Download TPFx Mobile Available On

Market Highlights (14/10/2026)

by Annan Firsta

FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH

AUDUSD

Opportunity: Bullish  Range        0,69800 – 0,70300   

Konsolidasinya pergerakan mata uang Aussie terhadap mata uang Dollar AS masih terus mewarnai pergerakan market. Kondisi mata uang Australia ini tetap mendekati level terendah dalam beberapa bulan terakhir, saat para pelaku pasar mencermati risalah rapat bulan September dari Reserve Bank of Australia. Bank sentral memperingatkan bahwa beberapa risiko kenaikan inflasi yang sebelumnya diidentifikasi telah terjadi atau sedang meningkat, serta menambahkan bahwa kenaikan suku bunga acuan lebih lanjut masih mungkin dilakukan jika diperlukan. Pasar kini mengamati pertemuan bulan November, dengan kemungkinan kenaikan suku bunga kelima tahun ini jika data inflasi kuartal ketiga mendatang menunjukkan tekanan harga yang terus berlanjut. Bank Sentral Australia (RBA) juga menyoroti kenaikan biaya global, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, dan harga minyak di atas level yang diasumsikan dalam perkiraan Agustus sebagai risiko inflasi utama. Perhatian kini beralih ke laporan ketenagakerjaan September yang akan dirilis Kamis dan data CPI kuartal ketiga yang diharapkan akhir bulan ini untuk mencari petunjuk tentang langkah selanjutnya dari RBA. Sementara itu, Dollar AS naik ke level tertinggi dalam 18 bulan, didorong oleh permintaan aset aman karena risiko geopolitik meningkat setelah serangan baru terhadap infrastruktur energi di Timur Tengah dan Ukraina.

Pivot : 0,69724

R1 : 0,69954      S1 : 0,69586

R2 : 0,70092      S2 : 0,69356

R3 : 0,70322      S3 : 0,69218


USDJPY

Opportunity: Bullish  Range       158,300 – 158,800

Tanda penguatan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Dollar AS mulai nampak, meski terbatas dan sementara. Saat ini Yen Jepang sempat menguat dan sentuh level 157,826, mengakhiri pelemahan selama dua sesi berturut-turut saat para pelaku pasar kembali beraktivitas setelah libur panjang akhir pekan. Sentimen pasar dipengaruhi oleh data yang menunjukkan harga produsen Jepang naik 6,8% pada bulan September, di bawah perkiraan 7,6% dan menandai kenaikan paling lambat sejak Mei. Meskipun demikian, angka-angka tersebut menunjukkan tekanan inflasi yang terus berlanjut, memperkuat ekspektasi akan potensi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Gubernur Bank of Japan, Kazuo Ueda, menyatakan bahwa waktu dan laju kenaikan suku bunga di masa depan akan bergantung pada bagaimana kenaikan harga grosir berdampak pada inflasi konsumen dan mempengaruhi pengeluaran rumah tangga. Namun, ketidakpastian masih menyelimuti keputusan apakah bank sentral akan kembali menaikkan suku bunga bulan ini, meskipun pasar terus mengantisipasi kemungkinan langkah tersebut pada bulan Desember atau Januari.

Pivot : 158,256

R1 : 158,686     S1 : 157,879   

R2 : 159,063     S2 : 157,449

R3 : 159,493      S3 : 157,072


GBPUSD

Opportunity  : Bearish menuju  :  1.3184 –  1.3164

Di luar perkiraan, Pounds ditutup menguat pada perdagangan Selasa kemarin. Poundsterling berupaya pulih dari level terendah baru-baru ini pada perdagangan forex Eropa hari Selasa (13/10/2026) di tengah  sikap investor yang menimbang antara jeda dalam lonjakan harga minyak dan kekhawatiran inflasi yang terus berlanjut. Mata uang poundsterling juga mendapat dukungan dari revisi naik IMF terhadap perkiraan pertumbuhan ekonomi Inggris. Ekonomi kini diperkirakan tumbuh sebesar 1,3% tahun ini, dibandingkan dengan proyeksi 1,0% pada bulan Juli. Terkait kebijakan moneter, Megan Greene sebagai salah satu pembuat kebijakan Bank of England yang cenderung hawkish berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan dan pasar tenaga kerja yang tangguh mengindikasikan perlunya mempertahankan suku bunga di atas level saat ini (3,75%) guna mengendalikan inflasi. Disisi lain Indeks Dollar AS (DXY) turun ke kisaran 102,20 setelah mencatat kenaikan selama dua hari berturut-turut. Pelaku pasar memilih berhati-hati menjelang rilis data inflasi AS pada Rabu. Angka tersebut berpotensi mempengaruhi ekspektasi suku bunga dan menentukan arah dolar dalam jangka pendek. GBP berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini apabila data Inflasi AS rilis diatas angka perkiraan, namun sebaliknya Pounds dapat menguat apabila data Inflasi AS rilis dibawah angka perkiraan.

Open  : 1.3249        Pivot  1.3239

R1  : 1.3274             S1  : 1.3219

R2  : 1.3294             S2  : 1.3184

R3  : 1.3329             S3  : 1.3164


EURUSD

Opportunity  : Bearish menuju  1.1134 – 1.1115

Euro berhasil ditutup menguat pada perdagangan Selasa kemarin. Mata-uang Euro memanfaatkan pelemahan dolar dengan bangkit dari level terendah baru-baru ini di sekitar 1,1150 dan kembali menguji level 1,1200. Agenda ekonomi kawasan euro relatif terbatas, dengan data harga grosir Jerman menjadi perhatian utama. Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde juga dijadwalkan berbicara. Namun kenaikan Euro dibatasi oleh kekhawatiran mengenai beban utang Prancis terus membayangi euro, disertai ketakutan akan penularan masalah utang Perancis ke negara-negara Eropa lainnya. Pasar memperhitungkan peluang sebesar 12% bagi kenaikan suku bunga ECB sebesar 25 basis poin pada pertemuan kebijakan ECB berikutnya, yang dijadwalkan pada 29 Oktober. Disisi lain Indeks Dollar AS (DXY) turun ke kisaran 102,20 setelah mencatat kenaikan selama dua hari berturut-turut. Pelaku pasar memilih berhati-hati menjelang rilis data inflasi AS pada Rabu. Angka tersebut berpotensi mempengaruhi ekspektasi suku bunga dan menentukan arah dolar dalam jangka pendek. EUR berpotensi untuk tertekan pada perdagangan hari ini apabila rilis data Inflasi AS berada diatas angka perkiraan, namun sebaliknya apabila rilis data Inflasi AS berada dibawah angka perkiraan, maka Euro akan kembali menguat.

Open  : 1.1197   Pivot  : 1.1185

R1  : 1.1217        S1  : 1.1166

R2  : 1.1236        S2  : 1.1134

R3  : 1.1268        S3  : 1.1115


USDCHF

Opportunity  : Bullish menuju  :  0.8363  –  0.8379

Swiss Franc ditutup menguat memanfaatkan pelemahan U.S Dollar. CHF ditutup menguat di level 0.8325 pada Selasa kemarin. Indeks Dollar AS (DXY) turun ke kisaran 102,20 setelah mencatat kenaikan selama dua hari berturut-turut. Pelaku pasar memilih berhati-hati menjelang rilis data inflasi AS pada Rabu. Angka tersebut berpotensi mempengaruhi ekspektasi suku bunga dan menentukan arah Dollar dalam jangka pendek. Disisi lain pergerakan harga minyak yang terus menguat mendekati angka $95 per barrel dapat menghambat pergerakan mata-uang Franc Swiss. CHF berpotensi untuk kembali melemah pada perdagangan hari ini, selain harga minyak yang tinggi, rilis data inflasi AS malam nanti juga dapat menekan mata-uang Franc Swiss. Namun sebaliknya, apabila rilis data inflasi AS dibawah angka perkiraan maka mata-uang Swiss Franc dapat melanjutkan penguatannya. 

Open  : 0.8318       Pivot  : 0.8328

R1  : 0.8344            S1  : 0.8310

R2  : 0.8363            S2  : 0.8294

R3  : 0.8379            S3  : 0.8275


DXY

Opportunity: Bearish  Range    102,200 –  101,800

Tekanan terbatas dan sementara yang terjadi pada mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya mulai nampak di market. Hal tersebut tergambar pada Indeks Dollar (DXY) yang turun dan sentuh level terendah hariannya di 102,162, turun dari level 102,620 pada sesi sebelumnya yang merupakan level tertinggi dalam 18 bulan. Penurunan ini terjadi seiring dengan turunnya harga minyak dan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS, sementara aksi jual di sektor teknologi mendorong permintaan terhadap aset safe-haven. Para investor juga menantikan data inflasi penting AS minggu ini, termasuk laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) pada hari Rabu, untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek inflasi dan langkah kebijakan The Fed berikutnya. Sementara itu, para pedagang telah mengurangi spekulasi mengenai kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) bulan ini, dengan probabilitas langkah tersebut berada di kisaran 19%. Untuk bulan Desember, pasar memperhitungkan peluang hampir 72% bagi kenaikan suku bunga *fed funds* sebesar 25 bps. Dollar AS melemah secara luas, dengan penurunan paling tajam terhadap yen setelah inflasi grosir Jepang berada di bawah ekspektasi. Namun, tekanan harga yang terus berlanjut memperkuat ekspektasi akan kenaikan suku bunga lebih lanjut dari Bank of Japan.

Pivot : 102,317

R1 :   102,472     S1 :  102,060 

R2 :   102,729     S2 :  101,905

R3 :   102,884     S3 :  101,648


INDICES ZONE BY FEDI

NIKKEI

Opportunity: Bullish ke area 67,031

Indeks Nikkei 225 naik 0,4% menjadi di atas 68.000 pada hari Rabu, mengakhiri penurunan selama empat sesi berturut-turut karena tekanan jual pada saham teknologi dan saham terkait AI mereda. Sentimen juga membaik setelah komentar dovish dari Presiden Federal Reserve New York, John Williams, yang menyatakan bahwa satu kenaikan suku bunga tambahan akan tepat tahun ini tetapi tidak melihat perlunya pengetatan lebih lanjut pada tahun 2027. Imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih rendah memberikan dukungan lebih lanjut untuk saham Jepang, meskipun harga minyak yang tinggi membatasi kenaikan. Di antara saham teknologi berkinerja terbaik, Advantest naik 1%, Kioxia Holdings naik 2,2%, Lasertec naik 2,5%, SoftBank Group naik 2,6%, dan Taiyo Yuden melonjak 5,1%. Saham teknologi Jepang telah menghadapi tekanan yang meningkat dalam beberapa sesi terakhir di tengah kekhawatiran atas investasi terkait AI dan persaingan yang semakin ketat dari China.

Pivot : 65,887

R1 : 66,893      S1 : 65,303

R2 : 67,477      S2 : 64,297

R3 : 68,483     S3 : 63,713


HANGSENG

Opportunity: Bearish ke 25,217

Indeks Hang Seng naik 0,3%, atau 74 poin, dan ditutup pada 24.345 pada hari Selasa setelah anjlok di pagi hari, karena pasar pulih dari kerugian awal meskipun tekanan pada saham teknologi terus berlanjut. Sentimen tetap rapuh di tengah aksi jual global pada saham-saham terkait AI, yang didorong oleh kekhawatiran atas persaingan yang semakin ketat di industri semikonduktor, valuasi yang tinggi, dan pengembalian investasi besar-besaran di bidang AI. Meningkatnya ketegangan geopolitik dan harga minyak mentah Brent mendekati US 105 perbarel juga membuat kekhawatiran inflasi dan suku bunga tetap menjadi fokus. Tencent Holdings menarik permintaan investor yang kuat untuk rencana penjualan obligasinya ,menarik lebih dari US15,5 miliar dalam pesanan untuk penawaran yang menargetkan setidaknya US$4,5 miliar, bahkan ketika investor mencermati rencana investasi AI perusahaan teknologi. Para pelaku pasar juga menunggu data inflasi AS dan pendapatan perusahaan yang akan datang. Pergerakan saham yang signifikan antara lain Xiaomi (2,0%), AIA (2,0%), Meituan (0,6%), dan Geely (3,1%).

Pivot : 24,408

R1 : 24,558    S1 : 24,120

R2 : 24,846    S2 : 23,970

R3 : 24,996    S3 : 23,682


NASDAQ

Opportunity: Buy Limit: 30,560| SL: 30,400 | TP: 30,720

Kontrak berjangka saham AS sedikit berubah pada hari Rabu karena investor menunggu laporan inflasi konsumen bulan September untuk mendapatkan petunjuk tentang keputusan suku bunga Federal Reserve selanjutnya. Dalam berita korporasi, saham Bank of America turun lebih dari 2% dalam perdagangan setelah jam kerja setelah regulator federal mengenakan denda lebih dari $1,2 miliar, dengan tuduhan bahwa bank tersebut selama bertahun-tahun gagal melaporkan lebih dari $5 miliar transaksi mencurigakan. Selama sesi reguler Selasa, Dow Jones turun 0,35%, S&P 500 turun 0,02%, dan Nasdaq Composite turun 0,15%. Saham perusahaan memori memperpanjang kerugian di tengah meningkatnya kekhawatiran atas investasi terkait AI dan persaingan yang semakin ketat dari China, dengan Micron turun 4,6%, SanDisk turun 1,7%, Lam Research turun 3,2%, dan Applied Materials anjlok 7,2%. Saham-saham sektor keuangan juga sebagian besar berakhir lebih rendah setelah rilis laporan keuangan triwulanan, termasuk Citigroup (-5,3%), Wells Fargo (-2,6%), Goldman Sachs (-0,1%), dan JPMorgan (-0,3%).

Pivot : 30,917.92

R1 : 31,166.33      S1 : 30,771.33

R2 : 31,312.92      S2 : 30,522.92 

R3 : 31,561.33      S3 : 30,376.33



COMMODITY ZONE BY NITRA

Gold

Opportunity: Bias harian cenderung netral hingga bearish selama harga berada di bawah titik pivot 4.168,77.

Pada sesi Selasa (13/10), emas melemah 11,58 poin (-0,28%) ke level 4.159,14 setelah gagal bertahan di atas resistansi 4.200. Pergerakan harga membentuk pola lower high dan lower low di bawah seluruh rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) harian. Indikator RSI 14 berada di level 43, mencerminkan momentum yang melemah. Sementara itu, volume transaksi mencatatkan penurunan akibat kehati-hatian pelaku pasar menjelang rilis data ekonomi penting. Sesi Rabu (14/10) dibuka cenderung datar di level 4.161,20.

Fokus fundamental hari ini adalah rilis CPI Amerika Serikat periode September pada Rabu 14 Oktober pukul 19.30 WIB (08.30 ET). Konsensus survei WSJ memperkirakan inflasi headline naik sekitar 0,6% secara bulanan dan 3,6% secara tahunan, didorong lonjakan energi, sedangkan core CPI diperkirakan melambat ke sekitar 0,2% dan bertahan di 2,4% secara tahunan. Karena kenaikan headline sudah banyak diperhitungkan pasar, reaksi harga akan bergantung pada core. Angka core di batas atas kisaran proyeksi, sekitar 0,24% atau lebih, akan menguatkan kekhawatiran pejabat Fed bahwa inflasi meluas dan memperkuat pricing kenaikan suku bunga Desember. Latar belakangnya, The Fed menaikkan suku bunga 25 bps ke 3,75%–4,00% pada September, dan 16 dari 18 pejabat melihat peluang minimal satu kenaikan lagi tahun ini. CME FedWatch memberi peluang kenaikan Desember mendekati 70%, sementara yield obligasi 30 tahun sempat menyentuh 5,56%, tertinggi sejak 2004. Dolar AS juga bertahan mendekati level terkuatnya dalam 18 bulan, ditopang ketegangan Timur Tengah dan kehati-hatian menjelang CPI, PPI dan penjualan ritel. Ini kembali memperlihatkan “Gold Paradox”: eskalasi geopolitik mendorong minyak naik, lalu inflasi, lalu sikap hawkish Fed, dan akhirnya penguatan dolar serta yield riil yang menekan emas. Karena itu emas cenderung lebih sensitif terhadap kejutan core CPI daripada terhadap headline geopolitik. 

Bias intraday emas saya nilai netral cenderung bearish selama harga bertahan di bawah pivot 4.168,77 dan di bawah area 4.200–4.223. Sebelum CPI rilis, pergerakan biasanya sempit dan rawan false breakout, sehingga lebih bijak menunggu. Jika core CPI panas (0,3% atau lebih), yield dan dolar berpotensi naik dan emas bisa turun ke S1 4.137, lalu S2 4.115, dengan target lanjutan di zona 4.083 sampai 4.066. Jika core CPI lunak (0,2% atau di bawahnya), rebound teknikal bisa menuju PP 4.169 dan R1 4.191, dengan hambatan kuat di R2 4.223 yang bertepatan dengan zona resistance 4.215–4.227. Zona itu sebelumnya gagal ditembus emas. Strategi umumnya adalah sell on rally di area 4.190–4.223 setelah muncul penolakan yang jelas, atau buy hanya jika ada sweep di 4.137–4.115 yang diikuti reversal. Karena ATR besar, kurangi ukuran lot dan beri jarak stop yang lebih longgar saat rilis data. 

Pivot : 4168.77

R1 4190.88   R2 4222.62    R3 4244.73

S1  4137.03   S2 4114.92   S3  4083.18


Oil

Opportunity : Bias harian cenderung bullish moderat selama harga bertahan di atas pivot 92,85

Minyak WTI menguat 0,72% ke level 93,77 pada sesi Selasa (13/10) dan ditutup mendekati harga tertingginya. Struktur harga jangka pendek menunjukkan tren naik yang konsisten di atas seluruh EMA harian. RSI 14 berada pada level 54, menandakan masih tersedianya ruang untuk kenaikan lanjutan. Area resistansi terdekat berada di kisaran 94,29 hingga 94,67. Perdagangan sesi Rabu (14/10) dibuka stabil di level 93,63.

Secara fundamental, minyak masih ditopang risiko pasokan Timur Tengah. WTI ditutup naik 0,4% sedangkan Brent turun 0,9% pada Selasa, karena kesepakatan diesel AS-Rusia mengimbangi serangan Arab Saudi dan Yaman. Dentuman keras dilaporkan terdengar dekat markas Saudi Aramco di Dhahran, sementara OPEC memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan 2026 untuk bulan keenam berturut-turut. Brent bertahan di kisaran 106 dolar. Di Selat Hormuz, Iran masih meninjau tanggapan AS atas proposalnya soal pembukaan kembali selat dan akan menjawab lewat perantara. Arus minyak keluar Hormuz pada pekan yang berakhir 6 Oktober tercatat sekitar 9,5 juta barel per hari, sekitar 30% di bawah level sebelum perang. Trump juga menyatakan AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu sela November, sehingga risiko eskalasi langsung dari AS agak mereda. Hari ini ada dua pemicu volatilitas: CPI AS pukul 19.30 WIB, dan laporan persediaan minyak mentah EIA yang jadwal normalnya pukul 21.30 WIB. Dolar yang kuat dan yield tinggi menjadi penghambat bagi minyak, dan HSBC menilai lonjakan harga minyak akibat konflik Iran adalah salah satu pemicu utama guncangan pasar obligasi 2026. Dampak CPI ke minyak karena itu cenderung tidak searah dengan dampaknya ke emas.

Pivot: 92.85

R1 94.9       S1 91.71

R2 96.04     S2 89.66

R3  98.09    S3 88.52


DAILY ECONOMIC DATA


WEBINAR HARI INI (Rabu, 14 Oktober 2026)

Halo, Sobat Trader…

Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:

Memetakan Momentum Emas dengan Supply & Demand Saat Rilis CPI AS

Catat jam dan waktunya ya!

  Rabu, 14 Oktober 2026 
  13.00 WIB
  Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia

Silakan klik link di sini untuk join:

YouTube & Zoom

You may also like

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures

Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id

Call Center: 
(+62) 21 252 75 77

Pengaduan

Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA

 

Perusahaan tidak menerima setoran tunai, dana nasabah yang diterima oleh perusahaan dalam rangka pembukaan rekening/deposit awal maupun top up margin hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan antar rekening.

 

Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan call center resmi di nomor (+62) 21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2025 TPFX Support – PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privasi

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id
Call Center: (+62)21 252 75 77
Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES
ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan
call center resmi di nomor (+62)21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privacy