurunan di Wall Street dan kekhawatiran yang kembali muncul tentang inflasi dan suku bunga membebani sentimen. Aksi jual di Wall Street semalam, ditambah dengan kenaikan tajam imbal hasil obligasi pemerintah AS, meningkatkan kekhawatiran tentang suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu lama, sementara harga minyak mentah Brent tetap di atas US$100 per barel, menambah tekanan inflasi. Secara lokal, aktivitas sektor swasta Hong Kong tetap mengalami kontraksi, dengan PMI September turun menjadi 49,2 dari 49,5 pada bulan Agustus, menandai bulan kedua berturut-turut di bawah ambang batas 50. Saham teknologi menjadi yang paling tertekan, dengan Tencent (-2,2%), SMIC (-6,7%), Kingboard Laminates (-6,4%), Genscript Biotech (-5,1%), dan Lenovo (-8,1%) termasuk di antara saham yang mengalami penurunan signifikan. Di sisi positif, pasar daratan Tiongkok dibuka kembali setelah liburan.
Pivot : 24,408
R1 : 24,558 S1 : 24,120
R2 : 24,846 S2 : 23,970
R3 : 24,996 S3 : 23,682
NASDAQ
Opportunity: Buy Limit: 30,560| SL: 30,400 | TP: 30,720
Kontrak berjangka saham AS stabil pada hari Jumat setelah indeks utama jatuh pada sesi sebelumnya, karena saham teknologi mengalami penurunan setelah laporan bahwa pendapatan OpenAI berada di bawah perkiraan sebelumnya. Pada hari Kamis, S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing turun 0,47% dan 1,25%, menandai sesi kerugian kedua berturut-turut, sementara Dow naik tipis 0,1%. Laporan menunjukkan bahwa pendapatan tahunan OpenAI mencapai $50 miliar pada akhir September, di bawah angka $68 miliar yang banyak dikutip dari bulan lalu. Produsen chip memimpin penurunan, dengan Micron turun 4,8%, Nvidia turun 2,9%, Sandisk turun 4,9%, AMD turun 3,9%, dan Intel anjlok 5,3%. Sementara itu, SpaceX naik lebih dari 4% dalam perdagangan lanjutan setelah mengumumkan kesepakatan untuk mengakuisisi portofolio spektrum nasional. Investor kini mengalihkan perhatian mereka ke data sentimen konsumen AS bulan Oktober, bersama dengan laporan pendapatan dari Delta Air Lines dan BlackRock.
Pivot : 30,917.92
R1 : 31,166.33 S1 : 30,771.33
R2 : 31,312.92 S2 : 30,522.92
R3 : 31,561.33 S3 : 30,376.33

COMMODITY ZONE BY NITRA
Gold
Opportunity: Netral cenderung bearish dengan potensi koreksi naik yang terbatas di dalam rentang 4.100–4.200.
Pada perdagangan Kamis, 8 Oktober 2026, emas dibuka di level 4.114,90 dan sempat bergerak di antara high 4.146,07 serta low 4.103,14, sebelum akhirnya ditutup menguat di posisi 4.134,01. Hasil ini mencatatkan kenaikan sekitar 21,8 poin dari hari sebelumnya dan membentuk candle bullish kecil dengan rentang harian yang terbilang sempit, yaitu 43 poin—jauh di bawah rata-rata harian (ATR 14 hari) di kisaran 79 poin. Kondisi tersebut mengindikasikan konsolidasi sejenak setelah tekanan tajam pada hari Rabu yang sempat menembus level 4.066,30. Secara keseluruhan, tren utama masih cenderung menurun sejak mencatatkan puncak 5.597,52 pada akhir Januari, di mana harga masih tertahan di bawah rata-rata bergerak 20 hari (4.239) dan 50 hari (4.332). Meskipun indikator RSI 14 hari berada di level 29 yang mengindikasikan jenuh jual dan membuka peluang pemulihan teknikal, belum ada konfirmasi resmi mengenai pembalikan tren. Memasuki sesi pagi 9 Oktober, pergerakan emas terpantau stabil di kisaran 4.139.
Dari sisi fundamental, lonjakan imbal hasil obligasi AS dan penguatan dolar masih menjadi penekan utama harga emas. Yield Treasury 10-tahun bertahan di level 5,3%—tertinggi sejak 2002—sementara indeks dolar berada di posisi 102,3 pasca kenaikan suku bunga The Fed pada September serta tingginya ekspektasi inflasi yang terdorong oleh harga energi. Di sisi lain, aksi beli bank sentral yang mencapai 170 ton sepanjang tahun ini tetap menjadi penopang utama harga. Mengingat agenda ekonomi AS hari ini cenderung sepi dan hanya merilis data tenaga kerja Kanada, arah pergerakan emas akan sangat bergantung pada dinamika yield obligasi, indeks dolar, serta pernyataan pejabat The Fed. Fokus perhatian pasar selanjutnya tertuju pada rilis CPI AS pada 14 Oktober serta keputusan rapat FOMC akhir bulan nanti.
Berdasarkan analisis teknikal, bias emas hari ini bersifat netral cenderung bearish dalam tren besar dengan potensi koreksi naik yang terbatas di dalam rentang 4.100–4.200. Selama mampu bertahan di atas titik pivot 4.127,74, harga berpeluang menguji area resistansi terdekat di 4.152,34 hingga 4.170,67, dengan zona 4.200–4.228 sebagai hambatan kuat. Namun, jika harga berbalik melemah ke bawah pivot dan menembus area support 4.109,41 serta level psikologis 4.100, tekanan berpotensi berlanjut menuju 4.084,81 hingga kisaran 4.066,48. Rencana eksekusi yang ideal mencakup opsi pembagian beli (buy on dip) secara terbatas di area 4.100–4.110 dengan target 4.150–4.170 dan stop loss di bawah 4.066, atau opsi jual (sell on rally) di kisaran 4.170–4.200 jika muncul konfirmasi penolakan. Pelaku pasar disarankan tidak mengejar harga di tengah rentang konsolidasi serta membatasi ukuran posisi menjelang penutupan akhir pekan.
Pivot : 4127.74
R1 4152.34 R2 4170.67 R3 4195.27
S1 4109.41 S2 4084.81 S3 4066.48
Oil
Opportunity : Cenderung bullish terbatas selama harga bertahan di atas zona support 88,65–88,71
Pada perdagangan 8 Oktober 2026, minyak mentah dibuka pada level 88,94 dan sempat melonjak hingga mencapai high 93,14 sebelum akhirnya mengalami aksi ambil untung yang mengikis penguatannya hingga ditutup di level 90,84. Meskipun ditutup menguat 1,67 poin dari hari sebelumnya, bentuk candle harian memperlihatkan ekor atas sepanjang 2,3 poin yang menandakan adanya tekanan jual di atas area 93,00. Level terendah harian di 88,71 berhasil tertahan tepat di atas rata-rata bergerak 50 hari (88,65) yang berfungsi sebagai support dinamis penting. Dalam lima hari terakhir, WTI bergerak dalam pola konsolidasi di rentang 86,82–93,31 setelah terkoreksi dari puncak September di 106,67. Dengan indikator RSI 14 berada di posisi 42 yang mencerminkan momentum netral, pergerakan minyak mentah pada sesi pagi 9 Oktober dibuka di level 91,10 dan cenderung bergerak rapat di sekitar 91,04.
Latar belakang fundamental minyak masih sangat dipengaruhi oleh tingginya premi risiko pasokan di kawasan Timur Tengah seiring maraknya insiden serangan tanker di Selat Hormuz serta eskalasi militer yang melibatkan Arab Saudi, Yaman, dan ancaman operasi AS terhadap Iran. Pengetatan pasokan diperkuat oleh langkah penutupan platform lepas pantai oleh produsen besar seperti Shell dan Chevron akibat ancaman Badai Isaias yang berpotensi memangkas 15% produksi minyak AS, serta penurunan stok minyak mentah AS sebesar 3,19 juta barel berdasarkan data EIA terbaru. Namun, potensi kenaikan harga terhalangi oleh bayang-bayang pelemahan permintaan akibat ketatnya kebijakan suku bunga global serta rencana pelepasan cadangan diesel oleh anggota IEA, sehingga pergerakan harga berpotensi tetap bergejolak dan sensitif terhadap dinamika berita.
Berdasarkan kondisi tersebut, bias pergerakan minyak mentah hari ini cenderung bullish terbatas selama harga bertahan di atas zona support 88,65–88,71. Posisi harga yang saat ini berada di atas titik pivot 90,90 memberikan keunggulan teknikal bagi pembeli untuk menguji target kenaikan bertahap di area resistansi 93,08 hingga 95,33. Sebaliknya, apabila candle harian ditutup di bawah level 88,65, skenario penguatan ini akan gugur dan membuka peluang koreksi lebih dalam menuju 86,47 hingga 84,22. Strategi perdagangan yang terukur adalah memanfaatkan peluang buy on dip di kisaran 88,70–90,00 dengan target ke area 93,00 dan pembatasan risiko di bawah 88,00, sedangkan posisi sell on rally hanya disarankan jika terjadi penolakan harga yang jelas di area 93,00. Mempertimbangkan tingginya volatilitas harian serta risiko celah harga (gap) pada pembukaan pekan depan akibat berita geopolitik dan cuaca ekstrim, disarankan untuk mengurangi ukuran lot dan menghindari penahanan posisi besar melewati penutupan pasar Jumat malam.
Pivot: 90.9
R1 93.08 S1 88.65
R2 95.33 S2 86.47
R3 97.51 S3 84.22
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Jumat, 9 Oktober 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Membaca Peluang CAD Saat Rilis Data Employment Kanada
Catat jam dan waktunya ya!
| Jumat, 9 Oktober 2026 | |
| 14.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
