Market Summary
Peluang trading silver kini terbuka lebar setelah harga silver (XAG/USD) melonjak tajam pada hari Senin. Harga logam putih ini menyentuh level sekitar $59,45 per troy ounce, naik 2,27% dalam sehari. Silver mendapat dorongan besar dari penurunan tajam harga minyak, menyusul harapan baru soal de-eskalasi hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kondisi ini memperkuat ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar dari bank-bank sentral utama dunia.
Harga Minyak Anjlok, Sentimen Pasar Berbalik Optimistis
Ketegangan militer antara AS dan Iran mereda setelah muncul pernyataan penting dari pejabat AS. Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, mengatakan Presiden Donald Trump memutuskan menghentikan serangan militer guna memberi ruang lebih besar bagi jalur diplomasi. Menurut Reuters, seorang pejabat Iran juga menyatakan bahwa Teheran akan menghentikan serangannya selama Washington melakukan hal yang sama.
Perkembangan ini langsung menekan harga minyak dunia. Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) anjlok hampir 8% saat berita ini diterbitkan. Harga energi yang lebih rendah meredakan kekhawatiran soal inflasi tinggi. Situasi ini mengurangi kemungkinan pengetatan moneter tambahan dan mendukung aset tanpa imbal hasil seperti silver.
Dolar AS Melemah, Yield Obligasi Ikut Turun
Selain faktor minyak, penurunan imbal hasil obligasi Treasury AS dan pelemahan dolar AS memberi dukungan tambahan bagi logam mulia ini. Para investor mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan, seiring risiko inflasi terkait harga energi mulai mereda.
Peluang trading silver semakin menarik saat dolar lemah dan yield rendah terjadi bersamaan. Kombinasi ini biasanya mendorong investor mengalihkan dana ke aset safe haven seperti emas dan silver.
Fokus Pasar Tertuju pada Keputusan The Fed
Perhatian pasar kini beralih ke keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (Fed) yang dijadwalkan Rabu mendatang. Bank sentral AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap. Meski begitu, investor akan mencermati pernyataan kebijakan serta pidato Ketua The Fed, Kevin Warsh, untuk mencari petunjuk arah kebijakan moneter ke depan.
Warsh diperkirakan memberikan sinyal penting terkait arah suku bunga di sisa tahun ini. Pernyataannya bisa menjadi katalis besar bagi pergerakan harga silver dalam beberapa hari mendatang, sehingga peluang trading silver berpotensi tetap terbuka hingga akhir pekan ini.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan harga silver pada time frame H4 masih cenderung bullish, dengan level pivot berada di 58,89. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji area resistance di 60,40, kemudian 60,73, hingga 61,05.
Sebagai skenario alternatif, apabila harga turun dan menembus level pivot 58,89, tekanan jual berpotensi meningkat sehingga harga dapat melanjutkan pelemahan menuju area support di 58,34 hingga 58,01.
Resistance 1: 60,40 Resistance 2: 60,73 Resistance 3: 61,05
Support1: 58,89 Support 2: 58,34 Support 3: 58,01
Baca juga: Peluang Trading Emas di Tengah Konflik AS – Iran
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih cenderung bearish, dengan level pivot berada di 4.076. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih berlanjut sehingga berpotensi menguji area support di 4.007, kemudian 3.989, hingga 3.972.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD pada time frame H4 berpotensi bearish, dengan level pivot berada di 1.1433. Selama harga tetap bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual masih berpeluang berlanjut untuk menguji area support di 1.1382, kemudian 1.1368, hingga 1.1355.
Dari sisi teknikal, berdasarkan analisis Trading Central, pergerakan USD/JPY pada time frame H4 masih berpotensi mengalami koreksi turun dengan level pivot berada di 163,15. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan bearish diperkirakan masih berlanjut untuk menguji area support di 162,69, kemudian 162,57, hingga 162,44.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/JPY pada time frame H4 masih berpotensi melanjutkan tren bullish dengan level pivot di 218,118. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji area resistance di 219,361, kemudian 219,677, hingga 219,994.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa USD/CAD masih berpotensi bergerak bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.4030. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih berlanjut untuk menguji support di 1.3990, kemudian 1.3975, hingga 1.3960.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa USD/CHF pada time frame H4 berpotensi melanjutkan koreksi turun dengan level pivot di 0.8085. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, pelemahan diperkirakan berlanjut menuju area support di 0.8055, kemudian 0.8035, hingga 0.8015.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa emas pada time frame H4 masih bergerak dalam tren bearish. Level pivot berada di 4.058. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih berlanjut. Target penurunan berada di area support 4.013, kemudian 3.990, dan 3.960.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan XAG/USD pada time frame H4 masih cenderung bearish, dengan level pivot berada di 59,00. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih berpotensi berlanjut dengan target penurunan ke area support di 57,80, kemudian 57,30, hingga 56,80.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan level pivot berada di 1.1410. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih berlanjut dengan target penurunan menuju area support 1.1375, kemudian 1.1355, hingga 1.1340.
