Dolar Melemah, Yen Menguat Akibat Intervensi Jepang
Dolar melemah yen menguat menjadi tema utama pergerakan pasar global akhir pekan lalu. Yen menguat setelah otoritas Jepang dilaporkan melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menahan pelemahan mata uangnya.
USD/JPY sempat turun tajam dari 157,1 ke 155,49 sebelum kembali pulih ke kisaran 157,04. Pergerakan ini menunjukkan respons cepat pasar terhadap aksi otoritas Jepang.
Pejabat diplomasi mata uang Jepang, Atsushi Mimura, menyatakan bahwa posisi spekulatif masih terlihat di pasar. Pemerintah menilai pergerakan yen yang terlalu cepat perlu dikendalikan.
Sumber pasar menyebutkan intervensi terjadi saat USD/JPY menyentuh 160,7, level terlemah sejak Juli 2024. Nilai intervensi diperkirakan mencapai 5,48 triliun yen atau sekitar $35 miliar.
Divergensi Kebijakan Moneter Batasi Pergerakan Yen
Pergerakan yen masih dipengaruhi selisih suku bunga yang lebar antara Jepang dan Amerika Serikat. Pasar mulai memperkirakan peluang kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan pada Juni.
Sebaliknya, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed terus menurun. Kondisi ini menjaga dolar tetap kuat dalam jangka menengah.
Bank sentral utama seperti ECB dan BoE juga mempertahankan suku bunga, namun memberi sinyal potensi kenaikan dalam waktu dekat akibat tekanan inflasi dari energi.
Harga Minyak Naik Tajam Lalu Berbalik Turun
Harga minyak menunjukkan pergerakan tajam dua arah dalam sepekan terakhir. Minyak sempat melonjak hingga mencapai level tertinggi sejak 2022, didorong kekhawatiran gangguan pasokan akibat konflik Iran.
Brent bahkan sempat menembus $120 per barel dan menyentuh puncak lebih dari $126 sebelum akhirnya terkoreksi. Pada akhir pekan, Brent turun ke sekitar $108,39 per barel, sementara WTI melemah ke $102,14 per barel.
Penurunan harga terjadi setelah Iran mengajukan proposal baru melalui mediator Pakistan. Meski demikian, pasar tetap waspada karena gangguan pasokan masih berlangsung.
Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa tekanan terhadap Iran akan terus dilakukan, termasuk menjaga blokade laut. Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa Iran akan mempertahankan kontrol atas Selat Hormuz. Ketegangan ini membuat pasar energi tetap sensitif terhadap perkembangan geopolitik.
Wall Street Menguat Didorong Laba Perusahaan
Pasar saham Amerika Serikat mencatat penguatan signifikan meskipun dibayangi risiko global. Indeks utama berhasil mencapai rekor tertinggi setelah reli kuat sepanjang April.
S&P 500 mencatat kenaikan lebih dari 10% selama April, sementara Nasdaq melonjak lebih dari 15%. Keduanya membukukan kinerja bulanan terbaik sejak 2020.
Memasuki awal Mei, indeks saham kembali melanjutkan penguatan. Kinerja laba perusahaan yang kuat menjadi pendorong utama optimisme investor.
Di sisi lain, kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi menciptakan tekanan tambahan. Kombinasi faktor ini membuka peluang terjadinya fase konsolidasi setelah reli tajam.
Harga Emas Tertekan Selama Dua Bulan
Di saat dolar melemah, harga emas gagal mendapat dorongan. Logam mulia justru mencatat penurunan selama dua bulan berturut-turut. Harga emas turun sekitar 1% pada April setelah sebelumnya merosot hampir 12% pada Maret. Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya inflasi akibat lonjakan harga energi.
Kebijakan bank sentral yang cenderung hawkish juga menekan emas. Kenaikan suku bunga meningkatkan daya tarik aset berbasis imbal hasil seperti obligasi dan dolar AS.
Selain itu, lonjakan harga minyak mengalihkan perhatian investor ke pasar energi, sehingga permintaan terhadap emas menjadi terbatas.
Prospek Harga Emas Senin| 04 Mei 2026
Pergerakan emas masih dalam bias bearish setelah sempat mencoba rebound namun tertahan di resistance 4667, yang kini menjadi level kunci penahan kenaikan. Penolakan di area tersebut memicu koreksi lanjutan dan harga kembali turun menguji support 4586.
Selama harga tetap berada di bawah 4667, tekanan turun masih dominan dengan potensi pelemahan lanjutan menuju 4542 hingga 4510, sementara rebound hanya bersifat terbatas selama belum mampu menembus kembali area resistance tersebut.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.667 R2 4.701 R3 4.726
S1 4.586 S2 4.542 S3 4.510
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.610 |
| Profit Target Level | 4.660 |
| Stop Loss Level | 4.570 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.660 |
| Profit Target Level | 4.610 |
| Stop Loss Level | 4.705 |
Prospek Harga US Oil Senin | 04 Mei 2025
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan harga terkoreksi setelah tertahan di resistance 106,56, namun tekanan turun masih terbatas karena harga tetap bertahan di atas SMA 50 yang bertepatan dengan support 98,36. Selama area ini tidak ditembus, bias masih cenderung bullish dengan potensi harga kembali menguat untuk menguji 106,56, dan jika berhasil ditembus maka membuka peluang kenaikan lanjutan menuju 111,20 hingga 113,25. Sebaliknya, penembusan di bawah 98,36 akan mengubah outlook menjadi lebih bearish dengan potensi penurunan ke 94,52 hingga 92,63.
US Oil INTRADAY AREA
R1 106,56 R2 111,20 R3 113,25
S1 98,36 S2 94,52 S3 92,63
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 100,00 |
| Profit Target Level | 103,00 |
| Stop Loss Level | 98,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 103,20 |
| Profit Target Level | 100,00 |
| Stop Loss Level | 107,00 |
Baca analisa sebelumnya: Harga Minyak Terkoreksi Usai Sentuh Level Tinggi
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan harga sempat membentuk low baru di area 4.510 sebelum akhirnya mengalami rebound dan menembus area 4.580–4.605 yang kini beralih menjadi support. Meskipun demikian, kenaikan tersebut belum mampu mengubah struktur tren secara keseluruhan karena harga masih tertahan di bawah resistance 4.667 yang berdekatan dengan SMA 50, sehingga bias pergerakan masih cenderung bearish dengan pola lower high yang tetap terjaga.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 sebelumnya menunjukkan kenaikan tajam hingga menguji area resistance 111,20, namun penguatan tersebut tertahan di level tersebut sehingga memicu koreksi. Setelah itu, harga membentuk support baru di kisaran 103,28, yang kini menjadi area kunci dalam menjaga momentum bullish jangka pendek. Meskipun terjadi tekanan turun, harga masih bergerak di atas SMA 50 yang berdekatan dengan support berikutnya di 98,36, sehingga struktur bullish belum sepenuhnya patah.
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat masih berada dalam tekanan bearish setelah harga menembus area support kuat di 4.630 yang kini berubah menjadi resistance. Penurunan berlanjut hingga mendekati area demand di kisaran 4.510–4.483, dengan struktur lower high dan lower low yang masih terjaga, mengindikasikan tren turun belum berakhir.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan tren bullish yang solid setelah harga berhasil menembus resistance 101,78 dan 105,56, yang kini beralih fungsi menjadi area support. Struktur higher high dan higher low semakin menguat, dengan harga bergerak stabil di atas moving average, menandakan dominasi buyer masih terjaga. Saat ini harga sedang mendekati resistance kunci di 111,20, sehingga potensi kenaikan masih terbuka selama tidak kembali turun di bawah 105,56.
Pergerakan emas pada time frame H4 mengonfirmasi tren bearish setelah harga menembus support 4.657 yang kini beralih menjadi resistance, sejalan dengan posisi harga yang berada di bawah SMA 50 yang mulai menurun dan struktur lower high yang terbentuk. Harga saat ini telah membentuk support baru di 4.554 setelah penurunan tajam, dengan RSI yang berada di area oversold sehingga membuka peluang rebound jangka pendek untuk menguji resistance 4.630 hingga 4.657.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan pemulihan bullish setelah harga berhasil menembus resistance 98,08 yang kini berpotensi menjadi support, didukung oleh posisi harga yang mulai bergerak di atas moving average serta struktur higher low yang terbentuk. Kenaikan ini mendorong harga mendekati area resistance 101,78, dengan RSI yang berada di kisaran 60–70 mengindikasikan momentum bullish masih terjaga meskipun mendekati area jenuh beli.
Pergerakan emas pada timeframe H4 terlihat masih berada dalam tekanan bearish setelah gagal menembus area resistance 4.743, dengan harga saat ini bergerak di bawah SMA 50 serta tertahan oleh trendline turun yang mengindikasikan dominasi tekanan jual. Selama harga tidak mampu menembus kembali area 4.717, potensi penurunan masih terbuka untuk menguji support di 4.668 hingga 4.644, bahkan berlanjut ke 4.607 jika tekanan semakin kuat.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan fase rebound yang mulai menguat setelah sebelumnya mengalami tekanan turun, dengan harga kini bergerak di atas SMA 50 dan mendekati area resistance 97,90. Selama harga belum mampu menembus level tersebut, potensi koreksi jangka pendek masih terbuka untuk kembali menguji support di 94,52 hingga 92,26.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan US Oil masih berada dalam tren bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 94,10. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka dengan target resistance terdekat di 97,80. Jika level ini berhasil ditembus, maka kenaikan berpotensi berlanjut menuju area resistance berikutnya di 99,20 hingga 100,80.
Pergerakan emas pada timeframe H4 terlihat sedang dalam fase koreksi setelah gagal bertahan di atas area resistance 4.743, dengan harga kini bergerak di bawah SMA 50 dan menembus trendline naik, yang mengindikasikan melemahnya momentum bullish. Selama harga masih tertahan di bawah area 4743, tekanan turun berpotensi berlanjut untuk menguji zona support kuat di 4.668–4.644, bahkan bisa melebar ke 4607 jika tekanan jual meningkat.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 terlihat sedang mencoba rebound setelah sebelumnya mengalami tekanan turun cukup tajam, dengan harga kini mendekati area resistance 97.90. Selama harga belum mampu menembus area tersebut, potensi koreksi masih terbuka untuk kembali menguji support di 92.26 hingga 89.57. Namun, jika resistance 97.90 berhasil ditembus secara valid, maka kenaikan berpotensi berlanjut menuju 99.92 hingga 102.58.
Pergerakan emas pada timeframe H4 terlihat mulai kehilangan momentum bullish setelah gagal bertahan di atas area resistance 4.771 yang juga berdekatan dengan SMA 50, dan kini bergerak di bawah garis tren naik, yang mengindikasikan potensi perubahan arah menjadi bearish. Harga juga sudah berada di bawah SMA 50, memperkuat tekanan turun, sementara RSI melemah di bawah level tengah. Setelah penurunan tersebut, harga sempat mencoba rebound dari area support 4.668–4.644, namun kenaikan ini masih terbatas dan belum mampu mengubah struktur tren yang tetap cenderung bearish.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan adanya pemulihan yang cukup kuat setelah fase bearish, dengan harga kini sudah bergerak di atas SMA 50 yang mengindikasikan pergeseran momentum ke arah bullish. Kenaikan ini juga didukung oleh RSI yang menguat dan mendekati area overbought, mencerminkan tekanan beli yang masih dominan.
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat mulai kehilangan momentum bullish setelah harga turun menembus garis trendline naik dan bergerak di bawah SMA 50, yang mengindikasikan potensi perubahan arah menjadi bearish. Saat ini harga juga gagal bertahan di atas area resistance 4.771 dan cenderung bergerak melemah, sementara RSI berada di sekitar level 40 yang menunjukkan tekanan jual mulai meningkat namun belum masuk kondisi oversold.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan penguatan setelah sebelumnya mengalami tekanan bearish, dengan harga kini berhasil menembus SMA 50 dan bertahan di atas area support 89,57, yang mengindikasikan adanya pergeseran momentum ke arah bullish dalam jangka pendek. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance 95,17 sebagai target terdekat.
Pergerakan XAUUSD pada time frame H4 kini menunjukkan perubahan struktur yang lebih bearish setelah harga turun di bawah SMA 50 sekaligus mematahkan garis tren naik, menandakan momentum bullish sebelumnya telah berakhir. Penembusan support 4.737 memperkuat tekanan jual, sehingga area tersebut kini berpotensi menjadi resistance terdekat jika terjadi pullback.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish meskipun sempat mengalami rebound dari area gap di sekitar 81,69–83,60, dengan harga saat ini bergerak mendekati resistance dinamis SMA 50 serta area resistance 92,94. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas 92,94, maka rebound cenderung terbatas dan berpotensi kembali melemah. Jika terjadi penolakan di area tersebut, harga berpeluang turun kembali untuk menguji support 85,41 hingga area gap 83,60, bahkan membuka ruang penurunan lebih lanjut ke 81,69.
