Dolar AS Melemah usai Data Inflasi AS Turun
Dolar AS melemah signifikan pada perdagangan Selasa setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) tercatat lebih lunak dari perkiraan pasar. Indeks Dolar AS (DXY) turun sekitar 0,4% ke level 100,90 setelah laporan Consumer Price Index (CPI) menunjukkan tekanan harga mereda. CPI utama turun 0,4% secara bulanan pada Juni dan melambat ke 3,5% secara tahunan. CPI inti stagnan secara bulanan dan turun ke 2,6% secara tahunan.
Inflasi AS Melunak, Sinyal Positif bagi The Fed
Pelemahan inflasi AS memberi ruang bagi The Federal Reserve (The Fed) untuk menahan suku bunga bulan ini. Data CPI Juni mengonfirmasi tren disinflasi setelah beberapa bulan tekanan harga energi mendominasi pasar. Pasar kini menilai kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan berikutnya semakin kecil.
Pejabat The Fed Beri Tanggapan soal Data Inflasi
Presiden Fed Chicago, Austan Goolsbee, menyebut laporan inflasi ini “mengejutkan dan cukup baik”. Goolsbee menilai komponen jasa dalam data tersebut cukup melegakan. Ia tetap mengingatkan agar pasar tidak bereaksi berlebihan terhadap satu bulan data saja. Goolsbee menegaskan The Fed membutuhkan beberapa laporan serupa sebelum merasa lebih yakin soal arah inflasi.
Sementara itu, ketua The Fed, Kevin Warsh, menyampaikan komitmen penuh The Fed untuk memulihkan stabilitas harga. Ia menyampaikan hal ini dalam pidato tertulis menjelang testimoni Semiannual Monetary Policy Report di hadapan Kongres. Warsh menegaskan The Fed tidak memiliki toleransi terhadap inflasi yang tetap tinggi. Warsh berkata, “Jika kami menjalankan kebijakan dengan benar – dan kami akan melakukannya – lonjakan inflasi lima tahun terakhir akan menjadi masa lalu.”
Ketua The Fed tersebut menambahkan bahwa ekonomi AS terus tumbuh solid dan menunjukkan ketahanan di tengah berbagai tantangan. Ia menyebut konsumsi rumah tangga tumbuh moderat, sementara output manufaktur naik stabil sepanjang tahun ini. Warsh menyoroti investasi bisnis sebagai kekuatan utama ekonomi AS, dengan pembangunan pusat data serta permintaan tinggi untuk perangkat dan software AI menjadi pendorong utama. Soal pasar tenaga kerja, Warsh mencatat penciptaan lapangan kerja sejalan dengan pertumbuhan angkatan kerja. Tingkat pengangguran tetap rendah, dan upah nominal terus tumbuh solid.
Mata Uang Utama Kompak Menguat
Pelemahan Dolar AS mendorong penguatan mata uang utama dunia pada perdagangan Selasa. EUR/USD naik sekitar 0,4% menuju 1,1420, mengikuti pelemahan Dolar AS secara luas. Pelaku pasar akan memantau data Produksi Industri Zona Euro pada Rabu untuk melihat kondisi sektor manufaktur kawasan tersebut.
GBP/USD menguat sekitar 0,3% menuju 1,3390 karena data inflasi AS yang lunak mengalahkan kekhawatiran soal harga energi tinggi di Inggris. USD/JPY turun sekitar 0,2% menuju 162,20 seiring pelemahan Dolar AS yang membantu Yen Jepang pulih. Meski begitu, pasangan ini masih dekat level tertinggi multi-dekade sehingga potensi intervensi otoritas Jepang tetap menjadi perhatian.
AUD/USD melesat sekitar 1,0% menuju 0,6970 seiring pelemahan Dolar AS dan kenaikan harga komoditas. Data Produk Domestik Bruto, Penjualan Ritel, dan Produksi Industri China kuartal kedua yang rilis Rabu berpotensi memberi arah baru bagi Dolar Australia. Secara keseluruhan, Dolar AS melemah terhadap hampir seluruh mata uang utama pada perdagangan Selasa.
Minyak dan Emas Menguat di Tengah Ketegangan Iran
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik sekitar 2,1% menuju $79,60 akibat kekhawatiran geopolitik baru. Presiden AS Donald Trump mengumumkan blokade tambahan terhadap kapal yang melintas ke dan dari pelabuhan Iran.
Harga emas naik sekitar 1,3% menuju $4.053 karena Dolar AS melemah, data inflasi melunak, dan ketidakpastian seputar Iran serta pasokan energi global terus berlanjut.
Wall Street Menguat, Saham Bank dan Chip Rebound
Di saat dolar AS melemah, indeks saham utama AS berhasil menguat pada penutupan perdagangan Selasa setelah data inflasi lunak hampir memastikan The Fed tidak akan menaikkan suku bunga bulan ini. S&P 500 naik 0,4%, Nasdaq melesat 1,1%, dan Dow Jones naik tipis. Reda-nya tekanan inflasi mengimbangi dampak reli harga energi akibat baku tembak AS dan Iran yang masih berlanjut.
Saham produsen chip pulih dari aksi jual Senin. Nvidia melonjak 4,1%, Broadcom naik 1,3%, dan Micron menguat 4,9%. Sebagian besar saham bank besar juga pulih dari pelemahan awal. JPMorgan naik 2,5% setelah membukukan laba kuartalan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Bank of America naik 1,8%, sementara Citi turun 5,3% usai merilis laporan keuangan. Di sektor pasar modal, Goldman Sachs melonjak 9% setelah kinerjanya melampaui ekspektasi. Di sisi lain, IBM anjlok 25,2% setelah meleset dari ekspektasi dan memperingatkan pelemahan belanja klien, seiring perusahaan memprioritaskan investasi chip dan memori kuartal ini.
Agenda Pasar Rabu: PPI hingga Beige Book
Kalender ekonomi AS pada Rabu mencakup Producer Price Index (PPI), Empire State Manufacturing Index, hari kedua testimoni Ketua The Fed Kevin Warsh di Kongres, dan Beige Book The Fed.
Prospek Harga Emas Rabu | 15 Juli 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish karena harga bergerak di bawah garis downtrend jangka menengah dan SMA 50. Setelah sempat melemah hingga membentuk support baru di area 3.982, harga berhasil rebound dan menguji resistance 4.115. Namun, penguatan tersebut masih tertahan di area SMA 50 sehingga mengindikasikan bahwa kenaikan yang terjadi masih sebatas pullback dalam tren turun.
Selama harga tetap bergerak di bawah 4.115, tekanan jual masih berpotensi kembali mendominasi dengan target pelemahan menuju support 3.982, kemudian 3.942 hingga 3.868. Sebaliknya, jika harga mampu menembus dan bertahan di atas 4.115, peluang penguatan dapat berlanjut untuk menguji resistance 4.180, kemudian 4.203 yang berdekatan dengan garis downtrend jangka menengah.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.115 R2 4.180 R3 4.203
S1 3.982 S2 3.942 S3 3.886
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 3.985 |
| Profit Target Level | 4.070 |
| Stop Loss Level | 3.940 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.080 |
| Profit Target Level | 3.990 |
| Stop Loss Level | 4.140 |
Prospek Harga US Oil Rabu | 15 Juli 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 mulai menunjukkan perubahan ke arah bullish setelah berhasil menembus garis downtrend jangka menengah dan resistance 76,02 yang kini beralih fungsi menjadi support. Penguatan tersebut mendorong harga naik hingga menguji resistance 81,22, sebelum bergerak konsolidasi di bawah level tersebut. Meski masih tertahan di area resistance, harga tetap bertahan di atas support 76,02 dan SMA 50, sehingga mengindikasikan momentum bullish masih terjaga.
Selama harga mampu bertahan di atas 76,02, peluang kenaikan untuk kembali menguji resistance 81,22 masih terbuka. Sebaliknya, apabila harga berhasil menembus dan bertahan di atas 81,22, penguatan berpotensi berlanjut menuju resistance 85,55, kemudian 88,61. Namun, jika harga turun kembali di bawah 76,02, tekanan jual berpeluang meningkat dengan target pelemahan menuju 73,38, kemudian 70,72.
US Oil INTRADAY AREA
R1 81,22 R2 85,55 R3 88,61
S1 76,02 S2 73,38 S3 70,72
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 78,00 |
| Profit Target Level | 81,20 |
| Stop Loss Level | 76,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 81,20 |
| Profit Target Level | 78,60 |
| Stop Loss Level | 83,50 |
Baca analisa sebelumnya: Dolar AS Menguat Tajam Akibat Ketegangan AS-Iran
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang berada di bawah garis downtrend jangka menengah dan masih tertahan di bawah SMA 50. Setelah gagal bertahan di atas resistance 4.132, harga kembali melemah dan menembus support 4.072, yang kini menjadi area resistance terdekat. Pelemahan ini membuka peluang bagi emas untuk melanjutkan penurunan menuju support 3.972, dengan target berikutnya di 3.942 hingga 3.836 apabila tekanan jual semakin meningkat.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 mulai menunjukkan perubahan ke arah bullish setelah berhasil rebound dari area support 67,00 dan membentuk lower high yang diikuti dengan penembusan garis downtrend jangka menengah. Harga juga telah bergerak di atas SMA 50 dan berhasil menembus resistance 76,02, yang kini berpotensi menjadi area support terdekat. Selama mampu bertahan di atas level tersebut, US Oil berpeluang melanjutkan kenaikan menuju resistance 81,63, dengan target berikutnya di 85,55 hingga 88,61 apabila tekanan beli tetap terjaga.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan XAU/USD pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish dengan level pivot di 4.095. Selama harga bergerak dan bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih berlanjut dengan target penurunan menuju area support 4.045, kemudian 4.025, hingga 4.000.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari harga yang bergerak di bawah garis downtrend jangka menengah dan SMA 50. Setelah gagal menembus area resistance sekaligus trendline di kisaran 4.134–4.180, tekanan jual kembali meningkat sehingga harga berbalik melemah.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 mulai menunjukkan sinyal pemulihan setelah berhasil rebound dari area support 67,00 dan menembus SMA 50. Namun, kenaikan tersebut masih tertahan oleh garis downtrend jangka menengah yang telah menjadi resistance dinamis sejak pertengahan Mei, sehingga harga kembali mengalami koreksi. Selama harga masih mampu bertahan di atas support 69,18 sekaligus SMA 50, peluang untuk kembali menguji area downtrend dan resistance 76.02 masih terbuka.
Pergerakan emas pada time frame H4 mulai menunjukkan perbaikan setelah membentuk pola symmetrical triangle dan berhasil bergerak di atas SMA 50, menandakan momentum beli mulai menguat. RSI yang berada di kisaran 53 juga mendukung peluang kenaikan lanjutan. Meski demikian, harga masih bergerak di bawah garis downtrend jangka menengah sehingga penguatan saat ini masih berpotensi menjadi fase koreksi.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang masih berada di bawah garis downtrend jangka menengah meskipun telah berhasil rebound dari area support 67,00. Rebound tersebut sempat membawa harga menembus SMA 50 dan menguji resistance 76,02, namun kembali terkoreksi sehingga kini bergerak di sekitar area SMA 50 yang menjadi support dinamis. RSI berada di kisaran 50, menunjukkan momentum yang mulai netral dan membuka peluang pergerakan ke arah berikutnya.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang bergerak di bawah garis downtrend. Setelah sempat menguat dan menguji area resistance 4.180, harga kembali berbalik melemah hingga menembus SMA 50 serta support 4.092 yang kini berubah menjadi resistance.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 mulai menunjukkan perubahan ke arah bullish setelah berhasil rebound dari area support 67,00. Harga kini telah menembus SMA 50 sekaligus resistance 69,18 dan 71,52 yang kini berubah menjadi area support, mengindikasikan momentum beli semakin menguat. Penguatan tersebut membawa harga bergerak mendekati resistance 74,50, sehingga selama harga mampu bertahan di atas 71,52, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance berikutnya di 78,07, bahkan berpotensi berlanjut ke 81,63.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central melihat pergerakan emas masih cenderung bearish pada time frame H4 dengan level pivot di 4.115. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual masih berpotensi berlanjut menuju area support 4.017, kemudian 3.999, hingga 3.982.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan harga sempat mengalami rebound dari area support, namun kenaikannya masih tertahan di garis downtrend yang menjadi resistance utama sehingga kembali terkoreksi. Meski demikian, harga masih mampu bertahan di atas SMA 50 yang kini berdekatan dengan area support 4.063, menandakan momentum bullish jangka pendek belum sepenuhnya hilang.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah berhasil rebound dari area support 67,00 dan kini telah menembus sekaligus bertahan di atas SMA 50. Kenaikan tersebut mendorong harga menguji resistance 71,52, sementara indikator RSI yang berada di atas level 70 mencerminkan momentum bullish yang cukup kuat meski mulai memasuki area overbought sehingga potensi pullback jangka pendek tetap perlu diwaspadai.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish jangka menengah. Pada perdagangan sebelumnya, harga sempat menguat dan menguji area resistance 4.221 yang bertepatan dengan trendline bearish, namun gagal menembusnya sehingga kembali terkoreksi. Meski demikian, tekanan jual masih relatif terbatas karena harga tetap mampu bertahan di atas support 4.115. Selama level support tersebut masih terjaga, peluang rebound masih terbuka untuk kembali menguji resistance 4.221. Jika berhasil menembus dan bertahan di atas level tersebut, penguatan berpotensi berlanjut menuju resistance 4.265 hingga 4.310.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang masih bergerak di bawah SMA 50 yang terus menurun sehingga tekanan jual jangka menengah masih mendominasi. Pada perdagangan sebelumnya, harga sempat menguat, namun kembali gagal menembus resistance 69,18 yang juga berdekatan dengan SMA 50, sehingga masih tertahan dalam fase konsolidasi. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, tekanan jual masih berpotensi kembali mendominasi dengan target penurunan menuju support 67,00, kemudian 64,82 hingga 61,72.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan pemulihan setelah berhasil membentuk dasar di area 3.942 dan menembus resistance 4.063 yang kini beralih menjadi support. Harga saat ini bergerak di atas SMA 50 yang mulai mendatar, mengindikasikan momentum bullish jangka pendek mulai menguat, meskipun tren utama masih dibayangi garis tren turun jangka menengah. Area 4.221 menjadi resistance penting yang bertepatan dengan trendline bearish, sehingga penembusan yang diikuti penutupan harga di atas level tersebut berpotensi membuka jalan menuju resistance 4.265 hingga 4.310.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang masih bergerak di bawah SMA 50 yang terus menurun sehingga tekanan jual jangka menengah masih mendominasi. Setelah sempat rebound dari area 67,00, harga kini bergerak konsolidasi di sekitar resistance 69,18, yang juga berdekatan dengan SMA 50 dan menjadi area krusial untuk menentukan arah pergerakan berikutnya. Apabila harga mampu menembus dan bertahan di atas 69,18, peluang penguatan akan terbuka menuju resistance 71,52, kemudian 74,69.
