Download TPFx Mobile Available On

Weekly Review dan Outlook 26 – 30 Oktober 2026

by Alwy Assegaf
Flash News Weekly

Weekly Review: Pasar Global Tertekan Kenaikan Minyak

Weekly Review dan Outlook 26 – 30 Oktober 2026 menyoroti tekanan pada pasar global akibat kenaikan harga minyak, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, dan kekhawatiran terhadap belanja kecerdasan buatan (AI). Kombinasi faktor tersebut mendorong investor mengurangi eksposur pada sejumlah aset berisiko. Pasar juga bersiap menghadapi keputusan bank sentral utama dan rilis data ekonomi penting pada pekan terakhir Oktober.

Di Amerika Serikat, indeks S&P 500 turun 0,5% sepanjang pekan dan berakhir pada 7.623,68. Nasdaq Composite melemah 0,7% secara mingguan ke 25.955,34. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average naik 0,4% selama sepekan, meskipun anjlok 652,82 poin atau 1,23% pada Jumat ke 52.215,16.

Sektor teknologi menghadapi tekanan setelah Meta dan Tesla memberikan sinyal yang lebih berhati-hati mengenai belanja modal. Keputusan SK Hynix untuk menunda penawaran umum perdana saham bisnis chip memorinya di Amerika Serikat turut menambah kekhawatiran investor. Sebaliknya, saham sektor energi dan kebutuhan pokok konsumen menunjukkan ketahanan yang lebih baik.

Harga Minyak Melonjak, Risiko Inflasi Meningkat

Harga minyak mentah Brent melonjak melewati US$116 per barel dan mencapai sekitar US$116,72 pada Jumat. Level tersebut menjadi yang tertinggi sejak akhir April. Kekhawatiran terhadap konflik di Timur Tengah, termasuk serangan Houthi di Arab Saudi dan potensi eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran, mendorong kenaikan harga minyak.

Lonjakan energi kembali meningkatkan risiko inflasi global. Jika harga minyak bertahan tinggi, biaya transportasi dan produksi dapat meningkat. Kondisi ini berpotensi menekan daya beli konsumen sekaligus membatasi ruang bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter.

Kenaikan minyak juga menjadi faktor penting bagi pergerakan emas. Pada Jumat, harga emas spot turun 0,7% ke US$3.995,63 per troy ounce dan berada di jalur penurunan mingguan lebih dari 3,7%. Sementara itu, kontrak berjangka emas naik tipis 0,2% ke US$4.002,10 per troy ounce, tetapi masih mencatat potensi penurunan mingguan sebesar 3,8%.

Tekanan terhadap emas muncul ketika kekhawatiran inflasi kembali meningkat dan pasar menyesuaikan ekspektasi kebijakan moneter. Meski ketegangan geopolitik dapat meningkatkan permintaan aset safe haven, kenaikan harga energi juga berpotensi mempertahankan suku bunga pada level tinggi. Kondisi tersebut dapat membatasi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga.

Dolar AS dan Mata Uang Utama

Indeks dolar AS (DXY) bergerak di sekitar 101,6 pada Jumat. Dolar masih berada dekat level terendah dalam tiga pekan dan melemah hampir 0,2% sepanjang pekan. Ketegangan geopolitik, kenaikan harga minyak, dan ketidakpastian menjelang pemilihan paruh waktu Amerika Serikat menjadi perhatian investor.

Pasar juga menunggu keputusan Federal Reserve pada 28 Oktober. Pelaku pasar cenderung memperkirakan bank sentral mempertahankan suku bunga pada pertemuan tersebut. Namun, ekspektasi kenaikan suku bunga pada Desember meningkat seiring kekhawatiran bahwa kenaikan harga energi dapat memperburuk tekanan inflasi.

Di pasar mata uang utama, yen Jepang menguat terhadap dolar AS karena daya tariknya sebagai aset safe haven. Sebaliknya, euro melemah di tengah ketidakpastian politik Prancis dan tekanan jual pada obligasi pemerintah negara tersebut.

Pergerakan dolar selanjutnya akan bergantung pada keputusan The Fed, data inflasi PCE Amerika Serikat, serta perkembangan konflik di Timur Tengah. Jika inflasi kembali menguat dan The Fed mempertahankan sikap ketat, dolar berpeluang memperoleh dukungan. Namun, ketidakpastian geopolitik dan pelemahan sentimen pasar dapat memicu pergerakan yang lebih fluktuatif.

Imbal Hasil Obligasi AS dan Eropa

Imbal hasil obligasi pemerintah AS naik menjelang akhir pekan seiring meningkatnya kekhawatiran inflasi. Yield Treasury 10 tahun berada di sekitar 4,97%–4,99%, sedangkan yield tenor dua tahun mencapai sekitar 4,66%.

Kenaikan yield mencerminkan penyesuaian ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter dan tekanan harga. Investor akan mencermati data inflasi PCE serta pertumbuhan ekonomi AS untuk menilai apakah tekanan inflasi cukup kuat untuk mempertahankan suku bunga tinggi.

Di Eropa, pasar obligasi Prancis menghadapi tekanan lebih besar. Selisih yield obligasi pemerintah Prancis tenor 10 tahun terhadap obligasi Jerman melebar menjadi 1,78 poin persentase, level tertinggi sejak akhir 2011. Ketidakpastian politik domestik dan aksi protes menambah tekanan terhadap aset keuangan Prancis.

Bursa Global Bergerak Bervariasi

Pasar saham Eropa melemah dengan indeks STOXX 600 turun sekitar 1,4% sepanjang pekan. Tekanan politik di Prancis dan kinerja yang lemah dari sejumlah perusahaan barang mewah membebani sentimen investor.

Di kawasan Asia-Pasifik, pergerakan bursa berlangsung bervariasi. Nikkei 225 Jepang turun 0,34% ke 62.693,16, sedangkan Kospi Korea Selatan naik 0,3% ke 5.550,3. Indeks CSI 300 China menguat 1,71% pada Jumat ke 4.105,33, meskipun masih mencatat penurunan mingguan selama sebelas pekan berturut-turut.

Pekan depan, perhatian pasar akan tertuju pada laporan keuangan perusahaan teknologi besar, terutama Alphabet, Microsoft, dan Amazon. Hasil kinerja serta panduan belanja modal mereka dapat memengaruhi penilaian investor terhadap prospek investasi AI dan keberlanjutan reli saham teknologi.

WEEK AHEAD
(26 – 30 Oktober 2026) 

Kalender ekonomi 26 - 30 Oktober 2026 - TPFxOutlook 26–30 Oktober 2026: Keputusan The Fed Jadi Fokus

Pekan terakhir Oktober menghadirkan agenda ekonomi yang padat. Investor akan memantau keputusan suku bunga Federal Reserve, European Central Bank (ECB), Bank of Japan (BOJ), Bank of Canada, dan Reserve Bank of New Zealand (RBNZ). Data pertumbuhan ekonomi, inflasi, serta laporan keuangan perusahaan besar juga berpotensi memicu perubahan volatilitas pasar.

Amerika

Pasar Amerika akan menghadapi pekan padat dengan keputusan Federal Reserve pada 28 Oktober dan rilis data ekonomi penting. Investor juga menantikan laporan keuangan perusahaan besar, termasuk Alphabet, Microsoft, Amazon, Eli Lilly, Visa, ExxonMobil, Intel, Mastercard, Chevron, Coca-Cola, dan Caterpillar. Kinerja perusahaan teknologi akan menjadi perhatian utama karena dapat memengaruhi sentimen terhadap investasi AI.

The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga setelah keputusan September. Namun, kenaikan harga energi dan risiko inflasi tetap menjadi perhatian. Data inflasi PCE September diperkirakan naik 0,5% secara bulanan, sedangkan inflasi inti PCE diproyeksikan meningkat 0,3%. Kedua data tersebut akan membantu investor menilai arah kebijakan moneter berikutnya.

Amerika Serikat juga akan merilis estimasi awal PDB kuartal III. Ekonomi diperkirakan tumbuh 3,0% secara tahunan, meningkat dari 2,2% pada kuartal sebelumnya. Investasi AI dan konsumsi rumah tangga yang tetap kuat menjadi faktor pendukung proyeksi tersebut.

Selain itu, investor akan mencermati pesanan barang tahan lama yang diperkirakan naik 0,6%, indeks kepercayaan konsumen, penjualan rumah baru yang diproyeksikan turun menjadi 660.000 unit, biaya tenaga kerja, serta data perdagangan. Di Kanada, keputusan suku bunga Bank of Canada dan data PDB bulanan akan menjadi perhatian.

Eropa

Eropa akan berfokus pada keputusan suku bunga European Central Bank (ECB) pada Kamis dan pengumuman Autumn Budget Inggris pada Rabu. Pasar memperkirakan ECB mempertahankan suku bunga pekan depan sebelum membuka peluang kenaikan kembali pada Desember. ECB telah menaikkan suku bunga dua kali sejak perang Iran dimulai, yakni pada Juni dan September, ketika inflasi meningkat menjadi 3,8% pada bulan sebelumnya.

Data PDB zona euro kuartal III diperkirakan menunjukkan pertumbuhan tahunan sebesar 1,1%, sedikit melambat dari 1,2% pada kuartal II. Secara kuartalan, pertumbuhan diproyeksikan turun menjadi 0,2% dari 0,6%. Spanyol diperkirakan tumbuh 0,6% secara kuartalan, sedangkan Jerman dan Italia masing-masing diproyeksikan tumbuh 0,1%.

Investor juga akan memantau data inflasi awal Jerman, Prancis, Spanyol, dan Italia. Inflasi bulanan Jerman diperkirakan meningkat 0,1%, sementara Prancis diproyeksikan mencatat kenaikan 0,2%. Data iklim bisnis Ifo Jerman, kepercayaan konsumen, dan pasar tenaga kerja kawasan euro juga akan memberikan gambaran mengenai kondisi ekonomi regional.

Di Inggris, Menteri Keuangan Rachel Healey diperkirakan menghadapi tantangan untuk membantu rumah tangga dan perusahaan mengatasi kenaikan biaya energi, sambil menjaga disiplin fiskal. Anggaran pemerintah berpotensi mencakup dukungan jangka pendek yang sebagian didanai melalui kenaikan pajak perbankan. Investor akan menilai dampaknya terhadap prospek fiskal dan pasar obligasi Inggris.

Selain itu, laporan keuangan HSBC Holdings, Novartis, Banco Santander, Linde, dan TotalEnergies akan menjadi perhatian. Pemilihan parlemen Serbia pada Minggu juga berpotensi memengaruhi sentimen regional.

Asia-Pasifik

Di China, perhatian pasar akan tertuju pada Sidang Pleno Kelima Komite Sentral Partai Komunis China ke-20 yang berlangsung pada 26–29 Oktober. Investor akan mencari petunjuk mengenai arah kebijakan ekonomi dan prioritas pemerintah. Data keuntungan industri September serta indeks PMI manufaktur dan nonmanufaktur juga akan membantu menilai momentum ekonomi China.

Di Jepang, Bank of Japan (BOJ) diperkirakan mempertahankan suku bunga pada 1,25% dalam pertemuan Oktober. Namun, peluang kenaikan pada Desember tetap menjadi perhatian setelah inflasi melampaui target 2% bank sentral pada bulan sebelumnya. Investor akan mencermati panduan kebijakan BOJ serta data inflasi inti Tokyo, produksi industri, penjualan ritel, tingkat pengangguran, dan kepercayaan konsumen. Inflasi inti Tokyo diperkirakan melambat menjadi 2,6% pada Oktober, sementara produksi industri diproyeksikan pulih 1,3%.

Di Australia, data inflasi bulanan dan kuartalan akan menjadi faktor penting bagi prospek kebijakan moneter. Inflasi tahunan September diperkirakan meningkat menjadi 4,2%, sedangkan pertumbuhan kredit sektor swasta diproyeksikan melambat menjadi 0,5%. Data harga produsen juga akan melengkapi gambaran tekanan harga di negara tersebut.

Sementara itu, Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) diperkirakan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3% di tengah meningkatnya risiko inflasi. Keputusan tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan dolar Selandia Baru dan ekspektasi kebijakan moneter di kawasan.

Dari sisi politik, pemilihan legislatif Israel pada 27 Oktober akan menjadi perhatian karena persaingan antarkelompok politik diperkirakan berlangsung ketat. Perkembangan politik di Timur Tengah tetap penting bagi pasar global, terutama karena eskalasi konflik berpotensi mengganggu pasokan minyak dan meningkatkan volatilitas harga energi.

Data Mingguan Perdagangan Emas (19 – 23 Oktober 2026)

Open : 4.162,07 | High : 4.190,44  |  Low  : 3.975,54  |  Close : 3.99,03  |  Range  : 214,90

GOLD PRE ANALYSIS

WEEKLY VALUE AREA

WEEKLY SUPPORT WEEKLY  RESISTANCE
S1   3.918 R1  4.133 
S2   3.839 R2   4.269
S3  3.703 R3  4.348

Gold Outlook : Bearish

Data Mingguan Perdagangan US Oil (19 – 23 Oktober 2026)

Open :  98,84  |  High : 103,86  |  Low  : 95,21  |  Close : 103,14 |  Range  : 8,65                                           

OIL PRE ANALYSIS

                                                      WEEKLY VALUE AREA

WEEKLY SUPPORT WEEKLY RESISTANCE
S1  97,61 R1  106,26
S2   92,09 R2  109,39
S3   88,96  R3  114,91

Oil Outlook : Bullish

Baca juga: Weekly Review dan Outlook 19–23 Oktober 2026

Dapatkan update seputar Pasar saham global trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.

Selamat trading dan semoga sukses!

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.

You may also like

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures

Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id

Call Center: 
(+62) 21 252 75 77

Pengaduan

Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA

 

Perusahaan tidak menerima setoran tunai, dana nasabah yang diterima oleh perusahaan dalam rangka pembukaan rekening/deposit awal maupun top up margin hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan antar rekening.

 

Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan call center resmi di nomor (+62) 21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2025 TPFX Support – PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privasi

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id
Call Center: (+62)21 252 75 77
Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES
ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan
call center resmi di nomor (+62)21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privacy