Market Summary
Peluang trading silver menjadi perhatian pasar setelah serangan ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh meningkatkan kekhawatiran terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah. Harga silver (XAG/USD) bergerak di sekitar US$60,70 per troy ounce pada perdagangan Senin di sesi Eropa. Pergerakan ini terjadi setelah harga silver mencatat kenaikan lebih dari 2,5% pada sesi sebelumnya.
Meski demikian, prospek silver masih menghadapi tekanan dari kekhawatiran inflasi. Potensi kenaikan kembali harga minyak mentah dapat meningkatkan biaya energi dan mendorong tekanan harga secara global. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi suku bunga Federal Reserve (The Fed), sehingga membatasi daya tarik silver sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Serangan Riyadh Picu Kekhawatiran Pasokan Energi
Serangan terhadap bandara utama Arab Saudi kembali menyoroti risiko keamanan di kawasan Timur Tengah. Kelompok Houthi yang didukung Iran kembali menargetkan bandara Riyadh pada Minggu, sehari setelah serangan sebelumnya menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 300 orang.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pemerintahannya mempertimbangkan untuk bergabung dengan Arab Saudi dalam aksi balasan terhadap kelompok Houthi di Yaman. Pernyataan tersebut menambah perhatian pasar terhadap kemungkinan meluasnya konflik regional.
Risiko keamanan juga muncul di sekitar Selat Hormuz. Sebuah drone menyerang kapal tanker minyak di dekat area labuh Sohar, Oman, selama akhir pekan. Insiden ini menegaskan kerentanan jalur distribusi energi di kawasan Teluk Persia, meskipun ekspor minyak mentah dari kawasan tersebut menunjukkan tanda-tanda peningkatan.
Jika ketegangan meningkat dan mengganggu distribusi energi, harga minyak berpotensi kembali naik. Kondisi tersebut dapat memperbesar kekhawatiran inflasi dan menekan silver melalui perubahan ekspektasi kebijakan moneter. Namun, ketidakpastian geopolitik juga dapat meningkatkan permintaan terhadap logam mulia sebagai aset lindung nilai.
Pasokan Diesel Rusia Redakan Kekhawatiran Inflasi
Di sisi lain, perkembangan pasokan energi memberikan sentimen yang berlawanan. Harga minyak turun setelah muncul harapan bahwa tambahan pasokan diesel Rusia dapat membantu meredakan kekurangan bahan bakar global. Perkembangan ini turut membantu silver mempertahankan sebagian kenaikannya pada sesi sebelumnya.
Pada Jumat, Donald Trump mengatakan pemerintahannya telah mencapai kesepakatan agar Rusia memasok ratusan ribu ton diesel. Pernyataan tersebut mengindikasikan kemungkinan pelonggaran sebagian larangan ekspor diesel Moskow.
Trump juga mengklaim Rusia dan Ukraina telah menyepakati gencatan senjata di sektor energi yang berlaku segera. Jika tambahan pasokan energi mampu menekan harga minyak, tekanan inflasi dapat mereda. Situasi ini berpotensi mengurangi kekhawatiran pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat dan memberikan ruang bagi silver untuk bergerak lebih stabil.
Meski begitu, pasar masih harus mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah dan realisasi pasokan energi Rusia. Perubahan pada kedua faktor tersebut dapat memicu pergerakan harga silver dalam waktu singkat.
Sentimen Konsumen AS Melemah, Pasar Menanti Inflasi
Dari Amerika Serikat, data sentimen konsumen menunjukkan pelemahan pada Oktober. Indeks Sentimen Konsumen University of Michigan turun menjadi 46,3 dari 48,1 pada September. Angka tersebut juga berada di bawah perkiraan pasar sebesar 47,6.
Pelemahan sentimen konsumen dapat mencerminkan meningkatnya kehati-hatian rumah tangga terhadap kondisi ekonomi. Namun, dampaknya terhadap kebijakan The Fed masih bergantung pada perkembangan inflasi dan indikator ekonomi lainnya.
Pelaku pasar kini menantikan data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini. Data tersebut dapat memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed dan memengaruhi pergerakan dolar AS serta silver.
Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga setidaknya 25 basis poin pada pertemuan The Fed bulan ini mencapai 19,4%, turun dari 24,4% pada pekan sebelumnya. Sementara itu, pasar memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga sebesar 86% pada pertemuan Desember.
Perbedaan ekspektasi tersebut menunjukkan bahwa pelaku pasar masih mencermati kemungkinan pengetatan kebijakan moneter hingga akhir tahun. Jika data inflasi melampaui perkiraan, ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi dapat menekan silver. Sebaliknya, inflasi yang lebih rendah dari perkiraan berpotensi mengurangi tekanan terhadap logam mulia tersebut.
Peluang Trading Silver Bergantung pada Minyak dan Inflasi
Dalam jangka pendek, peluang trading silver akan bergantung pada keseimbangan antara risiko geopolitik, pergerakan harga minyak, dan prospek suku bunga AS. Eskalasi konflik di Timur Tengah dapat meningkatkan permintaan aset lindung nilai, tetapi lonjakan harga energi juga berpotensi memperkuat kekhawatiran inflasi.
Sebaliknya, penurunan harga minyak akibat membaiknya prospek pasokan energi dapat mengurangi tekanan inflasi. Kondisi tersebut berpotensi mendukung silver apabila pasar juga melihat ruang bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneternya.
Karena itu, pelaku pasar perlu mencermati rilis data inflasi AS dan perkembangan konflik regional sebelum menilai arah pergerakan XAG/USD berikutnya. Kombinasi kedua faktor tersebut dapat menentukan apakah silver mampu mempertahankan kenaikannya atau kembali menghadapi tekanan jual.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan silver pada time frame H4 masih cenderung bullish, dengan level pivot di 59,969. Selama harga bertahan di atas level tersebut, silver berpeluang melanjutkan kenaikan untuk menguji resistance 62,103, kemudian 62,679, hingga 63,254.
Sebaliknya, jika harga turun menembus pivot 59,969, tren berpotensi kembali bearish dengan target penurunan menuju support 59,006 hingga 58,433.
Resistance 62,102 Resistance 2: 62,679 Resistance 3: 62,254
Support1: 59,969 Support 2: 59,006 Support 3: 58,433
Baca juga: Peluang Trading USD/CAD Jelang Data Tenaga Kerja Kanada
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
