Market Summary
BoE Meeting menjadi perhatian utama pasar saat Pound Sterling (GBP) bergerak melemah terhadap mayoritas mata uang utama. Pada sesi Eropa, GBP tercatat hanya menguat tipis sekitar 0,1% ke kisaran 1.3270 terhadap Dolar AS (USD).
Tekanan terhadap Pound muncul setelah rilis data upah Inggris yang lebih rendah dari perkiraan. Data dari Office for National Statistics (ONS) menunjukkan bahwa Average Earnings Excluding Bonuses tumbuh 3,8% YoY, di bawah ekspektasi 4,0% dan sebelumnya 4,1%. Sementara itu, pertumbuhan upah termasuk bonus turun ke 3,9% dari 4,2%.
Penurunan ini mengurangi kekhawatiran terhadap tekanan inflasi yang persisten, sehingga ekspektasi kebijakan moneter agresif dari Bank of England ikut mereda.
Data Tenaga Kerja Inggris Beri Sinyal Campuran
Dalam konteks BoE Meeting, data tenaga kerja Inggris menunjukkan kondisi yang beragam. Tingkat pengangguran tercatat tetap di 5,2%, lebih rendah dari perkiraan 5,3%, namun masih berada di level tertinggi sejak 2021.
Jumlah pengangguran meningkat sebesar 37 ribu secara kuartalan menjadi 1,869 juta, dan naik 323 ribu dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Di sisi lain, jumlah tenaga kerja meningkat 84 ribu menjadi 34,31 juta, sehingga tingkat partisipasi kerja naik ke 75,1%.
Selain itu, tingkat inaktivitas ekonomi turun menjadi 20,7% setelah berkurang 99 ribu orang. Data ini menunjukkan adanya perbaikan di beberapa sektor, meski tekanan di pasar tenaga kerja masih terlihat.
Ekspektasi Kebijakan BoE
Pasar memperkirakan dalam BoE Meeting kali ini, Bank of England akan mempertahankan suku bunga di level 3,75% dengan komposisi voting mayoritas 7-2.
Kenaikan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah meningkatkan risiko inflasi tetap tinggi, sehingga bank sentral cenderung mengambil sikap hati-hati. Target inflasi 2% masih dinilai sulit dicapai dalam waktu dekat, sehingga ruang pelonggaran kebijakan menjadi terbatas.
Dolar AS Tetap Kuat Didukung Sikap Hawkish The Fed
Dolar AS bergerak stabil cenderung menguat setelah Federal Reserve menegaskan bahwa pemangkasan suku bunga belum akan dilakukan dalam waktu dekat. Ketua The Fed, Jerome Powell, menyatakan bahwa penurunan suku bunga bergantung pada perkembangan inflasi yang menunjukkan penurunan nyata.
Indeks Dolar bertahan di atas level 100, didukung oleh data Producer Price Index (PPI) yang lebih tinggi dari ekspektasi. Selain itu, ketidakpastian global dan kenaikan harga energi turut memperkuat posisi USD di pasar.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD masih berpotensi bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.3300. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan penurunan diperkirakan berlanjut dengan target support terdekat di 1.3240. Jika level ini ditembus, penurunan berpotensi berlanjut menuju area support berikutnya di 1.3215 hingga 1.3190.
Sebagai alternatif skenario, jika harga mampu kembali naik dan menembus 1.3300, peluang penguatan dapat terbuka dengan target resistance di kisaran 1.3345 hingga 1.3375.
Resistance 1: 1.3300 Resistance 2: 1.3345 Resistance 3: 1.3375
Support1: 1.3240 Support 2: 1.3215 Support 3: 1.3190
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD masih cenderung bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.3540. Harga sempat menembus resistance terdekat di 1.3575. Jika level tersebut mampu dipertahankan, penguatan berpotensi berlanjut untuk menguji resistance berikutnya di 1.3590, bahkan hingga 1.3615.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menilai pergerakan GBP/USD masih berpotensi bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.3660. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan tetap terbuka dengan target resistance terdekat di 1.3725. Jika level ini berhasil ditembus, GBP/USD berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area resistance berikutnya di kisaran 1.3760–1.3785.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bearish, dengan level pivot di 1.3455. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi berlanjut untuk menguji area support di 1.3415 hingga 1.3370.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menilai pergerakan GBP/USD pada time frame H4 masih berpotensi bearish dengan level pivot di 1.3385. Selama harga bertahan di bawah area ini, peluang penurunan tetap terbuka dengan target support terdekat di 1.3305. Jika support tersebut ditembus, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju area support berikutnya di 1.3285 hingga 1.3265.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan potensi bullish pada GBP/USD di time frame H4, dengan level pivot di 1.3360. Selama harga bergerak di atas level ini, peluang penguatan tetap terbuka untuk menguji resistance di area 1.3435–1.3470.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan GBP/USD masih cenderung bullish di time frame H4 dengan pivot di 1.3320. Selama harga berada di atas level ini, peluang kenaikan tetap terbuka. Resistance terdekat berada di area 1.3360–1.3365. Jika area tersebut ditembus, potensi naik dapat berlanjut menuju resistance berikutnya di 1.3415.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa GBP/USD masih berpotensi melanjutkan tren bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.3140. Selama harga bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance di 1.3240, kemudian 1.3260, dan selanjutnya 1.3280.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD masih cenderung bearish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.3155. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, potensi pelemahan masih terbuka dengan support terdekat di 1.3110. Jika support ini ditembus, penurunan lanjutan berpeluang menguji area 1.3090–1.3070.
