Pelaku Pasar Menunggu Hasil Rilis US ADP Non Farm dan Pernyataan Powell Hari Ini

NEWS FLASH

Economic News & Analysis

Imbal hasil Treasury jangka pendek naik dan indeks ekuitas global naik mendekati level tertinggi dalam dua tahun pada hari Selasa(30/1) setelah data pasar tenaga kerja AS yang kuat kembali menggarisbawahi ketahanan perekonomian dan menimbulkan pertanyaan tentang seberapa cepat Federal Reserve akan memangkas suku bunga.

Harga emas naik ke level tertingginya dalam dua minggu karena pelonggaran dollar dan penurunan imbal hasil Treasury jangka panjang serta investor menunggu prospek The Fed mengenai suku bunga dan perekonomian nasional.

Bank sentral AS menyimpulkan pertemuan kebijakan pertamanya pada tahun 2024 pada hari Rabu. kemungkinan tidak adanya penurunan suku bunga pada bulan Maret menjadi 58,3% dari 52,9% pada hari Senin, menurut FedWatch Tool dari CME Group, sebuah pembalikan dari kemungkinan hanya 11,5% pada akhir tahun 2023 bahwa Fed akan mempertahankan suku bunga targetnya pada 5,25%-5,50 %. 

Imbal hasil Treasury dua tahun, yang mencerminkan ekspektasi suku bunga, naik 3,3 basis poin menjadi 4,355% setelah laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan lowongan pekerjaan AS secara tak terduga meningkat pada bulan Desember dan bulan sebelumnya direvisi lebih tinggi.

Imbal hasil obligasi acuan 10-tahun rebound setelah data pekerjaan dan kemudian turun, turun 4,8 basis poin menjadi 4,043%. Dolar melemah terhadap euro dan menguat terhadap yen, namun gagal menemukan arah yang kuat menjelang kesimpulan pertemuan kebijakan The Fed dan konferensi pers Ketua Jerome Powell.

Indeks dolar, ukuran mata uang AS terhadap enam mata uang lainnya, turun 0,05%. Euro naik 0,07% menjadi $1,0841 dan yen melemah 0,06% pada 147,61 per dolar.

Namun, pasar tetap gelisah karena ketegangan di Timur Tengah membuat minyak mentah Brent berada di atas $80 per barel

Peristiwa berisiko lainnya bagi investor minggu ini termasuk keputusan Bank of England mengenai suku bunga dan data ketenagakerjaan AS untuk bulan Januari pada hari Jumat.

Harga minyak kembali pulih dari penurunan sebelumnya yang tertahan oleh kekhawatiran pasokan yang dipicu oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Minyak mentah berjangka AS naik $1,04 menjadi $7,82 per barel dan Brent naik 47 sen menjadi $82,87 per barel.

Emas ditutup 0,3% lebih tinggi pada $2,036.08 per ounce. 

Dow Jones Industrial Average naik 0,35%, S&P 500 kehilangan 0,06% dan Nasdaq turun 0,76%. 

Economic data untuk minggu ini :

Rabu              : ADP employment data, Federal Reserve monetary policy  meeting
Kamis            : Bank of England monetary policy, weekly jobless claims, ISM Manufacturing data
Jumat            : Nonfarm Payrolls, Unemployment rate, Average Hourly Earning

 

Prospek Harga Emas Rabu(31/1/24) 

Data Perdagangan pada hari Selasa(30/1)

Open: 2,032.89     High: 2,048.49    Low: 2,028.96     Close: 2,036.08   Range: $19.19

Untuk area Resistance emas tetap akan menguji area harga 2,046.54 dengan dorongan lebih luas  menuju area  2,055.79  – 2,065.86

Untuk area support emas akan menguji level harga 2,029.51 dengan tekanan lebih dalam menuju area 2,019.22 – 2,011.59

 

GOLD INTRADAY AREA

R1 2,043  R2 2,056    R3 2,069

S1 2,028      S2  2,020   S3 2,012

OPEN POSITION BUY
Price Level 2,028
Profit Target Level 2,041
Stop Loss Level 2,035
OPEN POSITION SELL
Price Level 2,043
Profit Target Level 2,035
Stop Loss Level 2,050

 

Prospek Harga Minyak Hari Selasa(30/01/24)

Data perdagangan pada hari Senin(29/01)

Open: 76.98  High: 78.12  Low: 75.85  Close: 77.69   Range:  $2.18

Minyak tetap akan menguji area resistance di 78.24 dengan dorongan lebih luas  menuju area 79.52 – 80.59

Untuk area support minyak tetap akan menguji area 76.52 dengan tekanan lebih dalam menuju area  75.05 – 74.34 

 

OIL INTRADAY AREA

R1 78.24    R2 79.52    R3 80.59

S1 76.52     S2  75.05  S3 74.24

OPEN POSITION BUY
Price Level 76.52
Profit Target Level 77.60
Stop Loss Level 76.02
OPEN POSITION SELL
Price Level 78.24
Profit Target Level 77.20
Stop Loss Level 78.74

 

image-artikel

Popular Jurnal