Market Summary
Non-Farm Payroll (NFP) AS kembali menjadi perhatian pelaku pasar global setelah harga emas bergerak menguat pada perdagangan Jumat. Penguatan logam mulia terjadi di tengah meredanya kekhawatiran inflasi dan suku bunga tinggi, sementara pasar tetap memantau perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran.
Harga emas spot naik sekitar 0,85% ke level USD4.709,06 per ounce dan mencatat kenaikan mingguan sekitar 2%. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni bergerak naik tipis ke USD4.716,50 per ounce.
Optimisme Perdamaian AS-Iran Dukung Harga Emas
Sentimen pasar membaik setelah pemerintahan Presiden Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran masih bertahan meski kedua negara sempat kembali saling menyerang pada Kamis.
Iran juga menyebut situasi sudah kembali normal dan menegaskan tidak ingin memperluas konflik. Kondisi tersebut membuat pasar kembali berharap bahwa kesepakatan damai antara kedua negara masih dapat tercapai dalam waktu dekat.
Optimisme ini membantu menopang harga emas setelah sebelumnya logam mulia sempat tertekan lebih dari 10% sejak perang pecah pada akhir Februari. Kenaikan harga minyak selama konflik memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi dan meningkatkan peluang suku bunga tetap tinggi lebih lama.
Data Non-Farm Payroll (NFP) Jadi Penentu Arah Pasar
Fokus utama pasar kini tertuju pada rilis data tenaga kerja Amerika Serikat, khususnya NFP yang akan dirilis malam ini (19.30 WIB). Data tersebut dipandang penting untuk mengukur kekuatan ekonomi AS dan menentukan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Survei Reuters menunjukkan bahwa pertumbuhan pekerjaan diperkirakan mencapai sekitar 62 ribu pada bulan lalu, lebih rendah dibanding kenaikan 178 ribu pada Maret.
Selain data NFP, investor juga menunggu tingkat pengangguran dan pertumbuhan upah. Ketiga data tersebut dapat memicu volatilitas besar pada dolar AS maupun harga emas.
Dolar AS Berpotensi Menguat Terbatas
MUFG melihat adanya peluang kejutan positif dari data ketenagakerjaan AS. Sejumlah indikator tenaga kerja menunjukkan kondisi pasar kerja masih cukup solid.
Klaim pengangguran mingguan tercatat menurun selama April. Laporan ADP juga memperlihatkan peningkatan perekrutan sektor swasta, sementara indeks ketenagakerjaan sektor jasa ISM mengalami kenaikan dibanding bulan sebelumnya.
Kondisi tersebut membuka peluang hasil NFP lebih kuat dari ekspektasi pasar. Jika itu terjadi, dolar AS berpotensi menguat dalam jangka pendek.
Meski demikian, pasar dinilai belum akan melakukan repricing agresif terhadap prospek suku bunga The Fed. Karena itu, penguatan dolar diperkirakan tetap terbatas sehingga tekanan terhadap emas kemungkinan tidak terlalu besar.
Prospek Emas ke Depan
Pergerakan emas dalam jangka pendek diperkirakan tetap fluktuatif menjelang rilis data tenaga kerja AS. Pelaku pasar masih akan bereaksi terhadap perkembangan geopolitik AS-Iran sekaligus arah ekspektasi suku bunga Federal Reserve.
Jika data tenaga kerja AS lebih lemah dari perkiraan, emas berpotensi melanjutkan penguatan karena pasar akan kembali meningkatkan spekulasi pemangkasan suku bunga The Fed. Sebaliknya, data yang lebih kuat dapat mendorong penguatan dolar AS dan menahan kenaikan emas sementara waktu.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central melihat pergerakan emas masih berpotensi bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 4.680. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance 4.765, kemudian 4.800, hingga 4.830.
Sebagai alternatif skenario, jika harga turun menembus area 4.680, tekanan bearish berpotensi meningkat dengan target pelemahan menuju support 4.660 hingga 4.640.
Resistance 1: 4.765 Resistance 2: 4.800 Resistance 3: 4.830
Support1: 4.680 Support 2: 4.660 Support 3: 4.640
Baca juga: Peluang Trading Minyak di Tengah Reopening Selat Hormus
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Pergerakan emas pada H4 kini menunjukkan pergeseran bias ke arah bullish setelah harga berhasil breakout dan bertahan di atas SMA 50, yang sebelumnya menjadi resistance dan kini berubah fungsi sebagai support dinamis di area 4.618. Penembusan level 4.660 juga mengonfirmasi kekuatan buyer, dengan level tersebut kini menjadi support terdekat yang menjaga struktur kenaikan tetap valid.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat kembali berada dalam tekanan bearish setelah gagal mempertahankan posisi di atas area resistance 101,46–104,06, dengan harga juga turun kembali ke bawah SMA 50 yang kini berfungsi sebagai resistance dinamis. Penolakan dari area tersebut diperkuat oleh terbentuknya lower high serta garis tren turun yang masih terjaga, mencerminkan dominasi seller dalam jangka pendek.
Pergerakan emas pada H4 masih berada dalam fase downtrend, tercermin dari struktur lower high dan posisi harga yang konsisten di bawah SMA 50 yang kini berfungsi sebagai resistance dinamis. Setelah sempat menyentuh area 4.500, harga memang menunjukkan reaksi pantulan, namun kenaikan tersebut masih terlihat sebagai koreksi selama belum mampu menembus area 4.618–4.660 yang menjadi zona supply sekaligus berdekatan dengan SMA 50.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan pelemahan setelah gagal bertahan di atas 106,56 dan mulai membentuk pola lower high, yang mengindikasikan tekanan bearish mulai dominan. Harga juga telah menembus ke bawah area 101,46 yang bertepatan dengan SMA 50, sehingga memperkuat sinyal perubahan arah jangka pendek menjadi bearish.
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat masih berada dalam tekanan bearish setelah gagal menembus area resistance 4.618–4.660, dengan harga bergerak di bawah SMA 50 yang mulai menurun dan membentuk struktur lower high. Tekanan jual semakin terlihat setelah harga menembus area 4.560 dan saat ini mengarah ke support 4.482, yang menjadi level kunci dalam jangka pendek.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga berhasil rebound dari area support 98,36 dan kembali bergerak di atas MA yang mulai mengarah naik, mencerminkan perubahan momentum ke sisi atas. Saat ini harga sedang menguji resistance 106,56, dan jika mampu ditembus secara konsisten, potensi kenaikan dapat berlanjut menuju 111,20 hingga 113,25 sebagai target berikutnya.
Pergerakan emas masih dalam bias bearish setelah sempat mencoba rebound namun tertahan di resistance 4667, yang kini menjadi level kunci penahan kenaikan. Penolakan di area tersebut memicu koreksi lanjutan dan harga kembali turun menguji support 4586.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan harga terkoreksi setelah tertahan di resistance 106,56, namun tekanan turun masih terbatas karena harga tetap bertahan di atas SMA 50 yang bertepatan dengan support 98,36. Selama area ini tidak ditembus, bias masih cenderung bullish dengan potensi harga kembali menguat untuk menguji 106,56, dan jika berhasil ditembus maka membuka peluang kenaikan lanjutan menuju 111,20 hingga 113,25. Sebaliknya, penembusan di bawah 98,36 akan mengubah outlook menjadi lebih bearish dengan potensi penurunan ke 94,52 hingga 92,63.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan harga sempat membentuk low baru di area 4.510 sebelum akhirnya mengalami rebound dan menembus area 4.580–4.605 yang kini beralih menjadi support. Meskipun demikian, kenaikan tersebut belum mampu mengubah struktur tren secara keseluruhan karena harga masih tertahan di bawah resistance 4.667 yang berdekatan dengan SMA 50, sehingga bias pergerakan masih cenderung bearish dengan pola lower high yang tetap terjaga.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 sebelumnya menunjukkan kenaikan tajam hingga menguji area resistance 111,20, namun penguatan tersebut tertahan di level tersebut sehingga memicu koreksi. Setelah itu, harga membentuk support baru di kisaran 103,28, yang kini menjadi area kunci dalam menjaga momentum bullish jangka pendek. Meskipun terjadi tekanan turun, harga masih bergerak di atas SMA 50 yang berdekatan dengan support berikutnya di 98,36, sehingga struktur bullish belum sepenuhnya patah.
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat masih berada dalam tekanan bearish setelah harga menembus area support kuat di 4.630 yang kini berubah menjadi resistance. Penurunan berlanjut hingga mendekati area demand di kisaran 4.510–4.483, dengan struktur lower high dan lower low yang masih terjaga, mengindikasikan tren turun belum berakhir.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan tren bullish yang solid setelah harga berhasil menembus resistance 101,78 dan 105,56, yang kini beralih fungsi menjadi area support. Struktur higher high dan higher low semakin menguat, dengan harga bergerak stabil di atas moving average, menandakan dominasi buyer masih terjaga. Saat ini harga sedang mendekati resistance kunci di 111,20, sehingga potensi kenaikan masih terbuka selama tidak kembali turun di bawah 105,56.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, dengan level pivot di 4.610. Selama harga tetap bergerak di bawah level tersebut, peluang penurunan masih terbuka. Saat ini, harga sedang menguji support terdekat di 4.555. Jika level ini berhasil ditembus, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju support berikutnya di area 4.530 hingga 4.480.
Pergerakan emas pada time frame H4 mengonfirmasi tren bearish setelah harga menembus support 4.657 yang kini beralih menjadi resistance, sejalan dengan posisi harga yang berada di bawah SMA 50 yang mulai menurun dan struktur lower high yang terbentuk. Harga saat ini telah membentuk support baru di 4.554 setelah penurunan tajam, dengan RSI yang berada di area oversold sehingga membuka peluang rebound jangka pendek untuk menguji resistance 4.630 hingga 4.657.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan pemulihan bullish setelah harga berhasil menembus resistance 98,08 yang kini berpotensi menjadi support, didukung oleh posisi harga yang mulai bergerak di atas moving average serta struktur higher low yang terbentuk. Kenaikan ini mendorong harga mendekati area resistance 101,78, dengan RSI yang berada di kisaran 60–70 mengindikasikan momentum bullish masih terjaga meskipun mendekati area jenuh beli.
Pergerakan emas pada timeframe H4 terlihat masih berada dalam tekanan bearish setelah gagal menembus area resistance 4.743, dengan harga saat ini bergerak di bawah SMA 50 serta tertahan oleh trendline turun yang mengindikasikan dominasi tekanan jual. Selama harga tidak mampu menembus kembali area 4.717, potensi penurunan masih terbuka untuk menguji support di 4.668 hingga 4.644, bahkan berlanjut ke 4.607 jika tekanan semakin kuat.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan fase rebound yang mulai menguat setelah sebelumnya mengalami tekanan turun, dengan harga kini bergerak di atas SMA 50 dan mendekati area resistance 97,90. Selama harga belum mampu menembus level tersebut, potensi koreksi jangka pendek masih terbuka untuk kembali menguji support di 94,52 hingga 92,26.
