FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bearish Range 0,69200 – 0,68700
Pelemahan mata uang Aussie terhadap mata uang Dollar AS mulai nampak dan mewarnai pergerakan market. Tekanan yang terjadi pada Dollar Australia ini mendekati posisi yang sempat dicapai pada awal bulan Juli, setelah laporan ketenagakerjaan yang lemah secara tak terduga membuat para pelaku pasar mengurangi ekspektasi mengenai kenaikan suku bunga lebih lanjut. Tingkat pengangguran bertahan di angka 4,7%—level tertinggi dalam lima tahun—lebih tinggi dari perkiraan sebesar 4,6%, sementara data bulan sebelumnya direvisi naik dari angka awal 4,6%. Perekonomian juga kehilangan 39.300 lapangan kerja—penurunan bulanan terbesar sejak Februari tahun lalu—berbanding terbalik dengan ekspektasi penambahan 20.000 lapangan kerja. Angka-angka ini mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja mungkin mulai melonggar setelah Reserve Bank of Australia menaikkan suku bunga acuan sebesar 1 poin persentase menjadi 4,60% tahun ini guna meredam inflasi; langkah ini tercatat sebagai salah satu siklus pengetatan paling agresif di antara negara-negara maju. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada bulan November kurang dari 20%, turun dari 35% pada awal hari, sementara peluang kenaikan pada bulan Desember turun menjadi 40% dari 60%. Kenaikan suku bunga pada Mei 2027 memiliki probabilitas tersirat tertinggi, yakni sebesar 80%. Perhatian kini beralih ke data CPI kuartal ketiga yang akan dirilis akhir bulan ini.
Pivot : 0,69312
R1 : 0,69687 S1 : 0,68825
R2 : 0,70174 S2 : 0,68450
R3 : 0,70549 S3 : 0,67963
USDJPY
Opportunity: Bearish Range 158,000 – 157,500
Geliat penguatan mata uang Yen terhadap mata uang Dollar AS mulai menguat, meski terbatas dan sementara. Saat ini Yen Jepang menguat dan sentuh level 157,540, mencapai level terkuat dalam satu minggu setelah Menteri Keuangan Satsuki Katayama memperingatkan bahwa pihak berwenang siap untuk kembali melakukan intervensi di pasar mata uang jika diperlukan. Dia juga menekankan bahwa posisi Washington dan Tokyo tetap tidak berubah setelah intervensi bersama mereka untuk mendukung yen pada bulan Juli. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Yen melemah pada Rabu sebagai respons terhadap data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan. Terkait kebijakan moneter, anggota dewan Bank of Japan (BOJ), Junko Koeda, mengingatkan agar tidak terlalu menahan diri dalam menaikkan suku bunga, yang mengisyaratkan bahwa bank sentral tersebut tetap berada di jalur untuk kembali menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang. Laporan sebelumnya mengindikasikan bahwa BOJ sempat ragu untuk menerapkan kenaikan suku bunga secara berturut-turut bulan ini, meskipun opsi kenaikan pada bulan Desember masih dipertimbangkan.
Pivot : 157,950
R1 : 158,360 S1 : 157,577
R2 : 158,733 S2 : 157,167
R3 : 159,143 S3 : 156,794
GBPUSD
Opportunity : Bullish menuju : 1.3303 – 1.3339
Diluar perkiraan, Pounds ditutup menguat di tengah tingginya angka Inflasi AS. Tekanan inflasi AS kembali meningkat setelah data harga produsen (PPI) September mencatat kenaikan yang jauh melampaui perkiraan pasar. PPI naik 1,3% secara bulanan, menjadi kenaikan terbesar sejak Maret 2022. Angka tersebut juga jauh di atas ekspektasi pasar sebesar 0,5%. Poundsterling pulih dari penurunan tajam pada Rabu dan kembali menguji area tertinggi dalam beberapa hari di atas 1,3270. Disatu-sisi Dollar AS melemah pada perdagangan Kamis setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury turun di berbagai tenor. Indeks Dollar AS (DXY) menembus support 102,00 dan sempat menyentuh level terendah dalam beberapa hari terakhir. Pergerakan ini mencerminkan perubahan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). pelaku pasar akan fokus pada pernyataan pejabat Bank Sentral Inggris (BOE) Andrew Bailey pada hari ini, yang disusul oleh pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Singapura. Pasar akan mencermati pandangannya mengenai inflasi, arah suku bunga, dan prospek ekonomi AS. GBP masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini merespon laporan PDB Inggris yang melebihi perkiraan. Laporan tersebut memperkuat spekulasi bahwa Bank of England mungkin akan menaikkan suku bunga bulan depan. PDB tumbuh sebesar 0,1% pada bulan Agustus, menyusul ekspansi 0,4% pada bulan Juli, sekaligus mematahkan prediksi akan terjadinya kontraksi.
Open : 1.3270 Pivot 1.3246
R1 : 1.3281 S1 : 1.3211
R2 : 1.3303 S2 : 1.3189
R3 : 1.3339 S3 : 1.3154
EURUSD
Opportunity : Bullish menuju 1.1258 – 1.1294
Mata-uang Euro berakhir naik pada perdagangan Kamis kemarin, terpicu pelemahan U.S Dollar setelah imbal hasil obligasi AS turun. Euro ditutup naik 0,57% pada 1.1221, rebound dari level terendah 17 bulan di 1.1114 yang disentuh pada hari Rabu. Penguatan mata uang Euro terdukung pelemahan dolar AS pada hari Kamis. U.S Dollar tertekan penurunan imbal hasil obligasi AS, meski data inflasi AS bulan September yang dirilis sehari sebelumnya lebih tinggi dari perkiraan dan indeks harga produsen (PPI) juga di atas perkiraan. Peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan 28 Oktober pun menurun dibandingkan sehari sebelumnya. Selain itu, penurunan harga gas alam di Eropa sebesar -1% pada hari Kamis turut mendukung perekonomian Zona Euro dan mata uang euro, mengingat Eropa mengimpor sebagian besar kebutuhan energinya. Pagi ini Presiden Bundesbank Nagel akan memberikan keterangan pers bersama Menteri Keuangan Jerman Klingbeil. Sore nanti akan dirilis data final inflasi dan inflasi inti zona Euro bulan September, yang diindikasikan meningkat. EUR masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini.
Open : 1.1219 Pivot : 1.1203
R1 : 1.1239 S1 : 1.1168
R2 : 1.1258 S2 : 1.1147
R3 : 1.1294 S3 : 1.1114
USDCHF
Opportunity : Bearish menuju : 0.8240 – 0.8206
Swiss Franc kembali kembali menguat pada perdagangan Kamis kemarin. Penguatan mata-uang Swiss terjadi setelah Pidato Pejabat Bank Sentral Swiss dan rilis data PPI pada Kamis kemarin. Angka PPI Swiss turun menjadi 0.3% dibawah angka perkiraan 0.6%. USDCHF ditutup di level 0.8265 jauh di bawah angka pembukaan Kamis kemarin. Disisi lain Indeks Dollar AS turun ke level terendah dalam satu minggu dan ditutup turun pada hari Kamis akibat penurunan imbal hasil Treasury AS. Indeks Dollar AS ditutup turun 0,54% pada 102. U.S Dollar sempat pulih dari level terburuknya pada hari Kamis menyusul rilis data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan. Indeks Harga Produsen (PPI) untuk permintaan akhir bulan September serta data penjualan ritel bulan September tercatat lebih tinggi dari ekspektasi. Selain itu, survei kondisi bisnis umum sektor manufaktur (Empire Manufacturing Survey) untuk bulan Oktober juga menunjukkan kenaikan yang melampaui perkiraan, mencapai level tertinggi dalam 4,75 tahun terakhir. CHF masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini merespon rendahnya angka Inflasi untuk negara Swiss.
Open : 0.8270 Pivot : 0.8294
R1 : 0.8328 S1 : 0.8261
R2 : 0.8349 S2 : 0.8240
R3 : 0.8383 S3 : 0.8206
DXY
Opportunity: Bearish Range 102,000 – 101,700
Tekanan mulai nampak dan terjadi pada mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya. Hal tersebut tergambar pada Indeks Dollar (DXY) yang menurun dan sentuh level terendah hariannya di 101,878. Kondisi Dollar AS saat ini melemah dari posisi tertinggi dalam 18 bulan terakhir. Penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury) memberikan tekanan pada mata uang tersebut, sementara para pejabat Federal Reserve meredam ekspektasi akan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Data ekonomi terkini tidak banyak meredakan kekhawatiran mengenai inflasi; harga produsen di AS mencatat kenaikan tercepat dalam lebih dari empat tahun, yang memperkuat spekulasi akan kebijakan moneter yang lebih ketat. Namun, pernyataan dari Wakil Ketua Fed bidang Pengawasan, Michelle Bowman, dan Presiden Fed San Francisco, Mary Daly, mengisyaratkan bahwa para pengambil kebijakan mungkin akan menunggu bukti lebih lanjut sebelum memutuskan langkah suku bunga pada pertemuan tanggal 27–28 Oktober. Di sisi lain, sikap menghindari risiko (risk-averse) mendorong permintaan terhadap obligasi pemerintah AS, seiring dengan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap eksposur utang perusahaan-perusahaan di sektor kecerdasan buatan (AI). Para pelaku pasar kini menantikan komentar lebih lanjut dari Ketua Fed Kevin Warsh untuk mendapatkan petunjuk tentang prospek kebijakan sebelum larangan komunikasi bank sentral dimulai pada hari Sabtu.
Pivot : 102,091
R1 : 102,304 S1 : 101,791
R2 : 102,604 S2 : 101,578
R3 : 102,817 S3 : 101,278

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bullish ke area 67,031
Indeks Nikkei 225 naik lebih dari 1% menjadi di atas 65.000 pada hari Jumat, memulihkan sebagian kerugian sesi sebelumnya karena tekanan jual pada saham teknologi mereda, sementara investor terus mengevaluasi prospek kecerdasan buatan. Pemulihan ini terjadi setelah komentar dari CEO Nvidia, Jensen Huang, yang membela posisi keuangan penyedia komputasi AI, CoreWeave Inc., di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang kesehatan keuangan perusahaan yang terlibat dalam pengembangan AI. Sementara itu, pelaku pasar menunggu pernyataan dari Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, yang dijadwalkan bergabung dengan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional, Kristalina Georgieva, untuk diskusi santai di Bangkok. Saham teknologi yang mengalami kenaikan signifikan antara lain Kioxia (0,7%), Advantest (0,7%), dan Lasertec (3%). Saham keuangan dan konsumen seperti Mitsubishi UFJ (2%) dan Toyota Motor (2,1%) juga mengalami kenaikan. Meskipun terjadi pemulihan pada hari Jumat, Nikkei tetap berada di jalur untuk mencatat kerugian mingguan lebih dari 5%.
Pivot : 65,887
R1 : 66,893 S1 : 65,303
R2 : 67,477 S2 : 64,297
R3 : 68,483 S3 : 63,713
HANGSENG
Opportunity: Bearish ke 25,217
Indeks Hang Seng turun 1,0% atau 251 poin dan ditutup pada level 24.063 pada Kamis. Pelemahan ini terjadi setelah data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan meningkatkan kekhawatiran bahwa Federal Reserve (The Fed) akan kembali menaikkan suku bunga, sehingga menekan saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI) global. Sentimen negatif tersebut juga mengikuti penurunan tajam di Wall Street, dengan Nasdaq merosot 1,88% pada Rabu, mencatat penurunan harian terbesar sejak Juli.
Di kawasan Asia, saham teknologi dan semikonduktor masih berada di bawah tekanan, sementara investor menantikan laporan pendapatan TSMC untuk memperoleh petunjuk lebih lanjut mengenai permintaan semikonduktor. Di sisi lain, harga minyak mentah Brent turun ke kisaran US$104,67 per barel, meskipun meningkatnya ketegangan di sekitar Selat Hormuz terus memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi dan inflasi.
Investor juga mencermati debut Transsion Holdings di bursa Hong Kong. Produsen ponsel pintar tersebut berupaya menghimpun dana hingga HK$3,36 miliar di tengah kenaikan biaya memori dan tekanan terhadap margin keuntungan. Sejumlah saham yang mengalami penurunan signifikan antara lain Lenovo (-14,5%), Z.AI (-10,2%), Kingboard Laminates (-9,6%), SMIC (-4,0%), dan Tencent (-1,3%).
Pivot : 24,408
R1 : 24,558 S1 : 24,120
R2 : 24,846 S2 : 23,970
R3 : 24,996 S3 : 23,682
NASDAQ
Opportunity: Buy Limit: 30,560| SL: 30,400 | TP: 30,720
Kontrak berjangka saham AS turun pada hari Jumat karena kehati-hatian investor tetap dominan saat mengevaluasi prospek kecerdasan buatan dan teknologi terkait. Kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing turun 0,2% dan 0,5%. Selama sesi reguler Kamis, Dow naik 1,08%, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing naik 0,33% dan 0,08%. Kenaikan tersebut terjadi karena tekanan jual pada saham chip mereda setelah CEO Nvidia, Jensen Huang, membela posisi keuangan penyedia komputasi AI, CoreWeave Inc. Perusahaan seperti CoreWeave telah mengambil utang besar dengan dukungan dari pemasok, termasuk Nvidia, yang menimbulkan kekhawatiran bahwa pengaturan pembiayaan sirkular dapat menghasilkan permintaan buatan. Sementara itu, Anthropic dilaporkan memberi tahu investor bahwa pendapatan kuartal ketiga mereka mencapai $16,8 miliar. Untuk minggu ini, Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi diperkirakan akan turun lebih dari 2%, sementara S&P 500 turun hampir 1%. Dow Jones diperkirakan akan mencatatkan kenaikan mingguan sekitar 1%.
Pivot : 30,917.92
R1 : 31,166.33 S1 : 30,771.33
R2 : 31,312.92 S2 : 30,522.92
R3 : 31,561.33 S3 : 30,376.33

COMMODITY ZONE BY NITRA
Gold
Opportunity: Bearish selama harga bertahan di bawah area 4.199
Pada 15 Oktober, harga emas ditutup menguat sebesar +1,72% di level $4.170,41 per ons. Kenaikan ini berstatus sebagai pemulihan (rebound) teknis setelah emas sempat mengalami tekanan akibat rilis data inflasi AS. Secara umum, tren besar emas masih tergolong melemah (bearish) karena pergerakannya masih berada di bawah rata-rata harian EMA20 dan EMA50. Oleh karena itu, penguatan yang terjadi saat ini lebih tepat dianggap sebagai koreksi sementara dalam tren turun, bukan pembalikan arah total. Fokus utama pasar pada 16 Oktober tertuju pada pidato Ketua Fed Kevin Warsh sekitar pukul 10:30 WIB. Keterangan yang bernada tegas (hawkish) berpotensi memperkuat Dolar AS sekaligus menekan harga emas kembali.
Arah pergerakan harian emas diperkirakan netral dengan kecenderungan turun selama harga bertahan di bawah area 4.199 hingga 4.229. Skenario utama yang disarankan adalah mengambil posisi jual (sell on rally) di kisaran 4.199–4.229 jika muncul konfirmasi penolakan, dengan target penurunan bertahap ke level 4.150, 4.120, hingga 4.070. Sebagai alternatif, opsi beli jangka pendek dapat dipertimbangkan di kisaran 4.100–4.070 apabila terbentuk pola pembalikan arah yang jelas, dengan target kembali ke titik pivot 4.150.
Pivot : 4149.72
R1 4199.58 R2 4228.76 R3 4278.62
S1 4120.54 S2 4070.68 S3 4041.5
Oil
Opportunity :Cenderung bullish selama harga mampu bertahan di atas level pivot 95,04.
Pada 15 Oktober, minyak WTI ditutup naik kuat +2,50% di level $96,11 per barel setelah sempat terkoreksi di awal sesi. Secara teknikal, pergerakan minyak menunjukkan momentum penguatan yang sehat karena ditutup di atas rata-rata EMA20, EMA50, dan EMA200. Saat ini harga sedang menguji batas atas area konsolidasi harian di kisaran $97,99. Pergerakan pasar hari ini masih sangat dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik antara AS dan Iran serta potensi gangguan jalur distribusi di Selat Hormuz. Namun, penguatan Dolar AS dan tingginya inflasi energi dapat membatasi ruang kenaikan jika pejabat bank sentral menyampaikan narasi yang tegas.
Arah pergerakan harian minyak tergolong bullish moderat selama harga mampu bertahan di atas level pivot 95,04. Skenario utama yang direkomendasikan adalah memanfaatkan penurunan terbatas (buy on dip) pada kisaran 95,04–93,44, dengan target kenaikan bertahap menuju 97,70, 99,30, hingga 101,96 jika risiko geopolitik memanas
Pivot: 95.04
R1 97.70 S1 93.44
R2 99.30 S2 90.78
R3 101.96 S3 89.18
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Jumat, 16 Oktober 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Membaca Arah Pasar Jelang Pidato Kevin Warsh
Catat jam dan waktunya ya!
| Jumat, 16 Oktober 2026 | |
| 14.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
