FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bullish Range 0,69700 – 0,70500
Penguatan mata uang Aussie terhadap mata uang Dollar AS mulai nampak di market, meski terbatas dan sementara. Tanda Aussie bangkit dari posisi terendah dalam beberapa bulan terakhir setelah seorang pejabat tinggi bank sentral mempertanyakan apakah tingkat suku bunga saat ini sudah cukup restriktif. Meskipun telah terjadi empat kali kenaikan suku bunga tahun ini, Asisten Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA), Christopher Kent, mengemukakan bukti bahwa suku bunga netral—tingkat suku bunga yang tidak bersifat ekspansif maupun kontraktif—sedang mengalami kenaikan, baik di Australia maupun secara global. Tingkat suku bunga netral yang lebih tinggi dapat berarti bahwa suku bunga acuan 4,6% memberikan tekanan yang lebih kecil pada permintaan dan inflasi daripada yang diperkirakan, sehingga membuka peluang untuk pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut. Kent juga mengakui adanya tanda-tanda pelonggaran di pasar tenaga kerja, namun mengingatkan agar tidak menafsirkan data bulanan secara berlebihan setelah tingkat pengangguran naik ke level tertinggi dalam lima tahun, yakni 4,7% pada bulan September. Para investor kini menantikan pidato Wakil Gubernur Andrew Hauser minggu ini untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek kebijakan. Di tempat lain, dolar Australia didukung oleh pelemahan euro secara luas, setelah kerusuhan di Prancis membebani sentimen pasar. Data ekonomi yang menggembirakan di China, mitra dagang utama Australia, juga meningkatkan permintaan komoditas utama seperti bijih besi dan tembaga.
Pivot : 0,69739
R1 : 0,69970 S1 : 0,69554
R2 : 0,70155 S2 : 0,69323
R3 : 0,70386 S3 : 0,69138
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 158,500 – 159,000
Nampaknya pergerakan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Dollar AS sulit keluar dari tekanan. Kondisi Yen diperdagangkan sedikit berubah namun tetap berada di jalur pelemahan, tetap berada dalam kisaran sempit setelah Gubernur Bank Sentral Jepang Kazuo Ueda mengatakan inflasi inti sudah mendekati target 2% bank sentral, yang menandakan sikap yang sedikit hawkish. Ueda juga menghubungkan tekanan inflasi yang terus berlanjut dengan pemulihan ekonomi yang moderat dan kondisi pasar tenaga kerja yang ketat. Sementara itu, Perdana Menteri Sanae Takaichi berjanji untuk mengelola skala penerbitan utang pemerintah tahunan secara “tepat,” menekankan bahwa disiplin fiskal dan ketahanan ekonomi sangat penting untuk mendukung yen dan menjaga stabilitas keuangan publik. Ia menekankan pentingnya menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan tanggung jawab fiskal karena Jepang menghadapi beban utang sekitar 7 triliun Dollar AS, terbesar di antara negara-negara maju, dalam upaya untuk meyakinkan para pelaku pasar.
Pivot : 158,238
R1 : 158,780 S1 : 157,932
R2 : 159,086 S2 : 157,390
R3 : 159,628 S3 : 157,084
GBPUSD
Opportunity : Bullish menuju : 1.3358 – 1.3374
Poundsterling terkoreksi setelah mencatat pemulihan selama dua hari. Pounds bertahan di sekitar level 1,3300 di tengah penguatan mata-uang U.S Dollar pada Senin kemarin. Poundsterling konsolidasi di level terkuatnya dalam satu bulan pada perdagangan sesi Eropa di tengah usaha rebound Dollar AS dari kisaran terendah dalam 2 pekan. Spekulasi mengenai kenaikan suku bunga oleh Bank of England meningkat dengan pasar memperkirakan empat kali kenaikan sebesar seperempat poin (25 basis point) hingga bulan Juli, dengan kenaikan pertama berpotensi terjadi paling cepat pada bulan November. Para investor juga mulai menyesuaikan posisi menjelang pengumuman anggaran Inggris minggu depan, di mana sejumlah manajer aset besar bertaruh bahwa disiplin fiskal akan memberikan dukungan bagi obligasi pemerintah Inggris (gilts). Permintaan obligasi dapat semakin menguat jika Menteri Keuangan John Healey mampu meyakinkan pasar bahwa pengeluaran dan pinjaman pemerintah akan tetap terkendali. Pasar kini menunggu laporan ketenagakerjaan Inggris untuk memperoleh petunjuk mengenai kondisi ekonomi dan prospek kebijakan Bank of England. GBP masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini yang didukung oleh perkiraan data Tenaga-kerja Inggris yang tetap solid.
Open : 1.3305 Pivot 1.3315
R1 : 1.3331 S1 : 1.3288
R2 : 1.3358 S2 : 1.3271
R3 : 1.3374 S3 : 1.3244
EURUSD
Opportunity : Bearish menuju 1.1157 – 1.1132
Mata uang EUR berakhir turun pada hari Senin kemarin, tertekan kekhawatiran politik Prancis dan tingginya harga energi. Pasangan mata uang EUR/USD ditutup turun 0,25% pada 1.1212, setelah sempat menyentuh 1.1181 pada pembukaan awal pekan. Pelemahan mata uang Euro dipicu unjuk rasa menentang kenaikan biaya hidup di Prancis yang berubah menjadi kerusuhan pada akhir pekan, salah satu yang terburuk dalam beberapa tahun. Presiden Macron menolak tawaran pengunduran diri Menteri Dalam Negeri Nunez. Selisih imbal hasil obligasi Prancis terhadap Jerman berada di sekitar 141 basis poin, sementara imbal hasil obligasi pemerintah Prancis tenor 10 tahun naik mendekati 4,95%. Penurunan Euro dibatasi oleh pelemahan U.S Dollar, yang bertahan dekat level terendah bulan ini. Pasar memperhitungkan peluang sebesar 87% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan yang dimulai 28 Oktober, tidak banyak berubah dari hari Jumat. ECB akan menggelar pertemuan kebijakan pada 29 Oktober. EUR diperkirakan masih akan tertekan pada perdagangan hari ini yang akan dibebani oleh kerusuhan di Prancis yang meluas dan memicu aksi jual obligasi Prancis.
Open : 1.1211 Pivot : 1.1209
R1 : 1.1237 S1 : 1.1185
R2 : 1.1262 S2 : 1.1157
R3 : 1.1290 S3 : 1.1132
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.8293 – 0.8317
Swiss Franc terkoreksi setelah penguatan dua sesi berturut. CHF kembali tertekan pada perdagangan Senin kemarin. Pelemahan mata-uang Swiss yang disebabkan penguatan mata-uang U.S Dollar yang didukung kenaikan imbal hasil Treasury AS dan harga minyak. U.S Dollar menguat karena imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun naik sekitar 6 basis poin ke dekat 5,14%, setelah sempat menyentuh 5,15% pada sesi AS. Kenaikan imbal hasil didorong harga minyak yang bertahan di sekitar $100 per barel. Harga minyak mentah WTI ditutup di dekat $100,10 per barel, setelah sempat mencapai $101,30 akibat klaim serangan Houthi terhadap fasilitas energi Arab Saudi. Kondisi tersebut membebani pergerakan mata-uang Franc Swiss yang dapat kembali tertekan pada perdagangan pasar uang. Investor akan fokus pada laporan Neraca Perdagangan Swiss yang rilis siang ini. CHF masih berpotensi untuk tertekan akibat naiknya harga minyak global dan penguatan mata-uang U.S Dollar.
Open : 0.8266 Pivot : 0.8256
R1 : 0.8280 S1 : 0.8243
R2 : 0.8293 S2 : 0.8220
R3 : 0.8317 S3 : 0.8206
DXY
Opportunity: Bullish Range 101,900 – 102,200
Geliat penguatan mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya kembali muncul di market pada awal pekan ini. Dukungan tersebut terlihat pada Indeks Dollar (DXY) yang naik dan sentuh level tertinggi hariannya di 102,080. Kebangkitan Dollar AS ini terutama didorong oleh pelemahan Euro menyusul protes keras di Prancis dan negara-negara Eropa lainnya, serta meningkatnya permusuhan antara Rusia dan Ukraina. Para investor juga terus memantau perkembangan di Timur Tengah, di mana bentrokan antara Arab Saudi dan kelompok pemberontak Houthi yang didukung Iran di Yaman belum menunjukkan tanda-tanda mereda, sementara serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz terus berlanjut. Di sisi lain, Dollar AS sempat melemah pada hari Jumat setelah anggota Dewan Gubernur Federal Reserve, Kevin Warsh, tidak memberikan sinyal mengenai hasil pertemuan FOMC bulan ini, namun menyatakan bahwa inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan tidak mengubah penilaiannya terhadap ekonomi AS. The Fed kini telah memasuki periode tenang (*blackout period*) menjelang pertemuan kebijakan pada 27–28 Oktober, dengan pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 84% bahwa suku bunga akan tetap tidak berubah.
Pivot : 101,940
R1 : 102,112 S1 : 101,801
R2 : 102,251 S2 : 101,629
R3 : 102,423 S3 : 101,490

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bullish ke area 67,031
Indeks Nikkei 225 turun 1% menjadi sekitar 64.300 pada hari Selasa, mendekati level terendah satu bulan karena kekhawatiran atas pengeluaran AI dan kenaikan biaya pinjaman terus membebani saham teknologi. Saham Jepang juga berbeda dari pemulihan Wall Street semalam, yang dipimpin oleh produsen chip, karena perusahaan lokal tetap sangat rentan terhadap aksi jual terkait AI. Saham yang mengalami penurunan signifikan termasuk Kioxia Holdings (-2,9%), SoftBank Group (-4,8%), Taiyo Yuden (-3,4%), Fujikura (-4,2%), dan Tokyo Electron (-1,7%). Saham keuangan juga melemah, dengan Mitsubishi UFJ turun 1,5%, Mizuho Financial turun 2,8%, dan Sumitomo Mitsui turun 1,6%. Mengenai kebijakan moneter, Gubernur Bank Sentral Jepang Kazuo Ueda mengatakan inflasi inti sudah mendekati target 2% bank sentral, memperkuat ekspektasi akan potensi kebijakan yang lebih ketat. Sementara itu, investor menunggu data perdagangan dan inflasi yang akan datang untuk indikasi lebih lanjut tentang prospek ekonomi Jepang.
Pivot : 65,887
R1 : 66,893 S1 : 65,303
R2 : 67,477 S2 : 64,297
R3 : 68,483 S3 : 63,713
HANGSENG
Opportunity: Bearish ke 25,217
Indeks Hang Seng naik 0,5%, atau 124 poin, dan ditutup pada 24.187 pada hari Jumat, pulih dari kerugian sesi sebelumnya karena ekuitas Asia pulih setelah aksi jual saham teknologi dan semikonduktor, dengan pembeli yang memanfaatkan penurunan harga di tengah meredanya kekhawatiran atas volatilitas pasar global. Imbal hasil yang lebih rendah membantu mengurangi tekanan pada ekuitas, sementara investor membeli saham yang harganya jatuh setelah volatilitas pasar baru-baru ini dan mengikuti kenaikan di Wall Street. Pemulihan produsen chip regional juga membantu meningkatkan selera risiko, meskipun ketidakpastian seputar keberlanjutan pengeluaran kecerdasan buatan terus membebani sebagian sektor teknologi. Investor juga menunggu komentar Ketua Federal Reserve Kevin Warsh untuk mendapatkan petunjuk tentang prospek suku bunga AS. Data kepercayaan bisnis Hong Kong juga akan dirilis kemudian pada hari itu. Pergerakan saham yang signifikan termasuk Lenovo (6,2%), Kingboard Laminates (2,5%), Z.AI Co. (1,2%), dan AIA (1,0%). Indeks ditutup pada hari Senin karena hari libur nasional.
Pivot : 24,408
R1 : 24,558 S1 : 24,120
R2 : 24,846 S2 : 23,970
R3 : 24,996 S3 : 23,682
NASDAQ
Opportunity: Buy Limit: 30,560| SL: 30,400 | TP: 30,720
Kontrak berjangka saham AS sedikit menguat pada hari Selasa setelah indeks utama membuka pekan ini dengan kenaikan, didukung oleh pemulihan saham teknologi. Kontrak berjangka yang terkait dengan Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq 100 masing-masing naik setidaknya 0,1%. Selama sesi reguler Senin, S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing naik 0,41% dan 1,11%, pulih dari aksi jual tajam pekan lalu yang dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran tentang pendanaan AI. Produsen chip dan saham mega-kapitalisasi lainnya memimpin pemulihan, dengan Micron naik 3%, Nvidia naik 1,4%, Sandisk naik 5,5%, Amazon naik 5%, dan Tesla naik 3,8%. Investor kini bersiap untuk jadwal laporan keuangan perusahaan yang padat pada hari Selasa, dengan laporan yang diharapkan dari General Electric, Netflix, Raytheon Technologies, United Airlines, dan General Motors, di antara lainnya. Di bidang ekonomi, para pedagang juga akan memantau data pembangunan perumahan dan penjualan rumah yang tertunda untuk mendapatkan sinyal lebih lanjut tentang pasar perumahan AS.
Pivot : 30,917.92
R1 : 31,166.33 S1 : 30,771.33
R2 : 31,312.92 S2 : 30,522.92
R3 : 31,561.33 S3 : 30,376.33

COMMODITY ZONE BY NITRA
Gold
Opportunity: Cenderung bearish hingga sideways selama harga bertahan di bawah titik pivot harian 4.155
Sesi perdagangan per 19 Oktober 2026 mencatatkan koreksi pada instrumen emas (XAU/USD). Dibuka di level 4.162,07, emas sempat menguat hingga menyentuh high 4.190,44 sebelum bergerak melandai ke titik terendah 4.136,52 dan ditutup di level 4.137,97. Penurunan sekitar 31 poin atau 0,7% dari posisi penutupan akhir pekan lalu ini membentuk pola candle bearish yang mengindikasikan kegagalan harga untuk mempertahankan pijakan di atas 4.160. Sejak awal bulan, pergerakan emas cenderung terkonsolidasi dalam rentang sempit 4.066 hingga 4.228—masih berada jauh di bawah rekor puncaknya pada akhir Agustus di 4.696,81. Secara teknikal, pergerakan harga berada di bawah garis SMA-20 di sekitar 4.181 dan SMA-50 di kisaran 4.326, dengan indikator RSI-14 berada di area 43 serta rata-rata pergerakan harian (ATR-14) berkisar 70 poin. Meskipun tekanan jual masih mendominasi, pertahanan kuat pada area support 4.100 dan 4.066 menahan momentum penurunan agar tidak bergerak secara impulsif, di mana pada pembukaan sesi awal harga berada di level 4.133,37.
Untuk perdagangan 20 Oktober 2026, arah pergerakan emas masih dipengaruhi oleh ekspektasi kebijakan moneter The Fed. Mengingat bank sentral AS telah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September lalu dan inflasi konsumen berada di atas perkiraan, emas sempat tertekan hingga level 4.073 pada pertengahan pekan lalu. Namun, nada kehati-hatian dalam pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh berhasil meredam spekulasi pengetatan agresif lanjutan. Data CME FedWatch kini mencatat probabilitas kenaikan suku bunga Oktober turun ke kisaran 16%, meskipun peluang kenaikan pada Desember tetap tinggi di angka 92%. Kondisi ini memberikan ruang penahanan bagi penurunan emas dalam jangka pendek, walau tekanan menengah tetap ada. Di sisi lain, potensi dorongan positif datang dari aksi pelepasan pada saham-saham teknologi serta reli pasar obligasi yang menekan imbal hasil Treasury, ditambah dengan meredanya kekhawatiran inflasi dari sektor energi. Menjelang rapat FOMC pekan depan, pergerakan harian emas diperkirakan akan sangat merespons dinamika imbal hasil obligasi, indeks dolar, serta pernyataan para pejabat The Fed.
Pivot : 4154.98
R1 4173.43 R2 4208.90 R3 4227.35
S1 4119.51 S2 4101.06 S3 4065.59
Oil
Opportunity : Cenderung bullish selama harga mampu bertahan di atas titik pivot 98,25.
Di pasar komoditas energi, minyak mentah WTI (CLSK) pada perdagangan 19 Oktober dibuka pada level 98,84, bergerak menguji high 99,66 dan low 96,68, sebelum ditutup pada 98,41—sedikit di bawah penutupan pekan lalu pada 98,93. Pergerakan ini mencerminkan fase konsolidasi yang sehat pasca-reli tajam dari level 89,13 sejak awal Oktober, yang mencatatkan kenaikan akumulatif sekitar 10% dalam dua pekan. Secara teknikal, struktur tren minyak masih sangat solid di atas seluruh garis rata-rata pergerakan utama, yakni SMA-10 di 93,5, SMA-20 di 92,6, dan SMA-50 di 90,9. Posisi RSI-14 di kisaran 62 mencerminkan momentum kenaikan yang terjaga tanpa sinyal overbought yang ekstrem, sementara nilai ATR-14 sebesar 3,6 dolar menggambarkan tingkat volatilitas yang cukup tinggi. Kisaran 99,5 hingga 100 menjadi rintangan psikologis terdekat, sementara puncak September pada level 106,67 menjadi target resistensi utama, dengan harga dibuka relatif datar di level 98,23 pada sesi perdagangan terbaru.
Sisi fundamental pasar minyak terus dibayangi oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Pernyataan pihak Iran terkait potensi intensifikasi gangguan terhadap jalur tanker di Selat Hormuz sempat memangkas volume ekspor hingga 70% dari level pra-konflik dan mendorong Brent menyentuh level tertinggi lima bulan di 109,99. Namun, pemulihan parsial aliran minyak Teluk hingga 80% berhasil meredam lonjakan tersebut. Dari dalam negeri AS, penarikan stok minyak mentah sebesar 8,56 juta barel serta risiko geopolitik lanjutan memberikan dukungan harga, walau di sisi lain, potensi tambahan pasokan dari Rusia menyusul relaksasi sanksi AS serta pemangkasan proyeksi permintaan oleh IEA menahan laju penguatan WTI. Pelaku pasar saat ini tengah mencermati rilis data stok minyak mingguan dari API dan EIA untuk mengukur arah pasokan riil.
Pivot: 98.25
R1 99.82 S1 96.84
R2 101.23 S2 95.27
R3 102.80 S3 93.86
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Selasa, 20 Oktober 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Suku Bunga The Fed dan Geopolitik: Ke Mana Arah Pasar Selanjutnya?
Catat jam dan waktunya ya!
| Selasa, 20 Oktober 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
