Download TPFx Mobile Available On

Weekly Review dan Outlook 02 – 06 November 2026

by Alwy Assegaf
Flash News Weekly

Weekly Review: Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Weekly Review dan Outlook pekan ini menyoroti tekanan di pasar keuangan global menjelang akhir Oktober 2026. Bursa saham Amerika Serikat mengalami aksi jual tajam pada Jumat (30/10), seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap belanja infrastruktur kecerdasan buatan (AI), hasil kinerja perusahaan teknologi, dan perubahan ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve.

Nasdaq Composite memimpin pelemahan dengan penurunan 2,86% sepanjang pekan ke level 25.437,00. S&P 500 turun 1,82% menjadi 7.580,07, sedangkan Dow Jones Industrial Average melemah 1,09% ke posisi 51.770,31. Tekanan paling besar terjadi pada sektor semikonduktor. Philadelphia Semiconductor Index (SOX) anjlok 7,20% ke level 10.688,80.

Belanja AI dan Kinerja Perusahaan Menjadi Beban Pasar

Salah satu pemicu utama tekanan pasar berasal dari meningkatnya kekhawatiran investor terhadap belanja modal perusahaan teknologi untuk pengembangan AI. Alphabet, Amazon, dan Intel melaporkan kinerja kuartal ketiga dengan kebutuhan investasi infrastruktur dan pusat data AI yang terus meningkat.

Kondisi tersebut memicu pertanyaan mengenai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas yang sebanding dengan besarnya investasi. Investor mulai mempertimbangkan kembali valuasi saham teknologi yang sebelumnya menikmati reli kuat berkat optimisme terhadap perkembangan AI.

Dari sisi kebijakan moneter, Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,75%–4,00%. Keputusan tersebut diambil melalui pemungutan suara 10-2, dengan dua anggota FOMC justru menginginkan kenaikan suku bunga. Sikap ini menunjukkan bahwa perbedaan pandangan di internal The Fed masih cukup besar.

Sementara itu, data awal pertumbuhan ekonomi AS kuartal ketiga menunjukkan ekspansi di atas 3%. Angka tersebut mencerminkan ketahanan ekonomi, meskipun tekanan inflasi masih menjadi perhatian.

Bursa Eropa dan Asia Mengalami Pergerakan Beragam

Bursa saham Eropa bergerak relatif terbatas. FTSE 100 Inggris naik tipis 0,07% ke 10.729,78, sedangkan STOXX Europe 600 turun 0,36% ke 646,75. DAX Jerman melemah 0,85% ke 25.818,23 akibat tekanan pada sektor semikonduktor regional.

Di kawasan Asia Pasifik, Nikkei 225 Jepang turun 2,12% ke 63.290,11 setelah Bank of Japan (BoJ) mempertahankan suku bunga pada 1,25% melalui keputusan dengan suara 8-1. Sementara itu, KOSPI Korea Selatan merosot 3,48%. Pelemahan saham SK hynix lebih dari 7% turut menekan indeks dan memicu mekanisme sell sidecar.

Sebaliknya, Hang Seng Hong Kong menguat 1,46% ke 23.294,42 dan Nifty 50 India naik 0,51%.

Harga Minyak Menguat, Emas Justru Terkoreksi Tajam

Pasar energi mencatat penguatan sepanjang pekan. Harga minyak Brent naik sekitar 1,5%, sementara WTI menguat sekitar 2,5%. Ketegangan di Timur Tengah, perkembangan diplomasi dengan Iran, serta keterbatasan kapasitas kilang menjadi faktor pendukung harga minyak.

Berbeda dengan minyak, emas mengalami tekanan tajam menjelang akhir pekan. Pada Jumat (30/10), harga emas turun sekitar 3,6% dan ditutup di kisaran US$3.884,90 per troy ounce. Padahal, pada awal pekan harga emas masih bergerak di sekitar US$4.020–US$4.033.

Penurunan tersebut cukup menarik karena imbal hasil US Treasury justru melemah. Kondisi ini biasanya memberikan dukungan bagi emas yang tidak menawarkan imbal hasil bunga. Namun, pergeseran aliran modal, perubahan posisi investor, dan kebutuhan likuiditas di tengah gejolak pasar membuat emas kehilangan momentum kenaikan.

Dolar AS Bertahan di Tengah Perbedaan Kebijakan Bank Sentral

Dolar AS secara keseluruhan mempertahankan penguatannya sepanjang pekan. Pertumbuhan ekonomi AS yang solid dan sikap The Fed yang cenderung hawkish memberikan dukungan bagi Greenback.

Namun, penguatan dolar mulai menghadapi hambatan menjelang akhir pekan. Gejolak saham teknologi meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven, sementara investor juga mulai mengatur posisi menjelang pemilihan paruh waktu AS pada 3 November.

EUR/USD bergerak di sekitar area support 1,1100. Euro menghadapi tekanan dari ketidakpastian politik Prancis, pelebaran selisih imbal hasil obligasi Prancis dan Jerman, serta lonjakan biaya energi. Namun, sikap hawkish European Central Bank (ECB) memberikan sedikit dukungan bagi mata uang tunggal tersebut.

Pasar juga mencermati pengumuman mengejutkan mengenai keputusan Presiden ECB Christine Lagarde untuk mengakhiri masa jabatannya sembilan bulan lebih awal.

Sementara itu, USD/JPY menjadi perhatian setelah keputusan dan komunikasi terbaru BoJ. Kombinasi perubahan ekspektasi kebijakan moneter dan meningkatnya sentimen risk-off berpotensi memicu pelepasan posisi yen carry trade.

WEEK AHEAD
(02 – 06 November 2026) 

Kalender ekonomi 02 - 06 November 2026 - TPFxWeek Ahead: Pemilu AS dan Data Tenaga Kerja Menjadi Fokus

Memasuki pekan pertama November, Weekly Review dan Outlook menempatkan pemilihan paruh waktu AS, data tenaga kerja, keputusan bank sentral, dan perkembangan geopolitik sebagai perhatian utama investor.

Pemilihan paruh waktu AS pada 3 November akan menentukan komposisi Kongres dan memengaruhi kemampuan Presiden Donald Trump dalam menjalankan agenda pemerintahannya. Seluruh 435 kursi House of Representatives dan 35 dari 100 kursi Senat akan diperebutkan.

Partai Demokrat diperkirakan memiliki peluang besar untuk merebut mayoritas di House of Representatives. Namun, persaingan di Senat masih cukup terbuka. Hasil pemilu berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan fiskal, perdagangan, dan ekonomi AS.

Selain politik,  dalam Weekly Review dan Outlook, investor juga akan mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah dan Ukraina. Musim laporan keuangan perusahaan juga berlanjut, dengan sejumlah perusahaan besar seperti Apple, AMD, Palantir, McDonald’s, Qualcomm, Uber, dan Berkshire Hathaway dijadwalkan merilis kinerja.

Amerika: Nonfarm Payrolls dan ISM PMI Menjadi Perhatian

Data tenaga kerja AS akan menjadi agenda ekonomi paling penting pekan ini. Nonfarm Payrolls Oktober diperkirakan bertambah 56.000, meningkat dari 29.000 pada September. Tingkat pengangguran diproyeksikan bertahan di 4,2%, sementara pertumbuhan upah bulanan diperkirakan meningkat menjadi 0,3% dari 0,1%.

Investor juga akan mencermati ISM Manufacturing PMI dan ISM Services PMI Oktober untuk mengukur aktivitas bisnis di tengah tekanan biaya yang masih tinggi.

Beberapa data lain yang perlu diperhatikan meliputi:

  • JOLTS Job Openings September, dengan perkiraan meningkat menjadi 7,10 juta dari 7,08 juta.
  • ADP Employment Report.
  • Challenger Job Cuts.
  • Factory Orders.
  • International Trade Balance.
  • Produktivitas tenaga kerja dan biaya tenaga kerja kuartal ketiga.
  • Consumer Credit.
  • Preliminary University of Michigan Consumer Sentiment November.

Sejumlah pejabat Federal Reserve juga dijadwalkan menyampaikan pandangan mereka. Investor akan mencari petunjuk mengenai arah suku bunga setelah keputusan FOMC terakhir.

Selain itu, pengumuman Treasury mengenai rencana pembiayaan dan penerbitan utang pemerintah AS atau Quarterly Refunding Announcement juga akan menjadi perhatian pasar.

Di Kanada, investor akan mencermati data ketenagakerjaan, perdagangan, dan pengumuman anggaran pemerintah tahun 2026.

Eropa: Keputusan BoE dan Inflasi Eurozone

Bank of England (BoE) akan mengumumkan keputusan suku bunga pada Kamis. Pasar memperkirakan BoE akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun. Langkah tersebut berpotensi menjadi awal rangkaian kenaikan suku bunga untuk mengendalikan tekanan inflasi akibat lonjakan harga energi.

BoE juga akan memperbarui proyeksi inflasinya. Sebelumnya, bank sentral Inggris memperingatkan bahwa inflasi berpotensi melampaui 4% pada awal tahun depan.

Selain Inggris, Swedia, Norwegia, dan Polandia juga akan mengumumkan keputusan kebijakan moneter.

Dari kawasan Eurozone, inflasi awal Oktober diperkirakan meningkat menjadi 3,9%. Angka tersebut akan menjadi yang tertinggi sejak September 2023. Sebelumnya, data inflasi tahunan menunjukkan Italia mencapai 5,6%, Spanyol 4,9%, Prancis 3,8%, dan Jerman 2,8%.

Data ekonomi lain yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Factory Orders dan Industrial Production Jerman.
  • Retail Sales Euro Area, Jerman, dan Italia.
  • Industrial Production Prancis.
  • Unemployment Rate Spanyol.
  • Manufacturing PMI dan Services PMI sejumlah negara Eropa.
  • Inflasi Swiss dan Turki.
  • Retail Sales dan Consumer Confidence Swiss.

Sejumlah perusahaan besar Eropa seperti Ryanair, Ferrari, Bayer, Philips, BMW, Deutsche Telekom, Rheinmetall, dan Commerzbank juga akan melaporkan kinerja keuangan.

Asia Pasifik: PMI China dan Keputusan RBA

Di China, investor akan mencermati rilis RatingDog Manufacturing PMI dan Services PMI Oktober. Aktivitas manufaktur diperkirakan mengalami sedikit perlambatan, sehingga data tersebut akan memberikan gambaran mengenai kekuatan pemulihan ekonomi China.

Jepang akan merilis data upah September. Investor juga akan mempelajari notulen rapat BoJ September, ketika bank sentral menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25%, sebelum mempertahankannya pada pertemuan Oktober. Final S&P Global PMI Jepang juga masuk dalam agenda pekan ini.

Di Australia, Reserve Bank of Australia (RBA) diperkirakan menaikkan cash rate sebesar 25 basis poin menjadi 2,85%. Tekanan inflasi yang meningkat, terutama akibat kenaikan biaya bahan bakar, menjadi alasan utama ekspektasi tersebut.

Selain keputusan RBA, investor akan mencermati Building Permits yang diperkirakan meningkat 2,1%, Household Spending yang diproyeksikan naik 0,2%, serta data perdagangan internasional.

Sementara itu, Selandia Baru akan merilis sejumlah data ketenagakerjaan yang dapat memberikan gambaran tambahan mengenai kondisi ekonomi kawasan.

Data Mingguan Perdagangan Emas (26 – 30 Oktober 2026)

Open : 3998,36 | High : 4.082,75  |  Low  : 3.870,11  |  Close : 3.880,07  |  Range  : 212,64

GOLD PRE ANALYSIS

WEEKLY VALUE AREA

WEEKLY SUPPORT WEEKLY  RESISTANCE
S1   3.806 R1  4.018 
S2   3.732 R2   4.166
S3  3.593 R3  4.231

Gold Outlook : Bearish

Data Mingguan Perdagangan US Oil (26 – 30 Oktober 2026)

Open :  102,41  |  High : 104,94  |  Low  : 99,41  |  Close : 102,95 |  Range  : 5,53                                           

OIL PRE ANALYSIS

                                                      WEEKLY VALUE AREA

WEEKLY SUPPORT WEEKLY RESISTANCE
S1  99,93 R1  105,46
S2   96,90 R2  107.96
S3   94,40  R3  110,99

Oil Outlook : Bullish

Baca juga: Weekly Review dan Outlook 26 – 30 Oktober 2026

Dapatkan update seputar Pasar saham global trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.

Selamat trading dan semoga sukses!

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.

You may also like

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures

Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id

Call Center: 
(+62) 21 252 75 77

Pengaduan

Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA

 

Perusahaan tidak menerima setoran tunai, dana nasabah yang diterima oleh perusahaan dalam rangka pembukaan rekening/deposit awal maupun top up margin hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan antar rekening.

 

Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan call center resmi di nomor (+62) 21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2025 TPFX Support – PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privasi

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id
Call Center: (+62)21 252 75 77
Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES
ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan
call center resmi di nomor (+62)21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privacy