Market Summary
Peluang Trading USD/CAD menjadi perhatian pasar menjelang rilis data ISM Manufacturing PMI AS. Pair ini bergerak menguat ke kisaran 1.3660 pada sesi Asia setelah sebelumnya mencatat pelemahan terbatas. Penguatan ini didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven di tengah eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah.
Pelaku pasar saat ini menunggu rilis data ISM Manufacturing PMI yang diperkirakan berada di level 51.7, lebih rendah dibandingkan sebelumnya di 52.6. Data ini akan menjadi indikator penting dalam mengukur aktivitas sektor manufaktur AS serta memberikan petunjuk arah kebijakan moneter selanjutnya.
Dolar AS Menguat di Tengah Ketegangan Global
Dolar AS menguat signifikan dengan indeks dolar menembus level 98 dan mencapai posisi tertinggi dalam lima minggu terakhir. Peningkatan ini terjadi seiring meningkatnya ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi konflik yang lebih luas.
Gangguan distribusi minyak global, terutama di Selat Hormuz, memperburuk sentimen risiko. Kondisi ini mendorong investor untuk beralih ke aset yang lebih aman, sehingga memperkuat permintaan terhadap USD dan menopang kenaikan USD/CAD.
Harga Minyak Menjadi Faktor Penyeimbang CAD
Di sisi lain, penguatan USD/CAD berpotensi tertahan oleh pergerakan Dolar Kanada yang didukung oleh kenaikan harga minyak. Harga minyak WTI bergerak volatil di sekitar $71.50 setelah adanya gangguan pasokan global akibat konflik di Timur Tengah.
Sebagai salah satu eksportir minyak terbesar ke Amerika Serikat, Kanada memperoleh keuntungan dari kenaikan harga energi. Hal ini memberikan dukungan terhadap CAD dan menjadi faktor yang dapat membatasi penguatan lebih lanjut pada pasangan USD/CAD.
Inflasi AS dan Ekspektasi Kebijakan The Fed
Data inflasi produsen AS yang dirilis sebelumnya menunjukkan kenaikan di atas ekspektasi, mencerminkan tekanan harga yang masih bertahan. Kondisi ini menunjukkan bahwa perusahaan mulai meneruskan kenaikan biaya kepada konsumen.
Meski demikian, pasar masih memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada tahun ini. Ekspektasi ini muncul seiring meningkatnya ketidakpastian global yang dapat mendorong bank sentral untuk mengambil kebijakan yang lebih akomodatif.
Fokus Pasar pada Rilis Data ISM
Perhatian utama pasar kini tertuju pada rilis ISM Manufacturing PMI AS. Peluang Trading USD/CAD akan sangat dipengaruhi oleh hasil data ini. Jika data menunjukkan hasil lebih kuat dari perkiraan, USD berpotensi melanjutkan penguatan.
Sebaliknya, jika data lebih lemah, tekanan terhadap USD dapat meningkat dan membuka peluang koreksi pada USD/CAD di tengah dukungan dari harga minyak terhadap Dolar Kanada.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan USD/CAD pada time frame H4 masih cenderung bullish, dengan level pivot di 1.3635. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji area resistance di 1.3685, kemudian 1.3700 hingga 1.3720.
Sebagai skenario alternatif, jika harga turun dan menembus di bawah 1.3635, maka tekanan jual berpotensi meningkat dengan target penurunan menuju area support di 1.3620 hingga 1.3605.
Resistance 1: 1.3685 Resistance 2: 1.3700 Resistance 3: 1.3720
Support1: 1.3635 Support 2: 1.3620 Support 3: 1.3605
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat pergerakan emas masih cenderung bullish pada time frame H4, dengan level pivot berada di 5.160. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance di 5.215, kemudian 5.225, hingga 5.250.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan Minyak WTI (US Oil) masih cenderung bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 65,95. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan penurunan masih berpotensi berlanjut dengan target support terdekat di 65,15. Jika level ini ditembus, penurunan dapat berlanjut menuju area support berikutnya di 64,80 hingga 64,40.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan AUD/USD masih berada dalam bias bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 0.7075. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance di 0.7135, kemudian 0.7155, hingga 0.7175.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/CAD masih cenderung bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.6157. Selama harga tetap berada di bawah level tersebut, tekanan turun berpotensi berlanjut untuk menguji support di 1.6099, kemudian 1.6083, hingga 1.6067.
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai EUR/USD masih bergerak dalam tren bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.1780. Selama harga bertahan di atas level tersebut, kenaikan berpotensi berlanjut untuk menguji resistance di 1.1855, kemudian 1.1880, hingga 1.1900.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih cenderung bullish, dengan level pivot berada di 4.980. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance di 5.045, 5.080, hingga 5.115.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan XAG/USD pada time frame H4 masih cenderung bullish dengan level pivot di 77,60. Selama harga bertahan di atas level tersebut, kenaikan berpotensi berlanjut untuk menguji resistance di 80,00, kemudian 80,80, hingga 81,50.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD masih cenderung bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.3540. Harga sempat menembus resistance terdekat di 1.3575. Jika level tersebut mampu dipertahankan, penguatan berpotensi berlanjut untuk menguji resistance berikutnya di 1.3590, bahkan hingga 1.3615.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menilai pergerakan US Oil masih berpotensi bullish dengan level pivot di 62,95. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang rebound tetap terbuka untuk menguji area resistance 63,55, kemudian 63,85, hingga 64,20.
