Indeks Dolar AS (DXY) menutup pekan hampir tanpa perubahan dari Kamis, bertahan di kisaran 98,80. Sama seperti sehari sebelumnya, indeks ini sempat turun ke area 98,50 sebelum pulih di akhir sesi perdagangan. Saat ini, Indeks Dolar AS berada di level terendah sejak Mei.
Pelemahan ini bukan murni akibat data ekonomi. Penyebab utamanya adalah langkah Departemen Keuangan AS yang setidaknya menggandakan pembelian kembali (buyback) surat utang bertenor panjang. Kebijakan ini menekan imbal hasil obligasi dan mengurangi daya tarik Dolar, meskipun data flash Purchasing Managers Index (PMI) Jumat justru menunjukkan aktivitas ekonomi AS masih tumbuh.
Kebijakan Buyback Treasury Jadi Biang Keladi
Langkah Treasury menggandakan buyback obligasi jangka panjang mengubah dinamika pasar obligasi secara signifikan. Investor merespons dengan menurunkan imbal hasil, dan Dolar AS kehilangan daya tariknya sebagai aset simpanan. Emas melonjak ke puncak tiga bulan di atas $4.600, Dolar Australia mencapai level tertinggi dalam beberapa bulan, dan minyak mentah bertahan dekat level tertinggi empat pekan seiring ketegangan di Timur Tengah.
Pekan depan tergolong padat di paruh akhir. Data awal pekan minim untuk Dolar, namun Rabu membawa rilis Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi (PCE) Juli, indikator inflasi favorit Federal Reserve. Jumat menghadirkan dua agenda besar sekaligus: pidato pembuka Ketua The Fed baru, Kevin Warsh, di simposium Jackson Hole, serta revisi tahunan awal Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) terhadap data Nonfarm Payrolls.
Jackson Hole dan Sorotan Kevin Warsh
Simposium yang diselenggarakan Federal Reserve Bank of Kansas City ini mengusung tema “Financial Innovation: Implications for Payments and Policy.” Kevin Warsh akan menyampaikan pidato pembuka pertamanya sebagai Ketua The Fed di forum tersebut. Dengan posisi Dolar yang sudah berada di titik lemah, nada dovish dari Warsh atau revisi tajam ke bawah pada data pekerjaan berpotensi memperdalam pelemahan mata uang ini.
Zona Euro turut memiliki agenda padat pekan ini. Survei IFO Jerman dan data final Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal kedua rilis Selasa, notulen rapat terakhir Bank Sentral Eropa (ECB) terbit Kamis, dan inflasi flash Harmonized Index of Consumer Prices (HICP) Agustus rilis Jumat. Pejabat ECB, Cipollone dan Schnabel, dijadwalkan memberi pidato yang melengkapi rangkaian data tersebut.
Jepang menutup pekan dengan data inflasi Tokyo yang menjadi bahan perdebatan Bank of Japan (BoJ). Australia sibuk dengan notulen Reserve Bank of Australia (RBA) Senin, inflasi bulanan Selasa, dan belanja modal kuartal kedua Rabu. Kanada merilis data PDB Jumat, sementara ketegangan Iran yang belum reda tetap membayangi seluruh pasar.
Pergerakan Mata Uang Utama
EUR/USD menutup pekan di kisaran 1,1680, tertahan di bawah 1,1700 setelah gagal menembus level tersebut. Kalender domestik Zona Euro minim hingga rilis inflasi flash Jumat, sehingga pasangan mata uang ini masih bergantung pada arah Dolar dan hasil Jackson Hole. Inflasi HICP yang lebih tinggi dari perkiraan akan mengurangi ekspektasi pelonggaran ECB dan memberi dukungan bagi Euro menjelang akhir bulan.
GBP/USD diperdagangkan di kisaran pertengahan 1,3600, turun dari puncak tengah pekan. Kalender Inggris nyaris kosong, sehingga Cable bergerak mengikuti arah Dolar dan pidato Warsh di Jackson Hole. Risikonya adalah pergerakan datar hingga pidato tersebut disampaikan, lalu reaksi tajam ke salah satu arah setelahnya.
USD/JPY menutup pekan sedikit di atas 159,00. Pelemahan indeks dolar AS diimbangi oleh Yen yang masih tertekan selisih suku bunga yang lebar. Data inflasi Tokyo Jumat menjadi fokus utama, dengan pasar swap memperkirakan peluang sekitar 80% BoJ menaikkan suku bunga pada pertemuan 18 September. Angka inflasi yang kuat akan memperkuat ekspektasi tersebut dan mendorong pasangan ini mendekati rata-rata 200 hari.
AUD/USD diperdagangkan di kisaran 0,7170, level terbaik dalam beberapa bulan dan performa terbaik di antara mata uang utama. Notulen RBA membuka pekan, namun data inflasi bulanan Selasa menjadi ujian utama. Pasar memperkirakan inflasi headline melandai ke 3,2% dari 3,8%. Angka yang lebih rendah akan mengurangi sisa ekspektasi pengetatan RBA, sementara data belanja modal Rabu memberi gambaran kondisi investasi bisnis.
Emas dan Minyak Mentah Jadi Penerima Manfaat
Indeks dolar AS yang melemah turut mendorong reli emas dan minyak mentah pekan ini. West Texas Intermediate (WTI) menutup pekan di kisaran tinggi $80-an, dekat level tertinggi empat pekan, tanpa data khusus minyak yang dijadwalkan rilis. Faktor geopolitik tetap mendominasi cerita minyak. Sikap Washington yang beralih ke sanksi ekonomi terhadap Iran, alih-alih serangan militer lanjutan, meredakan ancaman gangguan pasokan jangka pendek. Namun laporan mandeknya perundingan tetap menahan harga di level tinggi.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyampaikan sikap tegas dengan menyebut pihak yang bersembunyi di luar negeri sambil mengundang musuh untuk menyerang bukanlah warga Iran sejati.
Emas menutup pekan di atas $4.600, level tertinggi dalam tiga bulan. Reli ini terbentuk dari kombinasi Dolar yang melemah, imbal hasil riil yang menurun, dan permintaan aset aman akibat ketegangan Timur Tengah. Tanpa katalis utama tersendiri, emas akan mengikuti arah data PCE Rabu dan pidato Jackson Hole Jumat. Nada dovish dari Warsh berpotensi memperpanjang reli, sementara sinyal kehati-hatian soal suku bunga bisa memicu koreksi pertama setelah kenaikan berminggu-minggu.
Wall Street Ditutup Menguat di Tengah Volatilitas
Wall Street mengakhiri pekan yang bergejolak dengan penguatan pada Jumat, 21 Agustus 2026, seiring reli pemulihan yang menahan penurunan sebelumnya. Dow Jones Industrial Average naik 517,80 poin atau 0,98% ke 53.277,01. S&P 500 bertambah 0,43% ke 7.674,37, dan Nasdaq Composite menguat 0,43% ke 26.180,45.
Meski Jumat ditutup menguat, mayoritas indeks utama melemah sepanjang pekan akibat imbal hasil Treasury yang berfluktuasi tajam. Pasar kini menanti laporan laba Nvidia serta simposium Jackson Hole milik The Fed sebagai katalis berikutnya.
Prospek Harga Emas Senin | 24 Agustus 2026
Pergerakan emas pada grafik H4 masih menunjukkan tren bullish setelah menembus resistance 4.573 dan bergerak di atas SMA 50. Harga sedang mengalami koreksi setelah mencetak high di 4.630, sementara RSI berada di sekitar 70 yang menunjukkan kondisi overbought dan membuka peluang koreksi jangka pendek.
Dalam skenario bullish, selama harga mampu bertahan di atas area support 4.573–4.529, tren bullish tetap terjaga dan harga berpeluang kembali naik untuk menguji resistance 4.652 (FE 100), sebelum mengarah ke 4.721. Sebaliknya, jika harga menembus ke bawah 4.529, koreksi berpotensi berlanjut menuju area 4.450 yang kini menjadi support berikutnya.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.652 R2 4.721 R3 4.773
S1 4.573 S2 4.529 S3 4.450
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.575 |
| Profit Target Level | 4.650 |
| Stop Loss Level | 4.529 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.650 |
| Profit Target Level | 4.580 |
| Stop Loss Level | 4.700 |
Prospek Harga US Oil Senin | 24 Agustus 2025
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih menunjukkan bias bullish setelah harga bergerak di atas SMA 50 yang mulai menanjak. Saat ini harga sedang mengalami koreksi setelah gagal menembus resistance 87,63, dengan RSI di 57,08 yang masih berada di area positif dan belum menunjukkan kondisi overbought.
Selama harga mampu bertahan di atas support 84,28, tren kenaikan masih berpeluang berlanjut untuk kembali menguji resistance 87,63, kemudian 89,19, dengan target berikutnya 90,49. Sebaliknya, jika harga menembus ke bawah 84,28, tekanan bearish berpotensi meningkat dan membuka ruang koreksi menuju support 82,68, kemudian 81,24.
US Oil INTRADAY AREA
R1 87,63 R2 89,19 R3 90,49
S1 84,28 S2 82,68 S3 81,24
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 84,50 |
| Profit Target Level | 87,00 |
| Stop Loss Level | 82,60 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 87,00 |
| Profit Target Level | 85,00 |
| Stop Loss Level | 87,70 |
Baca analisa sebelumnya: Dolar AS Menguat Usai Sikap Hawkish The Fed
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
